Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » SABAR DAN IKHLAS

SABAR DAN IKHLAS

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 27, 2016

Insyaa Allah siang ini kita akan diskusi tentang Sabar dan Ikhlas

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.

Shalawat dan doa keselamatan semoga terlimpahkan selalu kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan para sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman

Sahabatku yang dirahmati Allah
Kita sebagai makhluk ciptaan Allah, hidup didunia yang fana ini sebagai khalifah, yang ditunjuk oleh Allah dengan segala resiko dan konsekwensi yang harus kita hadapi, Hidup kita seutuhnya ada dalam aturan Allah sang maestro Sutradara, Maha Ahli yang tiada kecacatan dalam pengaturannya. Baik dan buruk yang kita temui adalah kehendakNYA yang harus kita terima dengan Kelapangan hati. Dunia ini adalah ujian, ujian bagi HAMBANYA, dan ujian itu tak melulu berupa kesusahan, kesedihan, kesakitan , kemiskinan dan hal-hal negative lainnya. Namun juga berupa kekakayaan, kebahagiaan dan hal-hal yang kita sukai sebagai manusia. Dalam menghadapi ujian inilah kita dituntut untuk SABAR dan IKHLAS menerima ketentuan tersebut.

Pada umumnya kita semua bisa lebih sabar, disaat kita di uji Allah dengan hal yang menyenangkan, tapi saat kita di uji Allah dengan ujian yang tidak menyenangkan, seperti ujian kesulitan, ujian kehilangan dan atau musibah maka kebanyakan dari kita, akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa sabar.

Ujian kesulitan, ujian kehilangan, kekurangan musibah, penyakit, kemiskinan, adalah perkara biasa yang dihadapi oleh manusia selama hidup di dunia ini.
firman Allah SWT  “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 155-157).
Sabar dan ikhlas akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, pada hakikatnya hanyalah ujian. Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita miliki, anak dan keluarga, itu semua adalah ujian dari Allah dan titipan Allah. Cobaan itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada seorang pun yang dapat menghindar.Yang diperlukan adalah menerimanya dengan penuh kesabaran, seraya memulangkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Innalillahi Wainnailaihi Rajiun

Imam Al-Ghazali menggolongkan manusia dalam tiga tingkatan sabar,yaitu:

1. Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya, karena mempunyai daya juang dan kesabaran yang tinggi.

2. Orang yang kalah oleh hawa nafsunya.

3. Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu, tetapi suatu ketika ia kalah, karena besarnya dorongan nafsu. Meskipun demikian, ia bangun lagi dan terus tetap bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.

Ikhwahfill  yang diRidhoi Allah
Ujian bisa menjadi Musibah atau Nikmat tergantung cara kita menyikapi (menerima) kesusahan atau kemudahan itu. Hakikat musibah / bencana adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa menjauhkan kita dari Allah SWT , sedang hakikat Nikmat adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Kalau diuji oleh Allah SWT dengan kesusahan kita menjadi semakin jauh dari Allah (menyikapi dengan minder, frustasi, atau berburuk sangka kepadaNya), maka kita gagal menghadapi ujian itu, sehingga menjadi Musibah , Seperti kata orang'' sudah jatuh tertimpa tangga''.

Sebaliknya jika di uji dengan kesusahan, kita semakin mendekat kepada Allah (menyikapi dengan tetap Khusnudlon kepadaNya, introspeksi diri, Taubat, memperbaiki diri), maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga menjadi Nikmat dan Anugerah. Begitu juga , jika di uji dengan kemudahan ,kesuksesan, harta melimpah, jabatan yang tinggi menjadikan kita semakin jauh dari Allah (menjadi ujub / membanggakan diri, sombong, takabbur, pelit), maka kita gagal menghadapi ujian / cobaan itu dan kesuksesan yang kita terima Hakikatnya adalah Musibah / atau bencana bagi kita.
Akan tetapi jika di uji dengan semua kemudahan kita semakin (bersyukur, tawaddhu' ,suka menolong orang lain), maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga segala yang telah kita terima menjadi Nikmat dan Anugerah.

Jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai kunci pembuka pertolongan Allah. Adalah suatu kesalahan besar jika kita mengatakan "Sabar itu ada batasnya" ,berarti kita membatasi pahala. Mengatakan Sabar ada batasnya menandakan kita kurang sabar dalam bersabar. Sabar akan membuahkan hasil yang gemilang walau awalnya mungkin pahit dan getir. Sabar akan menghasilkan sesuatu yang mempesona yang tiada terputus. Oleh karena itu jika kita ingin menikmati hidup, kita harus menikmati setiap kejadian yang menimpa kita. Karena orang orang yang beriman tidak akan pernah merugi. Di beri Nikmat dia bersyukur, di beri Musibah dia bersabar. Syukur berarti kebaikan bagi dirinya, sabar juga kebaikan bagi dirinya. Maka tidak ada yang perlu kita takutkan dalam hidup ini, kecuali kita tidak punya rasa syukur dan tidak bisa bersabar.

Selain sebuah kesabaran didalam menjalani kehidupan ini,kita sebagai seorang yang beriman kepada Allah kiga dituntut untuk Ikhlas, baik Ikhlas dalam beramal maupun Ikhlas dalam menerima ketentuan Illahi. Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (menampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. Dikala ujian mendera jika keikhlasan tiada didalam jiwa maka yakinlah sekecil apapun ujiannya akan terasa besar bagi kita, dan jika ujian itu besar akan terasa sangat berat, begitulah jika tiada ikhlas didalam jiwa, kita akan makin tersiksa dan akan semakin tidak bisa menerima ketentuan Ilahi Rabby.

Kata kata Ikhlas sering kita dengar, namun tidak mudah menyelaraskan ucapan & hati. Sudahkah kita ikhlas dan selaras antara ucapan & hati dlm kiprah hidup kita sampai hari ini ..? Sulit … ?!! dan tidak pernah akan ditemukan kata Ikhlas dalam ayat Surat Al Ikhlas … ! Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah; Ikhlas itu…. Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan; Ikhlas itu…. Ketika amal tidak bersambut apresiasi, tak membuatmu urung bertanding;

Ikhlas itu…. Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka; Ikhlas itu…. Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikwah.. Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah?

Di dalam ke ikhlasan ada kesabaran. Kesabaran yang disandarkan kepada ALLAH mendatangkan keikhlasan akan kehendak-hendaknya terhadap diri kita.
Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Alloh Tuhan semesta alam.” (Al An-Am : 162)

Memang mudah diucapkan, tetapi sudah dijalankan rasa ikhlas dan kesabaran itu, terlebih lagi ketika kita sering kali berhadapan pada ujian dan cobaan hidup, beban dan kesulitan hidup.

Tetapi, disinilah letak RAHASIA SABAR itu. Di saat kita menghadapai situasi yang benar-benar membelenggu, benar-benar menyulitkan, atau benar-benar memiliki masalah yang sangat berat, maka disaat itulah kita di UJI dengan kesabaran, yakni apakah kita BISA SABAR atau tidak, kita bisa ikhlas atau tidak.

Sahabat-sahabatku
Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah …
Semoga  Allah memberikan kekuatan untuk menjadikan amal ibadah kita menjadi lebih baik, menambah spirit tuk selalu berbuat kebaikan dan semakin bermanfaat bagi banyak orang-orang di sekitar kita.

Demikian share  dari saya siang ini mudah mudahan bermanfaat
Mohon maaf jika Ada salah salah kata

Tanya Jawab

1.Ustadzah ada teman saya, dia merasa sudah melakukan apa yang harus dilakukan dan melaksakan tanggungjawab bahkan meskipun bukan tanggungjawab utamanya, namun pada akhirnya dia merasa kecewa karena ternyata semua seperti tiada artinya, tiada nilainya, bahkan apa yang di dapat justru hal yang menambah tanggungjawab lagi, sehingga akhirnya dia kecewa, merasa menjadi korban dan diperalat, meski sudah berusaha menerima dan istighfar, tapi terkadang tetap rasa itu muncul (baru aja dia cerita sama saya ustadzah) apakah itu berarti dia tidak sabar dan ikhlash? Atau patut dipertanyakan keikhlasannya?
Jawab
Mba Vita Yang dirahmati Allah
Disaat segenap tenaga sudah tercurah Dan pikiran pun sudah terkuras namun semua seolah take Ada arti dimata manusia, Ada satu janji Yang bisa kita pegang bahwa Allah tak akan menyia nyia kan kebaikkan. Walau sebiji Sarah,Walau sedaun jatuh, dia Ada dalam tahapan kebaikkan Allah yang Maha menyaksikan, disaat nyata hidup ini tak sesuai harapan dan keinginan, maka berdoalah,  rayuan hamba kepada sang Pemilik kesempatan. Amanah yang  ada bukan lah serta merta dari manusia,  namun tetap melalui kehendak Illahi,  lakukan semampu kita,  semaksimal usaha, Dan lakukan lillahi ta'ala, jangan berharap penilaian manusia tapi berharaplah catatan amal kebaikkan disisiNYA. Jauhkan kecewa karna dia hanya akan menyakiti jiwa kita. Akan menoreh luka, sayangilah diri sendiri, karna diri kita lah paling pantas disayangi. Wallahu 'Alam.

2. Assalamualaikum ustadzah, kenapa ya kalo kadang saya jika  berhadapan dengan murid 2x saya, saya bisa sabar meski mereka bertanya berkali-kali tentang hal yang sama tapi kadang dengan anak sendiri saya kurang sabar ada aja yang kadang bikin saya ngomel, bagaimana  caranya menghindari hal itu ?
Jawab
Alaikumussalam mba yudit
Udah alamnya Kali yaa kita lebih sabar ketika berhadapan dengan orang lain, namun berbanding terbalik jika berhadapan dengan keluarga sendiri, hal itu bisa  terjadi mungkin karna "kadang ini instruksi dari alam  bawah sadar kita" kita ingin terlihat jadi orang baik dan sabar dimata orang lain , dan  kwantitas pertemuan juga sangat berpengaruh , kondisi jiwa kita saat bertemu juga sangat  berpengaruh  ,  Saat bersama anak2 adalah disaat kita sudah lelah, dan emosi, sangat mudah terpancing , dan celakanya lagi anak yang lemah  sering kena imbas dlm pelampiasan emosi.  Bagaimana cara agar tidak seperti itu? Perlu latihan untuk membalikkan pola pikir bahwa anak kita lah yang  menjadi prioritas utama untuk mendapatkan kesabaran kita, bukan orang lain.  Anak lahh  yg akan jadi teman kita  bagaiimanappun kondisi kita kelak. karena itulah mereka yang lebih pantass mendapatkan kesabaran kita. Wallahu 'alam

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH "TELEGRAM"

Hari / Tanggal : Rabu, 27 April 2016
Narasumber : Ustadzah Irnawati
Admin : Yudith Mardianti
Notulen : Rochimah
Editor : Ana Trienta

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment