Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » FUNGSI ALLAH SEBAGAI MALIK

FUNGSI ALLAH SEBAGAI MALIK

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 15, 2016

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 1]

Kali ini saya akan menjelaskan fungsi Allah sebagai Malik..
Kedudukan Allah sebagai Malik.

Secara bahasa arti kata malik berasal dari kata malaka, yamliku, malkan, wamulkan, wamalakatan, wa mamlakatan. Yang artinnya, memiliki, merajai, menguasai, memerintah.

1. Allah Sebagai Malik ( Yang maha Mengatur dan Memiliki)

يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ  ۙ  وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ   ۖ     ۖ   كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى   ؕ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَـهُ الْمُلْكُ    ؕ  وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مَا يَمْلِكُوْنَ مِنْ قِطْمِيْرٍ  ؕ

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nya-lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
[QS. Fatir: Ayat 13]

Pelajaran pertama Allah sebagai malik ialah hanya Allah yang berhak memiliki semuanya.
Tidak pantas bagi kita merasa memiliki, entah harta, tahta dan istri serta keluarga itu semua milik Allah. Kita hanyalah hamba yang dititipkan itu semua. Bahkan tubuh dan Hati kita milik Allah. Ternyata kita tidak punya apa apa.

2. Allah sebagai Malik ( Yang merajai, memerintah, tidak boleh ada sekutu dalam pemerintahan Allah)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya." [QS. Al-Isra': Ayat 111]

Yang kedua adalah kita sebagai hambanya yang dianahkan ( Sebagai Khalifah) bumi dan seluruh isinya untuk kita jaga. Menjaga dengan peraturan dan perundang undangan dengan hukum yang telah ditetapkan sesuai syariah dan sunnah. Tidak pantas bagi kita membuat peraturan dan perundangan undangan sendiri di dalam bumi yang diamanahkan-Nya.

3. Allah sebagai Malik (Pengendali Tunggal)

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ  ۖ   وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ ۙ

Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, [QS. Al-Mulk: Ayat 1]

Pelajaran ketiga Adalah, Allah tidak butuh bantuan siapapun untuk mengatur segala yang ada di alam semesta. Dari yang simpe menjadikan pohon berbuah, menjadikan padi menguning. Dan menjalankan semua bintang bintang dan planet bergerak sesuai peredarannya. Mulkiyah (Kerajaan) Allah di bumi diproyeksikan dalam bentuk lembaga dan ulil amri yang mengatur umat dan bumi sesuai dengan peraturan dan ketetapan dari Allah. Perangkat mulkiyah Allah :
A. Adanya undang undang. ( Q.s Yusuf 76 )
B. Adanya hamba / rakyat. ( Q.s Al Araf 158 )
C. Adanya Tempat. ( Q.s An Naml : 91 )

Sekian dari saya mudah mudahan bermanfaat..
Syukron katsiron..
Makasih sudah menyimak..
Wassalamualaikum..

TANYA JAWAB

1. Afwan ustadz diatas disebutkan tidak perlu hukum selain hukum Allah. Bagaimana kaitannya dengan ulil amri?
Jawab:
Yaitu ulil amri mengambil keputusan sesuai syariat dan sunnah. Sumber keputusan dari Alqur'an. Jika tidak ada, Maka ambil keputusan yang terbaik dan melalui musyawarah..

> ulil amri yang manakah yang bisa kita ikuti?
Jawab:
Yang Patuh kepada Allah dan Rasulullah..

2. Apa yang dimaksud dengan khalifah di muka bumi ini?
Jawab :
Pemimpin yang akan mengatur dan mengurus apapun yang ada di bumi sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah..

Doa penutup majelis :


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 15 Februari 2016
Narasumber : Ustadz Bayu Ary
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment