Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Menghidupkan Hati dengan Amalan

Oleh: Ummi Rochma Yulika

Dekatkan diri dengan amalan.
Dekatkan lisan dengan Al Quran.
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.
Dekatkan akhlak dengan ketaatan.
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.
Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan.
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan
Memacu diri menjadi manusia pilihan.
Bukan lantaran haus akan pujian.
Bukan karena dahaga akan sanjungan.
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.
Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian.
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan.
Berharap hidup dalam penjagaan.
Agar kelak selamat sampai tujuan.

Kita masih bisa tilawah sebagai obat gelisah. Kita masih punya dzikir kala hati meraa faqir. Kita masih bisa banyak berdoa agar selalu terjaga. Dan ada shalawat sebagai jalan selamat. Berlomba-lomba menjadi juara pertama dalam urusan akhirat tidaklah masuk kategori kompetisi yang tercela. Bahkan mengalah dalam hal ini tidak diperbolehkan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Mengalah (mendahulukan yang lain) dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam urusan akhirat." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al Hakim dan disepakati oleh al Dzahabi dari Sa'id bin Abi Waqqash dalam Shifatus Shafwah (III/304).

Sejenak mari kita renungkan. Diantara kita ada yang bekerja, kuliah, dan banyak lagi. ketika kita beraktivitas tentu kita punya jadwal, bahkan itu adalah waktu-waktu yang diutamakan. Sementara untuk tilawah? Untuk ibadah? Untuk mengampu amanah dakwah? Apakah sudah kita juga punya waktu yang terjadwal? Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawab.

Mari kita pelihara dan tingkatkan taqwa kita. Mari kita luangkan sejenak waktu untuk berdiri menghamba pada Nya. Untuk mendahulukan membaca kalam Nya. untuk memrioritaskan berinteraksi dengan Nya di tengah kesibukan apapun yang kita lewati. Untuk ruku’ dan sujud menghamba agar terlimpah ridha Nya. Kekuatan orang mukmin itu terletak pada kualitas amaliyahnya. Menjadi kewajiban kita untuk senantiasa memperbaiki interaksi dengan sang Pencipta.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,“Sesungguhnya di dunia ada surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk surga di akhirat.”  [Al-wabilush shayyib hal 48, Darul Hadits, Koiro, cet. III, Syamilah].

Surga tersebut adalah manisnya iman, nikmatnya berilmu agama dan ketenangan hati dengan beramal. Banyak kesempatan dan waktu yang Allah berikan kepada kita. Ada subuh kala hati mulai merapuh. Ada Dhuha kala jiwa merasai duka. Ada dhuhur kala harapan mengabur. Ada ashar kala langkah tak lagi tegar. Ada maghrib banyak hadirkan hal yang ajaib. Ada Isya kala dada terasa penuh sesak. Dan ada tahajud kala dunia terasa carut marut.
Mari menjaga amalan agar peka terhadap lingkungan.
Agar langkah tetap di jalan kebenaran
dan semoga meraih berkah serta kemuliaan di akhir kehidupan

Sekiranya itu dulu dari yang sedikit bisa kita renungkan dan amalkan. Insya Allah akan banyak datangkan keberkahan dalam hidup kita
Wallahu musta'an
Jazakumullah ahsanul jaza
Mohon maaf lhir dan batin
Wassalamu alaikum wr wb

TANYA JAWAB

1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ummi pemberian amanah adalah tanda kasih sayang Allah terhadap hambaNya, apa benar?lalu bagaimana cara menguatkan diri sendiri untuk menerima amanah yg di emban sehingga kita bisa termasuk dalam orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah?
Jawab
Allah tak pernah salah menentukan apa saja halnya sampainya amanah kepada kita. Untuk menguatkan diri sejenak kita renungi nasihat berikut. Masya Allah begitu luar biasa nasihat Rasulullah kepada Abu Dzar al Ghifari dalam kitab nasihat Syaikh Nawawi al Bantani, Rasulullah s.a.w. berwasiat, “Wahai Abu Dzar, perbaruilah bahteramu, karena lautan ini teramat dalam. Persiapkanlah bekal yang cukup, karena perjalanan ini teramat jauh. Ringankanlah beban bawaanmu, karena pendakian ini akan sangat melelahkan. Murnikanlah (ikhlaskanlah) perbuatanmu, karena Allah teramat jeli mengamati. Mari bertafakur.....
a. Tafakkur tentang ayat-ayat Allah, buahnya adalah tauhid dan yakin kepada ayat-ayat Allah.
b. Tafakkur tentang nikmat-nikmat Allah , buahnya adalah rasa cinta dan syukur kepada Allah.
c. Tafakkur tentang janji-janji Allah, buahnya adalah rasa cinta kepada kebahagiaan akhirat.
d. Tafakkur tentang ancaman Allah, buahnya adalah kewaspadaan dalam menjauhi maksiat sekaligus mengagungkan Allah.
e. Tafakkur tentang sejauh mana ketaatan kepada Allah dan kebaikan Allah kepada diri kita , buahnya adalah rasa takut kepada Allah...

2. ummu ana mau tanya,,,? banyak sekali seseorang sibuk dengan berbagai alasan dan lupa akan al-quran,,tapi d saat ada masalah orng tersebut seakan menyalakan  Allah bagaimana caranya biar kita tidak bersifat demikian umm,?
Jawab
Upgrade keimanan kita. Sudah fitrah iman itu bertambh dan berkurang. Ia akan bertambah karena amalan dan akan berkurang karena kemaksiatan. Maka perbaiki terus amalan kita kepada Allah terus berusaha dan berusaha. Imam Hasan Al Banna mengungkapkan: "Mereka mendengar seruan yang mengajak untuk beriman, maka mereka pun beriman. Kita memohon kepada Allah agar membuat diri kita mencintai iman ini, menghiasi hati kita dengannya sebagaimana Allah pernah memberikan cinta itu kepada mereka dan menghiasi hati mereka dengannya. Iman adalah Bekal utama kita. (Ath-Thariq ila Ar-Rabbaniyyah, Majdi Al Hilali, hlm 46-47)

3. Assalamu'alaikum bunda saya ingin bertanya, bagaimana cara mengingatkan pada keluarga bahwa bertilawah itu juga penting, kadang kala mereka bertilawah hanya di saat sesudah maghrib saja.
Jawab
waalaikum.salam.wr wb. Keluarga adalah salah satu aset dakwah yang utama. Jangan salah menyampaikan kebaikan agar tak terjadi perselisihan. Dakwah yang paling utama adalah keteladanan. Kita dulu yang memulai untuk melakukan contoh-contoh kebaikan tersebutt. Lantas perlahan jika ada moment yang tepat dan bahasa yang menyamankan entah dengan becanda atau berseloroh kita sampekan. Jika ada nampak lampu hijau kita bisa jelaskan lebih detil. Selain itu dengan artikel yang kita share atau buku dll. Jangan terkesan menggurui khawatir malah kita akan alami kesulitan untuk mengambil hati mereka. Taklukkan dengan cinta dan doa agar dimudahkan dakwah kita

4. Kadang kalau kita sedang lelah dalam aktivitas keseharian kita, kita ingin menyendiri dari orang-orang dan kegiatan di sekitar kita, ingin me time, tapi kok jatuhnya pas kita sendiri malah melakukan hal yang sia-sia, nonton film dsbnya, padahal tujuannya itu ingin mendekatkan diri sama Allah. Kira-kira bagaimana sebaiknya bunda?
Jawab
Segera temukan energi kita yang hilang agar tak berlarut terlalu lama dalam kejumudan. Manusia bukan malaikat. Wajarlah bila dalam hidupnya adakalanya iman meningkat, adakalanya iman menurun.  Adakalanya semangatnya menggebu-nggebu hingga apa saja bisa dilakukan. Namun, pada saat tertentu mengalami penurunan semangat yang menyebabkan penurunan produktivitas. Manusia butuh orang lain bukan hanya pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial, budaya, namun ia butuh orang lain untuk bisa saling berbagi terutama saling menasihati dalam kebaikan dan perbaikan diri. Karena, begitulah kodrat manusia yang kadang gelisah dalam menyikapi permasalahan hidup. Jiwa manusia hampir serupa dengan raganya. Ia juga punya rasa lelah. Ibarat tangan yang selalu digunakan untuk mengangkat, ia akan lelah bila tak berhenti mengangkat. Kaki yang terus berlari letihnya tak terperi. Begitu juga mata yang tak berhenti untuk menatap ia akan berair seolah menangis kelelahan. Ada yang penting kita cermati, kenapa ia berhenti, atau merasa bosan dengan sesuatu yang sudah menjadi rutinitas amaliahnya. Manusia bukan malaikat. Ia memiliki unsur yang berbeda dengan malaikat. Malaikat tak memiliki akal dan nafsu. Malaikat makhluk yang taat. Manusia ditilik dari kata al-insan asal katanya adalah nasiya yang berarti lupa. Bahkan wajar bila al imanu yazid wa yanqus, imannya naik turun. Manusia tempat lupa. Maka kewajibannya untuk berusaha agar selalu ingat dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi termasuk kelalaian yang mendera diri dan jiwanya. Untuk selalu ingat kita butuh banyak hal; ilmu, teman, lingkungan, juga pembiasaan. Bila tidak bisa berakibat fatal. Saling menasihati dan lapang dada harus menjadi kebiasaan untuk mencegah kemandekan atau kehilangan energi untuk beraktivitas dalam menegakkan kebaikan dan kebenaran. Mari kita cermati satu per satu indikasinya. Pertama, ada kemalasan menunaikan ibadah. Ibadah apa saja seperti shalat, zikir, infaq, tilawah. Semua dilakukan karena formalitas, sekadar menggugurkan kewajiban? Tidak ada ruh dalam menjalankannya. Seperti angin lalu saja tanpa rasa. Apalagi bersemangat untuk berlomba dalam kebaikan. Semua sirna seolah tak bernyawa atau garing.Kedua, menjauh dari orang lain yang memiliki kebiasaan yang baik. Asyik menyendiri dengan banyak alasan. Mereka enggan bersua dengan orang-orang yang selalu menasihati dalam kebaikan karena dia merasa hal itu akan mengusik dirinya. Menyendiri bukan berati ia benar-benar sendiri tapi menjauh dari orang-orang dekatnya yang dulunya bisa mengajaknya dalam ketakwaan. Ketiga, emosi diri yang berlebihan tanpa kendali. Emosi bukan sekadar kemarahan namun perasaan yang bermacam-macam. Sensitif, mudah tersinggung, dipuji pun bisa salah paham. Yang ada padanya hanya berpikir negatif terhadap apa saja yang hadir di depannya. Susah sekali menerima kebenaran karena seolah ukuran kebenaran adalah apa yang dipikirkannya. Perlu kita mewaspadai bila contoh sederhana menghinggapi jiwa kita. Banyak pekerjaan yang sedianya harus terselesaikan akan terbengkalai karena akan dengan mudahnya ditinggalkan.

5. Mau tanya, kan setiap orang punya target ya misal sehari ditarget infak 1000, tilawah 1 juz. Itu boleh gak sih? Atau justru itu malah mematok diri tidak berkembang. Soalnya Ada yang bilang lebih baik ngaji sedikit tapi mendalami maknanya sambil buka tafsir, ada yang bilang gak papa untuk memacu diri.
Jawab
mematok batas minimal tidak apa-apa karena kadang amalan harus kita paksa. Tapi proses ini harus diiringi dengan progres ada gerak perubahan dikit demi dikit. Bukan stagnan. Nah kadang kita kejebak dalih seperti itu. Semua penting jika mampu lakukan semua saja tapi istiqomah. Berkelanjutan tidak mandeg

6. Assalammu'alaikum,  Minta tips dan sharing dong tentang pengalaman menjaga keistiqomahan. Terus pernah ga dilanda cobaan yang beraaaatttt banget? kalo iya gimana ya pada saat menghadapi cobaan itu kita bisa mengalahkan rasa lemah dan tidak berdaya dalam diri serta mengubahnya menjadi energi untuk bangkit bergegas menuju Allah? soalnya aku kalo lagi stress/tertekan/sedih bawaannya melooowww melulu.... rasanya jadi kurang bisa fokus dan jadilah kacau segala2nya. kacau di kerjaan, dirumah, diluar dll... gitu...
Jawab
Agar Jiwa terjaga Hingga ke Surga
Oleh: Rochma Yulika
1. Dengan mengingat Allah hati kan menjadi tenang.
2. Dengan mengingat mati hati akan menjadi terisi.
3. Dengan mengingat lamanya perjalanan di akhirat kan hadir pribadi-pribadi yang taat.
4. Dengan mengingat azab berusaha menjadi pribadi yang beradab.
Lantas... sudahkah kita sibuk mengevaluasi diri? Atau justru kita sibuk mencari kesalahan saudara kita?
Apakah nisan yang berjajar di depan mata tak mampu jadi pengingat? Bahwa kelak kita akan menjadi penghuninya.
Masihkah jiwa selalu tergoda dalam nista. Masihkah mulut sering bergunjing tentang hal yang tak penting. Dan masihkah nafsu menjadi belenggu yang membuat hati keras membatu.
Berhentilah sejenak..... mari bersegera bertafakur jangan sampe terlena dan tanpa sadar diri sudah tiba di kubur.
Mari beristighfar agar kubur kita jembar.
Mari segera memerbaiki diri agar tak nista di kehidupan hakiki.
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, Sungguh, dia memperoleh kemenangan.
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
(QS. Ali 'Imran ; 3 : 185)

Ini kisah keajaiban yang saya alami
Keajaiban Hidup Bersama Al Quran
Berinteraksi dengan Al Quran tak lain seperti kita sedang bercengekerama dengan Allah. Bercakap-cakap dengan Nya dan terasa sangat dekat sekali komunikasi kita dengan yang Maha Kuasa. Ada banyak keajaiban yang aku dapatkan kala semakin aku masuk ke dalam komunitas ODOJ ini. Bukan sekedar jadi Member tapi aku pun awalnya bergabung jadi staff departemen Quality Control. Hingga sekarang diminta menjadi Kabiro tausiyah rutin. Sebuah keyakinan yang besar ada dalam diri ini. Siapa saja yang menolong agama Allah niscaya Allah akan memberikan pertolongan padanya. Sangat banyak karunia yang Allah telah berikan padaku yang tak mampu aku sebut satu persatu. Namun ada hal yang luar biasa aku alami ketika aku sakit. Selasa tgl 4 februari aku mulai sakit. Awalnya aku pikÍr sakit Ðemam biasa. Dan aku tak maÙ Ðibawa ke rumah sakit. Sakit itu berlangsung hingga Hari Jumat. Malam harinya masih sakit demam ditambah sesak dan nyeri di tulang semua. Aku pun mau dibawa ke rmh sakit. Sesampai di UGD dokter bilang aku harus rawat inap. Malam sabtu itu juga aku masuk ke ruang VIP RSIH Jogja.
Aku memilih VIP karena kadang anak-anak ingin ikut nunggu. Lagian kalo pake askes paling nambah selisih pikirku saat itu. Hari berganti hingga saat itu tiba hari ketiga. Dokter belum berani menyebut aku sakit apa. Hanya bilang virus yang menyerang lambung. Pikiranku ketika sakit hanya pada ahad kemungkinan yakni sembuh atau aku tiada. Sehabis maghrib aku selalu tilawah, karena aku ingin merasa PEDE aja ketika Izrail mendatangiku. Malam harinya mataku sedikit basah. Kuingat segala khilafku. Aku pun berazam "Ya Rabb ijinkan aku mewakafkan diri yang hina ini untuk menegakkan kalimatmu, beri aku kesempatan waktu yang panjang untuk jalankan amanah itu. " Kala aku sakit sesekali aku tetap suport member untuk khalas dan khatam. Subhanallah aku bahagia kala itu. Paling tidak ketika aku tiada ada sedikit kebaikan yang aku ukir. Sampe tiba hari senin dokter menyampekan ternyata aku kena gejala typus. Aku bersyukur sudah tahu penyakitku. Dokter pun bilang jika selasa sudah mulai membaik boleh pulang. Alhamdulillah. Selasa hari yang aku nantikan telah tiba. Kehadiran dokter aku tunggu. Akhirnya benar-benar selasa siang aku boleh pulang. Abi bilang padaku kalau pulang setelah dhuhur saja. Aku pun sepakat. Tapi... Jam 11 aku kurang sabar menunggu abi. Aku pun bangkit dengan berjalan agak gontai menuju kasir. Sesampai di kasir aku bertanya "Pak berapa selisih biaya yang harus saya bayar?" Kasir pun menjawab,"sebentar bu ibu tunggu saja, nanti kita kabari." Aku pamit mau ke kamar karena masih sangat lemah. Kembali aku berjalan gontai menuju kamar. Baru setengah jalan terdengar namaku dipanggil oleh kasir. Otomatis aku balik lagi. Baru sampai di depan loket. Tiba-tiba kasir bilang sambil menyodorkan selembar kertas kecil. "Ini Bu surat keterangan ibu boleh keluar dr rumah sakit. Nanti tolong berikan ke perawat ya." Pesan kasir itu padaku. Sedikit aku bertanya tentang berapa yang aku bayarkan, spontan pula kasir itu jawab "sudah tercover Bu." Karena kepala masih pusing, tubuh lemas tanpa banyak tanya aku kembali ke kamarku. Tak lama suamiku datang. Sekedar bertanya berapa selisih biaya aku merasa enggan untuk menjawab kala itu. Pikiranku hanya pulang dan rumah. Sampelah siang itu aku di rumah. Tak berapa lama Abi pamit keluar sebentar untuk transaksi di bank. Kemudian pergilah abi menyelesaikan urusannya.
Sekitar ashar beliau datang. Kemudian barulah aku berkesempatan untuk berbagi cerita. Perlahan aku bilang sama abi, jika tadi di rumah sakit tadi sama sekali tidak bayar. Abi terperanjat. Abi menceritakan sebelum menjemputku di kamar katanya mampir ke kasir. Dan jawaban kasir "Maaf Pak sudah dibayar semua dan Bapak ditunggu ibu di kamar." Mendengar jawaban itu abi berpikir akulah yang bayar. Allahu a'lam siapa yang membayar selisih biaya rumah sakit itu. Dan aku pun tidak diberi perincian biaya dari rumah sakit. Dan sampe hari ini keadaanku semakin baik. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita hidup selalu bersandar pada Allah. Semoga siapa saja yg berkenan memberikan biaya aku doakan beliau selalu mendapatkan rahmat dari Allah.  Atau apakah ada malaikat utusan Allah? Aku hanya mampu berserah pada kehendakNya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Aamiin. Dan sampai sekarang aku tak pernah tau seperti apa rekapan biaya rumah sakitku. Allahu a'lam bisshawwah

7. Bagaimana menjaga diri di lingkungan kerja yang notabene ga semua sepemahaman dengan kita ustadzah? Kadang menjadi lemah ketika tidak ada teman-teman yang tujuannya "dakwah"..syukron ustadzah
Jawab
Butuh Kawan dalam Perjalanan
Oleh: Rochma Yulika
Sahabat Surgaku...
Tak bisa kita menapaki kehidupan tanpa seorang kawan.
Kita butuh mereka untuk saling menguatkan.
Kita butuh mereka untuk saling mengingatkan.
Kala diri kita rapuh ada teman yang kan menyentuh.
Kala kita dirudung sepi akan ada teman yang menemani.
Kala kita mulai futur ada yang menghibur.
Kala jiwa kita merasakan penat ada yang beri semangat.
Tak mungkin kita usung amanah ini hanya sendiri.
Tak mungkin kita jalani tanpa teman untuk berbagi.
Itulah manfaat beramal jama'I.
Dalam perjalanan dengan banyak sahabat kita akan bahu membahu.
Saling ingatkan agak tak mudah merasa jemu.
Berharap bisa berkontribusi meski terbatas dalam ilmu.
Dan senantiasa belajar menambah wawasan kepada para guru.

Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah. Islam menjadikan persaudaraan dalam islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan karena islam dan persaudaraan itu tidak akan kuat dan kekal. Persaudaraan Islam yang dijalin oleh Allah SWT merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya. Perpecahan di kalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Allah SWT berfirman, ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Lihat Q.S.49:10 dan 8 :1.

8. Assalamu alaikum, Umi,, makasih atas materinya. Mau berrtanya,, apabila ada seorang wanita yang terlihat bagus amalan ibadahnya, selalu menasehati orang, selalu mnyuruh agar ada masalah itu diam saja tetapi jika dia ada masalah yang kecil sama orang maka akan di perbesar dengan cara dia memberitahu keluarganya itu yang ada malah terjadi keributan. Mengapa itu umi? Padahal terbilang baik agamanya tapi mengapa ia memperlakukan orang lain seenaknya umi. Bukannya menyakiti saudara dalam islam itu di larang umi ? Apalagi menyakitinya dengan prkataan. Mohon penjelasannya umi. Lalu gimana pendapat umi jika ada seorang ibu yang pndendam karena masalah yang di atas itu mi' yaitu masalah anak dengan anak padahal seorang ibu itu guru bagi anaknya.
Jawab
Internalisasi nilai agama itu sangat keliatan. Apalagi shalat, tilawah dan taqarub ilallah... Jg berkaitan menuntut ilmu. Al-Hasan al-Bashri berkata, “Dulu, bila seseorang telah mencari ilmu, maka tidak lama kemudian akan terlihat pengaruhnya pada tatapan matanya, kekhusyu’annya, lisannya, tangannya, shalatnya, dan kezuhudannya.” Beliau juga berkata, “Jika seseorang telah memperoleh satu bab dari ilmu lalu ia mengamalkannya, maka jadilah ilmu itu lebih baik baginya dibanding dunia seisinya, andai ia memiliki dunia itu lalu ia menjadikannya untuk akhirat.” (Riwayat Darimi, keduanya dengan sanad shahih).

Nah orang yang berilmu aja pengaruhnya nampak apalagi amaliyah melalui ibadah. Kan dikatakan juga bahwa shalat itu akan mencegah prrbuatan keji dan mungkar. Hanya saja kita tidak tahu amalan bagus itu menurut mata manusia atau Allah? Mungkin perlu dievaluasi dari amalnya. Hmm kta doakan dan tambah kesabaran juga syukuri bahwa saat itu Allah sedang mendidik kita. Kata-kata yang menyakitkan dsb itu awalnya memang sakit. Tapi belajar mengikhlaskan terus dan terus lama-lama akan terbangun imunitas kita. Kita masih punya Allah.

9. Bunda mau tanya, apakah ada amalan khusus untuk melembutkan hati?
Jawab
Masih Selalu Ada
Oleh: Rochma Yulika
Mari kita segera berdzikir kala hati merasa getir.
Mari kita segera bersujud kala pikiran terasa kalut.
Mari segera berdoa kala hati terasa hampa.
Dan mari segera tilawah kala jiwa mulai resah.
Tenangkan hati dengan shalat
Tenangkan jiwa dengan memperbanyak shalawat.
Masih ada subuh yang kan buat hati meneguh.
Masih ada dhuhur yang kan buat hati banyak bersyukur.
Masih ada ashar yang kan buat hati semakin tegar.
Masih ada maghrib yang kan melahirkan jiwa-jiwa laksana rahib. Dan masih ada isya' agar jiwa makin dekat dengan yang Maha kuasa.
Ada tahajud bagi pecinta sujud
Ada dhuha bagi pemburu pahala
Ada tilawah bagi siapa saja yang ingin meraup berkah.
Ada puasa bagi pribadi yang mendamba hidup mulia.
Ada ukhuwah bagi para perindu Jannah.
Banyak aktivitas yang membuat diri semakin pantas.
Banyak amalan yang membuat kita raih keselamatan.
Tinggal bagaimana menata diri untuk senantiasa menuju ridla Ilahi.
Agar kelak menjadi layak mendapat kebahagiaan sejati.
Wallahu musta'an

LINK NANDA 
14 MARET 2016