Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » MENJAGA CINTA AGAR SELAMAT DUNIA AKHIRAT

MENJAGA CINTA AGAR SELAMAT DUNIA AKHIRAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 1, 2016


Oleh: Rochma Yulika

Cinta kita cinta yang sehat
Cinta kita cinta yang taat
Cinta kita dilandasi syari’at
Bukan dipenuhi syahwat
Apalagi diiringi maksiat
Menabur cinta agar diri raih bahagia
Lantaran cinta mengajarkan untuk saling mengerti
Saling memahami dan saling memotivasi
Cinta mengajarkan bagaimana hidup untuk berbuat kebaikan
Bukan mengajarkan untuk berbuat keburukan
Cinta mengajarkan bagaimana hidup dalam bingkai kasih sayang
Bukan permusuhan dan perselisihan
Jangan salah memahami cinta
Agar rasa yang ada hadirkan makna
Agar hidup menjadi bahagia
Senyum ceria makin mempesona
Menjadi pasangan di dunia dan di surga

Dari sekian banyak penyebab hati menjadi tersandung, adalah fitnah dunia. Seperti Allah bahasakan dalam  Al Quran Surat Ali Imran:14, 
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik.”
Cinta adalah rasa yang memenuhi seluruh ruang di jiwa
Cinta tak hanya hadirkan suka namun cinta pun hadirkan duka
Dengan cinta raihlah surga
Dengan cinta raihlah pahala
Bukan cinta yang mengantarkan pada dosa
Bukan cinta yang kan memasukkanmu ke dalam neraka

Cinta tak datang tiba-tiba pun tak dapat padam seketika. Tak seorang pun mampu menyadari kehadiran cinta dalam hatinya. Cinta ada dalam diri manusia sejak ia di lahirkan dan dibawa sampai saatnya ajal tiba. Para pemuja cinta, merangakai begitu indahnya hingga kita terbuai oleh manisnya cinta yang tak selalu pada tempatnya. Banyak penyair menjadikan tema cinta menjadi isi dari liriknya. Bahkan hampir 100 % dari karya seni terutama musik bertajuk cinta. Mereka tak menyadari keampuhan cinta mampu memporak-porandakan isi jiwa, bahkan bisa merusak dunia hingga hadir nestapa pada manusia.

Dengan dalih cinta banyak manusia yang merayakan hari cinta yanmg orang mengenalnya pada tanggal 14 februari adalah hari penuh cinta. Saatnya merayakan cinta bagi mereka pasangan yang sedang dimabuk asmara. Tanpa hubungan yang jelas mereka merayakannya. Inilah fenomena cinta di dunia manusia tak remaja, tua pun ikut meramaikannya. Hingga pembauran antara keduanya tanpa batas susila dan agama. Na’udzubillahi min dzalik.

Agar cinta tak menghadirkan derita. Mungkin kita akan bertanya, bagaimana kita harus menyikapi cinta dan segala permasalahan yang kan membelenggunya? Bersikap wajar, gunakan akal sehat, serta hati nurani. Sehingga tali Allah tetap menjadi pegangannya. Dan tak kan mudah terseret dengan segala fenomena yang muncul. Dan menyerahkan segala urusan dan masalah hanya pada Dia.

Menggenapkan pencarian kita tentang cinta. Maka inilah sejatinya cinta kala hatimu, hidupmu dan matimu untuk Nya itu baru cinta yang hakiki yakni berlandaskan syar’i dan karena Ilahi Rabbi. Banyak manusia tergelincir ke lubang neraka lantaran api cinta yang menyala-nyala. Begitu juga banyak orang yang tersesat dari jalan surga pun karena cinta. Banyak orang termehek-mehek (melankolis) pun karena cinta. Mereka lupa bahwa cinta sejati seorang muslim kala ia mampu mencintai Allah dan rasul Nya. Apa pun yang dilakukan karena selalu menginginkan pertemuannya dengan Allah dan rasul beserta orang-orang yang beriman.

Agar cinta tak menghadirkan derita, cinta yang berlandaskan keimanan kepada Allah meski ia mencintai pasangannya, keluarganya, saudaranya, bahkan teman seperjuangannya itu diperbolehkan oleh agama. Bahkan berkorban dan rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk orang lain selama tak melanggar syariat justru dianjurkan.

Cinta bukanlah tujuan dari kehidupan di alam semesta, cinta bukan pula akhir perjuangan di alam semesta. Cinta adalah wasilah, jalan, atau kendaraan yang mengantarkan kita meraih kebahagiaan untuk mendapat keridlaan dari Allah swt serta kan meraih surga Nya.

Agar cinta tak menghadirkan derita, cinta yang tumbuh karena iman, amal shalih, serta akhlak yang mulia, akan senantiasa tumbuh subur dalam jiwa mereka. Cinta mereka tak kan pernah pudar, bahkan tak kan habis meski matahari terbit dari barat. Dan gunung-gunung pun berterbangan bagai kapas. Karena cinta hakiki kan dibawa sampai mati. Bahkan akan bersambung hingga akhirat nanti. 
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az Zukhruf:67.
Cinta sejati hanya akan bersemi dari iman dan akhlak terpuji. Cinta ini tak kan pudar di telan masa, tak kan pupus meski akhir usia, tak mudah goyah meski badai menerpa, dan tak kan luntur meski sudah lanjut usia. Yahya bin Mu’adz berkata: “ Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Allahu a’lam bisshawwab.
Agar cinta tak menghadirkan derita, mendekatlah pada Yang Maha Cinta, Allah SWT.

Billahi taufiq wal hidayah wa ridla wa inayah..... jazakumullahu ahsanul jaza... mohon maaf lahir dan batin
wassalamu 'alaikum wr wb

TANYA JAWAB

1. Ummu ana mau tanya, Cinta tak sedikit orang yang mengangap cinta itu cuma antara manusia apa lagi bentar lagi tanggal 14 februari yang banyak berpasang-pasang manusia yang belum ada ikatan merayakan bersama-sama dan banyak pula  seorang yang mengeluh akan belum datangnya jodoh, sehingga dia rela melakukan apapun sampai mau bunuh diri gara-gara jodoh tak kunjung datang, tapi umm apa kah mungkin seseorang yang punya niat sampai mau bunuh diri gara-gara jodoh dia akan mencium baunya surga dan yang dimaksud dengan memperbaiki diri itu seperti apa? apa soal penampilan atau yang lain ummu? jazakillah khoiron khatsiron ummu
Jawab
Jangan pernah melakukan sesuatu karena manusia. jika pun ingin melakukan untuk manusia selalu bersandarlah kepada Allah atas segala ketetapan Nya. Jika belum jadi bunuh diri maka wajib baginya memperbaiki diri. iringi keburukan dengan keshalihan.  jalan masih terbentang untuk sebuah ampunan, jalan masih dilapangkan jika diri masih ingin berada di jalan kebenaran. namun jika akhirnya bunuh diri wallahu a'lam bisshawwab..... hak Allah memberikan keputusan Nya. namun berdasarkan banyak pendapat ulama maka tidak akan mencium surga siapa saja yang bunuh diri.

Atas nama cinta mereka menghalalkan semuanya. Mari kita simak bersama kisah Abdurrahma Bin Abu bakar Radliyallahu ‘anhu. Kala bepergian ke syam untuk berdagang, di tengah jalan, ia melihat sesosok wanita cantik, tinggi, lagi menawan. Wanita itu bernama Laila binti Al Judi. Tanpa dinyana panah cinta Laila tepat di dada Aburrahman. Hingga Aburrahman pun benar-benar lupa daratan, tak mampu menahan gejolak asmara pada Laila. Bak kisah Majnun, dia pun sering sekali menyebut nama Laila.  Sampai sang khalifah Umar Bin Khatab Radiyallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Ketika beliau mengutus pasukan untuk menundukkan Negeri Syam berpesan, “bila mampu mengalahkan Syam dan menemukan seorang wanita cantik bernama laila, jadikan ia tawanan perang dan jadikan ia budak. Bawalah kembali dan berika pada Abdurrahman Bin Abu Bakar. Subhanallah Allah memberikan jawaban atas pengharapan Abdurrahman hingga ia mendapat wanita yang diingininya. Betapa senang tiada terkira kala harapannya menjadi kenyataan. Betapa besar cinta Laila hingga ia lalai pada istri-istrinya yang lain. Namun taqdir berkata lain. Terlalu berlebihan cinta Abdurrahman pada Laila. Allah melarang kita untuk melakukan sesuatu secara berlebihan meski pada sesuatu yang dihalalkan. Melihat perangai Abdurrahman yang tak lagi bersikap bijak dan adil, para istrinya melaporkan kepada Aisyah. Dan ditegurnya Abdurrahman oleh Aisyah. Teguran Aisyah dijawab dengan pernyataan tentang keindahan gigi Laila bak biji delima.

Segala sesuatu milik Allah, hingga Allah mencabut keindahan yang dimiliki oleh Laila. Pesona yang nampak di dunia dengan segala keindahannya semua akan sirna. Tak pernah kita tahu kapan Allah akan mencabut segala nikmat itu. Hingga akhirnya diberinya sakit pada Laila. Bibir Laila menjadi memble atau dower hingga hilanglah kecantikannya karena gigi yang dimilikinya seolah tertutupi oleh kejelekan bibirnya. Allah Maha Tahu dan memberi peringatan kepada siapa saja yang disayanginya. Hilanglah rasa cinta Abdurrahman itu hanya lantaran bibirnya. Bila kita tahu panjangnya waktu di dunia sangat jauh berbeda dengan waktu kehidupan akhirat bila hanya sekedar masalah dunia kenapa kita mengorbankan urusan akhirat yang tiada berujung masanya? Bahkan peringatan Aisyah kepada saudaranya yang termaktub dalam kitab Tarikh Damaskus oleh Ibu ‘Asakir halaman 34-35 dan Tahzibul kamal oleh Al Mizzi 16/559, ”Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai berlebihan sekarang engkau membencinya dengan berlebihan pula. Sekarang engkau pilih, engkau berlaku adil padanya atau engkau mengembalikan kepada keluarganya.” Kata-kata Aisyah pun dituruti hingga dipulangkanlah Laila pada orang tuanya.

2. Kalo sedang jatuh cinta dengan seseorang, apa yang harus dilakukan? agar cinta itu tetap fitrah. Tanpa merusak iman & ketakwaan kepada Allah SWT. Dan kalau memandang wajah seseorang yang disukai apakah berdosa? Walau itu hanya sekali.
Jawab
Bila Hati Mencinta
Oleh: Rochma Yulika
Bila hati ingin mencinta, sandarkan segala rasa pada Yang Maha Kuasa.
Bila hati ada rasa kerinduan, rangkum segala rasa dalam bingkai keimanan.
Kawallah CINTA dengan Taqwa
Kawallah RINDU dengan Doa
Kawallah Cemburu dengan Baik sangka.
Semua akan hakiki
Semua akan abadi
Hingga akhirat nanti
Bila hati ada rasa cinta pastikan hanya pada Allah kan berlabuh segala rasa.
Bila hati ada rasa rindu semaikan dengan senandung doa yang terlantun syahdu.
Sampaikan harap sepanjang langkah terayun.
Niscaya tak hanya raga yang kan terhimpun namun hati pun juga akan tertuntun.
Semua hanya karena Allah
Semua hanya karena Allah.

🌹pandangan pertama boleh juga pandangan kedua bisa bahaya hehe. Maksudnya berhati-hatilah karena setan akan senantiasa mencari peluang untuk menggoda

3. Assalamualaykum ummi. Materinya masyaAllah. Ternyata selama ini saya salah menafsirkan cinta. Hehe. Bagaimana cara hadirkan cinta itu? Sementara keimanan sering kali naik turun frekuensi ummi. Apa pula yang mesti dilakukan ketika rasa yang tidak jelas membawa pada malas yang berkelanjutan?
Jawab
Agar Cinta Dinaungi Cahaya Ilahi
Oleh: Bunda Rochma Yulika
Bunga-bunga indah bermekaran di taman hati.
Nampak indah berseri-seri, tersirat pada seraut wajah yang anggun tiada terperi.
Tak kuasa hati untuk menatapi pesona karunia ilahi.
Menunduk diri menunggu saat yang terbaik untuk menjadikan teman sejati.
Menahan segenap rasa yang menggelora dalam jiwa.
Menyimpan rapat-rapat agar tak mudah terbaca.
Cukup diri ini dan Sang Maha pecinta.
Mengalirkan harapan sepanjang perjalanan.
Merangkum asa dalam doa kepasrahan.
Supaya Allah berkenan mempertemukan.
Terikat janji hingga akhir kehidupan.
Berharap akan kekal hingga di keabadian.
Wallahu musta'an

Allah itu atur skenario begitu indahnya kenapa kita ga berserah aja pada Allah. Nah semua sudah sangat indah Allah siapkan. Semua itu butuh keyakinan yang total

4. saya ingin bertanya kita tau bahwa Alloh adalah cinta hakiki tapi kenapa ketika kita mencintai makhluk maka kadang  rasa cinta itu kadang lebih?
Jawab
Itulah manusia tempat salah. Karena sifat dasar manusia itu lalai. Untuk mencintai Allah dan rasulullah harus selalu diupgrade dengan taqarub kita serta menjalankan sunnahnya.
Dari Aidh Al Qarni menasihati:
Cinta bagi pecinta Allah adalah kewajiban.
Dengan cinta lah langit dan bumi ini berdiri.
Barang siapa belum memasuki surga cinta kepada Allah, ia takkan pernah bisa menperoleh kedekatan dengan Rabb.
Dengan cinta lah, Rabb disembah.
Dengan cinta lah dosa itu dijauhi.
Karena cinta lah bencana menjadi ringan.
Karena cinta lah kesulitan menjadi bisa dipikul.
Akal tanpa cinta tak mampu berpikir.
Mata tanpa cinta tak mampu melihat.
Langit tanpa cinta takkan memberikan hujan.
Taman tanpa cinta takkan berbunga.
Kapal tanpa cinta  takkan bisa berlayar.
Rumah tanpa cinta runtuh.
Pasukan tak memikiki cinta akan kalah.
Tapi cinta paling mulia dan agung, adalah kecintaan  yang didatangkan oleh Islam.
Kata-kata paling indah tentang cinta adalah firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 54, "Yuhibbuhum wa yuhibbuna". Dia (Allah) mencintai mereka dan mereka mencintai Nya...

5. Bagaimana agar rasa cinta kita kepada orang tua tidak melebihi cinta kepada Alloh?
Jawab
Diupgrade selalu dievaluasi. Sebenarnya memang sudah seharusnya sayang dan cinta kepada mereka apalagi ketika mereka orang yang taat. Tidak sesaklek itu pegertiannya. Cinta kita kepada Allah dalam konteks penghambaan. Sedang dengan orang tua karena kasih sayang

6. Cinta menghadirkan bagaimana hidup dalam bingkai kasih sayang. Lalu kenapa kita sesama islam terkadang saling suka suudzan?
Jawab
Kekuatan CINTA....
Mampu merubah kebencian menjadi kasih sayang
Mampu merubah permusuhan menjadi perdamaian
Mampu merubah duka menjadi suka
Mampu merubah derita menjadi bahagia
Namun begitu sebaliknya...
Dari bahagia jadi prahara
Dari persahabatan jadi pertikaian
Dari ketenangan jadi kekacauan
Cinta tak mengajarkan kita lemah namun cintalah yg mengajarkan kita semakin terarah
Cinta tak mengajar kita tuk menghinakan diri namun cintalah yg mengajrkan kita tentang budi pekerti
Maka jagalah CINTA karena Nya
Kita akan dpt kebaikan pd akhirnya

7. Oyaa sering juga adik SMA itu tanya cinta kan fitrah lalu  apa kita salah kalo jatuh cinta? Cara mengelola cinta agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan seperti apa? Mencintai seseorang dengan diam-diam itu seperti apa?
Jawab 
Cinta fitrah adanya jika ia hadir tidak serta merta bisa dihilangkan. Namun sandarkan semua kepada Allah. Labuhkan urusan itu pada Nya. Tak lama akan diberi jalan keluarnya. Bersegera tancapkan kesadaran dalam diri kita. Sungguh... Kita tak punya kuasa tanpa kekuatan dari Nya. Dan kita lalai segalanya kan bermuara pada kehendak Nya. Menakar diri menjadi sebuah keharusan. Lantaran sadari tabiat insan penuh kealpaan. Tak berlama-lama meratapi kesalahan. Segera bangkit tinggalkan jejak kebajikan. Bersibuk diri dalam kebaikan hingga keburukan bosan mengejar. Bersegera sambut seruan dari Allah yang Maha Besar.
Mari kita sejenak menilik hati kita, seperti apa posisi cinta untuk Allah, Rasulullah dan dakwah ilallah dalam diri kita??
Mengabdi kepada Allah
Meneladani Rasulullah
Dan istiqamah dakwah ilallah
Itulah energi luar biasa dalam kehidupan ini.
Sesiapa yang mampu mengelola cinta di tempat yang semestinya akan mampu menjadi pribadi-pribadi yang tak biasa.

8. Kita pasti tahu bahwa Alloh menguji kita atau memberi ujian kepada kita karna Alloh cinta dan sayang sama kita,, dan terkadang  saya pribadi suka mengeluh dan merasa iri dengan teman-teman yang seperti kok beda sama saya, bagaimana yaa ummi cara membuat saya untuk tidak mengeluh lagi dan Istiqomah kalo ini pembuktian cinta Alloh, mohon semangat nya bunda?
Jawab
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:"Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu". [HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573]

Ujian berupa apa saja bisa harta, hati juga fisik.
Syuroih Alqodhi -rohimahulloh- mengatakan:
Sungguh saat aku ditimpa musibah, aku memuji Allah sebanyak 4 kali:
a. Aku memuji-Nya, karena musibahnya tidak lebih parah dari itu.
b. Aku memuji-Nya, karena Dia memberiku kesabaran dalam menghadapinya.
c. Aku memuji-Nya, karena dia memberiku taufiq untuk mengucapkan 'innalillah wa inna ilaihi rojiun', dengan harapan aku dapat pahala darinya.
d. Dan aku memuji-Nya, karena Dia TIDAK menjadikan musibah itu dalam agamaku".
[Kitab: Syu'abul Iman, karya: Al-Baihaqi]

9. Bagaimana caranya agar kita membedakan cinta kita karena Allah bukan hanya nafsu belaka?
Jawab
Bila Allah dilibatkan dan jadi tempat bersandar. Kita perlu menangis untuk mengadu agar Allah selalu tunjukkan yang benar. Dan syariat yang jadi ukurannya. Kita baca kisah di bawah ini. Kisah cinta yang membawa surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata, “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.’ Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.’ Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo’akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?” Dia menjawab, “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.” Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemanakah kau menuju?” Dia jawab, “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.” Pemuda itu berkata, “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.” Si pemuda bertanya, “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar

10. Dakwah itu butuh cinta, supaya kuat menjalani amanahnya. Akhir akhir ini banyak teman-teman yang satu demi satu mundur dari amanahnya. Padahal sudah cukup waktu bagi mereka untuk menumbuhkan cinta pada dakwah amanah, Kalo benar cintanya kenapa tidak bisa lagi bersama?
Jawab
Futur..... Hati itu milik Allah dan kita wajib berdoa yaa muqalibal qulub tsabit qalbi ala diinik
Mencari Energi yang Hilang
Oleh: Rochma Yulika
Manusia bukan malaikat. Wajarlah bila dalam hidupnya adakalanya iman meningkat, adakalanya iman menurun.  Adakalanya semangatnya menggebu-nggebu hingga apa saja bisa dilakukan. Namun, pada saat tertentu mengalami penurunan semangat yang menyebabkan penurunan produktivitas. Manusia butuh orang lain bukan hanya pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial, budaya, namun ia butuh orang lain untuk bisa saling berbagi terutama saling menasihati dalam kebaikan dan perbaikan diri. Karena, begitulah kodrat manusia yang kadang gelisah dalam menyikapi permasalahan hidup. Jiwa manusia hampir serupa dengan raganya. Ia juga punya rasa lelah. Ibarat tangan yang selalu digunakan untuk mengangkat, ia akan lelah bila tak berhenti mengangkat. Kaki yang terus berlari letihnya tak terperi. Begitu juga mata yang tak berhenti untuk menatap ia akan berair seolah menangis kelelahan.
Sepertinya masalah futur atau yang semisal kaab untuk tokoh perempuan di masa rasulullah sangat jarang. Jadi kita tetap memakai kisah kaab
Sahabat Surgaku...
Ada yang penting kita cermati, kenapa ia berhenti, atau merasa bosan dengan sesuatu yang sudah menjadi rutinitas amaliahnya. Manusia bukan malaikat. Ia memiliki unsur yang berbeda dengan malaikat. Malaikat tak memiliki akal dan nafsu. Malaikat makhluk yang taat. Manusia ditilik dari kata al-insan asal katanya adalah nasiya yang berarti lupa. Bahkan wajar bila al imanu yazid wa yanqus, imannya naik turun. Manusia tempat lupa. Maka kewajibannya untuk berusaha agar selalu ingat dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi termasuk kelalaian yang mendera diri dan jiwanya. Maka Allah mengingatkan dalam ayatnya, taawanu alal birri wattakwa wa laa taawanu alal itsmi wal udwan, tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan keburukan. Namun sayang, banyak kita yang lalai atas nasihat itu. Untuk selalu ingat kita butuh banyak hal; ilmu, teman, lingkungan, juga pembiasaan. Bila tidak bisa berakibat fatal. Saling menasihati dan lapang dada harus menjadi kebiasaan untuk mencegah kemandekan atau kehilangan energi untuk beraktivitas dalam menegakkan kebaikan dan kebenaran. Lantas apakah kita sudah terindikasi penurunan semangat dalam berkiprah? Mari kita cermati satu per satu indikasinya. Pertama, ada kemalasan menunaikan ibadah. Ibadah apa saja seperti shalat, zikir, infaq, tilawah. Semua dilakukan karena formalitas, sekadar menggugurkan kewajiban? Tidak ada ruh dalam menjalankannya. Seperti angin lalu saja tanpa rasa. Apalagi bersemangat untuk berlomba dalam kebaikan. Semua sirna seolah tak bernyawa atau garing.
Kedua, menjauh dari orang lain yang memiliki kebiasaan yang baik. Asyik menyendiri dengan banyak alasan. Mereka enggan bersua dengan orang-orang yang selalu menasihati dalam kebaikan karena dia merasa hal itu akan mengusik dirinya. Menyendiri bukan berati ia benar-benar sendiri tapi menjauh dari orang-orang dekatnya yang dulunya bisa mengajaknya dalam ketakwaan.
Ketiga, emosi diri yang berlebihan tanpa kendali. Emosi bukan sekadar kemarahan namun perasaan yang bermacam-macam. Sensitif, mudah tersinggung, dipuji pun bisa salah paham. Yang ada padanya hanya berpikir negatif terhadap apa saja yang hadir di depannya. Susah sekali menerima kebenaran karena seolah ukuran kebenaran adalah apa yang dipikirkannya.
Perlu kita mewaspadai bila contoh sederhana menghinggapi jiwa kita. Banyak pekerjaan yang sedianya harus terselesaikan akan terbengkalai karena akan dengan mudahnya ditinggalkan. Padahal bila kita mau menolong agama-Nya niscaya Allah akan menolong kita dan memudahkan segala urusannya. Hanya istighfar dan ampunan atas segala khilaf dan alpa kita. Allahu alam bisshawab.
Allah swt berfirman:"Sesungguhnya Allah swt telah membeli dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta mereka dengan harga yang sangat mahal yakni surga".
Al Imam Hasan Al Basri, Qatadah Ibnu Diamah As-Sanusi (2 ulama dari kalangan tabi'in yang terkenal) berkata: Demi Allah, Sungguh Allah swt telah berjual beli dengan mereka kemudian Allah memberikan harga yang sangat mahal dan sangat tinggi untuk mereka yaitu diberikan surga Nya".

11. Saya mau bertanya, bagaimana caranya menumbuhkan dan mempertahankan cinta kepada Allah? Khususnya bagi yang baru berhijrah.
Jawab
a. Ingatlah mati
b. Dekatkan hati dengan amalan
c. Dekatlah dengan orang beriman
d. Perbanyak tilawah dan tadabur
e. Baca hadits
f. Baca kisah salafusshalih
Dekatkan diri dengan amalan.
Dekatkan lisan dengan Al Quran.
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.
Dekatkan akhlak dengan ketaatan.
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

12. Gimana cara kita sebagai wanita menyikapi orang yang terkadang pandai berucap tentang cinta bahkan menyatakan perasaannya? Dan agar kita mampu untuk menolaknya?
Jawab
Berhati-hati. Selalu gunakan kata yang baik yang tidak melukai orang lain. Sampekan hal yang antum yakini tapi jangan lupa dengan cara yang baik

13. Ustadzah minta solusi saat hati melambung kalo ada ikhwan yang memberi perhatian lebih, minta do'a agar hati ditetapkan untuk istiqomah?
Jawab

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ .

“Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Menegakkan segala urusan makhluq, dengan kasih-sayang-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah urusanku semuanya dan janganlah Engkau sandarkan aku kepada nafsuku sekejap matapun.”

Letakkan pada Tempat yang Semestinya
Oleh: Rochma Yulika
Kawallah CINTA dengan Taqwa
Kawallah RINDU dengan Doa
Kawallah Cemburu dengan Baik sangka.
Tak mudah merenda cinta bila hati penuh sengketa.
Tak mudah merajut asa bila hati dipenuhi prasangka.
Tak mudah menggapai cita bila hati dipenuhi angkara.
Tundukkan hati agar diri menjadi pribadi yang berbudi.
Tundukkan jiwa agar diri menjadi pribadi yang bersahaja.
Bila dalam hati sudah dipenuhi cinta hanya kepada Allah...
Tak kan lagi mudah merasa merana bila sekedar terluka.
Tak kan mudah sedih meski harus merasakan hal yang pedih.
Caci maki dari para pembenci bagaikan kidung dalam sunyi. Suara sumbang pun bagai indahnya sebuah tembang.
Cinta pada Ilahi itu menginspirasi.
Cinta pada Robbul Izzati itu kan melejitkan potensi diri.
Semoga kita terjaga dalam kebaikan hingga bertemu dengan sebuah kepastian.
Wallahu musta'an

14. Bagaimana cara menyakinkan diri sendri untuk menikah?
Jawab
Adakah yang lebih menyamankan hidup kita selain berkhusnuzdan (berbaik sangka) pada Allah? Berkhusnuzdan pada Allah. Banyak orang yang berharap tapi tak sedikit yang tidak memahaminya. Inilah pangkal awal yang membuat hidup tidak merasa nyaman. Lantaran kehilangan memaknainya dengan baik. Mudahnya, Husnudzan kepada Allah Ta'ala itu merupakan ibadah hati yang paling jelas.

15. Bagaimana agar rasa cinta kepada saudara seperjuangan tidak menjadi "cinta". Apakah yang harus diperbaiki, karena sering kali malah menjadi tumbuh 'cinta' padahal kitanya murni kasih sayang hanya sebagai teman.
Jawab
Meluruskan niat. Jangan sampe ada celah setan menjamah. Banyak mengingat Allah dan istighfar

16. Umi ketika ada yang nanya.. "kok umur segini belum nikah? Mending nikah muda.. "
Nanggepinnya harus gimana umi? Kan bukan ga mau nikah..
Jawab
Ya bilang saja Allah belum memberikan kesempatan. Semua orang ya mau nikah muda. Nah kalo belum jodoh bagaimana. Semua ketetapan Allah tidak selalu yang terindah tercepat tapi pastinya yang terbaik

Doa Penutup Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

SUBHAANAKALLAAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AL-LAA ILAAHAILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WA-ATUUBU ILAIKA

Artinya :“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, akumemohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 01 Februari 2016
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment