Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » SABAR DAN SYUKUR DALAM HIDUP

SABAR DAN SYUKUR DALAM HIDUP

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 15, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Senin,15 Febuari 2016
Narasumber : Ustadzah Kharis
Rekapan Grup Bunda M8 (Riza)
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti


SABAR DAN SYUKUR DALAM HIDUP


Akhowaty fiellah rokhimakumulloh....
Dalam sebuah kesempatan, Nabi Muhammad S.a.w pernah menggambarkan tentang sifat-sifat seorang muslim. Beliau mengatakan:

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin itu, karena semua urusan orang mukmin itu penuh dengan kebaikan. Hal ini tidak akan terjadi pada orang lain, kecuali orang mukmin saja. Jika mendapat kesenangan, (syakar) ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan, (shabar) ia bersabar, maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Bersyukur karena mendapat kesenangan adalah watak khas seorang mukmin. Karena ia menyadari sepenuhnya bahwa tanpa Allah dirinya tidaklah berarti apa-apa. Kalau pun ia sedang mendapatkan rizki yang melimpah, jelas bukan karena usahanya semata, tetapi karena Allah-lah yang melapangkan rizkinya melalui usahanya itu. Kalau ada seorang mukmin yang sakit, lalu sembuh, jelas bukan karena keahlian dokter atau tabib dalam meracikkan obat-obatan, melainkan Allah-lah yang  menyembuhkannya. Itulah keyakinan seorang mukmin. Usaha adalah sarana menuju sukses, dan kesediaannya untuk berobat ke dokter adalah bagian dari ikhtiarnya untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.

”Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (Q, s. as-Syu’arā’/26:80)

Akhowatyfiellaah.......
Betapa banyak orang yang bekerja keras banting-tulang, namun tetap  saja selalu mengalami kegagalan. Betapa banyak pula orang sakit yang mendatangi dokter yang paling canggih sekalipun, namun tetap saja penyakitnya tidak kunjung hilang. Apa maknanya ini? Maknanya adalah bahwa manusia hanya bisa berusaha, Allah-lah Yang Menentukan segalanya. Maka, orang muslim yang mendapatkan kesenangan lalu bersyukur, pada hakekatnya ia paham betul bahwa apa yang diperolehnya itu adalah pemberian Allah.

Selain sifat syukur adalah sifat sabar. Orang mukmin itu penyabar. Ia tidak pernah mengeluh tentang berbagai cobaan hidup yang dihadapinya. Ia sadar sepenuhnya bahwa kesulitan yang menimpanya merupakan cobaan dari Allah. Ibarat anak sekolah, semakin tinggi kelasnya, maka semakin sulit soal-soal ujiannya. Tetapi begitu lulus, ia akan bahagia sekali. Apabila siswa kelas satu dan kelas enam SD ujiannya sama, maka namanya bukan ujian. Karena ujian untuk menentukan tingkat, maka tingkat kesulitannya pun bervariasi sesuai dengan tingkatan pengetahuan yang dimiliki para siswa. Ujian untuk menaikkan derajat. Apa artinya kelulusan bagi siswa SMU kalau soal-soal ujian yang dikerjakannya ternyata milik siswa kelas satu SD. Maka dari itu, harus disadari betul bahwa ujian Allah itu sebanding dengan kesanggupan hamba-Nya untuk menghadapinya. Mustahil Allah akan menimpakan ujian dan cobaan hidup kepada hamba-Nya di luar kemampuannya. Dan Allah Maha Mengetahui tentang kadar dan kemampuan hamba-Nya dalam menghadapi sebuah ujian.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Q, s. al-Baqarah / 2:286)

Maka dari itu, jika seorang mukmin sedang ditimpa kesulitan hidup, maka ia harus memahaminya sebagai bagian dari ujian Allah. Ia harus yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah sedang berniat untuk mengangkat derajatnya melalui ujian itu. Oleh karenanya, sikap sabar adalah pilihan yang tepat.
Namun demikian, harus tetap dipahami bahwa sabar itu bukan berarti sikap nerimo, pasrah atau nglokro. Sabar itu sikap menerima kenyataan tetapi yang didahului dengan perjuangan dan usaha keras, disertai kesinambungan upaya yang terus-menerus. Maka, jika ada orang yang ketika ditimpa kesulitan lalu buru-buru pasrah tanpa diiringi dengan usaha untuk mengatasinya, tidak dapat dikatakan sebagai sabar, melainkan sebagai pemalas!         

Cobalah perhatikan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 200:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu menjadi orang-orang yang beruntung”. (Q, s. Ali Imrān /3:200)

Itulah watak orang mukmin: syukur di kala senang, dan sabar di kala susah. Ketahuilah bahwa syukurnya itu akan menambah ni’mat yang ada pada dirinya, dan sabarnya itu akan menghilangkan musibah yang menimpanya.
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan:
 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami kan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q, s. Ibrahim / 14:7)
astaghfirulloh....barangkali kita dalam mengarungi hidup senantiasa mengeluh...padahal begitu banyak kenikmatan yang tidak di berikan kepd orang lain....karena kita selalu memandang orang yang lebih dari kita....apalagi ketika kita mendapatkan sesuatu yag tidak mengenakkan...kitapun tidak  akan mampu untuk bersyukur....dalam syukur harus ada sabar dan dalam sabar harus ada syukur...sabar dan syukur tidak dapat di pisahkan.. wallohu musta’an.

TANYA JAWAB

Q : Ada pepatah jawa 'Sabar ada batasnya' bagaimana itu Ustdzh? cara mengelola hati dalam menghadapi anak yang 'super' (kurang konsentrasi & banyak bicara)
A : Kalo dalam islam...sabar itu tiada batasnya...batasnya jika kita sudah tiada...
Di surat al baqoroh ayat terakhir...allah tidak membebani di luar kemampuan kita...jadi pasti kita bisa melewatinya...
Menghadapi anak yang banyak bicara..banyak tanya adalah dengan memberikan jawaban yang memang di butuhkan dia...tapi jika terlalu banyak...kita kasih pengertian pelan pelan...bahwa lisan itu  ada adabnya dalam bicara...
Untuk anak yang kurang konsentrasi biasanya saya ajak selalu anak untuk melihat mata saya ketika lagi bicara dengannya...

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment