MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 9, 2016

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 9 Mei 2016
Narasumber : Ustadz Undang
Rekapan Grup Bunda M6 (Rini)
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin.


بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


الحمد لله، الحمد لله، الحمد لله الذي هدانا لهاذا وما كنا لنهتدي لولا ان هدانا الله.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ايه نعبد و ايه نستعين و اشهد ان محمد عبده و رسوله لا نبي بعدهاللهم صلى على محمد و على اله و اصحابه اجمعين،
ام بعد.
Segala puji bagi Allah Rabb pemilik langit dan bumi, yang menguasai segala sesuatu, yang senantiasa melimpahkan karuniaNya kepada seluruh makhlukNya.

Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kpd sosok manusia teladan yg tak lekang oleh zaman, yakni Nabiyullah Muhammad SAW. Beliaulah yang menghijrahkan manusia dr pekatnya kejahilan menuju masyarakat yg diliputi oleh cahaya keimanan.


MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Seorang muslim menyambutnya dengan bergembira, senang dan penuh suka cita serta bersyukur kepada Allah karena sudah akan berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan.
Semoga Allah memberi taufik dan menjadikan kita termasuk orang yang menghidupkan Ramadhan dengan berlomba-lomba dalam melakukan amalan shalih.
Berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan sungguh merupakan nikmat besar dari Allah.
OIeh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini.
Beliau menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan janji-janji indah berupa pahala yang melimpah bagi orang yang berpuasa dan menghidupkannya.
Disyariatkan bagi seorang muslim untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.”


Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling utama dalam setahun. 
Karena pada bulan tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan amalan puasa sebagai suatu kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam
yaitu rukun Islam yang keempat. Umat islam pada bulan tersebut disyariatkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.
Mengenai wajibnya puasa Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ البَيْتِ
“Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah.”
)HR. Bukhari-Muslim)

Nabi ‘alaihi mush shalaatu was salaam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Sejarah puasa ramadhan pertama kali dilakukan Rasulullah pada 2 hijriyah. Perintah puasa ini diturunkan, Qs. 2:183, setelah 15 th lamanya Rasulullah mendakwahkan Islam ini. 13 di Makah 2 th di Madinah. 15 th Rasul menyiapkan iman yang luar biasa. Karena itu qs. 2:183 dimulai dengan kalimat , tidak langsung  Ini mengandung pelajaran yang sangat mahal bagi kita, bahawa 15 th Rasulullah menyiapkan iman yang mendewasa bagi para sahabatnya, sehingga siap menerima syariat. dipanggil langsung nyaut (istijabah Al Fauriyah/ istijabah littanfidz; merespon dengan segera)

Dan hasilnya elok menakjubkan.

Bagaimana dengan kita???

Rasulullah hanya 9 kali bersua dgn puasa Ramadhan. Kita sudah berapa kali mengalaminya???

Tapi, kenapa hasil Ramadhannya tidak seperti para sahabat? Dari sisi usia mestinya lebih dong
Bahwa Puasa Ramadhan itu disyariatkan ketika pondasi kaum muslimin imannya sudah kuat.

Rabithah imaniyahnya sudak aqwa. Sehingga begitu beban berat, syariat ramadhan itu dikenakan, Rasululah dan para sabahat siap menjalankan. Namanya beban itu tidak ada yang mau. Berat.

Apa yang membuat orang selalu siap dibebani (ditaklifi, jalani syariat) karena cinta.
Beban berat bisa dinikmati karena cinta.
Bahkan Ramadhan pertama Rasulullah bersama sahabat ditempa dengan perang besar, yakni perang badar. Sungguh luar biasa beban beratnya. Momentum berat dan semakin berat. Sedang puasa ramadhan pertama, tidak siap perang, jumlahnya sedikit. Mungkin kalau tidak siap jika zaman sekarang mungkin bunuh diri.

Tapi karena kaum muslimin telah disiapkan imannya oleh Rasulullah, maka mereka pasrah sepasrah-pasrahnya kepada Allah.

Lalu keajaiban datang Allah menurunkan balatentara malaikan dari langit. Badar pun dimenangkan oleh kaum Muslimin binashrillah.


Ibnu jauziah mengilustrasikan Ramadhan dengan begitu eloknya.
Beliau menggambarkan keadaan orang yang berpuasa dengan baik, bahwa  ucapan dan perbuatannya harum seperti harumnya minyak wangi misk! Beliau bertutur, Maka ucapan dan perbutannya tersebut seperti bau harum yang dicium oleh orang yang duduk menemani pembawa minyak wangi misk! Demikianlah orang yang menemani orang yang sedang berpuasa (dengan sebenar-benar puasa), niscaya akan mengambil manfaat dari pertemanannya tersebut, ia akan merasa aman dari ucapan batil, dusta, dan kefajiran.
Inilah sesungguhnya puasa yang disyariatkan, ia tidak sekedar menahan dari makan dan minum! (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal. 54).


Ibnu Qudamah rahimahullah dalam ringkasan kitab Ibnul Jauzi ra yang dinamakan Mukhtashar Minhajil Qashidin, beliau menjelaskan tentang tingkatan puasa, Dan puasa memiliki tiga tingkatan:
1. Puasa Orang Umum.
Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, Adapun puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari menuruti selera syahwat (baca: menahan diri dari melakukan berbagai pembatal puasa, seperti makan,minum dan bersetubuh).
2. Puasa Orang Khusus
Ibnu Qudamah rahimahullah melanjutkan penjelasannya, Dan puasa khusus adalah menahan pandangan, lisan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa.
3. Puasa Super Khusus
Dan adapun puasa super khusus adalah puasanya hati dari selera yang rendah dan pikiran yang menjauhkan hatinya dari Allah Subhanahu wa Taala serta menahan hati dari berpaling kepada selain Allah Subhanahu wa Taala secara totalitas!
Di tingkat manakah kita berada???


Kesungguhan dalam kesiapan dan persiapan akan mempengaruhi kita dalam menjalani puasa Ramadhan. Kesiapan menyangkut kesungguhan jiwa dan mental kita, dalam menghadapi dan menjalani puasa Ramadhan. Dan persiapan menyangkut kesungguhan kita dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kita bisa bersungguh-sungguh menjalani puasa Ramadhan. Dan dengan demikian insya Allah akan meraih puncak ketaqwaan.


Demikian Paparan dari ana
Yang benar datang nya dari اللّه
Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama


Wallahu a'lam bishawab.


Ilmu itu apabila.tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah


جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

Barang siapa yang menginginkan dunia maka hal itu dapat dicapai dengan ilmu, barang siapa yg menginginkan akhirat hal itu bsa didapat dengan ilmu, maka yg mnginginkan keduanya dapat didapat dengan ilmu


من اراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعليه بالعلم


العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر


TANYA JAWAB

Q : Kebanyakan umat sekarang sepertinya hanya puasa orang umumnya untuk sekedar menaham pandangan dan lisan susahnya susah sekali pak utsdz. Adakah tips nya ustd agar bisa berpuasa lbh baik? Dalam artian berpuasanya tidak hanya menahan lapar dan haus
A : رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)
Semoga Allah memberi taufik pada kita agar puasa kita bukan hanya menahan lapar dan haus saja Aamiin.
1. Jangan Berkata Dusta
Dusta perkataan yang membuat puasa seorang muslim bisa sia-sia, hanya merasakan lapar dan dahaga saja.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
 “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

2. Tinggalkan Berkata lagwu (sia-sia) dan rofats (kata-kata porno)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa””.  (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

3. Tinggalkan Berbagai Macam Maksiat
Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus : 
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”
Itulah sejelek-jelek puasa yaitu hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus dilakukan. Hendaknya seseorang menahan anggota badan lainnya dari berbuat maksiat.
Kesimpulannya : Seseorang yang masih gemar melakukan maksiat di bulan Ramadhan seperti berkata dusta, menfitnah, dan bentuk maksiat lainnya yang bukan pembatal puasa, maka puasanya tetap sah, namun dia tidak mendapatkan ganjaran yang sempurna di sisi Allah. –Semoga kita dijauhkan dari melakukan hal-hal semacam ini-
Ingatlah Suadaraku Ada Pahala yang Tak Terhingga Di Balik Puasa Kalian
Saudaraku, janganlah kita sia-siakan puasa kita dengan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Marilah kita menjauhi berbagai hal yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala puasa kita. Sungguh sangat merugi orang yang melewatkan ganjaran yang begitu melimpah dari puasa yang dia lakukan.
Wallahu a'lam

Q : Ustad mau tanya klo bulan puasa menyusui gimana hukumnya mengqodho saja atau dengan fidyah ?
A : Ada perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini
Fatwa ini menjelaskan bahwa asalnya kewajiban wanita hamil dan menyusui ketika mereka tidak berpuasa adalah mengqodho’ puasa di hari lainnya (di saat mereka kuat untuk berpuasa). Namun jika keadaan mereka tidak mampu lagi menunaikan qodho’ puasa, maka diganti fidyah sebagaimana halnya orang yang sudah di usia senja dan tidak mampu lagi berpuasa.
Sekarang kita tinggal bertanya pada diri apakah kita sudah separah itu ketika menyusui ? Sekarang udah banyak tips aman menyusui sambil berpuasa dan jangan lupa rizki itu Alloh yang atur yakinlah Asi akan cukup untuk anak yang di susui walaupun di bawa berpuasa.
Intinya,, kurang tepatnya sebagian orang yang mengeluarkan fidyah langsung padahal ia masih mampu mengqodho’ di hari lainnya.
Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!