Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Belajar dari Surah Asy-Syu'ara Part 2

Embun Pagi

Kamis, 28 Juli 2016

Belajar dari Surah Asy-Syu'ara
Part 2

Ustadz Ahmadi (Muwajih Kajian Online Hamba Allah)

As-Syu’ara ayat 208 :
tidak akan dihancurkan suatu negeri kecuali telah diutus pemberi peringatan. Maka kita tidak boleh pesimis dalam menyampaikan kebaikan. Allah akan hancurkan secara fisik dan jiwa / ruh negeri tersebut. Kita harus jadi agen pemberi peringatan untuk menjaga negeri ini agar tdk dihancurkan oleh Allah SWT.

Ayat ini berbicara logika yang dipaksakan mereka orang-orang mujrimun tentang para dai. Mereka menegatifkan sifat para nabi, dalam terminologi sihir, kahir (dukun), kazzab (pendusta), majnun (gila), semua sifat ini berinteraksi dengan syetan yang kuat. Bagaimana mereka mendampingkan nabi yang akhlaknya baik, dari keluarga yang mulia dengan sifat-sifat syetan.

Bodohnya logika mereka karena kebencian mereka dan tidak berimannya kepada Allah. Padahal mereka juga senang ke dukun, sihir dan mendatangi para peramal penipu tapi malah menisbatkan nabi kepada hal tersebut, mereka memberi stempel yang tidak jelas dasarnya.

As-Syu’ara ayat 213 :
Mengajarkan bagaimana Rasulullah berdakwah

1. Menyampaikan Tauhid sebagai pondasi, jangan meminta atau menyembah kepada selain Allah karena jika melakukannya akan mendapat azab dari Allah. Ayat ini menarik karena tingkat loyalitas nabi kepada Allah sudah tdk bisa diragukan lagi :

1. Jangan pernah terpikir apalagi melakukannya.
2. Dakwah yang sumbernya dari Allah harus sampai kepada seluruh ummatnya. Artinya teguran ada nabi adalah teguran juga pada ummatnya. Tugas para dai adalah bgmn membangun ummatnya sehingga mencapai loyalitas yang sama dengan loyalitas nabi.

2. Berilah peringatan kepada keluarga, dalam terminologi indzar / tandzir (peringatan sebelum terjadi), supaya tidak terjadi kecelakaan.
Agar kita lebih care terhadap apa yang belum terjadi. Memang seperti cerewet, tapi untuk mencegah kehancuran di masa yang akan datang. Begitu juga bahwa kita harus menjadi ummat yang indzar, dalam memilih pemimpin dalam segala aspek hidupnya, supaya kita tidak membiarkan ummat jalan menuju kebinasaannya sendiri.

To be continue..

Div BBnA-HA/A/162/28/VII/2016

===================================

Diperkenankan menshare artikel ini ke semua medsos jika dirasa bermanfaat tetapi dengan tetap mencantumkan narasumber aslinya, www.hambaAllah.net

Follow us

Twitter : @kajianonline_HA
Fb : KAJIAN ON LINE-HAMBA ALLAH
Web : www.hambaAllah.net
IG : @hambaallah_official
Join kajian HA via telegram
klik Bit.ly/kajian_HA

Ayo kirim karyamu;

Akhwat
Tuwuh +6281290734391
Anna +6287788217444

Ikhwan
Ridho +6289623801053
Jaka +6285716479466

posted by
EmbunPagi
www.hambaAllah.net