Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Ridho Terhadap Ketetapan Allah Swt

Ridho Terhadap Ketetapan Allah

Oleh : Ustadz Undang

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


الحمد لله، الحمد لله، الحمد لله الذي هدانا لهاذا وما كنا لنهتدي لولا ان هدانا الله.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ايه نعبد و ايه نستعين و اشهد ان محمد عبده و رسوله لا نبي بعده. اللهم صلى على محمد و على اله و اصحابه اجمعين،

ام بعد.


Segala puji bagi Allah Rabb pemilik langit dan bumi, yang menguasai segala sesuatu, yang senantiasa melimpahkan karuniaNya kepada seluruh makhlukNya

Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kpd sosok manusia teladan yg tak lekang oleh zaman, yakni Nabiyullah Muhammad SAW. Beliaulah yang menghijrahkan manusia dr pekatnya kejahilan menuju masyarakat yg diliputi oleh cahaya keimanan.


الْحَمْدُ لِلّٰهِ

Pada kesempatan ini Ana akan coba paparkan :

~ Ridho terhadap  ketetapan  Allah ~

Materi ini untuk kita semua dan juga untuk diri pribadi ana  khususan untuk saudara kita tercinta yang jauh di sana yang sebagai makhluk allah yang senantiasa tak lepas dari yang namanya ujian kesabaran .

Apa pun yang terjadi di dunia dan yang menimpa diri manusia pasti telah digariskan oleh Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahabijaksana. Semua telah tercatat secara rapi dalam sebuah Kitab pada zaman azali.

Kematian, kelahiran, rizki, nasib, jodoh, bahagia, dan celaka telah ditetapkan sesuai ketentuan-ketentuan ilahiah yang tidak pernah diketahui oleh manusia.

Dengan tidak adanya pengetahuan manusia tentang ketetapan dan ketentuan Allah ini, maka ia memiliki peluang atau kesempatan untuk berlomba-lomba menjadi hamba yang saleh-muslih, berusaha keras untuk mencapai yang dicita-citakan tanpa berpangku tangan menunggu takdir, dan berupaya memperbaiki citra diri.

Dengan bekal keyakinan terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT, seorang mukmin tidak pernah mengenal kata frustrasi dalam kehidupannya, dan tidak berbangga diri dengan apa-apa yang telah diberikan Allah SWT. Ia akan berubah menjadi batu karang yang tegar menghadapi segala gelombang kehidupan dan senantiasa sabar dalam menyongsong badai ujian yang silih berganti. Ia juga selalu bersyukur apabila kenikmatan demi kenikmatan berada dalam genggamannya.

Kita simak bersama ayat allah berikut:


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ


"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS Al-Hadid 57:22)

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri," (QS Al-Hadid 57:23)

Dalam kehidupan kita sehari hari begitu banyak persoalan yang bertebaran yang mampir kekita, dan sebagian persoalan2 itu seringkali bertolak belakang dengan keadaan kita.

lalu, ada sebagian diantar kita yang menyingkapinya dengan bijaksaan , namun sebagian lain ada pula yang menyingkapinya dengan arogan, kasar dan tempramental. maka yang ada mengeluh dan mengeluh.

Boleh jadi, kita ada dalam golongan yang kedua ini, karena kita semua sadar bahwa kita adalah manusia, yang memang hidup berbekal beberapa perangkat lunak sesuai jati diri kita sebagai makhluk yang tidak sempurna.

Seperti :
Nafsu
akal
ego diri
hati
dan yang lainnya.

Yang kesemuanya itu menciptakan harmoni perbedaan diantar kita, dan merupakan bukti maha karya kekuasaan allah yang maha sempurna .

Wallahu a'lam bishawab.

📝📝📝

Demikian Paparan dari ana


Yang benar datang nya dari اللّه

Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama.

من اراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعليه بالعلم

Barang siapa yang menginginkan dunia maka hal itu dapat dicapai dengan ilmu, barang siapa yg menginginkan akhirat hal itu bsa didapat dengan ilmu, maka yg mnginginkan keduanya dapat didapat dengan ilmu.

العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.
جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته



TANYA JAWAB :

Tanya :
Apakah sama, keluarga kita di dunia dg keluarga di akhirat? Begitupun jodoh di dunia dg di akhirat ? Sejauh mana peran manusia tentang itu terkait dg takdir Allah ?


Jawab :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(QS. At-Thuur: 21)

Jelaslah bahwa bila seseorang beriman kepada Allah dan punya keturunan yang juga beriman sebagaimana keimanan orang tua mereka, maka Allah SWT akan mempertemukan mereka dengan orang-orang tua mereka di dalam surga. Mereka akan berkumpul lagi untuk reuni sebagaimana dahulu mereka di dunia sama-sama menjadi keluarga yang beriman kepada Allah SWT.

Alangkah indahnya apabila nanti di surga kita bisa berkumpul kembali bersama istri suami, keluarga, lantaran sejak masih di dunia semuanya adalah orang-orang beriman.

Tapi perlu dicatat, bahwa mereka semua itu hanya bisa terjadi manakala mereka semua memang layak menjadi penghuni surga. Sedangkan bila tidak masuk surga, tentu saja tidak bisa bertemu. Sebab kalau tidak masuk surga, berarti masuk neraka. Sedangkan penghuni surga dan penghuni neraka tidak akan bertemu lagi.

sangat mungkin bagi Allah SWT untuk menghilangkan ingatan para penghuni surga dari keluarga mereka yang tidak masuk ke surga. Jadi tidak perlu lagi bersedih, karena memori di otak mereka terhapus. Sehingga tidak ada perasaan rindu atau apapun kepada keluarganya yang ada di neraka.

Jangankan di surga, geger huru hara hari kiamat saja sudah bisa membuat seseorang lupa pada ayah ibunya dan juga kepada isteri dan anak-anaknya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. Abasa: 34-36)

Wallahu a'lam bish-showab.


PENUTUP :

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin.

======================

REKAPAN KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH (HA) M5.

Hari/Tgl: Senin, 2 Mei 2016
Narasumber: Ustadz Undang
Tema: Ridho Terhadap Ketetapan Allah Swt.
Group: M5
Notulen: Fasikha M