Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » JADILAH IBAADURRAHMAN

JADILAH IBAADURRAHMAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 20, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 20 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Ahmadi Usman
Rekapan Grup Nanda M112
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti

JADILAH IBAADURRAHMAN


Assalamualaikum wr wb.

Jadilah ibaadurrahmaan, berikut kriterianya dalam Surat al Furqon 63-73 :
1. (وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Seseorang yang berjalan dimuka bumi dgn rendah hati dan tidak terpengaruh perkataan orang bodoh

2.  وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا *
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
Seseorang yang menyediakan waktu waktunya terutama malamnya untuk bersujud dan berdiri karena Allah

3.  وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا *
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا *
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Seseorang yang selalu memohon perlindungan dalam setiap aktivitasnya dari neraka jahannam

4. وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا)
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
Seseorang yang mengeluarkan harta titipan Allah dengan seimbang tidak terlalu boros dan kikir

5. (وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا *
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya) (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
Seseorang yang tidak melakukan dosa besar diantaranya dosa syirik, membunuh dan berzina

6. إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا * وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا *
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
Seseorang yang selalu bertobat membersihkan diri dari kesalahan dan dosa..

7. وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا *
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
Seseorang yang tidak berbicara buruk seperti sumpah palsu, bedusta, menghina dll. Sedang kan waktu yang dimiliki selalu hal yang bermanfaat...

8. وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا *
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
Selalu sadar dan terbuka hatinya ketika ayat dan peringatan dari Allah dapat.

9. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا *
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Mereka yang selalu mendoakan keluarga,pasangan dan istri serta keturunan agar menjadi orang yang bertaqwa.

10. أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا)
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
Seseorang yang optimis memandang masa depan di akhirat kelak.
Wallaahu a'lam bisshowaab.

TANYA JAWAB

Q : Ibaadurrahmaan artinya apa ya tadz ?
A : Ibaad artinya hamba hamba yang memilih untuk tunduk dihadapan Allah, sehingga Allah menerima ketundukan mereka dengan segala kasih sayang Nya

Q : ustadz mungkin tidak ketika seseorang sudah melakukan taubat nasuha itu kembali mengulangi kesalahannya ? padahal taubat nasuha adalah sebaik-baik taubat
A : Maka ciri orang yang bertaubat nasuha.
Cinta kebaikan dan kesholihan, tidak tertarik keburukan dan kemaksiatan, serta selalu menghindari hal yang menyebabkan dosa,serta tidak bersedih jika ada kesempatan maksiat tapi meninggalkan nya dengan tenang...jika hal itu belum dimiliki mungkin taubatnya belum sampai derajat nasuha

Q : Ustadz apakah Allah marah atau tidak suka dengan orang yang selalu bertaubat bertaubat lagi karna ia slalu khilaf dan berbuat kesalahan lagi??
A : Sesungguhnya Allah mengampuni dosa hamba Nya sebesar dan sebanyak apapun dosanya karena Allah memiliki sifat Gaffar dan Ghafur..dan Allah mengampuni dosa hamba Nya sesering apapun dia bersalah, namun yang terpenting seseorang tidak berburuk sangka kepada Allah dan meremehkan serta berniat membohongi Allah, karena semua menjadikan manusia dalam kerugian

Q : Ustadz, gimana cara yang paling baik untuk menghindarkan diri dari rasa angkuh dan sombong karena merasa diri telah banyak ibadah???
A : Sifat angkuh dan sombong bukan sifat dasar manusia,karena manusia adalah makhluk yang diciptakan tidak buas dan tidak liar, namun jika ada manusia memiliki sifat yang demikian maka mereka telah terkena penyakit hati atau terkena sifat yang buruk, hal itu dikarenakan:
1. Memiliki sahabat dan lingkungan yang buruk.
2. Tidak mampu mengendalikan dan menundukkan hawa nafsu
3. Mudah dibisiki syeitan
4. Kurang mendekatkan diri kepada Allah
5. Kurang bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan karena mereka.
6. Kurang bersikap tawadhu ( rendah hati)

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment