Home » , , , , , » RAMADHAN :SAATNYA HIJRAH KE EKONOMI SYARIAH

RAMADHAN :SAATNYA HIJRAH KE EKONOMI SYARIAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 8, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 8 Juni 2016
Narasumber : Ustadz Asy’ari Suparmin
Kajian Link Ramadhan Pekan-2 Grup Ikhwan
Tema : Fiqh Muamalah
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin

RAMADHAN :SAATNYA HIJRAH KE EKONOMI SYARIAH
*Asy’ari Suparmin

Islam mencakup seluruh dimensi waktu kehidupan manusia, dari mulai bangun tidur hingga akan tidur kembali. Ia juga mencakup seluruh dimensi jaman, dari jaman dahulu, jaman sekarang, dan jaman yang akan datang. Ia juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, yaitu aspek ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, pertahanan, hukum, dan lan sebagainya. Singkat kata, tiada waktu, jaman, aspek kehidupan manusia, dan ruang sekecil apapun dari kehidupan manusia yang tidak diatur dalam Islam.

Keunggulan Ekonomi Syariah
1.Tingkat resistensi tinggi terhadap resesi dan ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang halalan toyibah, suci lagi memberikan keuntungan dan berkah;
2. Tidak menjerat orang miskin karena mengutamakan pemerataan seperti zakat dan sedekah;
3. Untuk perbankan, dalam perbankan syariah ada penghapusan sistem bunga (riba) dari semua transaksi keuangan. Penghapusan dan pembaharuan semua aktifitas Bank agar sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak merugikan di salah satu pihak.
4. Setiap pengamalan syariah, maka Allah akan menjamin keberkahan hidup umatNya yang menjunjung tinggi ketetapanNya dan menjalankan syariatNya.

Dampak Buruk Makanan Haram
ا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.  Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mukminun: 51)
Di antara dampak buruk yang diakibatkan dari makanan yang haram adalah:
Pertama: Makanan haram akan merusak hati. Apa yang dikonsumsi seseorang ke dalam perutnya memiliki hubungan sangat erat dengan qalbunya; sehat dan rusaknya. Karenanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak.” Kemudian sesudah itu beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati.” (Muttafaq ‘Alaih)

Kedua: Doa tidak dikabulkan. Karena makanan haram menghalangi terkabulnya doa dan diijabahi permohonan. Dalilnya, hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menyebutkan seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan dikenyangkan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?” (HR. Muslim)

Ketiga: Merusak amal-amal shalih. Akibatnya, makanan yang haram menyebabkan amal-amal ibadah tidak diberi pahala.

Rasulullahbersabda, “Shalat tidak diterima tanpa bersuci & tidak pula shaqadah yang dari kecurangan akan diterima.” (HR. Muslim)

Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu berkata, “Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang di dalam lambungnya terdapat makanan haram.”

Keempat: Hilangnya IZZAH karena merasa hina dan rendah. Mengonsumsi makanan haram akan merasa hina dan rendah diri karena dia hidup di atas kezaliman terhadap orang lain, memakan harta mereka dan merampas hak-hak mereka.

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 1)

Kelima: Menyebabkan keturunannya rusak. Yakni makanan haram yang dikonsumsi seseorang untuk dirinya dan keluarganya akan menyebabkan keturunannya menjadi rusak agama dan akhlaknya. Allah tidak menjaga mereka sebagai hukuman atas perbuatan orang tua yang mengambil yang haram. Karena anak yang shalih, baik, dan nurut menjadi pembahagia dan permata untuk orang tuanya. Allah cabut kebahagiaan ini dari hidupnya.

Ramadhan momentum yang tepat untuk hijrah pada muamalah sesuai Syariah. Kesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama  Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini :
“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

Keberkahan dimulai dari berkomsumsi secara Halal, dengan Rizki yang diperoleh HALAL Ironis memang mengapa di negeri MAYORITAS MUSLIM , EKONOMI SYARIAH menjadi tamu bahkan menjadi minoritas  tengok saja market Bank Syariah masih kisaran 5 %dan Asuransi Syariah baru 2 % artinya 95 % nya menggunakan perbankan HARAM, 98 % menggunakan ASURANSI  HARAM.

Sebagai Muslim tidak perlu alasan apalagi membandingkan dengan yang lain  BAGAIMANA MUNGKIN  yang HALAL di bandingkan dengan yang jelas HARAM, seperti BANK SYARIAH, ASURANSI SYARIAH juga yang lainnya, RIBA jelas Haramnya mengapa masih ragu dengan sekedar penampilan luar seakan KONVEN itu lebih BAIK.

Untuk itu Saat nya Ummat Islam HIJRAM TOTAL KE BANK SYARIAH, ASURANSI SYARIAH DI bulan yang penuh berkah ini.

“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi  dan Ahmad)

Wallohu a’lam bishowab.


TANYA JAWAB

M6
Q : Klo misal tiap bulan kita ambil bunga dari tabungan kita di bank konven trus di buang atau diapainlah gitu supaya tabungan kita bebas riba bisa ga?
A : Menabung di konven haram termasuk bunganya. Bila terpaksa punya rek konven untuk gaji langsung pindah ke syariah. Bila masih ada bunga untuk sosial non masjid dan komsomai

Q : Bank syariah emang sedikit "macam" potongan-potongannya, tapi "nominal" potongannya jauh lebih besar bahkan bisa 10x lipat dari yang konven, kok bisa gitu? Cntoh BRIS saya bandingkan dengan punya temen potongan-potongan perbulannya.
A : Tergantung produknya saya baru daja dari brisyariah tidak benar potongan berlipat karena ada aturan sama juga ada dps.

Q : Agak oot dkit, zakat fitrah itu yang wajib siapa aja ya? Dalam 1 rumah tangga sekali bayar atau gimana ? Misal satu RT suami&istri keduanya bekerja, yang wajib bayar zakat fitrah sekeluarga (dengann anak-anaknya) itu si suami ya? Klo kasusnya hanya si istri yang bekerja gimana, apakah ia wajib membayarkan zakat fitrah untuk suami dan anaknya?
A : Zakat fitrah di wajibkan bagi yang mampu perjiwa saat sebelum id dibayarkan. Jadi perjiwa berapapun jumlahnya.


M13
Q : Selama ini gaji saya & suami ditransfer ke bank pemerintah yang konvensional termasuk uang makan juga di tranfer ke bank milik pemda. Nah, kalo kayak gitu gimana ?
A : Untuk transfer gaji karena keputusan kantor darurat boleh tapu langsung pindahkan ke syariah sehingga tidak kena bunga.

Q : Saya nih ustaadz, berdebat ma teman, terkait kartu kredit. Menurut teman saya niiihhh.....kartu kredit kalo kita tertib gak akan jadi riba. Dan pula menurut dia, kartu kredit itu sebagai pengganti membayar tunai. Seperti itu gimana ustadz?
A : Haramnya kartu kredit bukan hanya bunga tapi ada gharrar. Di akadnya dan investasinya juga riba jadi tetap haram.

Q : Kalo kartu kreditnya diberdayakan untuk bisnis, misal jual beli online, hukumnya gimana ustadz?
A : Kartu kedit syariah bisa di pertimbangkan selama jelas penggunaan dan pembayarannya kartu kredit syriah ya.


M10
Q : Assalamu'alaikun Ustadz,,,Mengenai makanan yang haram, bagaimana dengan makanan yang kita makan itu mengandung babi dan kita tidak tau apakah daging yang kita beli di pasaran haram jika waktu penyembelehan tidak menyebut nama Allah
Jazakallahu khairan ustadz...
A : Bila tidak tahu boleh tetapi bila sudah tahu jadi haram. Daging yang tidak disembelih dengan bismillah haram. Kecuali dalil keumuman mis beli di swalayan kita tidak tahu penyembelihannya tapi menurut MUI karena di sembelih massal dan sudah di dahului dengan bismillah, maka boleh.

Q : Assalamualaikum ustadz..Mengenai rezeki halal dan haram.. Gimana hukumnya menerima uang tip dari kontraktor yang menang tender..sebelumnya ngasih bocoran klo ada proyek. Jazakallah khoiron. Klo sudah terlanjur kredit misal  mobil, rumah lewat bank dan sudah lunas apakah masih  termasuk riba juga ustadz.
A : Kalau masuknya hadiah boleh tapi kalau suap haram. Lesing yang sudah lewat ikhlaskan mohon ampun dan istifar taubat.

Q : Izin tanya ustadz, bagaimana hukum nya jika kita kerja dengan menggunakan alat-alat bajakan seperti microsoft tanpa licensi atau juga windows tanpa ada izinnya atau aplikasi-aplikasi bajakan..
A : Kalau dengan asli mampu wajib pakai. Tapi sebagian dalil keumuman.

Q : Bagaimana status zakat & infaqnya kalo melewati bank konvensional, karena beperapa tahun ini ada kebijakan, bahwa gaji di potong zakat sebesar 2,5%. Lha kalo gajinya aja dari bank konvensional trus status zakat & infaq saya gimana ?
A : Kalau dipotong lembaga ZIS boleh selama di salurkan ke yang berhak.

Q : Bagaimana sikap kita jika lihat teman ambil hak orang lain padahal sudah saya ingatkan. Ada alasannya kenapa dia begitu. Disaat itu saya disuruh diam saja, dan saya hanya ambil uang hak saya saja. Saya gak mau ribut jadi ikut saja.  Apakah rezeki yang saya dapat saat itu  juga termasuk haram ust. Sampai sekarang saya masih merasa bersalah sama teman-teman yang tidak kebagian saat itu.
A : Harus di perjelas dulu ini dalam organisasi atau di mana. Walaupun demikian seharusnya lebih baik terus terang dengan yang pegang amanah sehingga statusnya jadi halal.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!