Home » , , , » PENTINGNYA SIFAT SABAR

PENTINGNYA SIFAT SABAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 13, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 13 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Syahrowi
Rekapan Grup Bunda M6 (Shofie)
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti


PENTINGNYA SIFAT SABAR


Assalamu'alaykum wr wb
Semoga Allah memberikan sifat sabar kepada kita semua dalam menghadapi semua permasalahan dalam kehidupan ini. Sholawat dan salam selalu tercurah pada junjungan alam Rasulullah SAW. InsyaAllah materi kajian kita pada hari ini adalah " Memahami Pentingnya Sifat Sabar"

Sebagaimana kita ketahui salah satu ciri utama dunia yang tidak akan pernah hilang ialah masalah. Siapapun yang masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari kolong jembatan sampai istana kekuasaan. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah. Prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah.
Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah, yakni dengan sabar dan shalat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2] : 153)

Dr. Aid Al-Qarni dalam buku fenomenalnya La Tahzan menuturkan bahwa jika Rasulullah diimpa sebuah ketakutan, maka beliau akan segera melakukan shalat. Suatu waktu beliau berkata kepada Bilal, “Ketenanganku ada pada shalat.” Lebih lanjut Dr. Aid Al-Qarni menjelaskan, “Jika hati terasa menyesak, masalah yang dihadapi terasa sangat rumit dan tiup muslihat sangat banyak, maka bersegeralah datang ke tempat shalat, dan shalatlah. Ulama mengatakan shalat adalah media terbaik seorang Muslim mengadukan segala masalahnya kepada Allah Ta’ala.

Kita banyak menemukan riwayat yang menuturkan bahwa Nabi di kala shalat sungguh sangat thuma’ninah dan bisa dikatakan cukup panjang, utamanya kala beliau shalat sendiri di malam hari. Bahkan ‘Aisyah pernah menuturkan, kaki Rasulullah sampai bengkak karena lamanya shalat beliau. Semua itu tidak lain karena beliau sedang mengadu, memohon, dan berharap kepada Allah agar segala urusan yang berkaitan dengan umat Islam diberikan jalan, diberikan kemudahan, diberikan keberkahan, sehingga umat Islam bisa menjadi umat terbaik yang mampu menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Kala kita memohon kepada Allah melalui shalat, tentu sangat tidak elok jika dilakukan dengan tergesa-gesa. Harus tenang dan sabar dalam menjalankannya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha [20]: 132)

Jadi, shalat sebenarnya bukan semata ritual, ia sumber menyedot dan menyadap kekuatan Ilahiyah untuk setiap jiwa mampu menghadapi masalah dengan tenang, cerdas dan solutif. Sebab dalam shalat ada masa dimana Allah sangat dekat pada seorang hamba, yakni di kala sujud.

“Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya yaitu ketika ia sujud, maka perbanyaklah berdo’a di dalam sujud.” (HR. Muslim).

Dengan demikian mari kita jadikan shalat sebagai media penting dalam hidup kita untuk benar-benar dekat kepada Allah Ta’ala untuk menemukan solusi dari setiap masalah yang kita hadapi. Bukan sekedar ritual dan kurang begitu antusias dalam menjalankannya.
Beriringan dengan kala kita shalat, dalam menghadapi masalah kita juga harus bersabar. Menurut Dr. Aid Al-Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras, serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan.
Bahkan tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi dengan sabar. Dengan bersabar, masalah apa pun, insya Allah akan tersolusikan.
Seberapa pun besar permasalahan yang kita hadapi, tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran. Jalan keluar datang bersama kesulitan. Dan, dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan. Karena janji Allah adalah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)

Dengan demikian, tidak usah bersedih, apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, apa pun dan sebesar apa pun. Semua itu pasti akan sirna seiring kita memohon solusi kepada Allah dengan sabar dan shalat. Karena jika Allah sudah berjanji, mustahil Allah tidak menepatinya.
Wallahu'alam.

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana kah sikap sabar dalam menghadapi anak. Lebih-lebih ketika anak malah meledek padahal kita sedang marah. Sikap sabar itu yang seperti apa? Apakah harus diam atau marah-marah?
A : Sabar sebenarnya banyak cabangnya. Ada sabar dalam ketaatan, sabar dalam sulit ekonomi, sabar dalam menuntut ilmu, dst. Salah satu sabar yang harus ada dalam diri kita bagi sudah punya anak adalah sabar dalam mendidik mereka. Anak itu adalah titipan dan amanah Allah. Jadikan ia ladang amal utk meraih pahala. Shalih/ah nya ia kelak, adalah krn kesabaran kita mendidiknya. Tentu ada saja faktor lain yang membentuk karakternya, dari lingkungan. Namum itu bisa dinetralisir saat ia kembali ke rumah. Juga yang perlu dipahami adalah sikap anak adalah potret dr orang tua. Jika ia sering marah2, bisa jadi ada yang salah dalam mendidiknya. Sambil mendidik anak, selalu doakan ia agar jadi anak yang shalih/ah. Wallahu'alam

Q : Jika sabar menghadapi murid yang super bandel gimana ustd ??
A : Tugas guru sebenarnya  hanya menyampaikan. Hasilnya bagaimana, asalkan kita ikhlas ngajar, Allah akan bukakan jalan.  Doakan saja supaya ia jadi murid yang baik.

Q : Bagaimana cara menambah kesabaran dalam berumah tangga? Bagaimana cara menghilangkan emosi yang cepat sekali datangnya.
A : Cara menambah kesabaran dalam keluarga adalah harmonisasi dalam keluarga. Masing-masing tau tugas dan tanggung jawabnya. Suami, istri dan anak2 berbagi tugas dalam melaksankan tugas-tugas rumah tangga. Orangtua jadi contoh buat anak-anak.
Emosi itu dapat hinggap pada siapa saja. Jika ada masalah salah satu harus jadi air, sirami yang panas. Jangan jadi api semua. Cara supaya jadi air adalah berwudhu lah saat marah. Dan usahakan lebih banyak diam. Air kalau diam ia akan tenang, dan orang-orang akan suka padanya. Wallahu'alam

Q : Ustadz..bagaimana cara mengukur kesabaran..karena kesabaran itu tidak ada batasnya..tetapi kadang dalam pelaksanannya sabar itu ada batasnya..
A : Sabar memang tidak ada batasnya. Tapi sabar harus proaktif yang positif. Jika sulit ekonomi, sabarlah sambil terus bekerja. Allah Maha Kaya yang akan memberi rezeki. Jika sabar saja, tapi ga mau kerja, berarti sabarnya 'kurang pas".
Demikian halnya dalam menghadapi masalah lain. Sabar saja, sambil berusaha menghadapi masalah tersebut. Perjalanan waktu adalah bagian dari solusi. Tidak usah putus asa. Apakah ada batasnya, tidak ada. Sanga pemilik Sabar adalah Allah, minta kepadaNya agar sifat itu tetap bersemayam di hati. Wallahu'alam

Q : Apakah ada doa khusus supaya diberikan kesabaran dalam setiap persoalan hidup?
A : Silahkan baca doa ini.
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. (Q.S. al-Baqarah [2]: 250)”
Wallahu'alam

Q : Bagaimana caranya menghadapi kakak ipar ya ust...kadang mau silaturahmi jadi males...jadi takut, hanya gara-gara waktu itu berangkat kemalaman dan tidak bawa ole-ole, saya dibanding-bandingin gitu...jadi sakit hati. Pengen sudah melupakan,tapi tetep aja sikap dan tingkahnya beda klo dirumahnya, mohon solusinya yaa...
A : Kadang orang lain lebih dekat pada kita dibanding saudara kandung sendiri. Padahal seharusnya saudara keakraban itu harus lebih pada saudara kandung dibanding pada orang lain. Dan yang paling miris, sesama saudara kandung bisa sampai bunuh-bunuhan. Na'udzubillah. Dalam memupuk persaudaraan, tidak ada cara lain selain saling komunikasi, saling mendoakan, saling menyapa, dst. Harus bisa memerima bagaimanapun kondisi saudara kita. Yang mampu sebaiknya membantu yang kurang mampu. Wallahu'alam

Q : Ustad..bagi wanita kan ada masa disaat dia haid, sehingga tidak bisa shalat, sedangkan masalah juga menghimpitnya...bagaimana solusi untuk keadaan seperti ini ya ustad?
A : Sholat dan sabar adalah senjata orang-orang yang beriman. Orang yang sholatnya sangat baik, maka InsyaAllah sifat sabar akan ada dalam dirinya. Namun bukan berarti orang-orang yang berhalangan sholat(krn haid) lalu tidak bisa sabar. Sabar itu ada dalam jiwa, tidak nampak tapi aktualisasinya ada. Sabar adalah bahasa jiwa. Jadi walaupun sedang tidak sholat, tetaplah sabar. Hadapai masalah-masalah dengan baik. Minta tolong sama Allah. Allah baik kok.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT