Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » AKHLAK YANG KOKOH (SYAKSYIAH ISLAMIYAH)

AKHLAK YANG KOKOH (SYAKSYIAH ISLAMIYAH)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, April 21, 2016

Syaksyiah Islamiyah
Oleh: Ustadz Cipto

Insya Allah dalam kajian tema Syaksyiah Islamiyah kali ini sedikit ana singgung tentang Akhlaq dalam rangka mewujudkan Matinul Khuluq (Akhlaq yang kokoh)

Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Mubarak tentang pengertian Husnul Khuluq, ia mengatakan, wajah yang cerah, mengerahkan kebaikan, dan mencegah bahaya.
Urgensi Akhlak yang Baik:
Jangan remehkan soal peneguhan akhlak. Hati sekeras batu milik para kafir Quraisy pun dapat luluh dengan akhlak mulia.
Karena Islam bukan sekadar tujuan tapi juga cara. Artinya kalau kita mempunyai cita-cita menegakkan Islam maka tidak ada cara lain untuk mencapai kecuali dengan cara (akhlak) Islam. Hal ini juga diisyaratkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
�Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang keluar dari rumah-rumah mereka dengan congkak dan ingin dilihat oleh manusia dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah.� (QS. Al-Anfal: 47)
Orang-orang kafir, sekalipun membangkang dan bersikeras memerangi Rasulullah SAW, namun mereka tidak kuasa menampik kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Mengapa?
Apa �selain faktor hidayah dari Allah SWT- yang membuat hati banyak orang yang semula lebih keras dari batu, bisa tiba-tiba luluh, dan tak berdaya selain tunduk dan pasrah kepada seruan Rasulullah SAW? Jawabannya adalah karena Islam adalah kebenaran mutlak yang pasti sesuai dengan fitrah manusia. Namun ada faktor lain yang menempati posisi amat bermakna untuk membuat seseorang tersentuh fitrahnya yakni: akhlak.
Keindahan akhlak yang ditampilkan Rasulullah saw telah membungkam segala hujjah orang yang mendustakan Rasulullah SAW. Karenanya hal yang paling mungkin mereka tuduhkan kepada Rasulullah SAW adalah bahwa beliau seorang tukang sihir atau berpenyakit gila. Meski akhirnya tuduhan itu tak dapat juga mereka buktikan.
Karena itu, semangat menegakkan kebenaran (baca: syari�at Islam) bukan alasan untuk mengabaikan akhlak Islami. Bahkan justeru semangat itu seharusnya mendorong untuk meningkatkan kualitas akhlak.
Prinsip itu berlaku universal dan dipraktekkan oleh para nabi sebelum Rasulullah SAW. Lihat, bagaimana Allah SWT mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menghadapi Firaun. Bukan untuk semata-mata menawarkan kebenaran, namun untuk menawarkan kebenaran dengan memakai akhlak. �Pergilah kamu berdua kepada Firaun sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut (kepada Allah).� (QS. Thaha: 43-44)
Rasulullah SAW pun mendapat perintah yang sama. �Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan keburukan. Maka tolaklah (keburukan) itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dengan dia ada permusuhan menjadi seolah-olah telah menjadi teman setia.� (QS. Fushshilat: 33-34)
Kedua ayat ini menunjukkan akhlak dalam berdakwah dengan segala tantangannya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mau menerima kebenaran atau tidak, menjadi tunduk hatinya atau semakin congkak, menjadi suadara seiman atau semakin menjadi-jadi permusuhannya.
Karenanya, dakwah yang penuh cacian dan makian, kepada siapa pun: penguasa, kelompok lain yang tidak sehaluan, orang yang tidak mau mengikuti seruan dakwahnya adalah bertentangan dengan akhlak Islam. Selain tidak sesuai dengan esensi kebenaran itu sendiri cacian dan makian itu tidak akan menambah keimanan dan amal. Alih-alih meningkatkan pemahaman dan kesiapan untuk berjuang, bertambah justeru penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, kebencian, dan kesumpekan dada.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/09/02/56532/husnul-khuluq-akhlak-yang-baik/#ixzz46H5QSGa3
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

TANYA JAWAB :

Tanya:
Bagaimana jika kita kaum muslimin yg menerima cacian, makian, hujatan, fitnah di media massa terkait dg isu2 politik kekinian? Bagaimana kita bisa bertahan tetap santun dan bahkan mendakwahi mereka? Contoh kasus  : Tema mencari pemimpin bangsa.

Jawab :
Pertanyaan yg bagus (Terupdate).
Mari kita buka QS 5:56

 ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻣَﻦ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﻋَﻦ ﺩِﻳﻨِﻪِۦ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻰ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻪُۥٓ ﺃَﺫِﻟَّﺔٍ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻋِﺰَّﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻜَٰﻔِﺮِﻳﻦَ ﻳُﺠَٰﻬِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻَ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻟَﻮْﻣَﺔَ ﻻَٓﺋِﻢٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦ ﻳَﺸَﺎٓءُ ۚ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻭَٰﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Jadi jangan surut dan menyerah menjadi muslim terus perbaiki diri. Celaan buat bahan cerminan dan masukan saja kalau emang gak penting cuekin saja. Mari tunjukkan dengan amal sholeh yg nyata.

Tanya :
Pak bagaimana memberikan penjelasan kepada orang bahwa akhlak yg dia lakukan kurang baik dan baik tidaknya itu juga tidak menurut dia saja, tapi masyarakat. Karena dijelaskan ini itu menurut dia itu yg baik.

Jawab :
Dengan dakwah yg baik sebagaimana QS 16 :125 juga ingat dalam QS 2 : 256 ya. Berlaku lah lemah lembut disertai dengan sabar.

Tanya :
Apakah kita punya kewajiban untuk mengingatkan teman kita yg murtad? Kalau iya, bagaimana caranya agar tdk terjadi konflik?
Karena tetangga saya ada yg murtad. Tapi anehnya keluarga besarnya membenarkan sikap itu, malah sering memuji karena keadaan ekonomi teman saya yg murtad itu jauh lebih mapan/kaya harta.

Jawab :
Iya tetap. Namun ketika pilihan sudah diambilnya kita berlepas diri dari pilihan yg ia ambil. Berbuat baik kepadanya tetap perlu dilakukan.

Wallahu 'alam bishawab...


PENUTUP :

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin...

======================

REKAPAN KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH (HA) M5.

Hari/Tgl: Rabu, 20 April 2016
Narasumber: Ustadz Cipto
Tema: Syaksyiah Islamiyah
Group: M5
Notulen: Fasikha M

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment