Home » , , , , » MENGAPA HARUS MENGAMALKAN EKONOMI SYARI’AH

MENGAPA HARUS MENGAMALKAN EKONOMI SYARI’AH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, May 18, 2016

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 18 Mei 2016
Narasumber : Ustadzh Asyari Suparmin
Rekapan Grup Nanda M111
Tema : Ekonomi
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin.

Assalamualaikum apa kabar sahabatku 
Semoga istiqomah selalu

MENGAPA  HARUS  MENGAMALKAN EKONOMI SYARI’AH
*Asyari Suparmin


Pertama, mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah, sehingga Islamnya tidak lagi persial. Bila umat Islam masih bergelut dan mengamalkan ekonomi ribawi, berarti keIslamannya belum kaffah, sebab ajaran ekonomi syariah diabaikannya. 

Kedua, menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui bank syariah, asuransi syari’ah, reksadana syari’ah, pegadaian syari’ah, atau BMT, mendapatkan keuntungan duniawi dan ukhrawi. Keuntungan duniawi berupa keuntungan bagi hasil, keuntungan ukhrawi adalah terbebasnya dari unsur riba yang diharamkan.

Ketiga, praktek ekonominya berdasarkan syariah Islam bernilai ibadah, karena telah mengamalkan syari’ah Allah Swt..

Keempat, mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga bank syariah, Asuransi atau BMT, berarti mendukung kemajuan lembaga ekonomi umat Islam sendiri.

Kelima, mengamalkan ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito atau menjadi nasabah Asuransi Syari’ah, berarti mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat Islam itu sendiri, sebab dana yang terkumpul di lembaga keuangan syariah itu dapat digunakan umat Islam itu sendiri untuk mengembangkan usaha-usaha kaum muslimin.

Keenam, mengamalkan ekonomi syariah berarti mendukung gerakan amar ma’ruf nahi munkar, sebab dana yang terkumpul tersebut hanya boleh dimanfaatkan untuk usaha-usaha atau proyek –proyek halal.

Ciri-ciri sebuah Lembaga Keuangan Syariah dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut :

1. Dalam menerima titipan dan investasi, Lembaga Keuangan Syariah harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah;

2. Hubungan antara investor (penyimpan dana), pengguna dana, dan Lembaga Keuangan Syariah sebagai intermediary institution, berdasarkan kemitraan, bukan hubungan debitur-kreditur;

3. Bisnis Lembaga Keuangan Syariah bukan hanya berdasarkan profit orianted, tetapi juga falah orianted, yakni kemakmuran di dunia dan kebahagiaan di akhirat;

4. Konsep yang digunakan dalam transaksi Lembaga Syariah berdasarkan prinsip kemitraan bagi hasil, jual beli atau sewa menyewa guna transaksi komersial, dan pinjam-meminjam (qardh/ kredit) guna transaksi sosial;

5. Lembaga Keuangan Syariah hanya melakukan investasi yang halal dan tidak menimbulkan kemudharatan serta tidak merugikan syiar Islam

Dalam membangun sebuah usaha, salah satu yang dibutuhkan adalah modal. Modal dalam pengertian ekonomi syariah bukan hanya uang, tetapi meliputi materi baik berupa uang ataupun materi lainnya, serta kemampuan dan kesempatan. Salah satu modal yang penting adalah sumber daya insani yang mempunyai kemampuan di bidang

Bagi yang ingin menerapkan syariah dalam transaksi keuangannya, cukup pilih lembaga keuangan syariah sesuai dengan kebutuhannya.  Tidak perlu berdebat apakah ada bedanya atau tidak ada bedanya dengan konvensional, karena sudah ada yang memikirkannya dan ada Dewan syariah yang mengawasinya. Karena kalau kita berdebat terus, maka lembaga syariah yang ada tidak akan pernah maju.  Tentunya jika masih ada yang belum 100% sesuai syariah, para praktisi dan MUI akan menyempurnakannya
Wallahu alam bi showab

TANYA JAWAB

Q : Ustadz tanya tentang bank syariah... kalau kredit rumah atau KPR itu ada yang bilang masih riba... padahal sudah krjasama dengan bank syariah dengan akad beli sewa, jadi slama belym lunas kita masih membayar sewa nya... mengenai hal ini bagaimana ustad menghadapinya bolehkah kita tetap melakukanya atau lebih baik meninggalkanya, kalau sudah terlanjur bgaimana..?
A : Pertama KPR di bank Syarish halal. Karena sudah sesuai dengan kaidah ojk dan juga disana ada DPS yang mengawasi. Jadi jangan ragu insya allah halal

Q : Ustadz, afwan klo sudah terlanjur punya rumah,mobil yang kredit di bank konvesional tapi sudah lunas, cara mmbersihkan harta tersebut dari riba bagaimana? Syukron 
A Cara membersihkan barang hasil kredit perbanyak taubat dan istifar. Jangan mengulang perbanyak sedekah semoga menjadi pembuka ampunan.

Q : Afwan ustad tentang pemakaian creditcard brarti termasuk riba? Bagaimana kalau sudah terlanjur membeli bahan pangan dengan creditcard apakah harus dibuang? Tapi nanti mubazir .
A : : Kedua credit card konven haram. Terlanjur perbanyak tubat dengan istigfar bahan pangan bila mau disedekahkan boleh yang benar benar butuh.

Q : Utadz orangtua masoh pakai kreditcard dan tiap bulan karna jauh dari orangtua kita disuruh pake cc untuk belanja bulanan itu gimana cara menjelaskannya bahwa cc itu haram? Ada juga yang tau kalau tidak boleh tapi masih di pakai 
A : Cc konven haram sekarang sudah ada cc syariah. Lunasi dan tutup cc konven beralih ke syariah lebih berkah.

Q : Ustadz bagaimana jika sudah terlanjur pinjam uang ke bank konvensional dan jika mau di lunaskan pinjaman tsb sebelum waktu yang ditentukan oleh pihak bank akan terkena denda? seperti apa dosa dan hukuman orang yang memakan harta riba ustadz? mohon penjelasannya
A : Kredit di konven di tutup saja atau kalau ada bisa over ke syariah lebih baik. Saat ini sudah banyak fasilitas bisa terima over kredit dengan konven. Dalil haramnya riba jelas al baqarah 275. Hadits : Pemakai pelku riba sama dosanya dengan zina 36 x.

Q : Klo pinjam dana yang dikucurkan dari pemerintah bagaimana ustad, seperti KUR itu kredit usaha rakyat untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah, apa juga tidak boleh ?
A : Sistemnya harus di clear di awal tidak ada bunga. Maka banyak KUR yang penyalurannya lewat BPRS atau BMT boleh.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!