KEMELEKATAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 13, 2016

Assalamualaikum....
Semangat pagi murid murid kebenaran
Hari ini saya dijadualkan ketak ketok ketik disini..semoga berkenan ya...
Ikan sepat ikan gabus
Belinya di rawa bugel
Lebih cepat lebih bagus
Ini jempol dah pada pegel
Kali ini tema nya tentang "melekat"
 
Baik
Sekarang coba bayangkan...cukup bayangkan ya...jangan di praktekkan....
Ambil dua lembar kain selebar tapak tangan....
Lalu...tempelkan pada betis kiri...pake lem kol...dan satu lagi tempelkan pada betis kanan dengan menggunakan lem power glue...
Kira kira....kalau sudah kering...manakah yg akan lebih sakit jika ditarik untuk dikelupas?
Mengapa demikian?
 
Baik...
Itu artinya...semakin kuat kita melekat dengan sesuatu maka ketika sesuatu itu hilang atau tidak sesuai harapan...maka ianya menjadi sangat menyakitkan...bahkan sakitnya tuh....
 
Atau gini deh...
Mungkin kita pernah mendengar /mengetahui/ merasakannya sendiri? ada orang yang menaruh hati pada lawan jenisnya kemudian yang terjadi adalah justru yang ia harapkan itu menikah dengan orang lain? dan ia jatuh sakit atau bahkan ada yang rela mengakhiri hidupnya dengan makan bakwan
Pernah dengar/ mengalaminya?
Mengapa bisa demikian?
 
Atau begini...
Ibarat nya kita sedang menarik busur panah...nah untuk bisa melesat menuju sasaran...kita harus melepaskan anak panah itu toh?....namun kita ga mau melepaskan nya...kira kira kenapa bisa begitu?

Baik...masih ada yang ingat ini?
"Lepaskanlah ikatanmu dengan aku
Biar kamu senang
Bila berat melupakan aku
Pelan-pelan saja"
 
Ini ada sabda Nabi saw
“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ‘Wahn‘. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ‘wahn‘?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Yang membuat kita tidak mau melepaskan anak panah itu adalah bisa jadi karena:

1. Terlalu Sayang
2. Terlalu Cinta
3. Terlalu Takut
4. Terlalu Sedih
5. Terlalu Galau
6. Terlalu Marah
7. Terlalu berharap
8. Dan sebagainya
 
Dan semua yang terlalu tadi bisa disimpulkan pada satu kata "kemelekatan"
Dalam hidupnya manusia secara sadar atau tidak...sengaja atau tidak telah melekatkan sesuatu kepada hatinya dan ia merasa bahwa itu merupakan bagian dari dirinya sehingga ketika sesuatu itu lepas ia seolah-olah telah kehilangan pegangan hidup. Dan akhirnya berputus asa.

Ketika manusia terlalu melekat dengan dunia pada proses sakaratul maut akan sangat berat sekali karena ia terlalu melekat seperti lem tadi pasti suakit buanget. Sedangkan orang kafir, maka ruhnya akan keluar dengan susah payah, ia tersiksa dengannya. Nabi menceritakan kondisi sakaratul maut orang kafir atau orang yang jahat dengan sabdanya:

"Sesungguhnya hamba yang kafir -dalam riwayat lain- yang jahat jika akan telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan dari langit dengan wajah yang buruk dengan membawa dari neraka. Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya". Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek yang) banyak mata besinya dari bulu wol yang basah.
Ingat...dunia ini fana. Tidak kekal. Tidak abadi.
Suatu saat yang kita cintai akan pergi satu persatu bahkan kita juga nanti bakal ga ada didunia ini. Jadi siapkan diri dan keluarga. Terus mendekat kepada Allah

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. {Al-Jumu'a : 5187}

Fikiran nya harus banyak mengingat Allah meskipun fisiknya tengah berusaha untuk tidak melekat kita harus mendasarkan sesuatu nya sesuai dengan tuntunan Allah swt. Mencintai dan membenci karena Allah. Banyak mengingat Allah (dzikir). Dan bersikap seperti dikatakan Umar Bin Khottob jadikan dunia ditanganmu bukan dihatimu. Bersikap seperti pegawai bank walaupun pegang duit banyak kaga sombong dan ketika duit itu ga dibawa pulang dia kaga merajuk dan nangis bombay toh? Atau seperti tukang parkir mobil banyak kaga sombong mobil diambil atu atu kaga nangis kelojotan ditengah jalan toh?
Demikian sharing pagi ini

NASIB TERUS BERGULIR

Allah Ta'ala berfirman: ...Kemuliaan itu hanyalah kepunyaan Allah, Rasul-Nya dan Kaum Mu'minin...(QS al-Munafiqun: 6)

Seorang ulama berkisah, "Ketika thawaf aku melihat seseorang yang dijaga oleh sejumlah pelayan yang bertugas mengusir orang lain dari hadapannya. Di kemudian hari aku melihat orang itu berada di atas jembatan Baghdad sambil menengadahkan tangan meminta-minta. Aku mencoba memperhatikannya dengan cermat untuk meyakinkan apakah orang itu yang aku lihat ketika thawaf, atau bukan. Tiba-tiba dia menegurku, 'Mengapa kamu memperhatikan aku?'

Aku menjawab, "Aku keliru karena kamu mirip sekali dengan seorang yang pernah aku lihat ketika thawaf yang saat itu keadaannya demikian dan demikian."
"Memang akulah orang itu. Dahulu aku sombong di tempat di mana orang-orang merendahkan diri. Karena itu, sekarang Allah menghinakanku di tempat orang-orang membanggakan diri."*


Pelajaran kehambaan yang pertama adalah melepas kemelekatan. Praktik sedekah adalah ikhtiar melepas kemelekatan pada harta. Praktik puasa melepas kemelekatan pada badan karena kita bukan tubuh ini. Praktik shalat melepas kemelekatan pada pikiran. Hidup itu sekarang bisa dirasakan saat perut lapar ketika puasa atau sedang shalat. Berlatih untuk tidak membuat rencana-rencana adalah praktik selanjutnya. Ikhtiar dan bekerja harus maksimal, tapi ingat rejeki sudah ada jatahnya karena bekerja kita memang bukan untuk mencari uang, status, dan jabatan tapi sebagai partisipasi kehambaan. Jadi, tukang tambal ban sama baiknya dengan pegawai kantoran. Di hadapan Tuhan, nilai ketakwaan kita adalah pembedanya. Allah maha pengampun, pengasih dan penyayang.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT