Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

LIMA BENTUK MELAMPAUI BATAS

Manusia memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, manusia apalagi yang telah menyatakan dirinya sebagai muslim tidak dibenarkan melampaui batas-batas yang ditentukan Allah swt. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak disukai-Nya.

Di dalam Al-Qur’an, ada lima bentuk melampaui batas yang harus dihindari, yaitu sebagai berikut.

1. MELAMPAUI BATAS DALAM PERANG

Islam merupakan agama yang sangat mengedepankan perdamaian, karena itu permusuhan sedapat mungkin dihindari. Namun bila diperangi, kaum muslimin, diizinkan untuk berperang guna mempertahankan diri sebagimana terdapat dalam firman-Nya,
”Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperang, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah maha kuasa menolong mereka itu.”(al-Hajj: 39)
Meskipun demikian, perang tetap saja tidak boleh berlebihan atau melampaui batas-batas kemanusiaan. Pada dasarnya, perang bukanlah untuk membumi-hanguskan lawan, tetapi perang adalah untuk mengendalikan musuh. Allah swt. berfirman,
”Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(al-Baqaraah: 190)
2. MELAMPAUI BATAS DALAM HUKUM

Dalam hidup ini, manusia membutuhkan ketentuan-ketentuan hukum yang mengatur tentang apa yang boleh dan tidak. Oleh karena itu, seorang muslim tidak dibenarkan melampaui batas dalam masalah hukum dengan mengubahnya sehingga yang halal diharamkan atau yang haram malah dihalalkan. Allah swt. berfirman,
”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(al-Maa’Idah: 87)
Oleh karena itu, siapapun orangnya, mengubah hukum merupakan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan, termasuk Nabi Muhammad saw.. Teguran Allah swt. terdapat dalam firman-Nya,
”Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(at-Tahriim: 1)
3. MELAMPAUI BATAS DALAM IBADAH

Manusia memang diciptakan dengan tugas beribadah, salah satunya adalah yang bersifat khusus, seoerti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an dan sebaginya. Namun berlebihan dalam masalah ini tidak dibenarkan sebagaimana dalam kisah tiga orang sahabat yang ingin tahajud semalam suntuk, puasa setiap hari bahkan tidak mau menikah karena ingin berjuang.

4. MELAMPAUI BATAS MAKAN DAN MINUM

Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Allah swt. memerintahkan manusia untuk makan dan minum namun tidak boleh berlebihan. Rasulullah mencontohkan makan bila saat lapar dan menghentikannya sebelum kenyang. Allah swt. berfirman,
”Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”(al-A’raaf: 31)
5. MELAMPAUI BATAS DALAM SEKSUAL

Seks merupakan salah satu kebutuhan manusia, karenanya Allah swt. tidak melarang manusia untuk melampiaskan kebutuhan seksualnya, tetapi dengan orang yang dihalalkan. Bila hubungan seksul dilakukan kepada orang yang tidak dihalalkan, maka hal itu termasuk melampaui batas. Allah swt. berfirman,
”Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari dibalik  itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”(al-Mu’minuun: 1, 5-7)
Dengan keterangan di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa islam merupakan agama pertengahan, agama yang sangat mengatur keseimbangan hidup manusia, karenannya sikap melampaui batas menjadi sesuatu yang sangat tidak dibenarkan.
Demikian


Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 02 Desember 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala