Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » BAHAYA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH

BAHAYA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 23, 2016

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 23 Februari  2016
Narasumber : Ustadzah Fina
Rekapan Grup Nanda M106
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


BAHAYA MEMPERSEKUTUKAN ALLAH


Definisi syirik adalah lawan kata dari tauhid, yaitu sikap menyekutukan Allah secara dzat, sifat, perbuatan, dan ibadah. Adapun syirik secara dzat adalah dengan meyakini bahwa dzat Allah seperti dzat makhlukNya. Syirik secara sifat artinya seseorang meyakini bahwa sifat-sifat makhluk sama dengan sifat-sifat Allah. Dengan kata lain, mahluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah. Tidak ada bedanya sama sekali.

Contoh bentuk-bentuk syirik ada banyak. Di antaranya, menyembah patung atau berhala (al-ashnaam). Allah swt. menyebutnya dalam ayat berikut ini.
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. [QS. Al Hajj (22): 30]

Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya, “Wahai Bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?” [QS. Maryam (19): 42]
Menyembah matahari adalah bentuk syirik yang lainnya. Allah menolak orang-orang yang menyebah matahari, bulan, dan atau bintang.
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. [QS. Al A’raaf (7): 54]
“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”. [QS. Fushshilat (41): 37]

Sebab-sebab Syirik
Ada tiga sebab fundamental munculnya prilaku syirik, yaitu al-jahlu (kebodohan), dha’ful iiman (lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-buta).
Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan kecendrungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa? Sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi. .
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dha’ful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang imannya lemah cendrung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.
Taqliid sebab yang ketiga. Al-Qur’an selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek moyang mereka. Allah berfirman, “Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, ‘Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.’ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” [QS. Al-A’raf (7): 28]
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” [QS. Al-Baqarah (2): 170]
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” [QS. Al-Maidah (5): 104]

Bahaya mempersekutukan Allah
Dalam alQur'an dikatakan beberapa bahaya mempersekutukan Allah,diantaranya:
1. Kezhaliman yang besar
“Janganlah kamu pempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13)
Rasulullah saw. bersabda,
“Jangan sekali-kali berbuat zhalim, karena kezhaliman itu akan menyebabkan kegelapan di hari kiamat.”
2. Dosa yang tidak diampuni
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni semua dosa selain syirik itu.” (An-Nisa’: 48 dan 116)
3. Dosa besar
“Barangsiapa menyekutukan Allah maka sungguh ia telah melakukan dosa besar.” (An-Nisa’: 48)
4. Kesesatan yang sangat jauh
“Barangsiapa menyekutukan Allah maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (An-Nisa’: 48)
5. Diharamkan masuk surga
“Barangsiapa menyekutukan Allah maka sungguh Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka.” (Al-Maidah: 72)
6. Masuk neraka
“Dan tempat kembalinya aadalah neraka.” (Al-Maidah: 72)
Rasulullah saw. Bersabda,
“Jauhilah tujuh hal yang akan membinasakan (menjerumuskan ke dalam neraka): 1. Menyekutukan Allah….”
7. Menghapus amal
“Sekiranya mereka menyekutukan Allah tentu hapuslah apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 88)
Wallahu'alam bish showab

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana dengan percaya akan hal seperti ini " mata kedutan katanya mau nangis" atau berprasangka yang tidak baik tapi di masyarakat umum ini banyak yang percaya akan hal itu?? Apa dalil nya ummi jika percaya dengan shio atau ramalan bintang ??
A :
1.QS An Naml :65

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ
Artinya: Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

2. QS Al-Araf : 188

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلا ضَرّاً إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Artinya: Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

3. QS Al-Jin : 26-27

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً
Artinya: (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

4. QS Al Mulk : 5

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

5. Hadits sahih riwayat sejumlah perawi hadits dalam kitab-kitab hadits mereka yaitu Sahih Muslim VII/37; Sunan Abu Daud IV/21; Musnah Ahmad IV/68; Sunan Tirmidzi I/242; Sunan Ibnu Majah I/404. Teks hadits sbb:

مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً 
Artinya: Barangsiapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

6. Teks hadits riwayat Abu Daud sbb:

من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه و سلم
Artinya: Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syariah Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w.

