Home » , , , » HADIST : BOLEHNYA MEMPERBAIKI BEJANA DENGAN KAWAT PLASTIK

HADIST : BOLEHNYA MEMPERBAIKI BEJANA DENGAN KAWAT PLASTIK

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 15, 2016

Bolehnya Memperbaiki Bejana Dengan Kawat Perak

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ قَدَحَ النَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّم إِنْكَسَرَ، فَاتَّخَذَ مَكَانَ الشّعْبِ سَلْسَلَةً مِنْ فِضَّةٍ. أَخْرَجَهُ البُخَارِيُّ.

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu: Bahwasanya tempat minum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam retak, maka beliau pun menjadikan perak sebagai penyambung pada bagian yang retak dari tempat minum beliau tersebut. 
Diriwayatkan oleh Bukhari.


Takhrijul Hadits: 

Hadits ini dikeluarkan oleh Bukhari (no: 3109 dan 5638). Hadits yang mulia ini sebagai pengecualian dari hadits yang sebelumnya tentang bejana emas dan perak.

Syarah Kosa Kata

(قَدَحَ) adalah bejana yang dipakai untuk minum.

(إِنْكَسَرَ) bermakna pecah dan dalam riwayat al-Bukhori dalam kitab al-Asyribah (فانصدع) : belah. 

(فَاتَّخَذَ) nampaknya yang dimaksud disini adalah Rasulullah . hal ini dikuatkan dengan pernyataan Muhammad bin Siriin:  

(إنه كان فيه حلقة من حديد، فأراد أنس أن يجعل مكانها حلقة من ذهب أو فضة، فقال أبو طلحة: لا تغيرن شيئاً صنعه رسول الله صلّى الله عليه وسلّم فتركه)

Ada padamya lingkaran kawat dari besi, lalu Anas ingin menggantinya dengan kawat dari emas atau pera. Lalu Abu Thalhah berkata: Jangan rubah sesuatu yang telah Rasulullah lakukan! Lalu ana tidak jadi. (HR al-Bukhori no. 5638)

Hal ini menunjukkan yang melakukan pemasangan kawat pada gelas tersebut adalah Rasulullah dan gelasnya tidak berubah masih seperti di zaman Rasulullah dan juga kawat besi yang ingin diganti Anas dengan kawat dari perak. 

(الشّعْبِ) bagian yang pecah

(سَلْسَلَةً) adalah kawat dari perak. 

Fiqih hadits

1.  Hadits ini menunjukkan bolehnya memperbaiki bejana yang pecah dengan kawat dari perak ketika dibutuhkan. Yang diharamkan adalah bejana dari perak, sedangkan bejana yang diikat dengan kawat perak yang sedikit tidak mengapa; karena kemaslahatannya jelas. Pada umumnya bejana yang dipakai minum itu kecil sehingga tidak butuh banyak dari kawat perak.
 
2.  Kebolehan diatas hanya berlaku pada perak karena adanya nash tentang hal ini dan tidak berlaku pada emas, sehingga tidak boleh menggunakannya; karena lebih mahal dan lebih haram dan juga karena kalau diperbolehkan tentulah nabi menggunakannya pada bejana; karena lebih awet dan lebih tidak berkarat dari perak. 

3.  Sepatutnya seorang apabila mampu memperbaiki bejana atau sejenisnya dari perabot rumah untuk memperbaikinya dan tidak dibuang dan membeli yang baru; karena memperbaikinya termasuk kesederhanaan dan pengaturan harta.
Wallahu a’lam dan Alhamdulillah selesailah penjelasan bab bejana ini


NB:
Jangan Mencela #‎Sahabat Rasulullah!
Oleh: Ustadz Abu Asma' Kholid bin Syamhudi


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu 'ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini dikeluarkan oleh :

• Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al Manaqib, Bab Qauluhu Lau Itakhadztu Khalilan, no. 3397 dan lafaz ini adalah lafazh Al Bukhari.

• Imam Muslim dalam Shahih-nya, kitab Fadhail Al Sahabat, Bab Tahrim Sabbi Ash Shahabat, no. 4610 dan 4611.

• Imam At Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Al Manaqib ‘An An Nabi, Bab Fiman Sabba Ashabi An Nabi, no. 3796.

• Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab As Sunnah, Bab An Nahyu ‘An Sabb Ashabi An Nabi, no. 4039.

• Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, kitab Muqaddimah, Bab Fadhlu Ahli Badr, no. 157.

• Imam Ahmad dalam Musnad-nya, no. 10657, 11092 dan 11180.

Selengkapnya ...

http://almanhaj.or.id/content/3085/slash/0/jangan-mencela-sahabat-rasulullah/

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Jumat, 15 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Kholid Syamhudi Al Bantani
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT