Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

RUMAH TANGGA ISLAMI

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

💕 Rumah Tangga Islami 💕

Berikut ini ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam upaya menumbuhkan keluarga bahagia menurut ajaran Islam dengan mengenal ciri-ciri dan cara-cara rumah tangga yang islami, diantaranya:

1. Didirikan atas dasar ibadah

Rumah tangga didirikan dalam rangka ibadah kepada Allah, dari proses pemilihan jodoh, pernikahan (akad nikah, walimah) sampai membina rumah tangga tidak boleh ada unsur kemaksiatan atau yang tidak islami. Sebagaimana tugas kita di muka bumi ini yang hanya untuk mengabdi/beribadah kepada Allah, maka pernikahan ini pun harus diniatkan dalam rangka tersebut.

2. Terjadi internalisasi nilai Islam secara kaffah (menyeluruh)

Dalam rumah tangga islami segala adab-adab islam dipelajari dan dipraktekan sebagai filter bagi penyakit moral di era globalisasi ini. Suami bertanggung jawab terhadap perkembangan pengetahuan keislaman dari istri, dan bersama-sama menyusun program bagi pendidikan anak-anaknya. Saling tolong-menolong dan saling mengingatkan untuk meningkatkan kefahaman dan praktek ibadah. Oleh sebab itu suami dan istri seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang Islam.

Sabda Rasulullah saw: “Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah).

3. Terdapat keteladanan (qudwah) dari suami maupun istri yang dapat dicontoh oleh anak-anak

Kita harus membiasakan melakukan apa diperintahkan dan disunnahkan agama kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setiap hendak keluar atau masuk rumah anggota keluarga membiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan, merupakan contoh yang akan membekas pada anak-anak sehingga mereka tidak canggung mengucapkan salam ketika telah dewasa. Membiasakan mengajak  anak-anak menegakkan shalat diawal waktu.

Suami atau istri harus faham apa kewajiban dan haknya, sehingga tidak terjadi pertengkaran karena masing-masing hanya menuntut haknya terpenuhi tanpa melakukan kewajibannya.

4. Adanya pembagian tugas yang sesuai dengan syariat

Islam telah memberikan hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga secara tepat dan manusiawi. Firman Allah swt: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS an-Nisa’ 32)

Tanya - Jawab

🔼 Ustadzah, bila menegur suami atas kesalahan yang mungkin suami tak menyadari dengan cara yang baik bagamana ya ustadzah ?
Jawab
Dengan melihat kondisi suami, lagi goodmood atau badmood. Sampaikan dengan cara yang santun dan tidak didepan anak-anak

🔼 Kadang sama suami suka beda menyikapi sesuatu kalau ada masalah misal tentang anak atau hal-hal lain ujung-ujung jadi adu urat. Bagaimana tanggapannya bun tri?
Jawab
Harus ada yang mengalah salah satu, cooling down dulu, setelah suasana enak baru lanjutkan pembicaraan yang terpotong. Kadang - kadang suami atau istri gengsi untuk mengakui kesalahannya masing - masing sehingga yang muncul adalah saling bersitegang dan tidak ada titik temu. Komunikasi yang baik adalah apabila suami istri bisa tahu masing- masing kelemahan dan kelebihannya pasangannya, sehingga tidak timbul adu urat yg tidak perlu. Kecuali kalau salah satu mau menggoda pasangannya biar marah 😃

🔼 Ustadzah kalau ada masalah yang bisa diselesaikan sendiri atau sesuatu yang bikin suami tidak suka bolehkah kita tidak membicarakan pada suami? Hanya untukk menjaga perasaan suami..
Jawab
Iya tidak apa- apa bund

🔼 Intinya tidak semua  masalah atau kejadian harus cerita ke suami?
Jawab
Ya betul, selama tidak membahayakan suami dan anak - anak tidak perlu diceritakan

🔼 Bagaimana hubungan bermasyarakat dengan sekitarnya bila suami selalu pulang malam dan susah untuk bersosialisasi karena kesibukannya?
Jawab
Sang istri saja yang aktif dimasyarakat sehingga bisa membackup ketidakhadiran suami ditengah - tengah masyrakat

REKAP MATERI KAJIAN ONLINE HAMBA  اللّهُ GROUP M2

Rabu , 6 Januari 2015
Oleh Ustadzah Tribuana