Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » MA’RIFATULLAH by Ustdz Evi

MA’RIFATULLAH by Ustdz Evi

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 19, 2016

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 19 Januari  2016
Narasumber : Ustadzah Evi
Rekapan Grup Nanda M110
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti

MA’RIFATULLAH

Saudaraku Fillah...
Mungkin ada diantara kita yang bertanya kenapa kita masih perlu berbicara tentang Allah padahal kita sudah sering mendengar dan menyebut namaNya dan kita tahu bahwa Allah itu Tuhan kita.  Tidakkah itu sudah cukup untuk kita ?
Saudaraku, jangan merasa sudah cukup dengan pemahaman dan pengenalan kita terhadap Allah, karena semakin kita memahami dan mengenaliNya kita merasa semakin dekat denganNya. Kita juga terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Allah dan terhindar juga dari sikap-sikap yang salah terhadap Allah.

Ketika kita berbicara tentang ma'rifatullah, berarti kita berbicara tentang Rabb, Malik dan Ilah kita.  Rabb menurut Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa. Sedangkan Ilah pula mengandung arti yang dicintai, yang ditakuti dan juga sebagai sumber pengharapan.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa usaha kita untuk lebih memahami dan mengenal Allah adalah merupakan bagian penting di dalam hidup ini.  Bagaimanakah jalan atau metode yang harus kita lalui untuk mengenal Allah SWT dan apakah halangan-halangan yang senantiasa menghantui manusia dari mengenal dan berdampingan denganNya ?

Simaklah hadits berikut :
"Kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu”.  Dari pengenalan terhadap diri sendiri, maka ia akan membawa kepada pengenalan (ma'rifah) yang menciptakan diri yaitu Allah.
Hal pertama yang harus dilaksanakan dalam agama adalah mengenal Allah Swt (awwaluddin ma'rifatullah).  Berawal dari mengenal Allah, maka kita akan mengenali diri kita sendiri. Siapakah kita?, dimanakah kedudukan kita dibanding mahluk-mahluk yang lain? Apakah sama misi hidup kita dengan binatang-binatang yang ada di bumi in? Apakah tanggung jawab kita dan kemanakah akhir kehidupan kita?

Semua persoalan itu akan terjawab secara tepat setelah kita mengenali betul-betul Allah sebagai Rabb dan Ilah.  Yang Mencipta, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan dan seterusnya.

Allah berfirman dalam Q.47:19,
”Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”.

Ayat ini menerangkan kepada kita dengan bahasa (ketahuilah olehmu) bahwasanya tidak ada Ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mu'minin dan mu'minat.  Apabila Al-Qur’an menggunakan sibghah amar (perintah), maka ia menjadi wajib menerima perintah tersebut.  Dalam konteks ini mengetahui atau mengenali Allah (ma'rifatullah) adalah wajib.

Allah berfirman dalam Q.S 3:18,
”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu) tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dalam Q.S 22: 72-73
”Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan Aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah Telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali"
”Hai manusia, Telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.”(22:73)

Allah telah menjanjikan kepada mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah samada ayat qauliyah atau kauniyah dengan api neraka. Janji ini Allah turunkan di dalam surat Al-Hajj ayat 72-73 dan Q.S 39:67.
Setiap ayat Allah SWt, baik ayat qauliyah maupun kauniyah jika direnungi akan menambah keimanan kita kepada Allah Swt. Dari sini akan menghasilkan pribadi muslim yang penuh rahmat, tenang, penuh keberkahan dan memperoleh kehidupan yang baik. Tentunya tempat abadi baginya adalah Surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang telah diridhaiNya.
Mari kita lihat penjelasan janji Allah bagi siapa saja yang berusaha dekat dan mengenalNya :
1. Memperoleh Rahmat Allah swt
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keimanan, rahmat dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”( Q.S 6:82)
2. Memperoleh ketenangan.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram”( Q.S 13:28, )
3. Memperoleh kehidupan yang berkah.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya" (Q.S 7:96)
4. Memperoleh Kehidupan Yang Baik.
“ Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan.”
(Q.S 16:97)
5. Beroleh Surga
“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam)”
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam, mereka Itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S 20:25-26)
6. Memperoleh Keridhoan Allah Swt
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Q.S 98:8)
Ada beberapa cara dalam mengenal Allah Swt dengan metode Islam melalui :

1. Ayat Qauliyah
Ayat-ayat qauliyah merupakan ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an.  Ayat-ayat ini mencakup seluruh aspek termasuk tahapan-tahapan menuju ma'rifatullah.
Hal ini dielaskan dalam Q.S At tiin  yang artinya:
1.  Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
2.  Dan demi bukit Sinai
3.  Dan demi kota (Mekah) Ini yang aman,
4.  Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5.  Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

2. Ayat Kauniyah
Ayat Kauniah adalah ayat atau tanda yang terlihat di sekeliling kita , yang diciptakan oleh Allah.  Ayat-ayat ini berupa benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini.  Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptaannya.
Dijelaskan dalam Q.S 41:53,
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

3. Dengan Naqli dan Akal
Islam menghargai nilai akal yang dimiliki manusia karena dengan sarana akal ini manusia mampu berfikir dan memilih antara yang benar dan salah.  Walau bagaimanapun, dengan akal semata-mata tanpa panduan dari Pencipta akan tencapai pemikiran cukup terbatas. Apa lagi jika dicampurkan dengan unsur hawa nafsu. Gabungan antara kemampuan dan panduan dari Penciptanya akan menghasilkan pengenalan yang tepat dan mantap terhadap Allah SWT menjadi satu kesalahan apabila manusia tidak menggunakan akalnya untuk berfikir.
Di jelaskan dalam Q.S 10:100-101,
“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya".
“Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".

4. Tasdiq (Membenarkan)
Hasil dari berfikir dan meneliti secara terus menerus akan membuahkan keyakinan akan kehebatan dan keagungan Allah.
Dijelaskan dalam Q.S 3:191,
“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Dan dalam Q.S 50:37
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya".
Wallahu'alam bishshowab

TANYA JAWAB

Q : Cara sederhana mengenal Allah gimana bun? Kadang nanda suka bingung. Allah itu gimana ?
A : Orang berkata tak kenal maka tak cinta. Jadi untuk mencintai Allah kita mesti mengenalNya. Namun mengenal Allah berbeda dengan cara kita berkenalan dengan manusia kita hanya boleh mengenal Allah lewat sifatnya (wujud, bawadalahl), lewat asmaNya (99 asmaul husnah) dan lewat af'alNya (perbuatanNya). Dari hal yang sederhana Sari rasakan ketika punya masalah kita lantas mengadu kepadaNya dengan sholat. Hati kita menjadi tenang. Sesuai yang telah Allah sampaikan. Ingatlah  kepadaKu maka hatimu akan menjadi tenang. Maka jalan kita mengenal Allah adalah dengan ayat-ayat kauniyah (ayat Allah yang ada dialam semesta). Dan ayat-ayat qauliyah (perkataan Allah yang tertulis dalam AQ). Jadi kenallah keberadaan Allah itu dengan melihat kekuasaanNya. KebesaranNya. RahmaNya. Jangan dipikirkan tentang zatNya seperti bentuk dll. Karena itu bukan hak kita bahkan dikatakan kita bisa menjadi kurang akal.

Q : Naqli itu Dalil ya bun?
A : Ya. Dalam ma'rifah kepada Allah ada dalil aqli yaitu akal dan dalil naqli yaitu Alqur an.

Q : Bunda, bagaimana cara meyakinkan seorang mukmin yang tidak percaya akan adanya Allah? Masih suka percaya dengan hal ghoib.
A : Rani sayang ketika seorang belum mempercayai Allah dengan sepenuh hati ia belum dapat dikategorikan mukmin (orang beriman) namun ia tetap seorang muslim (seorang Islam). Sudah menjadi sunnatullah di dalam Islam segala sesuatu harus berproses. Termasuk ketika meyakinkan seseorang untuk bisa beriman (percaya) dengan sepenuh hati. Ajaklah ia untuk merasakan betapa besar kenikmatan yang diperoleh seseorang ketika mengenal Allah. Betapa tentram hati ketika usai sholat. Ataupun usai membaca Alquran. Jadi memang dekatkan ia kepada Islam secara perlahan. Jika ia membuka pintu hatinya maka hidayah (petunjuk) akan datang dengan sendirinya. Ya. Nanda. Percaya pada hal yang ghaib itu bagian dari keimanan. Maksud nanda mungkin percaya takhayul ya.

Q : Assalamualaikum  bunda,, bunda gimana caranya mengetahui dan merasakan keberkahan yang kita dapatkan? Misal kita membantu orang tua berharap suatu keberkahan sedangkan kita seperti tidak merasa berkah tersebut..dan apa yang kita lakukan agar amalan dan perbuatan kita di ridhoi oleh Allah SWT??jazakillah bunda
A : Sesuatu itu menjadi berkah manakala ia diridhai oleh Allah SWT. Dan memberi kebaikan atau dirasakan kebaikannya oleh orang lain bukan oleh dirinya sendiri. Misal kita memiliki harta. Harta kita dapat dikatakan berkah jika1. Didapatkan dengan cara yang halal (diridhoi Allah). 2.  orang lain merasakan kebaikannya dari sedekah atau zakat yang kita keluarkan. Birrulwalidain (berbakti kepada orangtua). Akan menimbulkan keberkahan bagi seorang anak. Yakinlah. Ketika kita berbakti dengan keikhlasan untuk medapatkan ridha Allah. Keberkahan akan kita peroleh. Dalam hal Semua urusan kita akan dimudahkan Allah. Baik itu dalam menuntut ilmu. Bekerja. Dsbnya. Hanya kuncinya ikhlas dan jangan ada keraguan terhadap apa yang kita lakukan ya nanda

Q : Bunda bagai mana caranya tetep istiqomah di jalan Allah ?
A : Agar kita tetap istiqomah di jalan Allah maka yang harus kita lakukan adalah :
1. Berimanlah kepada Allah dengan keimanan yang paripuna artinya berislamlah secara kaffah jangan memilah milih terhadap ibadah yang diperintahkan Allah.
2. Bertemanlah dengan orang-orang yang sholih. Karena merekalah yang akan mengingatkan kita dikala kita lemah.
3. Jagalah sholat fardhu.
4. Laksanakan ibadah nafilah secara dawwam (kontinyu). Karena ibadah yang dilakukan secara dawwam akan memberi kekuatan (semangat).
5. Dan jangan lupa berdoa kepada Allah karena sesungguhNya. Allahlah sumber kekuatan .

Q : Assalamamualaikum.wr.wb. bunda bagaimn menyikapi orang tua yang sifatnya monoton?? Bagaimana kita mendapat jodoh yang baik jika di keluarga selalu disalahkan?? Dalam islam  adakah syarat tentang langkah-langkah nikah?
A : Sikap kita terhadap orang tua hanya satu yaitu hormat. Jadi bagaimanapun perilku mreka kita tidak boleh kasar atau berlku tidak baik. Menyikapi orang tua yang bersikap monoton jika kita bisa bicara dengan cara yang baik lakukan tetapi jika mereka tidak juga bisa berubah ya kita harus berbesar hati dan bersabar karena jangan sampai melskukan hal yang menyinggung perasaan mereka.
Maut. Lahir. Rezki. Jodoh ada ditAngan Allah. Maka bermohonlah kepadaNya dengan memperbanyak shalat malam. Yang dapat kita lakukakan adalah jadikan diri kita sebagaia wanita yang baik. Karena kata Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Jodoh adalah bagian dari rezki tidak ada yang dapat menghalangi seseorang ketika ia adalah jodoh kita walau ia berada di ujung dunia. Allah akan menghadirkannya dengan kekuasaanNya. Jadi mohonlah padaNya dan jadikan diri nanda sebagai wsnita sholihah.
Langkah-langkah nikah dalam Islam. Wasilah (jalnnya) jodoh bisa orangtua. Guru. Saudara ataupun teman. Yang jelas ketika seorang laki-laki hanif (baik agamanya) telah dikenalkan kepada kita maka tidak ada alasan untuk berlama-lama misalnya berpacaran atau bertunangan. Menikah harus disegerakan sebagai suatu ibadah. Dan wanita yang baik adalah yang murah maharnya maksudnya tidak menuntut yang berlebihan ketika sang laki-laki tak mampu. Ya nanda

Q : Bunda, kita juga kan harus percaya adanya alam gaib selain kita, tapi kenyataannya banyak yang justru mempercayai gaib tersebut daripada percaya akan adanya Allah. Banyak yang masih meminta pada pohon, makam ataupun yang lainnya. Apa ada pemahaman yang salah ya bun?
A : Ya sayang kita wajib percaya kepada yang ghaib. Akan adanya Allah, adanya malaikat, jin, iblis, adanya surga neraka. Adanya kehidupan sesudah mati. Dsbnya. Hanya saja setiap muslim yang mengaku beriman wajib menyerahkan urusannya hanya pada Allahurabbul'alamin (Tuhan pemilik semesta alam) tauhid rubbubiyah. Sebagaimana dalam surat alfatihah disebutkan iyyakanakbudu waiyyakanasta'in. HanyapadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan. Intinya segala urusan kita hanya kita kembalikan pada Allah. Manakala kita serahkan kepada yang lain maka kita akan jatuh pada syirik. Dan menyekutukan Allah termasuk dosa yang tidak diampuni. Maka kita jangan sampai pergi ketempat yang bisa menjatuhkan kita pada syirik. Ya nanda.

Q : Bunda apa kita bisa ditinggal hidayah bun,,dan bagaimana biar hidayah tidak ninggalin ana bun,,?
A : Apakah hidayah bisa meninggalkan kita. Nanda sholihah. Masuknya hidayah atau petunjuk dari Allah. Sesungguhnya karena kita yang telah mengundangnya. Coba nanda mengingat ketika nanda mulai hijrah pasti ada keinginan untuk belajar islam lebih mendalam. Keinginan belajar islam itulah pintu yang nanda buka hingga kemudian rahma Allah turun kedalam diri nanda untuk terus merasakan nikmatnya iman dan islam. Nah manakala ada seseorang yang tadinya beriman. Karena pengaruh syahwat ia pun mulai menjauhi islam dengan cara meninggalkan ibadah dan banyak bermaksiat maka pada saat itu ia sudah mengusir rahmat Allah dari hatinya dan mengunci pintu hidayah itu dengan kemaksiatan yang terus menerus. Ya. Nanda

Q : Bunda,,iman ana kadang naik turun dan banyak turunnya,,,bagaimana caranya biar semangat lagi bun,,trus kenapa ya bun kadang ana ngerasa males menjalankan perintah Allah bun
A : Suatu ketika sahabat yang bernama sufyan bin abdullah RA. Bertanya pada Rasul. Ya Rasulullah katakan kepada saya satu perkataan tentang islam yang aku tidak akan bertanya yang lain. Rasulullah menjawab: katakanlah, aku beriman kepada Allah, lalu beristiqomahlah (HR. Muslim). Jadi nanda kunci agar kita tetap bisa menjaga keimanan kita adalah dengan beristiqomah. Bersikap teguh menjaga ibadah kita. Mengenai bagaimana kita bisa istiqomah di atas sudah kita bahas. Para sahabat selalu mencari cara agar bisa terus semangat dalam ibadah. Diantaranya :
1. Melakukan zikrul maut. Ingat bahwa sewaktu-waktu ajal akan datang tentu kita tidak ingin ketika izrail menjemput kita dalam keadaan yang lalai kan.
2. Cari tau fadhilah (keutamaan dari ibadah tsb) hal ini bisa memotivasi. 3. Berteman dengan mereka yang rajin ibadah juga bisa menpengaruhi kita.
4. Ingatlah semua ibadah yang telah disyariatkan Allah sesungguhnya adalah untuk kita. Kita butuh sholat karena dengan sholat hati kita tentram. Orang yang menegakkan sholat akan dimudahkan urusan. Sholat membuat kita sehat. Begitu juga dengan ibadah yang lain. Yang semangat ya nanda mumpung muda dan sehat. Jangan males2 ibadah.

Q : Bunda,,kadang aku suka di hina oleh teman bun,di bilang aku miskin,karena sampe saat ini aku ga punya tabungan selama aku kerja ya uangnya untuk sodara dan bantu orang tua,,gimana bunda ngadepin orang yang selalu hina aku bunda,udah sabar ngadepinnya dan di hina kalo dia bicara sama aku dia geli bun seolah olah aku kotoran padahal orang lain mah biasa aja bun,,aku juga suka berfikir kenapa aku di giniin dan bertanya sama allah segitu hinanya aku sampe aku di perlakukan seperti itu..mohon sarannya bunda gimana hadepin atau ngasih tau orang seperti itu..
A : Nanda sayang. Orang yang suka menghina, ngurusin kerja orang lain. Sesungguhnya ia orang yang tidak bahagia. Karena tidak bahagia maka pelampiasan seperti itu. Dekatkan diri pada Allah. Banyak hikmah kita bertemu dengan orang seperti itu. Jika kita sabar akan menghisab dosa kita. Ini adalah sarana tarbiyah Allah untuk menguji kesabaran kita dan jika kita lulus maka derajat keimanan kita akan bertambah. Jadikan shalat dan sabar sebagai penolong mu. Ini adalah taujih Rabbani.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment