Home » , , » POLA ASUH IBU KEPADA ANAKNYA

POLA ASUH IBU KEPADA ANAKNYA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, May 10, 2016

InsyaAllah pada siang hari ini kita akan berbicara sedikit tentang bagaimana pola asuh ibu kepada anaknya agar anak-anaknya terjaga dari hal-hal yang membahayakan dirinya. Setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya menjadi insan yang terbaik, yang tersukses, yang termanis dan yang termulia. Untuk mewujudkan itu semua tentu masing-masing punya kiat dan acuan. Sehingga setiap langkah kita dari waktu ke waktu semakin terarah. Beherapa point yang perlu kita fahami dalam memilih pola asuh yang tepat kepada anak antara lain adalah :

1. Perlunya kita menentukan Niat terlebih dahulu.
Penentuan niat ini sangat menentukan langkah kita selanjutnya. Ketika kita memiliki niat yang tepat maka darinya langkah yang akan kita tentunya akan terbimbing dari niat tersebut. Artinya bahwa: Ketika niat ini benar, dan berada dijalan Allah subhanahu wata'ala maka langkah-langkah kita juga tak lepas dari bimbingan Allah. Sedangkan ketika niat ini tidak sesuai dengan kaidah penghambaan diri kepada Allah. Maka yang berlaku adalah sunnatullah. Allah belum tentu ridho dan membimbingnya.

2. Dari niat kemudian kita juga perlu menetapkan metode.
Dalam hal ini banyak sekali metode atau cara yang bisa ditiru oleh seorang ibu dalam mendidik anaknya. Secara garis besar metode ini bisa kita kelompokkan menjadi 2 macam:
  • Metode atau cara mendidik anak secara Islami.
  • Metode atau cara mendidik anak secara jahiliyah.
Penjelasan pertama :
Sistem pendidikan secara islami ini adalah orangtua dalam hal mendidik anaknya semuanya harus bisa konsisten sejalan dengan arahan syariat Islam. Dari Niat sudah harus dimulai dengan bersandarkan pada keinginan utama adalah ingin mendapat ridho Allah subhanahu wata'ala. Untuk bisa mengkristal niat yang seperti ini tentu harus dimulai dari kepemilikan dasar iman yang kuat dari jiwa orang tua. Tanpa keimanan dirinya mustahil seseorang dalam mendidik anak ingat bahwa apa yang dilakukan dalam proses mendidik anaknya adalah perintah Allah. Sehingga ia melakukannya sebagai ibadah yang akan mendapat ridho atau tidak dari Allah dari hasil upayanya.

Seorang yang berilmu dan beriman harusnya sadar bahwa anak adalah titipan dari Allah. Anak adalah amanah, suatu saat kelak kita akan diminta pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan. Ketika seseorang sadar akan hal ini, maka sangat besar kemungkinannya dia akan berhati-hati dalam menentukan pola didik yang diterapkan kepada anaknya. Berbagai pertimbangan akan ia persiapkan dengan penuh perhitungan cermat dan mengedepakan apa saja yang disyariatkan didalam Islam.

Penjelasan Kedua :
Yakni sistem pola didik jahiliyah adalah pola didik yang berkiblat pada sistem diluar Islam.
Seperti mengikuti pola didik feodal , pola didik modern yang bernuansa kebarat-baratan atau juga pola didik yang tidak jelas arahnya tetapi yang jelas tidak juga berkaca dari apa-apa yang dituntunkan dalam Islam. Sampai disini kita dapat memgerucutkan pokok bahasan kita siang ini, bahwa perlunya kita memiliki kesadaran bahwa menetapkan pola didik terhadap anak kita adalah sesuatu yang sangat vita dalam kehidupan ini. Karena bagaimana output dari anak-anak kita kelak tidak luput dari pola didik yang kita terapkan dari sejak kecilnya.

Beberapa point penting terkait pola didik terhadap anak :

1. Orangtua harus memiliki orientasi yang jelas dalam mendidik anak.
Sebagai seorang muslim tentu pola didik Islami harus menjadi pilihan mutlak mereka dalam memdidik anak. Pemilihan pola didik yang yang salah (jahiliyah/diluar Islami) akan mengandung resiko yang sangat berat bagi dirinya baik ketika masih di dunia maupun apalagi ketika kelak di akhirat. Gambaran resiko di dunia ketika pola didik kita salah adalah terlahirnya seorang anak dewasa yang tidak taat kepada Allah dan juga tidak pandai berbakti kepada orangtua. Hal ini adalah sebuah resiko yang sangat besar, mengingat anak adalah bisa menjadi sumber kebahagiaan orang tuanga ketika mereka menjadi anak yang sholih dan berbakti kepadanya. Sedangkan gambaran resiko salah penerapan pola didik (tidak islami) kepada anak jelas akan mendapat tuntutan yang sangat berat dari Allah subhanahu wata'ala kelak di akhirat. Oleh karena itu handaknya setiap orang tua benar-benar memperbaiki sistem pola didik terhadap anaknya agar sesuai dengan bimbingan Agama, sehingga tercetak anak2 yang tumbuh dewasa sebagai hamba yang taqwa dan pandai membahagiakan kedua orangtuanya. Hal ini adalah sumber kebanggaan yang seharusnya menjadi cita-cita utama bagi semua orang tua Muslim. Tidak hanya berambisi mempersiapkan jalam kesuksesan anak dari sisi duniawinya. Tetapi justru fondasi akhiratnya harus dibangun secara serius agar anak juga dalam kehidupannya bisa memandang dunia ini dalam kacamata yang tepat. Tidak menjadi budak dunia, tetapi Zuhud kepada Dunia dan memiliki orientasi hidup Akhirat yang mantap. Ketika anak tumbuh dewasa dalam kondisi seperti ini (memiliki orientasi hidup akhirat yang baik) maka orangtua bisa merasakan betapa keberkahan perjuangannya tidak hanya sejak di dunia ini, tetapi hingga ia wafatpum pahala jariyah atas kesholihan anaknya akan terus mengalir kepadanya.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
Semoga kita semua bisa menjadi orangtua yang berhasil mencetak anak2 yang sukses dalam ukuran ukhrowi, dengan izin Allah.

TANYA JAWAB

1. Saya punya anak 4 tetapi karakternya berbeda ada yang penutup, ada juga yang serba terbuka, apa-apa diceritain yang ingin saya tanyakan:  Adakah TIPS & TRIK  supaya yang cenderung penutup bisa menjadi terbuka sehingga kita dapat  mengontrol kehidupannya diluar rumah, siapa saja temannya, apa yang dirasakannya, apa yang diinginkannya dll. Sehingga dia tidak salah dalam bergaul.... trimakasih.
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Memang untuk anak yang sifatnya introvert (tertutup) lebih sulit kita deteksi kemauannya dan kepribadiannya, akan tetapi sebagai orang tua terutama seorang ibu harus pandai-pandai mencari akal untuk mendekatinya dan membuat ia lebih terbuka. Karena khususnya untuk pertumbuhan anak usia remaja, keterbukaan mereka insyaAllah akan sangat membantu orang tia dalam memantaunya. Coba saja buat jadwal yang agak sering untuk bisa pergi berduaan dengan anak tersebut karena biasanya diluar rumah dalam suasana kebersamaan berjalan dan melakukan aktivitaa diluar rumah bersama akan menimbulkan kedekatan antara anak dan ibu. Dalam suasana seperti itu manfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kedekatan dengannya. Dan banyak mendengarkan ketika dia sudah mulai mau berbicara, atau rajin pancing dia ketika sulit bicara. Memancingnya tentu nisa dari hal yang sepele dan atau apa saja yang kira2 dia suka membicarakannya.   وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

2. Assalaamu'alaykum ustadzah selain pondasi iman yang kuat dan pola didik islami untuk anak-anak kami, mohon nasehat nya ustadzah bagaimana cara mengikis pengaruh negatif (jahiliyah) dr lingkungan tmn pergailan dan tetangga sekitar. Jujur meski anak saya tidak pernah saya ijinkan pergi ke acara ultah tapi di TK nya temannya kadang suka cerita soal ultah..dilema ustadzah
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Pertanyaan yang bagus dan insyaAllah akan sangat bermanfaat. Bunda penanya yang semoga dirahmati Allah. Seorang manusia itu diciptakan Allah Ta'ala dalam keadaan memiliki kebutuhan dengan sesamanya. Inilah yang dinamakan sebagai fitrahnya sebagai makhluk sosial. Tidak terkecuali anak-anak kita. Mereka punya kebutuhan untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Punya teman sebaya dan mengekspresikan kebutuhan sosialnya, walaupun hanya sekedar dalam bentuk aktivitas bermain. Oleh karena itu tentu kurang bijaksana jika kita melarang anak-anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya (teman sebaya) tanpa alasan yang tepat. Sebaiknya sebagai orang tua kita harus terus menerus berusaha menanamkan fondasi iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta ketaatan terhadap syariat (aturan) Agama-Nya. Hal ini harus dilakukan dari sejak usia dini, sehingga ketika dewasanya norma-norma Agama ini telah terpatri di dalam pikirannya dan menjadi penyebab terbentuknya pribadi yang memiliki rasa muroqobah (merasa diawasi Allah) serta jiwa yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap setiap amal yang dilakukannya. Kondisi seperti inilah yang dikatakan telah terbentuknya sistem imun di dalam dirinya. Ketika dia dewasa akan memiliki filter yang bisa menyaring setiap kondisi lingkungan yang hadir dihadapannya. Yang baik akan diikutinya dan yang buruk akan ditinggalkannya. Dengan demikian kita tak perlu over protective kepada anak kita, karena dengan menjadikan anak kita imun (kebal dan memiliki sistem filter) adalah lebih penting daripada sekedar rasa takut dan khawatir yang berlebihan yang justru akan mengekang perkembangan potensi anak. Dengan sistem imun yang memadai maka dalam situasi apapun dia pandai menempatkan dirinya tetap berada pada posisi yang aman, yakni terjaga iman dan akhlaqnya. Inilah PR terbesar orang tua. Karena dunia ini penuh warna, tidak selamanya seseorang itu berada dalam situasi aman dan baik. Ada kalanya dia akan berada pada situasi sulit dan rumit. Inilah ujian-ujian yang kelak juga akan dihadapi oleh anak-anak kita.

Setidaknya ada 3 point yang penting yang harus diingat oleh setiap pendidik (orang tua) :
  • Bangunlah pola didik yang tepat dengan berbasis kesadaran dan rasa cinta terhadap Agamanya serta jiwa tanggung jawab atas segala amal perilakunya.
  • Memberi pendidikan keterampilan untuk bersosialisasi dengan masyarakat adalah bagian dari hak anak-anak kita. Karena akan menjadi bekal kala dia dewasa nanti.
  • Ciptakan icon pada diri mereka bagaimana bisa menjadi manusia terbaik yang bisa memberi banyak manfaat bagi lingkungan disekitarnya. Menghasilkan anak didik yang memiliki kualitas unggul memang perlu perjuangan berat bunda.
Kita sebagai Orang tua harus banyak berkaca. Berkaca kepada para pendidik yang telah terbukti sukses mencetak anak-anak super, seperti banyak meneladani bagaimana Ibunda para Ulama mengantarkan anak-anak mereka. Mereka adalah para wanita yang memiliki keutamaan yang besar yang layak dijadikan cermin dalam mendidik anak-anak kita. 
وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ

3. Teknologi gadget sedang trend saat ini. Harapannya anak tidak ikut terbawa arus negatif, bagaimana sikap orang tua dalam membentengi anaknya?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Tentu banyak yang bisa dilakukan orangtua untuk membentengi anak dari efek negatif atau pengaruh gadget yang cenderung merusak mental dan spiritual anak. Diantaranya orangtua sebaiknya melakukan hal-hal berikut :
  • Membuat jadwal pendidikan ilmu Agama. Secara sungguh-sungguj memberi bimbingan terhadap ruhani anak. Menyuguhkan ilmu ini bisa melalui sarana DVD yang bernafaskan edukasi islam insyaAllah akan sangat efektif karena bisa kita tayangkan berulang-ulang muatan nya harus yang mendidik dan benar-benar shohih bukan fiksi.
  • Memberi alternatif aktivitas untuk mengisi kebutuhan perkembangan emosional dan jasmaninya.
  • Mengontrol dengan ketat pergaulannya dan melakukan pembimbingan dan pengarahan secara intensif.
  • Siap menjadi teman dalam banyak hal sehingga anak merasa menemukan kebahagiaan didalam keluarganya.
  • Perbanyaklah berdoa memohon kepada Allah agar melindungi anak2 kita dari segala pengaruh buruk. Juga memberinya hidayah Al Qur'an serta menjaganua dari ahlaq yang buruk. وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
4.  Aslmualikum ustdzah bagaimana dengan anak yang berbeda ustadzah misal kakak beradik ortunya mendidiknya sudah benar berdasarkan syariat islam cuma setelah dewasa adiknya yang menjadi anak soleh dan kakaknya malah menjadi brutal mohon pnjelasanya ustdzah salahnya dimana?
Jawab :
Pertama :  Hal itu adalah sebagai ujian orangtuanya. Orang tuanya sebaiknya melakukan introspeksi diri. Perbanyak istighfar karena bisa jadi ujian tersebut adalah akibat dari suatu dosa orangtua. Karena setiap musibah yang menimpa manusia adalah dari kesalahan manusia itu sendiri. Dan ketika ia memohon ampunan kepada Allah, maka Allah akan segera memperbaiki keadaan tersebut.

Kedua : Coba teliti kembali bagaimana pola atau bentuk pergaulannya diluar rumah. Pergaulan diluar rumah pada masa sekarang ini bagi perkembangan anak dari banyak sisi sangat cepat respondnya. Dan karena arus budaya luar yang bebas berkembang sangat pesat di negri ini memyebabkan pola pergaulan remaja saat ini sangat rentan dengan penurunan nilai-nilai moral dan Agama. Ketika fondasi Agama memang sudah diberikan tetapi belum cukup memadahi ya resikonya anak masih rentan dengan pengaruh teman dan gaya hidup yang sangat jauh dari nilai moral agama. Sehingga ahlaq dan kepribadian islaminya luntur dan berubah sedemikian rupa sebagaimana trend yang sengaja diciptakan oleh musuh-musuh islam agar pemuda islam semakin kehilangan kepribadian yang Agamis dan penuh harga diri.   وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

5. Bagaimana cara agar kita lebih bersabar dalam mendidik anak usia ABG, karena di usia ini anak saya sering mendebat jika di nasehati dan kadang saya sering emosi. Bagaimana juga memberi arahan  terhadap anak remaja menginjak dewasa agar mereka tidak salah gaul 
Jawab :
Coba lembutkan dengan doa yang terus menerus. Lembutkan dengan memberi mereka baik makanan maupun segala keperluan hidupnya dari sumber penghasilan yang halal. Juga lembutkan mereka dengan menciptakan suasana kehidupan didalam rumah yang agamis. Jauhkan dari tontonan tv dan segala games yang tidak produktif. Ajak anak-anak kembali kepada Qur'an. Dan juga jangan lupa beri penyadaran terus dengan bijak dan beri contoh teladan yang baik dari kedua orangtuanya.

6. Bagaimana mendidik anak di dalam keluarga yang kurang kompak antara ayah dan ibunya. Misalnya ibu ingin membiasakan tiap hari ngaji, tapi pada saat halangan atau ibunya ada keperluan mendesak si ayah tidak mau menggantikan peran sbg guru ngaji?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Untuk mendidik anak, antara ayah dan ibu harus kompak. Tanpa ada kekompakan dan konsistensi agak sulit membentuk kepribadian anak yang kokoh yang berpendirian islam. Didikan ini harus ditanamkan dari sejak kecilnya. Sebaiknya orangtua membicarakan hal ini dengan serius. Bertekad memperbaiki keadaan dan menyusun planning yang tepat dan kesepakatan yang baik.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

7. Ustadzah, saya dan suami sudah menyekolahkan anak keTKIT yang semi fullday kami sangat percaya dengan sistem pendidikan di sekolah tersebut terbukti dari akhlak anak kami yang berkembang dengan baik, kadang kami jadi kurang memantau perkembangannya.. gimana menurut ustadzah?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Setiap amanah kelak pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Sebagai orangtua ... Sebaiknya tetap terlibat detail dan intensif dari hari ke hari meneliti apa yang diperoleh anaknya hari ini, apa yang perlu diperbaiki dari mereka dan apa yang perlu dipertahankan. Sekolahnya hanya sifat membantu saja. Pendidik utamanya tetap terletak di orangtuanya. Jangan sampai keteledoran kita sebagai orang tua jingga diberi peringatan oleh Allah, ini yang harus kita jaga. Bersyukurlah diberi anak yang berahlaq mulia. Tetap jaga fitrahnya, tanamkan aqidahnya, dan pantau ahlaqnya. Serta lindungi pergaulannya. Ajarkan mereka taat beribadah dan dampingi mereka agar melaksanakan ketaatan kepada Allah dan RasulNya hingga mereka tumbuh dewasa. InsyaAllah anak yang seperti inilah yang akan terus mengirim pahala jariyah ketika kita meninggal dunia.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

8. Ustad mau bertanya, jadi apapun terbentuknya anak tetep tanggung jawab ortunya ya? Meskipun si ortu sudah berusaha keras untuk menjadikan anak sholeh dan sholekah?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. Betul Bunda... Orang tua sampai kapanpun tidak boleh lepas dari mengajak anaknya untuk taqwa atas dasar firman Allah yang memerintahkan kita agar melindungi diri kita dan keluarga kita dari siksa api neraka.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

9. Ada kalanya seorang anak sudah di didik secara islami oleh orangtuanya. Tapi semakin dewasa, anak tersebut menjadi berbeda. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan. Kenapa didikan waktu kecil seakan hilang begitu saja? Bagaimana  mengatasi anak seperti itu?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Bisa jadi pengaruhnya adalah dari luar rumah. Ketika didikan dirumah sudah baik. Orangtua Jangan begitu saja melepas anak-anak ketika berada diluar rumanya. Perhatikan benar dengan siapa mereka bergaul dan bagaimana bentuk pergaulannya. Pendidikan dan pengarahan Agama jangan kendor. Terus menerus harus diberikan sampai terbukti kesholihannya hingga ia dewasa.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

10. Ustadzah, maaf saya mau tanya putra saya sekarang kelas 1 sd, anaknya rajin sholat di masjid sholat & ngajinya semangat tapi kalo disuruh belajar susahnya minta ampun & kalo dapat nilai jelek setiap saya bilangi jawabannya yang penting masuk surga gitu....bagaimana cara mengatasi putra saya yang seperti ini, apa yang harus saya katakan/lakukan untuk mengarahkannya? Terima kasih sebelumnya.
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Saya kira tidak apa. Anak kecil kan pikiran dan akalnya belum sempurna. Sudah bagus ketika dia memiliki orientasi akhirat dari sejak kecilnya.  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Alhamdulillah kholas ya

Doa Penutup Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

SUBHAANAKALLAAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AL-LAA ILAAHAILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WA-ATUUBU ILAIKA

Artinya :“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, akumemohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 10  Mei 2016
Narasumber : Ustadzah Endria Sari Hastuti
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!