HEPATITIS B

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, January 11, 2016

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili Hepadna virus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa, tetapi dapat menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Seorang bayi dapat terinfeksi dari ibunya selama proses kelahirannya. Juga dapat menyebar melalui kegiatan seksual, penggunaan berulang jarum suntik,dan transfusi darah dengan virus di dalamnya.

Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.
Infeksi karena Hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi, di mana injeksi diberikan untuk membuat tubuh kebal terhadapnya. Direkomendasikan pada semua masyarakat untuk mendapat 3 vaksinasi (0, 1 bulan, dan 6 bulan) terutama ketika masih bayi untuk memberikan proteksi yang baik terhadap virus ini. Bagaimanapun, vaksinasi hanya memberikan proteksi maksimal sekitar 90 persen, dan tidak menyingkirkan sama sekali resiko infeksi.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini dapat dengan cepat mengalahkan virusnya. Kebanyakan akan terinfeksi untuk seumur hidup. Biasanya terdapat sedikit atau tanpa gejala sama sekali. Kadang-kadang hati rusak berat, menyebakan gagal hati. Gejala yang umum dari gagal hati adalah jaundice, di mana kulit dan mata penderita menjadi kuning, karena zat-zat yang diproduksi tumbuh dan seharusnya disaring oleh hati tidak dilakukan. Masalah lainnya adalah hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

Tes darah dapat menemukan tanda-tanda proses kerusakan hati. Jika penderita memiliki tanda-tanda tersebut, pengobatan hepatitis B dapat mencegah kerusakan hati yang disebakan virusnya. Pengobatan anti virus diberikan, untuk mencegah virus memperbanyak diri dengan meng-kopi-nya. Bagaimanapun, sekali virus masuk, maka tidak mungkin untuk menyingkirkannya semuanya hingga tuntas.

Dibandingkan virus HIV yang dapat menyebabkan AIDS, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata. Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi. Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.


Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Vaksin untuk mencegah hepatitis B telah rutin direkomendasikan diberikan pada bayi sejak 1991 di Amerika Serikat. Kebanyakan vaksin diberikan dalam 3 dosis selama beberapa bulan. Timbalan pada vaksin dinyatakan sebagai konsentrasi antibodi anti-HBs sekurang-kurangnya 10 mIU/ml pada serum tubuh tervaksinasi. Vaksin lebih efektif diberikan pada anak-anak dan 95 persennya memiliki antibodi perlawanan tersebut. Antibodi tersebut turun menjadi 90% pada usia 40 tahun dan menjadi sekitar 75 persen bagi mereka yang telah berusia 60 tahun. Proteksi vaksinasi bersifat jangka panjang, bahkan sesuadah antibodi turun di bawah 10 mIU/ml. Vaksinasi pada saat kelahiran direkomendasikan untuk semua bayi dengan ibu yang terinfeksi. Kombinasi dari hepatitis B immune globulin dan pemberian awal dari vaksin hepatitis B mencegah penularan hepatitis B pada saat kelahiran sebesar 86% hingga 99%. Semua yang beresiko bersinggungan dengan cairan tubuh seperti darah harus divaksinasi, jika belum lakukan segera. Tes untuk menguji efektifitas imunisasi direkomendasikan dan dosis lanjutan vaksin diberikan kepada mereka yang belum cukup kebal.


Pada bayi tabung, pencucian sperma tidak diperlukan bagi laki-laki yang menderita hepatitis B untuk mencegah penularan, kecuali pasangan wanitanya belum efektif tervaksinasi. Pada wanita dengan hepatitis B, resiko penularan dari ibu ke bayinya menggunakan teknik IVF maupun kehamilan normal adalah sama. Mereka yang beresiko tinggi terinfeksi harus dites apakah ada pengobatan yang efektif pada mereka yang memiliki penyakit ini. Kelompok yang ditapis direkomendasikan termasuk mereka yang belum divaksinasi dan salah satu dari: masyarakat dari daerah yang tingkat hepatitis B-nya lebih dari 2 persen (Indonesia termasuk), mereka yang terjangkit HIV, pengguna narkoba suntik, lelaki yang memiliki aktivitas seksual dengan lelaki, dan mereka yang tinggal bersama dengan penderita hepatitis B.

Dalam 10 hingga 22 tahun penelitian tidak ada kasus hepatitis B pada mereka yang memiliki kekebalan normal dan telah divaksinasi, hanya ada beberapa infeksi-infeksi kronik yang telah didokumentasikan. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).


Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale). Selain itu juga ada pengobatan alternatif lain seperti hijamah/bekam yang bisa menyembuhkan segala penyakit hepatitis, asal dilakukan dengan benar dan juga dengan standar medis.

Mari kita perkaya majelis ilmu ini dengan diskusi yang membumi... 

TANYA JAWAB


Pertanyaan M102


1. Bunda mau tanya, apakah seorang wanita yang terinfeksi HBV kelak suami nya juga akan terinfeksi?

Jawab
Ya bisa, Karena penularannya dari keringat,air liur,dll


2. Untuk penularan hepatitis B tesebut biasanya melalui apa? jika penderita sedang menguap/bersin melalui udara apakah bisa tertular? Jika memiliki suami yang terkena hepatitis apakah nanti akan menulari anak. Apa maksud dari carier inanktif?
Jawab
Jika air liurnya kena kita dan dimana tempat yang terkena air liur tersebut ada luka ya bisa tertular. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.


Pertanyaan M103

1. Penjelasan etiologi dan RAP penykit hepatitis ini sudah sangat jelas. Yang membuat saya penasaran, ustadzah bisakah dijelaskn secara ilmiah bagaimana proses bekam ini dapat menyembuhkn hepatitis? Apakah prosesny murni hanya bekam atau tetap dibutuhkan terapis medis lainnya baik secara kedokteran modern ataupun pengobatan alternatif. Lalu berapa persenkah kberhasilannya dibandingkan dengan pengobatan modern?

Jawab
Bekam adalah suatu pengobatan dengan cara membantu hati mengeluarkan sampah-sampah metabolit atau darah kotor sisa proses detoksifikasic juga bekerja dengan cara merangsang sel-sel hati agar lebih aktif dan produktif dalam bekerja. Terus juga dibarengi dengan terapi herbalnya seperti kurma ajwa, temu lawak, habatusaudah dan madu. Bisa dengan bekam plus obat herba saja InsyaAlloh kalau Ibu ita yakin bis asembuh juga bisa kombinasi dengan medis

Pertanyaan M105

1. Hepatitis B itu sama Liver sama kah bunda?  Bunda langkah apa yang harus dilakukan agar kita tidak terkena hepatitis B??
Jawab:
Liver adalah anggota bagian tubuh kita tapi kalo hepatitis b adalah virus yang menyerang liver. 
Langkah menghindari hepatitis B
>Health Promotion, usaha peningkatan mutu kesehatan
>Specifik Protection, perlindungan secara khusus
>Early Diagnosis dan Prompt Treatment, pengenalan dini terhadap penyakit, serta pemberian pengobatan yang tepat
>Usaha membatasi cacat
>Usaha rehabilitasi

Dalam upaya pencegahan infeksi Virus Hepatitis B, sesuai pendapat Effendi dilakukan dengan menggabungkan antara pencegahan penularan dan pencegahan penyakit. Pencegahan dapat dilakukan dengan melalui tindakan Health Promotion baik pada hospes maupun lingkungan dan perlindungan khusus terhadap penularan. Health Promotion terhadap hos berupa pendidikan kesehatan, peningkatan higiene perorangan, perbaikan gizi, perbaikan sistem transfusi darah dan mengurangi kontak erat dengan bahan-bahan yang berpotensi menularkan virus VHB. Pencegahan virus hepatitis B melalui lingkungan, dilakukan melalui upaya meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan penyebaran infeksi VHB melalui tindakan melukai seperti tindik, akupuntur, perbaikan sarana kehidupan di kota dan di desa serta pengawasan kesehatan makanan yang meliputi tempat penjualan makanan dan juru masak serta pelayan rumah makan. Perlindungan Khusus Terhadap Penularan dapat dilakukan melalui sterilisasi benda-benda yang tercemar dengan pemanasan dan tindakan khusus seperti penggunaan sarung tangan bagi petugas kesehatan, petugas laboratorium yang langsung bersinggungan dengan darah, serum, cairan tubuh dari penderita hepatitis, juga pada petugas kebersihan, penggunaan pakaian khusus sewaktu kontak dengan darah dan cairan tubuh, cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan penderita pada tempat khusus selain itu perlu dilakukan pemeriksaan HBsAg petugas kesehatan (Onkologi dan Dialisa) untuk menghindarkan kontak antara petugas kesehatan dengan penderita
Pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui immunisasi baik aktif maupun pasif

A. Immunisasi Aktif
Pada negara dengan prevalensi tinggi, immunisasi diberikan pada bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif, sedang pada negara yang prevalensi rendah immunisasi diberikan pada orang yang mempunyai resiko besar tertular. Vaksin hepatitis diberikan secara intra muskular sebanyak 3 kali dan memberikan perlindungan selama 2 tahun.
Program pemberian sebagai berikut:
§  Dewasa:Setiap kali diberikan 20 μg IM yang diberikan sebagai dosis awal, kemudian diulangi setelah 1 bulan dan berikutnya setelah 6 bulan.
§  Anak :Diberikan dengan dosis 10 μg IM sebagai dosis awal , kemudian diulang setelah 1 bulan dan berikutnya setelah 6 bulan.


