Ketik Materi yang anda cari !!

IMUNISASI POLIO

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, March 14, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Senin, 14 Maret 2016
Narasumber : Ustadzah Ratih
Rekapan Grup Bunda M1 (Iis)
Tema : Kesehatan
Editor : Rini Ismayanti

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan,dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

IMUNISASI POLIO

Pengertian Imunisasi 
Polio Imunisasi polio adalah upaya untuk membuat seseorang kebal terhadap virus polio dengan cara memasukkan vaksin polio ke dalam tubuh yang mengandung virus yang telah dilemahkan. Dengan demikian, virus yang lemah tidak dapat menginfeksi tubuh, namun itu sudah cukup untuk merangsang tubuh membentuk antibodi sebagai respon imun untuk melawannya. Ketika antibodi sudah terbentuk, maka apabila virus polio datang menyerang di kemudian hari, maka akan langsung dibunuh dan tidak sampai menimbulkan penyakit polio. 

Manfaat Imunisasi 
Tujuan imunisasi polio adalah untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit polimielitis. Oleh karena itu sudah jelas bahwa manfaat imunisasi polio adalah mencegah penyakit polio atau lumpuh layu. Baik perindividu maupun secara luas pada masyarakat. Karena apabila sebagian besar terimunisasi maka yang lain juga akan terlindungi dari penularan. Pemberian Imunisasi Polio Terdapat dua macam vaksin polio, yaitu vaksin virus polio oral (OPV = Oral Polio Vaccine) dan Incativated Polio Vaccine (IPV). Di Indonesia yang sering digunakan adalah OPV. Cara Pemberian Vaksin polio OPV yang mengandung virus yang sudah dilemahkan diberikan secara oral atau diteteskan langsung pada mulut anak sebanyak 2 tetes secara langsung atau dicampur dengan gula pada sendok. Sedangkan vaksin polio IPV yang mengandung virus yang sudah dimatikan diberikan melalui suntikan.

Jadwal Pemberian 
Sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi polio diberikan minimal sebanyak empat kali dengan selang waktu minimal empat minggu. Jadwal standar yaitu usia 0, 2 bulan, 4 bulan, dan 6  bulan bersamaan dengan jadwal pemberian vaksin DPT. Mengenai jenisnya boleh dipilih salah satu OPV atau IPV jadwalnya sama. Pemberian vaksin akan diulang saat bayi pada usia 18-24 bulan, dan 5-6 tahun. Lebih lengkap silahkan lihat Jadwal Imunisasi IDAI Efek Samping Imunisasi Polio Biasanya tidak terdapat efek samping yang berati. Jarang sekali terjadi kelumpuhan akibat vaksin polio ini dengan perbandingan 1 / 1.000.000 dosis. Sebagian kecil anak setelah mendapatkan imunisasi bisa mengalami gejala pusing, diare ringan, nyeri otot.

Khusus pada vaksin polio IPV
Efek samping yang bisa muncul berupa: Sedikit bengkak dan kemerahan di tempat suntikan. Pengerasan kulit pada tempat suntikan, yang biasanya cepat hilang. Kadang-kadang terjadi peningkatan suhu (demam) beberapa jam setelah injeksi. Kontraindikasi Jika anak sedang mengalami hal-hal dibawah ini, maka tidak boleh diberikan imunisai polio: OPV tidak boleh diberikan pada saat anak diare, jika sudah terlanjur maka itu tidak dihitung sebagai bagian dari jadwal imunisasi, dan harus diberika ulang setelah sembuh. Anak yang mengalami infeksi akut yang disertai demam. Anak yang memiliki masalah defisiensi sistem kekebalan tubuh (lemahnya sistem imun). Anak yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif (obat yang dapat menekan sistem imun).

TANYA JAWAB

Q : Ustadzah apa akibatnya klu lupa atau blum imunisasi sampe umur 5 tahun ?
A : Hhmm...wahhh lupa smpai usia 5thn? Pastinya kader/bidannya sudah woro2 untuk ikut pin wajib smpai usia 5thn. Nah setiap program pin itu ada tujuannya,
Contohnya vaksin meningitis ya mencegah meningitis/kangker otak. Hb0 itu mencegah hepatitis b, Dll. Ada program pin tentunya dijelaskan apa tujuan dan efek sampingnya bila tidak ikut.

Q : Jika panas tidak boleh imunisasi polio juga, suhu berapakah yang di bilang panas? Terkadang orang pegang jidad anget...trus ga jdi imunisasi panas hanya 37.5....adakah batasan minimal suhu bdan?
A : Klo 37,5 tidak panas,tapi ambang batas waspada. Polio sebenarnya gpp klo dia anget,gak ada efeknya panas, klo dapat itu efeknya panas buat bocil. Imunisasi yang tidak boleh klo kondsi bocil panas adalah dpt dan campak.

Q : Ustadzah, jika pada usia kurang dari 1 th tidak imunisasi polio sama sekali lalu ikut pin polio yang smp besok tanggal 15 apa boleh?
A : Boleh

Q : Bunda ratih sekarang ini kan banyak berita beredar tentang kandungan bahan-bahan imunisasi yang katanya haram dan juga berbahaya dan juga itu menjadi salah satu misinya amerika lalu bagaimana yaa bun jita menyikapi hal itu? Jujur saja anak-anak saya memang tidak ada yang di imunisasi hanya pas lahir aja imunisasi bcg kalo tidak salah, yang mau saya tanyakan apakah benar-benar akan ada dampak buruk ke depannya jika tidak diimunisasi? sampai saat ini sih alhamdulillah semua sehat bun,,, dan sebenarnya penyebab lumpuh dan meninggal dari vaksin polio itu apa karena salah satu teman saya pun mengalami kelumpuhan setelah divaksin polio dan di berita saya dengar ada yang meninggal karena vaksin polio?
A : Mohon disebutkan nara sumbernya darimana. Karena saya nakes berbicara berdasarkan literatur dan kenyataan pada masyarakat.

Q : Bunda kan kmren ada imunisasi tambahan buat anak 2 thn keatas sebelum polio. Nah kbetulan itu anakku ga ikut bunda... Bahaya ga bun..
A : Meningitis tu bukan ya bun??? Wah bun sayang gak ikut,tu gratis lo bun, anak saya sudah 6thn gak gratis lagi mesti beli hrganya 210rb cuma 1x suntik.
Tujuannya ya biar gak kena meningitis atau radang selaput otak

Q : Terus gimana caranya memberi pengertian buat para ibu desa yang enggan jalan hanya buat imunusasi anak?
A : Jangankan imunisasi yang gratis,memberi asi saja susah. Padahal di al quran tertulis memberi asi sampai usia 2thn. Dan asi itukan buanyaaaakkk manfaatnya buat ibu dan bayi. Tapi kenapa masyarakat indonesia tidak menjalankan??? Karena tingkat kesadarannya belum tinggi dan mereka berpikir memberi susu formula yang mana ngeluarkan uang, yang mana manfaatnya gak sebanding dengan asi itu membuat mereka bangga. Jadi dimulai dari diri sendiri. Klo tidak mau dikatakan kesadaran dan tingkat pengetahuannya belum tinggi maka rubah cara berpikir,terima perubahan yang ada sesuai dengan perkembangan iptek yang ada tentunya yang dilandaskan atas pertimbangan agama dan pengetahuan yang lainnya, trima kritik dan masukan untuk merubah menjadi lebih baik.
Ambil contoh ada warga dari jogja/bandung yang menemukan alat pendeteksi kanker, dia menjual ke pemerintah indo,sama pemerintah ditolak dan akhirnya dijual ke Amerika, padahal itu kanker adalah penyakit yang gak ada obatnya. Lalu ada orang Kediri yang tinggal di Jepang menemukan signal 4G tapi di pemerintah Indonesia gak diakui, dijual dijepang, akhirnya kita beli signalnya lewat Jepang. Itu orang yang berpendidikan tinggi tapi ya gitu, tapi belum tentu yang berpendidikan tidak tinggi tidak mau merubah. Jadi kita kembalikan kediri sendiri yaa

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment