Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Senin, 11 April 2016
Narasumber : Ustadzah Maulida
Rekapan Grup Bunda M20
Tema : Psikologi
Editor : Rini Ismayanti



Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK

Selain orang tua, ada faktor lain yang pengaruhi pendidikan anak. 
Oleh sebab itu Ayah Bunda dan seluruh keluarga perlu memperhatikan agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin faktor tsb untuk mengarahkan anak ke arah yang baik.
Faktor-faktor tsb diantaranya : saudara dan kerabat serta teman anak; baik tetangga, di sekolah maupun di tempat lainnya. seperti di tempat ngaji, les dsb. Faktor-faktor tsb turut berikan pengaruh pada pendidikan anak. Kita coba bahas agar faktor-faktor tsb dpt diarahkan untuk bermanfaat bagi anak dunia akhirat.

1.Perilaku anak terhadap saudara saudaranya
Perlu peran orang tua dalam kontrol dan mengarahkan perilaku anak. Tanamkan dalam diri anak sikap menghormati orang yang lebih tua, dan ajarkan pada yang lebih tua untuk menyayangi yang muda. sbagimn sabda Rasulullah SAW " tidak termasuk golongan kami orang yang tidak mengetahui hak orang tua dan tidak menyayangi anak kecil. Ajarkan anak anak saling menghargai, tidak menghina dan olok olok. QS Al Hujurat 11.

2. Pisahlah tempat tidur anak anak
Sebagaimana Rasulullah memerintahkan hal demikian..
"perintahlah anak kalian shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka agar shalat ketika berusia sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka." HR Abu Daud
Pemisahan tempat tidur anak penting karena Rasulullah memerintahkan demikian juga pencegahan dari prilaku asusila di antara anak anak. Karena tidak menutup kemungkinan saat anak dalam satu tempat tidur, aurat mereka terbuka, saling bersentuhan bertindihan. yang bisa saja munculnya pikiran negatif  khususnya yang remaja. Disamping itu, nafas, bau badan dan penyakit bercampur yang kemudian bisa menular satu dengan lainnya. Mengutip pandangan Al-Manawi dalam buku Fath al Qadir Syarh al Jami ash Shaghir, menyebuntukan maksudnya pisahlah tempat tidur anak-anak saat 10 tahun untuk menghindarkan mereka dari pengaruh syahwat, sekalipun anak-anak semuanya wanita.
Orang tua memperkenalkan kpada anak-anak mereka kewajibn agama, haramnya zina, haramnya liwath, haramnya khamr,  berdusta dsb. Dengan cara itu dapat melatih anak untuk taat dan beribadah. sehingga ketika anak mencapai usia kewajiban agama, ia tidak lagi merasa berat melaksanakannya. Pemisahan tempat tidur anak dilakukan ketika muncul kekhawatiran akan dampak negatif yang menimpa anak. misal saat ada yang sakit, seyogyanya tempat tidur anak dipisah tanpa batasan usia. 
Jangan biarkan anak lelaki tidur satu ranjang dengan anak perempuan. Jangan biarkan anak tidur ditemani video/tv/gadenganet. Orang tua sangat perlu perhatikan pakaian putri2 saat di rumah. Terutama saat ada saudara laki-laki. Tidak hanya pakaian putri kita, sebagai ibu, kita perlu juga perhatikan kejiwaan putra kita. Begitu pula bila kita sebagai seorang ayah. Misal: tidak pakai bju tidur dsb...
QS An Nur 58-59, dalam ayat ini Allah memberi tuntunan kepada orang tua agar mengajarkan kepada anak nya yang berusia mumayyiz untuk meminta izin kpada orang tua mereka di tiga waktu, yang umumnya saat tsb orang tua tidak menutup aurat. Yaitu sebelum subuh, di tengah hari dan setelah isya. Hal tsb preventif bagi wkt private orang tua. Khawatir anak masuk saat yang seharusnya wilayah privat orang tua. Hingga timbul pikiran negatif. Cari cara melakukan apa yang mereka lihat» bisa seje mereka mencoba dengan tetangga/teman/saudaranya. naudzubillah.
Orang tua harus menjaga anak untuk tidak menonton film yang tidak baik. Misal; ada tayangan yang perlihatkan adegan tidak baik bukan mahram (peluk, cium dsb). Jika anak melihat ini apalagi intensitasnya sering, bisa jadi hatinya ingini, nafsunya akan menggelora dan mendorong untuk melakukan keharaman. Naudzubillah...moga Allah lindungi kita dan keluarga. Beberapa ilmuwan menjelaskan seperti di kutip dalam " fiqh tarbiyah abna' wa tha'ifah min Nasha'ih al- Athibba'" 
Bahwa seorang wanita akan terangsang melakukan hubungan ketika melihat kuda jantan menunggangi kuda betina atau ketika melihat kucing jantan kawin dengan kucing betina. Untuk itu orang tua harus benar benar menjaga putra putri dari bencana tsb. Sebagai orang tua, kita harus mengemban amanat yang diberikan Allah untuk menjaga putra putri. Anak yang shaleh akan membawa manfaat bagi orang tua di kehidupan annti. Seorang ayah harus menjadi pemimpin yang baik di rumah. Tuntunlah anak-anak kpada kebaikan dan palingkan dari kerusakan. Orang tua jangan mengizinkan putrinya menghabiskan waktu bersama lelaki, menonton dll. Tidak seharusnya orang tua mengizinkan anak gadisnya keluar bersama lelaki. Tidak seharusnya orang tua mengizinkan anak lelakinya melakukan kefasikan terhadap gadis muslim. Semua hal yang bisa mendekatkan sesorang pada zina harus dijauhi dan diwaspadai.

TANYA JAWAB

Q : Q : Assalamu'alaikum ustadzah.. mau bertanya, seberapa besar pengaruh keterlibatan ayah dalam mendidik anak? Bagimn bila ayah hanya sekedarnya terlibat dalam urusan dengan anak?
A : wa'alaikumussalam wr wb
Sangat penting dan besar pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Sebagai contoh, sebuah penelitian terhadap anak-anak yang tidak mendapat pengasuhan ayah hasilnya memperlihatkan anak-anak yang kurang pede dan ada kecendrungan terhadap prilaku yang maladaptif.
Tetapi cth tsb mungkin saja masih ada kekurangan dan keterbatasan. Namun karena Allah ciptakan berpasangan ada ayah ibu ada laki-laki dan perenpuan tentu ada pelajaran dibaliknya. 
Saat ini juga sudah digalangkan kembali komunitas khusus ayah yang agar bisa berperan maksimal di keluarga. 
Sedikit banyak, mungkin banyak bahwa ayah yang perhatian dan care kpada keluarga juga mau membantu ibu di rumah tangga dan keluarga meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental. Trrutama bisa mengurangi kepusingan ibu.  Sehingga dalam pengasuhan anak juga tercurah cinta dan kehangatan yang max. Bila memang belum sedemikian sikap ayah, maka tetap ajak perlahan-lahan, iringi juga dengan doa. 
Wallahu'alam

Q : Assalamualaikum ustadzah,mohon tips bila seorang wanita harus berperan ganda dalam rumah tangga,berperan sebagai ayah dan ibu buat putranya....karena sang suami sudah wafat.syukron bunda...
A : wa alaikum salaam wr wb. Semoga Allah mencurahkan rahmatnya untuk ibu sekeluarga yah
Idealnya memang ada ayah dan ibu. Tetapi ada kehendak Allah yang kita ambil hikmah. Percaya bahwa Allah tidak membebani ssorang diluar kemampuannya..insya Allah. Selalu iringi dengan doa untuk keluarga dan ibu. Bila kondisi demikian kiranya peran laki-laki/ pengganti ayah tetap perlu. Peran tsb bisa di gantikan kakak atau adik laki-laki kandung, kakek,  atau hub keluarga lainnya yang semahram.
Wallahu'alam

Q : Bagaimana cara mendidik anak jika ada campur tangan dari kakek ato nenek yang tinggal serumah
A : Sebetulnya kita perlu bersyukur karena kakek nenek masih care terhadap cucunya. Hanya mungkin yang perlu di perhatikan jk ada beda konsep. Misal ayah ibu melarang anak makan permen. Sedangkan kakek nenek membolehkan. Nah hal ini yang perlu dikomunikasikan bersama agar sinergi dan anak tidak bingung. Perlahan coba komunukasi dengan kakek nenek agar sama polanya.

Q : Assalamualaikum ustadzah.. Mohon batuannya ustadzah, kalo untuk yang bercerai seperti apa ya ustadzah? Dan anak saya perempuan, ada giliran ikut ayah menginap di tempat ayah, baiknya seperti apa ustadzah.
A : Selama ini berjalan bagimana bun? Apakah ada keluhan dari anak atau yang membuat tidak nyaman? Dengan tetap menjalin komunikasi dengan ayah nya anak-anak walau bagimana pun keadaanya adalah langkah yang sangat baik n positif. Moga Allah mudahkan slalu. Kalau memang tidak ada keluhan dari anak dan ayah anak serta keluarga barunya juga tidak masalah insya Allah bisa lanjut. Tetapi jika ada persoalan kiranya perlu ditelaah untuk diselesaikan bersama. Yang penting juga ibu dan ayah harus bisa menjelaskan kepada anak bila anak bertanya "why" ya. Tentunya dengan disesuaikan usianya dalam memahami persoalan tsb

Q : Bagaimana hukumanaya perintah sholat anak laki umur 7 th yang belum khitan
A : Patokan kewajiban saat anak sudah baligh mumayyiz. Yang ditandai mimpi basah untuk laki-laki dan haid untuk perempuan. Namun sebelum masuk usia tsb perlu persiapan dan pembelajaran lebih awal agar saatnya nanti sudah terbiasa tidak susah lagi... Dalam hadits disebuntukan bahwa perintahkan anak 7 tahun untuk sholat dan boleh ditegaskan/pukul jika 10 tahun masih belum mau sholat. Usia 7 tahun walau belum khitan, ayah bunda punya kewajiban mengajak mengajarkan anak dengan berbagai teknik agar mau sholat dan timbul kesadaran sendiri.
Wallahu'alam

Q : Bagaimana batas anak laki laki masih boleh makmum pada ibunya? Sekarang usia 11 tahun sudah khitan ,belum mimpi basah (belum keluar yang lengket2).
A : Kalau sudah terbiasa sholat walaupun belum terkena kewajiban ya bun, lalu paham syarat sah sholat, rukun sholat, hapal surat-surah dsb. Bisa kiranya anak dipercaya untuk jadi imam. Agar mulai timbul pede dan tanggung jawabnya. Asal syarat di atas terpenuhi ya bun. Sebab saat ini banyak juga bahkan sudah usia SMP tetapi karena tidak dibiasakan dari rumah maka jadi imam menjadi takut dan sulit. Semoga anak-anak kita kelak siap jadi imam bagi orang-orang mu'min
Wallahu'alam


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