RUKUN SHOLAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 26, 2016

Hari ini إن شاء الله  membahas bab Rukun Sholat

Rukun adalah bagian utama dari sesuatu, seperti dinding bagian dari kamar, sholat wujudnya tidak sempurna dan tidak sah jika seluruh bagian utama dan urutannya tidak sesuai dengan yang dicontohkan rosulullah SAW dari Jibril AS.
Rukun sholat ada tiga belas :

1. Niat.
Yakni, keinginan untuk melakukan sesuatu bersamaan dengan pelaksanaan rukun yang pertama, tempatnya ada di hati.
Dalilnya
“sesugguhnya sahnya tiap-tiap amal itu harus dengan niat”. (H.R. Bukhari-Muslim)
Niat itu sah jika bersamaan dengan takbirotul ihrom, yakni ketika melafadzkan takbir hatinya sadar niat mau sholat, ingat jenisnya, kefardluannya, tidak disyaratkan menggerakkan lisan.

2. Berdiri jika mampu pada sholat wajib.
Dalil dari rukun ini adalah hadits riwayat Bukhori dari Imron bin Hushoin, ia berkata : “saya sakit wazir, kemudian aku bertanya kepada rasulullah SAW terkait sholat”, lalu beliau bersabda : “ Sholatlah sambil berdiri, jika tidak kuat sholatlah sambil duduk, jika tidak bisa sholatlah sambil berbaring”.
Seseorang dikatakan berdiri jika berdiri tegak, jika miring tanpa udzur, sekira tangannya bisa meraih lutut maka sholatnya batal. Jika seseorang kuat berdiri di sebagian sholatnya dan tidak mampu di bagian yang lain, maka ia wajib berdiri dibagian dimana ia mampu berdiri dan duduk di bagian yang lain. Kewajiban berdiri ini hanya berlaku untuk sholat fardlu. Pada sholat sunah berdiri hukumnya sunah, maka dia boleh sholat sambil duduk, sekalipun ,mampu berdiri, berdasarkan hadits riwayat imam Bukhori; bahwa nabi SAW bersabda :

مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَائِمِ وَمَنْ صَلَّى نَائِمًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَاعِدِ

“Barangsiapa sholat sambil berdiri maka itu lebih utama, barangsiapa sholat sambil duduk, maka dia mendapat separo pahala yang berdiri, barangsiapa yang sholat sambil berbaring, maka ia mendapat separo pahala yang sambil duduk”.

3. Takbirotul Ihrom
Dalilnya yakni hadits riwayat al-Tirmidzi dan Abu Dawud dan lainnya bahwa nabi SAW bersabda :

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Kunci sholat adalah suci, masuknya dengan takbir, keluarnya dengan salam”

Tata caranya yakni; mengucapkan الله أكبر  dengan memenuhi beberapa syarat :
  • Mengucapkannya dalam posisinya berdiri, kalau dia mengucapkannya masih dalam proses berdiri untuk sholat maka tidak sah.
  • Mengucapkannya saat menghadap kiblat.
  • Harus dengan bahasa arab, kecuali bagi orang yang tidak bisa bahasa arab dan tidak ada waktu untuk mempelajarinya, maka bisa dengan bahasa apapun, sambil wajib mempelajarinya.
  • Ia harus memperdengarkan semua hurufnya kepada dirinya sendiri jika pendengarannya normal.
  • Dibarengi dengan niat.
  • Membaca surat al-Fatihah. Membaca surat al-Fatihah merupakan rukun dalam setiap rokaat sholat, apapun jenis sholatnya.
Dalilnya adalah hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, bahwasanya nabi SAW :

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tiada sholat bagi orang yang tidak membaca surat al-Fatihah”

Dan basmalah adalah bagian dari al-Fatihah, maka tidak sah al-fatihah yang tidak didahului dengan basmalah berdasarkan hadits riwayat Ibn Huzaimah dengan sanad yang shohih dari Umu salamah R.A.; bahwasanya nabi SAW menghitung basmalah merupakan ayat dari surat al-Fatihah.

Syarat-syarat membaca surat al-Fatihah :
  • Ia harus memperdengarkan  kepada dirinya sendiri jika pendengarannya normal.
  • Urutan ayatnya harus benar, sambil memeperhatikan makhroj dan memperjelas tasydid.
  • Tidak lahn yang merubah makna.
  • Harus dibaca dengan bahasa arab, tidak sah membaca terjemahnya, karena terjemah bukan al-Qur’an.
  • Dibaca dalam posisi berdiri, kalau ia rukuk masih dalam proses menyelesaikannya maka, bacaannya batal, dan harus diulang.
Bagi yang belum hafal surat al-Fatihah, maka membaca surat yang ia hafal sepanjang surat al-Fatihah, kalau tidak ada yang dihafal, maka ia dzikir sepanjang surat al-Fatihah.

5. Rukuk
Sempurnanya rukuk adalah menempelkan kedua telapak tangan padai kedua lutut sambil meluruskan punggung dengan tengkuk kepala.
Syarat rukuk :
  • merunduk dengan standar di atas.
  • Merunduknya karena niat rukuk, bukan karena ada niat yang lain, misalnya menghindari sesuatu.
  • Tuma’ninah; yakni tenang ketika merunduk minimal sepanjang bacaan satu tasbih.
  • I’tidal. Yakni berdiri yang memisahkan antara rukuk dan I’tidal 
Syaratnya :
  • Tidak ada niat lain dalam i’tidalnya kecuali ibadah
  • Tuma’ninah
  • Tidak memanjangkan berdiri sampai melebihi bacaan surat al-Fatihah.
7. Sujud dua kali setiap rokaat
Yakni; menempelkan keningnya orang sholat dengan tempat sujud.
Syaratnya :
  • Membuka kening ketika menempelnnya dengan tempat sujud.
  • Harus sujud dengan tujuh anggota badan, yakni; kening (plus hidung), kedua tangan, kedua lutut, kedua ujung telapak kaki.
  • Bagian bawah harus lebih tinggi dari bagian atas.
  • Tidak sujud di atas pakaian yang ia pakai.
  • Tidak ada niat sujud kecuali ibadah.
  • Keningnya harus nempel dengan benar.
  • Tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud
Syaratnya :
  • Niat duduknya dalam rangka ibadah.
  • Tidak terlalu panjangsampai melebihi minimalnya tasyahud
  • Tuma’ninah
9. Duduk akhir
Yakni duduk di rokaat terakhir yang diakhiri dengan salam.

10. Tasyahud pada duduk akhir
Yakni membaca ;

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Atau lafadz yang sesuai dengan riwayat shohih lainnya
11. Sholawat atas nabi setelah tasyahud akhir
12. Salam pertama.
13. tertib

TANYA JAWAB

1. Ustadz ana izin bertanya. Untuk hadits yang berbunyi

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)

Bagaimana kah cara terbaik kita berdoa, bersuara atau dalam hati saja. Dan apakah doa yang ada dalam quran atau boleh yang selain itu?
Jawab
boleh apa saja yang ma' tsur (dari qur'an-hadits) lebih baik. Kalo dilafadzkan harus berbahasa arab

2. Bolehkah kita sujud terlalu lama di akhir sujud kita dalam sholat?
Jawab
Boleh. Sebaiknya dilakukan ketika sholat sendiri, kalo jadi imam sebaiknya standar saja

3. Bolehkah sujud dan hanya sebagian kening yang tertempel di tempat sujud?
Jawab
Tapi mayoritas kening harus nempel.

Wallahu a'lam.

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH "TELEGRAM"

Hari / Tanggal : Selasa, 26 April 2016
Narasumber : Ustadz M. Suwanto
Admin : Yudith Mardianti
Notulen : Rohimah
Editor : Ana Trienta

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!