7. Hadits sahih riwayat Muslim no. 537

عن معاويةَ بنِ الحكم السُّلمي رضي الله عنه قال: «قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ ! أُمُورًا كُنَّا نَصْنَعُهَا فِي الجَاهِلِيَّةِ، كُنَّا نَأْتِي الكُهَّانَ قَالَ: فَلاَ تَأْتُوا الكُهَّانَ»
Artinya: Ya Rasulullah, dulu kami banyak melakukan sesuau di masa Jahiliyah. Dulu kami biasa datang ke tukang ramal. Nabi bersabda: Jangan datang ke dukun tukang ramal.

8. Hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah

من اقتبس شعبة من النجوم، اقتبس شعبة من السحر، زاد ما زاد
Artinya: Barangsiapa yang mengambil bagian dari ilmu perbintangan, maka ia telah mengambil bagian dari ilmu sihir.

So mulai saat ini hindari ramalan shio atau bintang walau mungkin hanya sekedar iseng. Untuk hal-hal semacam kedutan, kupu-kupu masuk rumah artinya ada tamu dsb maka kita rujuk kembali apakah Rasulullah mengajarkan yang seperti itu?jika tidak maka jangan sekalipun percaya, harus ada tuntunan dan dalil syar'inya untuk melakukan sebuah amalan, jika tidak maka ia tertolak bahkan bisa masuk dalam kategori bid'ah.

Q : Sampai sekarang masih saja kita ketemu dengan masyarakat yang percaya dengan hal mistik, seperti buku yasin dan gunting didekatkan jika ada anak bayi yang baru lahir, begitupun siibunya, kupu-kupu masuk rumah tandanya ada tamu, tangan gatal tandanya dapat duit, yang lebih parahnya jika kita mendiami rumah baru harus ditempati dulu 2 orang janda, supaya rumah tersebut tidak panas/nambah rezeki. Bagaimana cara strategi kita dalam menyampaikan kepada mereka yang percaya hal-hal demikian itu adalah syirik apalagi berada dilingkungan yang daya fikirnya masih memegang tradisi lama?
A : Cara yang terbaik untuk masuk ke dalam masyarakat dan mengingatkan tentu tidak bisa serta merta apalagi kalau kita tidak pernah bergaul dengan mereka...selalu hadirkan diri dalam agenda di lingkungan kita,ambil peran dan kemudian masukkan perlahan nilai keislaman. Sambil jalan sedikit demi sedikit kita beri pengertian,dan sesekali coba untuk dibukitaikan secara logis dan kongkrit bahwa apa yang ditakutkan terkait tahayul atau hal-hal mistis maka tidak akan ada mudhorot dan manfaat yang terjadi tanpa itu dibawah kehendak dan kendali Allah.

Q : Maaf, saya mau bertanya, klu meminum air putih yang di do'ain atau air ruqiyah dari ustadz  itu termasuk syirik bukan?
A : Untuk air ruqyah hal ini pernah dilakukan Rasulullah. Dikabarkan oleh ‘Aisyah radhiallahu’anha dalam hadits yang shahih. Selain itu, Jibril pernah meruqyah beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air yang dibacakan:

بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan penyakit ‘ain yang timbul dari pandangan mata orang yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyahmu”.

Q : Saya pernah membaca artikel yang menyebutkan bahwa shalat itu bertemu dengan Allah. Namun pada kenyataannya bukankah Allah itu tidak bisa di temui di dunia ustdh. Itu bagaimana?
A : Sedangkan untuk sholat, kita lihat dulu pengertiannya ya..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”. (HR. Muslim)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatlah Kamu seakan-akan Kamu MelihatNya, Dan Jika Kamu Tidak MelihatNya, Maka Yakinlah Ia Pasti Melihatmu” (HR. Muslim)
Memang Allah bersemayam di Arsy tetapi bagaimana Allah membersamai hambaNya di dunia akal kita tidak akan bisa memikirkannya..sebagaimana ayat Alqur'an yang mengatakan bahwa Allah itu lebih dekat daripada urat leher kita,atau hadits Rasulullah yang menyampaikan bahwa setiap sepertiga malam Allah turun ke bumi untuk mengabulkan doa dan mengampuni mereka yang bangun di tiap malamnya. Wallahu a'lam


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment