Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MACAM-MACAM TILAWAH BESERTA DENGAN ADAB ADABNYA

Selasa, 7 Juni 2016
Narasumber : Ustadz Dody
Kajian Link Ramadhan Pekan-2 Grup Bunda
Tema : Fiqh Tilawah
editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakaninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin


MACAM-MACAM TILAWAH BESERTA DENGAN ADAB ADABNYA

1. Tilawatu Lafdhihi ( تلاوة لفظه ) yakni membaca Al-Quran dari segi lafadz-lafadznya.
Tahapan ini yang mesti dilalui bagi pemula (orang yang baru mengenal islam) atau pun anak-anak, yaitu mengenal atau mengetahui makharijul huruf (tempat-tempat keluarnya huruf melalui lisan) dan sifat-sifat huruf Al-Quran serta mempelajari hukum-hukum tajwid yang semuanya guna memperbaiki tilawah itu sendiri.
Sebagaimana arti tajwid itu sendiri. Tajwid secara bahasa, maknanya :  “Menata sesuatu dengan baik” atau  “Membaguskan”.  Secara Istilah : “Yaitu membenarkan bacaan dalam tilawah Al-Quran Al-Karim”.

2. Tilawatu Hukmihi  yakni membaca Al-Quran dari segi hukum-hukumnya .
Tahapan ini yaitu menelaah kandungan Al-Quran itu sendiri dengan mempercayai kabar-kabarnya, mengikuti hukum-hukum yang telah  اللّهُ  tetapkan, dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi seluruh larangan yang telah disebutkan di dalamnya, dan inilah tujuan utama diturunkanya Al-Quran.

Firman  اللّهُ  Azza wa Jalla.

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. [Shad: 29]

Sesungguhnya tilawah al-Quran adalah lebih afdhal (utama) daripada dzikir, dan dzikir lebih afdhal daripada doa, hal ini dinyatakan oleh Al-Imam An-Nawawi di dalam kitabnya “Al-Adzkar” halaman: 101, beliau menyebutkan: “Seseungguhnya tilawah al-Qur’an itu lebih afdhal daripada dzikir-dzikir, dan di dalam qira’ah (tilawah) mempunyai adab-adab dan tujuan-tujuan.”

Oleh sebab itu, hendaknya kita (semua) sebagai thalibul ilmi, memperhatikan adab-adab dan menetapkan tujuan ketika hendak membaca Al-Qur’an.  Karena memang sesungguhnya al-Quran ini (adalah) yang kita baca, kita dengar, kita hafalkan dan kita tulis adalah kalam Rabb kita, Rabb semesta alam yang Maha Awal dan Maha Akhir.

Al-Quran ini merupakan tali  اللّهُ  yang sangat kuat, dan jalan-Nya yang lurus, serta merupakan dzikir yang penuh berkah dan cahaya yang terang.  Inilah di antara sifat-sifat agung al-Quran, maka wajiblah kita mengagungkan dan memuliakannya. Apabila seorang hamba hendak membacanya maka janganlah dia meremehkannya dan janganlah sambil bermain-main.

ADAPUN ADAB-ADAB TILAWAH ADALAH :
1. Mengikhlaskan niat untuk  اللّهُ  semata. Karena tilawah al-Quran termasuk ibadah, sebagaimana telah disebutkan pada keutamaan tilawah.
Rasulullah   bersabda.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
Sesungguhnya seluruh amalan itu tergantung pada niatnya. [HR. Bukhari-Muslim]

2. Menghadirkan hati (konsentrasi) ketika membaca, khusyu’, tenang dan sopan, berusaha terpengaruh (terkesan) dengan yang sedang dibaca, dengan memahami (menghayati) atau memikirkan (tafakkur-tadabbur) sebagaimana tujuan utama dalam tilawah.

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ
Apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an?! [An-Nisa’:82, Muhammad:24]

Sopan, sebagai upaya memuliakan Kalam  اللّهُ  Azza wa Jalla. Khusyu’ atau memusatkan hati dan pikiran (konsentrasi) sebagai upaya mengambil hikmah yang terkandung pada ayat yang kita baca; menampakkan kesedihan dan menangis, (ketika membaca ayat-ayat yang menceritakan adzab (siksa) neraka. Dan apabila tidak bisa maka berusahalah untuk bisa menangis.

Rasulullah   bersabda:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا
Sesungguhnya al-Quran ini turun dengan kesedihan, maka jika kamu membacanya hendaklah kamu menangis, jika kamu tidak (bisa) menagis, maka berusahalah untuk menangis. [HR. Ibnu Majah]

Allah berfirman:

وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. [Al-Israa : 109]

3. Tilawah al-Quran, hendaknya di tempat yang suci (haram atau dilarang di WC) atau tempat-tempat yang tidak pantas untuk tilawah al-Qur’an yang suci.  Terutama di masjid sebagai upaya memakmurkan masjid

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ
Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid  اللّهُ  ialah orang-orang yang beriman kepada  اللّهُ  dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) sela in kepada  اللّهُ.  [At-Taubah : 18]

Selain di tempat yang suci, kitapun sebaiknya dalam keadaan suci (tidak dalam keadaan hadast besar dan hadats kecil) untuk memuliakan kalam  اللّهُ  Ta’ala.

4. Membaca doa Istiazhah (berlindungan kepada Allah Ta’ala dari godaan setan) ketika hendak membaca al-Qur’an.
Allah berfirman

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Apabila kamu membaca al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. [An-Nahl :98]

Membaca basmalah apabila membaca al-Quran dari awal surat, kecuali surat at-Taubah, yakni membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya lihat diatas

5. Menghadap kiblat hal ini juga sebagai upaya menghidupkan sunnah dalam bermajlis.

خَيرُْ المجالس ما استقبل القبلة (رواه الطبرانى فى الأوسط من حديث ابن عمر
Sebaik-baik Majlis adalah yang menghadap kearah qiblat. [HR. Thabrani dalan Al-Ausath hadits dari Ibnu Umar].

6. Membaguskan suara dengan tidak ghuluw (melewati batas), riya (agar dilihat orang) , sum'ah (agar didengar orang) atau ujub (mengagumi diri sendiri).

زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ ..رواه أحمد وابن ماجة والنسائى والحاكم وصححه
Perindahlah (bacaan) Al-Quran dengan suara kalian. (HR. Ahmad, Ibnu Majah Nasa`i dan Hakim menshahihkannya].

Tetapi jangan sampai seseorang mengeraskan bacaannya di dalam mushalla (masjid) sementara orang lain dalam keadaan shalat, sedangkan hal yang demikian itu telang dilarang.

خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّيَ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يُنَاجِيهِ بِهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ
Bahwa Nabi   pernah keluar pada suatu kaum, sedang mereka sementara dalam keadaan shalat dan mengeraskan bacaannya, maka Nabi   bersabda: “Setiap kalian bermunajat (berbisik-bisik) kepada Rabbnya, maka janganlah kalian mengeraskan bacaan (Al-Qur`an) kalian atas sebagian yang lain. [HR. Imam Malik dalam kitabnya “Al-Muwatha`”[1/80]), Ibnu Abdil Barr berkata: “Ini adalah hadits shahih] [10]. [Lihat: Majaalis Syahrur Ramadhan; Syaikh Al-Utsaimin]

7. Hendaknya membaca dengan sirri (pelan) apabila dikhawatirkan dapat menimbulkan riya atau sum'ah pada dirinya atau dapat mengganggu ketenangan dalam Masjid sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Nabi

الجْاَهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرُ بِالصَّدَقَةِ .
Mengeraskan (dalam membaca) Al-Qur`an sama dengan menampakan dalam bershadaqah. [Minhajul Muslim, hal.71]

Dan telah diketahui bahwa shadaqah yang dicintai adalah yang sembunyi-sembunyi, kecuali dalam keadaan tertentu yang berfaidah. Misalnya: untuk mendorong orang lain agar melakukan seperti yang kita lakukan.

8. Hendaknya membaca Al-Qur`an dengan tartil

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا
Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. [Al-Muzammil : 4]

Ali bin Abi Thalib menjelaskan makna tartil dalam ayat tersebut diatas adalah: ”Mentajwidkan huruf-hurufnya dengan mengetahui tempat-tempat berhentinya”. [Syarh Mandhumah Al-Jazariyah, hl. 13]

Bacaan dengan perlahan-perlahan (tartil), bukan dengan cepat-cepat, hal yang demikian itu akan membantu dalam tadabbur (memahami) maknanya dan menghindari dari kesalahan dalam melafadzkan atau mengeluarkan huruf-hurufnya.

9. Hendaknya sujud, ketika membaca ayat-ayat yang mengisyaratkan sujud, hal ini dilakukan dalam keadaan berwudhu’, di waktu siang maupun malam, dengan takbir dan mengucapkan: سبحان ربي الأعلى( Suci Rabbku yang Maha Tinggi) dan hendaklah berdoa, kemudian bangun dari sujud tanpa takbir dan tanpa salam. [Majaalis Syahrur Ramadhan; Syaikh Al-Utsaimin]

TANYA JAWAB
M15
Q : Bolehkah membaca alquran dengan menirukan murottal? Sambil membuka alquran
A : Boleh, tapi sisi belajarnya jadi ngga dapet, karena hanya mengulang dengan menggunakan indera pendengaran. Sedangkan ilmu ilmu lainnya menggunakan pandangan [melihat], berfikir dan disinkronkan dengan bunyi di mulut.

Q : Bolehkah wanita yang sedang haid membaca alquran? Walau tidak menyentuh/pegang pake alas biar ga kena langsung sama alquranya?
A : In sha  اللّهُ boleh

Q : Apakah mengaji tidak boleh di lagukan maksudnya seperti MTQ dll....Di tempat saya ada suatu kelompok pengajian mereka mengharamkan itu bahkan adzan pun begitu, jadi ngaji dan adzannya dibuat datar dan rata.....Mohon penjelasannya ustadz, terima kasih
A : Dilagukan selama sesuai dengan panjang pendeknya tidak masalah. Yang menjadi perdebatan adalah ketika sang wanita yang ditonton campur baur dengan melagukan Al Quran dihadapan semua pihak

Q : Assalamualaikum..mau tanya ustadz..selain dalam keadaan suci,perlukah juga dalam keadaan menutup aurat,misalnya kalau mengaji d rumah agak lama memakai mukena kadang terasa gerah
afwan..
A : Boleh... Selama tidak ada orang lain yang bukan mahram disana.


M5
Q : Seperti sudah dijelaskan di atas...membaca alqur'an harus dalam keadaan suci..apakah ini berarti seorang wanita yang lagi haid tidak boleh memegang/membaca al-qur'an ustdz mohon penjelasannya
A : Boleh. Yang jadi perbedaan pendapat apakah boleh menyentuhnya secara langsung atau tidak.

Q : Adakah Dalil yang shaheh... yang membolehkan orang haid boleh membaca Al quran .... dan Sikap apa yang baiknya kita ambil.. dari perbedaan antara boleh atau tidaknya membaca Alquran bagi wanita yang lagi haid. Maksudnya seputar  boleh tidaknya membaca dan memegang alqur'an diwaktu haid..
A : Dalil menunjukkan bahwa wanita yang haid boleh membaca Al-Quran, sabda Rasulullah    kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha yang akan melakukan umrah akan tetapi datang haid:
“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah)
Untuk yang haid hanya dilarang THAWAF dan SHOLAT, dan Aisyah radhiyallahu anha melakukan amalan amalan lain termasuk Tilawah dan haji tersebut.  Untuk masalah memegangnya memang ada perbedaan pendapat Ulama dalam hal ini, ada yang melarang dan ada yang membolehkan dengan menggunakan perantara.


M20
Q : Assalamualaikum ustadz maaf oot. Ada temen nanya soal ngebadalin sholat terus terang saya baru denger...misal kita haid selesai ashar...nah shubuh sama dzuhurnya kita badalin...katanya ada ustadzah yang bilang bulan puasa harus banyak ngebadalin sholat..yaitu membayar sholat fardhu yang terlewat..
A : Pertama : Minta hujjah dari sang Ustadzah perintah yang demikian, sehingga kita tau landasan dari Sang Ustadzah tersebut.
Kedua : Tidak ada Qadha sholat selain jika dan hanya jika tertidur dan terbangun setelah melewati waktunya sholat.

Q : Ustdz, membaca al qu'ran memghadap ke kiblat itu sunnah kan ya bukan wajib? Kemudian sebelum membaca al qu'ran tidak wajib berwudhu dulu? Tidak wajib memakai jilbab kan (misal hanya mengenakan gamis),
A :  Iya benar semuanya

Q : Bun tanya,, jadi klo ada  tanda *sujud, saat selesai membaca ayat.nya kita lagisg sujud gtu ya? Trus klo kita baca qur'an nya di kursi, harus ke tempat sholat dlu gtu ya
A :  Langsung aja sujud disana


M3
Q : Apa baca al quran harus wudhu? Kadang saya masak sambil baca al quran, bagaimana bolehkah?
A : Boleh. Adabnya atau lebih afdholnya ya bersuci. Jika tidak pun tidak apa apa.

Q : Di jaman teknologi ini, byk aplikasi2 Al Qur'an di HP.  Lantas bagaimana hukumnya jika HP yang ad aplikasi Qur'annya kita bawa dalam WC ato t4 lain yang najis.
A : Didalam HP itu ada memori yang bisa menyimpan begitu banyak file apapun. Ketika HP nya masuk ke WC dan tidak dibuka, maka tidak mengapa. Karena aplikasi Qurannya tersimpan didalam memory internal. Sama halnya dengan fungsi otak manusia. Hapalan Quran itu adanya di otak, maka ketika masuk WC, jangan dikeluarkan hapalannya, simpan saja dalam otak.  Apakah kita harus operasi dulu mengeluarkan "otak" ketika kita mau masuk ke WC...? Tentu tidak yaa

Q : Jika smua orang tilawahnya pke HP, lama-lama mushaf tidak lagi dipake donk. Itu bagaimana menurut pendapat ustadz?
A : Boleh boleh saja. Ada kalanya listrik habis dan mata terganggu, lalu akhirnya balik lagi ke manual mushaf. Nda ada masalah disini, yang jadi masalah apakah Quran asli dan Quran di applikasi ada perbedaan...?

Q : Jika ditengah-tengah kita baca Al-Quran tiba-tiba wudhu kita batal (buang angin) apa kita harus lanjutkan menbaca atau berhenti & ambil wudhu dulu?.
A : Bebas apa saja yaa. Adabnya lebih baik bersuci


M11
Q : Sesuai point no 7. Hendaklah membaca dengan sirri (pelan ). Bagaimana yang membaca Al qur'an pake spiker di mesjid ? Apalagi di Ramadhan ini ..banyak yang begitu .
A : Naaah... Terganggu ngga...? Saya sendiri sih merasa nda nyaman. Apalagi jika ada orang yang sakit berdekatan dengan sumber suara tersebut.

Q : Ustadz.. Tilawah itu khatam harus membaca berurutan dari juz 1 sampai 30 kan ya?  Apa boleh juz 1 loncat juz 4 baru juz 2 tapi semua 30 juz dbaca?
A : Boleeehh.

Q : Ustadz,  ketika membaca ayat sajadah saat dalam perjalanan sehingga tidak bisa sujud,  apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dibaca saat bisa sujud dan saat tidak bisa sujud?
A : Bergeraklah seolah olah seperti sujud dan kemudian membaca bacaannya.


M8
Q : Ustadz kalau kita lagi tilawah terus diajak ngobrol,adabnya bagaimana? Kalau kita jawab dulu,pas mau mulai lagi selalu baca istiadzah lagi tidak? Kalau tilawah harus selalu posisi duduk atau boleh berbaring?
A : Boleh langsung. Kok lagi ngaji diajak ngomong sama teman...? Posisi boleh apa saja. Adabnya duduk dan menghadap kiblat.


M7
Q :  Assalamualaikum ustadz, mau bertanya ayat-ayat yang mengisyaratkan sujud ayat apa saja? Dan ada disurah apa?
A : 10 ayat yang disepakati sebagai ayat sajadah :
QS. Al A’rof ayat 206
QS. Ar Ro’du ayat 15
QS. An Nahl ayat 49-50
QS. Al Isro’ ayat 107-109
QS. Maryam ayat 58
QS. Al Hajj ayat 18
QS. Al Furqon ayat 60
QS. An Naml ayat 25-26
QS. As Sajdah ayat 15
QS. Fushilat ayat 38 (menurut mayoritas ulama), QS. Fushilat ayat 37 (menurut Malikiyah).
4 ayat yang termasuk ayat sajadah namun diperselisihkan, akan tetapi ada dalil shahih yang menjelaskannya
QS. Shaad ayat 24
QS. An Najm ayat 62 (ayat terakhir)
QS. Al Insyiqaq ayat 20-21
QS. Al ‘Alaq ayat 19 (ayat terakhir)

Q : Kenapa ya padahal abis tilawah ato abis solat deh...tapi kalau anak-anak bikin kesel...abis solat marahnya kaya apa tau..sampe kadang minta maaf sama anak yang kecil, Apa itu solat dan tilawahku belum khusyuk ya...berharap tenang malah jadi ngamuk aku..he..he.
A : Orang hebat adalah orang yang bisa mengendalikan amarahnya. Coba kendalikan Bunda dengan mengatur napas, berwudhu dan berpindah tempat.


M6
Q : Mana yang lebih utama, mengejar jumlah tilawatu lafdhihi (misalnya 1 juz sehari) tapi ga baca artinya atau membaca artinya juga walaupun jadinya tidak bisa 1 juz sehari
A : Kedua duanya lebih baik.

Q : Ustd bagaimana caranya supaya membuat orang mau tilawah,, daripada main game hp melulu, jawabannya klo dikasi tau "ibadah itu perlu keikhlasan, klo ga ya percuma"
A : Selama ini hubungannya bagaimana....? Step step agar mempermudah mengajak orang beribadah :
- Rebut Hatinya dahulu
- Rubah Attitude kita yang sudah beramal lebih dahulu
- Berikan buku buku hadiah sesuai tematik judulnya
- Ajak beribadah.
Tiba tiba ngajak ibadah tanpa ada apa apa, sama aja membuat orang membikin benteng pertahanan diri dari awal.


M17
Q : Begini ustadz misal habis sahur kita tidur mimpi basah. Puasa kita batal atau tidak? Harus mandi wajib atau tidak? Terima kasih Sebelumnya
A : Tidak batal. Mandi dunk

Q : Jika kita tilawah dengan membaca secara cepat & belum sempat mentadaburinya karena memiliki targetan khataman,Hukumnya seperti apa ya ust ?
A : Tidak mengapa. Disatu kesempatan waktu lainnya. Silahkan membaca dengan menaburinya yaa


M10
Q : Maaf ustadz,kita bole tidak berwudhu tapi apa harus menghilangkan dulu najiz besar seperti,babi,anjing dan yang lainya... Dan bagaimna cara menghilangkan najis babi yang paling afdhol
A : Nanti kita urai di pembahasan najiz yaaa.

Q : Menurut Ustadz, bagaimana mensikapi adanya lomba seperti MTQ, kompetisi hafidz..
A : Bagus sekali. Akan jauh lebih sempurna ketika yang tayang nasional hanya laki laki saja. Dan perempuan, komunitasnya khusus kalangan perempuan.

Q : Boleh tidak ya membaca alquran dalam sholat? Baca suratnya sambil pegang alquran
A : Boleh selama berniat untuk menghapalnya.

M303
Q : Afwan ustadz, bagaimana cara menjelaskan yang baik kepada masyarakat umum di daerah, bahwa dalam tilawah (dimana masyarakat lebih mengenal sebagai qiraah) itu yang perlu kita perhatikan ya spt materi d atas? Beberapa teman cerita bahwa dulu saat mereka belajar qiraah, itu biasanya diarahkan oleh pengajarnya ke belajar langgam qiraah. Kalau kelihatan bisa, kita akan diarahkan ikut MTQ seolah dengan ketrampilan meliuk-liukkan bacaan qiraah sudah cukup & belajar tajwidnya mengikuti saja
A : Saya sarankan memang langsung belajar face to face dengan guru yang mumpuni dan bisa mengkoreksi langsung kesalahan kita. Bertingkat dan bertahap sehingga kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya


M19
Q : Bismillah... Ustadz saya menyarankn sama saudara saya supaya baca Al Quran tiap hari..tapi jawabannya sangat mengejutkan saya " dia bilang dia sudah mengaji/ baca Al Quran waktu kecil,"jadi saya diam aja karna selain saya kaget,dan juga tak tau dalil yang mengharuskan kita baca Al Quran tiap hari. Yang saya tau kita harus berinteraksi/ baca Al Quran tiap hari... Saya minta nasehat ustadz supaya saya bisa beritahu saudara saya tentang kita harus baca Al Quran..
A : Tanya saja sewaktu kecil sudah dapat apa dalam ngaji tersebut, atau sekedar mengejar khatam saja tanpa mentadaburinya...? Padahal ada petunjuk kehidupan dunia dan akhirat didalam sana yang bisa kita jadikan pegangan dalam menjalani kehidupan ini.

Q : Boleh gak kita tilawahnya dalam hati.. pada saat kita dalam keadaan sakit..
A : Kalau memang sakit boleh saja. Karena memang susah menggerakkan mulut. Tetapi kalau sehat maka minimal terdengar oleh kuping kita sendiri.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