B. Immunisasi Pasif
Pemberian Hepatitis B Imunoglobulin (HBIG) merupakan immunisasi pasif dimana daya lindung HBIG diperkirakan dapat menetralkan virus yang infeksius dengan menggumpalkannya. HBIG dapat memberikan perlindungan terhadap Post Expossure maupun Pre Expossure. Pada bayi yang lahir dari ibu, yang HBsAs positif diberikan HBIG 0,5 ml intra muscular segera setelah lahir (jangan lebih dari 24 jam). Pemberian ulangan pada bulan ke 3 dan ke 5. Pada orang yang terkontaminasi dengan HBsAg positif diberikan HBIG 0,06 ml/Kg BB diberikan dalam 24 jam post expossure dan diulang setelah 1 bulan.


Pertanyaan M108


1. Bedanya hepatitis A,B,C apa? cara penularannya, terapinya & penyembuhan?

Jawab
Hepatitis adalah penyakit berbahaya karena menyerang hati, yang merupakan organ penting dengan ratusan fungsi. Ada lima virus penyebab hepatitis, yang diberi nama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Walaupun kelima virus tersebut dapat menghasilkan gejala yang mirip dan memiliki efek yang sama, masing-masing memiliki keunikan dalam cara penularan dan dampaknya terhadap kesehatan.

Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang.
>Hepatitis A
Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.

Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.
Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya.

>Hepatitis B
Pemberian Vaksin Hepatitis B

Pada bayi:
-Vaksinasi I: baru lahir s.d. 2 bulan
-Vaksinasi II: usia 1 s.d. 4 bulan
-Vaksinasi III: usia 6 s.d. 18 bulan
Pada orang dewasa:
Pada usia 18 tahun atau lebih, terutama untuk pengguna narkoba suntik, tenaga kesehatan, pasien HIV, pasien liver kronis, dll. Vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan, yaitu pada bulan ke-0, 1 dan 6, atau pada bulan ke-0, 2, dan 4.
Hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan.
Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.
Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan ikterik. Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.

Hepatitis C
Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.

Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.
Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C.

>Hepatitis D
Hepatitis D, juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.

Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).
Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.

>Hepatitis E
Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.

Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.


Pertanyaan M110


1. Bunda apakah perlu vaksin ulang ketika remja karena belum tau jika bayi sudah vaksin? Lalu apa yang dilakukan seblum vaksin?

Jawab
Ya perlu, sebelumnya periksa lab dulu hbsag,jika postif tidak perlu vaksin,tapi kalo negatif silahkan vaksin. Untuk dewasa diatas 18 thn frekuensinya 0,1,6 bulan atau 0,2,4 bulan

2. Bunda bukannya vaksin itu haram ya karna ada campurannya? terus ada yang bilang gak perlu vaksin pas bayi cukup kasih kurma sama madu bun, terus bagaimana ni bun?

Jawab
Hukum suatu benda itu ditentukan berdasarkan kedaannya yang terakhir. Bukan ditentukan berdasarkan asal muasalnya. #istihalah. Misalnya buah anggur itu halal. Tapi kalo dah difermentasi jadi wine hukumnya berubah jadi haram. Padahal asalnya halal. #istihalah. Kalo kita menghukumi wine dari asal muasalnya jadi bisa halal donk. Nah makanya harus dilihat keadaan akhir benda itu. #istihalah. Bila wine yang haram itu lalu difermentasi jadi cuka. Maka hukumnya berubah jadi halal kembali. Lihat keadaan terakhirnya. #istihalah. Vaksin itu dalam proses bikinnya ada 3 jenis (dari sekian banyak vaksin yang ada) yang pake tripsin babi sebagai katalisator. #istihalah. Enzim tripsin babi sebagai katalisator itu tidak bercampur dengan vaksin. Lalu diultrafiltrasi jutaan kali. Produk akhir bebas tripsin #istihalah. Jadi konsekuen donk. Vaksin yang bebas dari tripsin babi ini TIDAK MENGANDUNG BABI. Jadi halal banget. #istihalah. Sekarang paham kan. Bahwa salah besar tuh yg suka ngomong vaksin mengandung babi. Total keliru. #istihalah. Oleh karena itu IFANCA berani keluarkan sertifikat halal untuk vaksin yang model gini. Yang pake tripsin babi saat buatnya. #istihalah. Ayo jangan ragu lagi. Ga ada vaksin yang mengandung babi. Sudah ada sertifikat halal dari IFANCA. Jadi muslim yang cerdas ya. #istihalah


Pertanyaan M111


1. Apakah penderita yang sudah melakukan terapi secara rutin, beberapa tahun kemudian kemungkinan bisa kambuh lagi?
Jawab
Jika sudah dinyatakan sembuh tidak kambuh lagi


Pertanyaan M115

1. Jika ciri--ciri hepatitis B seperti yang disebutkan diatas, apa bedanya dengan penyakit Kuning? Waktu saya bayi dulu, saya pernah terkena penyakit kuning. Mama saya bilang kalo dulu cirinya juga mata saya kuning, kuku, kulit semua nya berwarna kuning dan juga menyerang fungsi hati. nah, apakah itu sama dengan hepatitis??? Dan apakah penyakit kuning juga bisa kambuh kembali sperti hepatitis B???
Jawab
Ya hampir sama, tapi gejala yang mbak jelaskan bisa juga karena livernya bengkak sehingga nilai sgot dan sgop yang tinggi yang bisa disembuhkan. Jadi kalo hbv tu lebih susah penyembuhannya. Bisa sembuh jika tidak terlalu capek dan pola hidup yang benar karena jika terlalu capek dan pola hidup yang kacau akan mudah kambuh. Dari kuning bisa menuju hbv

Pertanyaan M116

1. Cara mencegah agar tidak terkena penyakit hepatitis B dan terapi yang dilakukan apa saja?
Jawab
Cara mencegahnya adalah dengan imunisasi hbsag dan menjaga jarak dengan orang-orang yang hbsag positif. Karena penularannya lebih mudah daripada orang yang mengidap hiv

2. Afwan, ana mau tanya Bunda.. Keponakan ana atau anak kakak ana sejak bayi tidak pernah diberikan yang namnya Vakssinasi^/imunisasi dengan alasan itu bukanlah anjuran ari rasulullah dan itu hanyalah penemian orang barat. Dan mereka telah memprhtikan bahwa anak-anak yang di imunisasi dan yang tidak.  Mereka yang di imunisasi cenderung apabila sdang sakit tidak bergairah untuk bermain , terlihat lesu.. namun berbeda dengan yg tidak diimunisasi mereka malah cenderng aktif meskipun sedang sakit, begitu juga merka tidak gampang sakit. Pertanyaanya apakah akan trkena virus hepatitis B pada jangka waktu panjang? Terhadap anak-anak yang tidak di imunisasi?
Jawab
Virus hepatitis B ada dimana saja penularan bisa melalui cairan tubuh dari penderita hepatitis termasuk air liur sehingga bila peralatan makan kurang bersih mencucinya masih bisa menularkan. Tertular atau tidak tergantung dari kontak atau tidak. Tidak perduli waktu selama ada kontak ya resiko tertular juga daya tahan tubuh seseorang. Orang yang diimunisasi akan mempunyai zat untuk melawan virus tersebut ato punya tameng itu beda nya dengan yang tidak diimunisasi. Reaksi anak yang sakit tergantung jenis penyakit yg menyerang serta daya tahan tubuhnya, anak2 dgn asi pasti daya tahan tubuhnya lebih baik juga tergantung pada Psikologi anak itu sendiri ada yang sakit sedikit sudah manjanya full dan sebaliknya itu juga tergantung orang tua menyikapi kalo anak lagi sakit . obatan yang ada sekarang juga dulu tidak ada dalam zaman nabi tapi juga diperbolehkan karena banyak manfaat daripada mudharatnya, juga tergantung bahan yang dipakai halal & aman

3. Kalo anak-anak yang setelah di suntik vaksinasi tiba-tiba demam dan muntah-muntah itu karena apa ya bun?
Jawab
Demam setelah imunisasi itu wajar karean tubuh bereaksi membentuk zat imunologi. anak-anak yang demam akan mengalami pusing sehingga akan menimbulkan mual muntah, tetapi selama demam tidak terlalu tinggi & asupan cairan terpenuhi insha Allah aman.


Doa penutup majelis : 


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 11 Januari 2016
Narasumber : Ustadzah Ratih
Tema : Kesehatan
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT