Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Belajar dari Surah As-syu'ara  (Part 1)

Embun Pagi

Ahad, 24 Juli 2016

Belajar dari Surah As-syu'ara  (Part 1)

Ustadz Ahmadi (muwajjih kajian OnLine Hamba Allah)

Begitu besar Allah memperhatikan kita sebagai hamba-Nya, yaitu terlihat amat jelas pada pembelaan terhadap nabi-nabi-Nya yang berjuang di jalan-Nya.

Qs. Asy-Syu’ara (para penyair) menggambarkan metode dakwah dan menggunakan medium para nabi dalam mengundang pertolongan Allah, setelah At-Taubah dan Al-Anfal, surah ini melebihi 200 ayat.
Ada 6 nabi : Nuh, Hud, Sholeh, Musa, Ibrahim dan Muhammad SAW disebutkan dan dijelaskan gerakan langkah perjuangan mereka dan mengajak kita untuk napak tilas dan melaksanakannya.

QS. Asy-Syu'ara ayat 200 :
Disebutkan pedoman menghadapi orang-orang yang karakter dan sifatnya keras kepala, yang akan diletakkan Allah kepada orang-orang yang hatinya berdosa (mujrimun). Mereka tidak pernah beriman sampai mereka merasakan azab. Mereka seperti buta terhadap segala sesuatu.

4 metode dakwah para nabi :
1. Membangun legitimasi diri, akulah Rosul yang diutus kepada kalian, konsekuensi membangun profesionalisme dirinya dalam level seorang nabi. Membangun nilai-nilai dalam dirinya dan mengimplementasikan dalam akhlaqul karimah agar timbul kepercayaan.

2.Bicara konten dan nilai-nilainya; ketaqwaan ketaatan dan loyalitas kpd Allah SWT, supaya timbul kekuatan.

3.Memiliki prinsip hanya untuk Allah, dakwah di atas landasan ketaatan kepada Allah.

4.Tidak mengharap imbalan kecuali dari Allah, tidak ada interferensi kehidupan pribadinya dalam langkah dakwahnya.

Besarnya intimidasi kepada orang beriman oleh orang-orang mujrimun tersebut, menunjukkan mereka tidak bisa merasakan penderitaan orang lain, tidak paham bahasa penderitaan manusia, ayat ini dapat berlaku juga pada pemimpin-pemimpin yang mujrimun tidak bisa melihat penderitaan rakyatnya.

Pada orang-orang yang rajin shalat, berperilaku Islami di mata orang-orang mujrimun ini, malah terlihat sebagi ancaman pada dirinya, sehingga mereka merasa perlu menindas dakwah dan kehidupan kaum muslimin.

Karena kebutaannya tersebut mereka tidak merasa bersalah berbuat kedzaliman. Padahal sesungguhnya jika ada kekuasaan yang tidak digunakan untuk ketaatan, bahkan untuk menyusahkan rakyat dan membodohi serta menipunya, seakan dia mengundang menyegerakan azab Allah.

Saat orang-orang ini diturunkan azab, mereka habis dalam sekejap. (Qs. Al-Qomar:45 ) mereka akan dihancurkan dan mereka lari terbirit-birit tak menentu. Kedzaliman itu tidak akan bertahan lama, Allah tidak akan membiarkan ada di muka bumi.

Div BBnA-HA/A/161/24/VII/2016

===================================

Diperkenankan menshare artikel ini ke semua medsos jika dirasa bermanfaat tetapi dengan tetap mencantumkan narasumber aslinya, www.hambaAllah.net 

Follow us

twitter : @kajianonline_HA
fb : KAJIAN ON LINE-HAMBA ALLAH
Web : www.hambaAllah.net
IG : @hambaallah_official 
Join kajian HA via telegram🏻
klik Bit.ly/kajian_HA

Ayo kirim karyamu;

Akhwat
Tuwuh +6281290734391
Anna +6287788217444

Ikhwan
Ridho +6289623801053
Jaka +6285716479466

posted by
EmbunPagi

www.hambaAllah.net