Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

I.K.H.L.A.S (Grup Bunda)

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 10 Agustus 2016
Rekapan Grup Bunda
Syakhsiyah Islamiyah Pekan kedua Agustus
By Tim Kurikulum Kajian Online Hamba Allah
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakaninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan sayaafaat beliau di hari akhir nananti. InsyaAllah aamiin.


I.K.H.L.A.S

Makna Ikhlas Sebenarnya
Makna ikhlas tidak banyak dimengerti oleh orang yang baru mulai berkomitmen dengannya. Namun, kata ini sangat berguna bagi mereka yang telah lama menaati perintah Allah, berinteraksi dengan-Nya dengan menjalankan ibadah dan menikmati kelezatannya. Mereka selalu menghadapkan wajah kepada Allah, dan telah berpengalaman memerangi setan sekian lamanya. Maka, hanya merekalah yang mampu mengambil manfaat dari kata itu.

Ikhlas adalah memaksudkan ucapan, perbuatan, diam, bergerak, yang dirahasiakan, yang ditampakkan, hidup atau mati hanya untuk ridha Allah semata.

Para ulama memberikan arti ikhlas sebagai berikut.

Pertama, ikhlas ialah mengkhususkan tujuan semua perbuatan kepada Allah semata. Pengkhususan ini mengharuskan tujuan perbuatan itu hanya untuk-Nya, bukan yang lain.

Kedua, ikhlas ialah melupakan pandangan manusia, sehingga kita hanya melihat Sang Pencipta saja. Orang yang menangis karena takut kepada Allah, memberikan infak, atau mengerjakan shalat di tengah ribuan-bahkan jutaan-orang akan tetap ikhlas, karena ia tidak menggubris pandangan manusia tadi. Ia hanya melihat pandangan Allah semata.

Ketika, ikhlas diartikan dengan tidak memaksudkan perbuatan agar disaksikan orang, namun memkasudkan agar dilihat Allah saja. Kita tidak membutuhkan orang untuk menyaksikan shalat, tangis, atau haji kita-yang mungkin sudah enam kali, demikian pula jihad kita, bahkan mungkin jilbab kita yang lebar. Cukuplah untuk kita firman Allah “Dan cukuplah Allah sebagai saksi…” (Al-Fath:28)

Demikianlah ikhlas merupakan kunci amalan hati. Sementara amal shalih tidak akan sempurna tanpa dilandasi keikhlasan. Karena, diterima atau tidaknua suatu amal akan tergantung kepada keikhlasan  hamba yang hanya diketahui Allah saja.

Semua perbuatan yang bersifat ibadah, tidak pantas dilakukan kecuali atas dasar mencari keridhaan Allah. Bahkan amal yang bersifat adat kebiasaan seperti makan, minum, ataupun berolahraga, juga harus didasari dengan keikhlasan.

Mungkin ada yang bertanya, kita memang harus ikhlas dalam amal ibadah. Namun, mengapa harus ikhlas dalam amal kebiasaan? Dalilnya adalah firman Allah,

“Katakanlah,’Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan padaku…”’ (Al-An’am: 162-163)

Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya, Ia tiada diketahui malaikat, sehingga ia tiada kuasa menuliskannya. Tiada pula diketahui setan, sehingga ia tiada kuasa merusaknya.

Niat Yang Ikhlas Adalah Dasar Penerimaan Amal
“Meninggalkan amal karena manusia adalah ria, sedang beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas menyelamatkanmu dari kedua penyakit tersebut"

Keberadaan niat harus disertai pembebasan dari segala keburukan, nafsu dan keduniaan, harus ikhlas karena Allah, agar amal-amal itu diterima di sisi Allah. 

 
Al-Fudhail bin Iyadh berkata, Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka dia tidak diterima, sehingga ia ikhlas dan benar. Yang ikhlas artinya amal itu dikerjakan karena Allah, dan yang benar jika amal itu dilakukan berdasarkan Sunah.

Diriwayatkan dari Ibnu Masud, Perkataan tidak bermanfaat kecuali dengan amal. Perkataan dan amal tidak bermanfaat kecuali dengan niat. Perkataan, amal dan niat tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan Sunnah.

Dari pembahasan diatas terlihat bahwa niat adalah ruh amal. Niat pula yang mengarahkan kemana amal akan ditujukan. Niat itu bergantung pada akidah dan nilai yang diyakininya. Selain itu pengetahuan, pemahaman, dan pengalamannya terhadap sesuatu juga mempengaruhi niat. Faktor lain yang juga tak kalah kuatnya adalah pengaruh dari lingkungan sekitar.

apakah itu makna ikhlash?
Ikhlash adalah jika pendorong iradahnya dalam hati berupa dorongan agama yang mampu menaklukan pendorong hawa nafsu, lebih mementingkan dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah daripada apa yang ada di sisi manusia. (QS. 6 : 162-163)

Seorang Muslim yang ikhlash ketika beramal dalam dirinya hanya ada satu orientasi dan ghayah (tujuan) yaitu meniti jalan yang membawanya menuju kepada keridhoaan Allah. Seperti halnya seorang budak maka manusia yang ikhlas adalah budak yang memiliki satu tuan. Ia akan berusaha melakukan perbuatan yang membuat tuannya ridha dan menjauhi apa yang akan membuat tuannya murka. Amal yang dilakukan dengan keikhlasan akan berlangsung berkesinambungan karena keikhlasan akan memberikan kekuatan kepada seorang mukmin untuk terus beramal, pantang mundur dan tidak bermalas-malasan.

Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan oleh setiap manusia dalam membentuk keikhlasan, diantaranya :
1. Hendaknya dalam diri seorang mukmin harus lahir sikap konsisten dan integral.
Artinya ada kesesuaian antara apa yang ada dalam batinnya dengan yang tampak.
2. Hendaknya ia menganggap sama antara pujian manusia dan celaan mereka.
Bagi orang yang ikhlas, pujian hanya pantas untuk Allah  saja, karena Dialah yang Maha Sempurna. Begitupun dengan celaan, bagi mereka celaan manusia akan tetap ada walaupun di sisi Allah mereka terpuji. Kita melihat bagaimana Rasul SAW tetap giat beramal dalam kondisi apappun dan berlaku baik pada semua orang baik yang mencelanya maupun yang memujinya.
3. Tidak memandang amal ikhlasnya
Saat kita merasa diri kita sudah beramal dengan ikhlas saat itu pulalah akan muncul penyakit hati berupa ujub (mengagumi diri sendiri), lebih jauh akan jatuh kepada takabbur.
Ada baiknya kita perhatikan kalimat dari Abu Ayyub as Susy, selagi mereka melihat ikhlasnya sudah cukup maka ikhlas mereka itu masih membutuhkan ikhlas lagi.
4. Tidak merasa aman dengan amalnya.
Dalam diri kita harus senantiasa hadir perasaan bahwa amal yang dilakukannya tidak sanggup menutupi nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT sekecil apapun nikmat itu. Kita harus menyadari bahwa kesempatan untuk beramal hanya datang dari Allah. Khawatir akan menyusupnya riya dan hawa nafsu ke dalam jiwa, sementara dia tidak merasakannya.

Secara sadar kita harus mengetahui bahwa setan memiliki seribu macam cara untuk menggelincirkan manusia. Bila ia tidak mampu menggiring seorang mukmin kepada kedurhakaan perbuatan secara dzahir maka ia akan mencoba menyeretnya ke dalam kedurhakaan batin dari amal-amal yang dilakukan mukmin tersebut.

Wallahu a'lam

TANYA JAWAB

M6 by Ustad Cipto
Q : Ustad, pasang surutnya kondisi kita kadang berpengaruh pada ikhlas kita. Saya ibu yang penuh waktu dirumah saja. Karena memang suami menginginkan demikian. Sangat berbeda dengan aktivitas saya sebelum menikah... Bagaimana menguatkan hati untuk selalu ikhlas ustad... Jazakallah khairan katsir...
A
: Subhanallah luar biasa ini yang diharapkan rasul sejatinya....ibu penuh waktu...
Naam ikhlas pun butuh proses....hanya perlu diingat  bahwa dimensi waktu ikhlas ini tak berbatas diawali dipermulaan/pra kegiatan yakni dengan niat....saat melakukan/atsna dan pasca kegiatan....jadi ketika belum ikhlas apa tidak berbuat??? Lakukan saja bunda....dalam perjalanan bermohon kepada Allah diberikan kelapangan dada agar ikhlas.... Jujur saja jadi  ibu penuh waktu itu a wonderfull and great choice....balasannya syurga insya Allah....

Q : Pak ustadz, mau tanya... Bagaimana caranya untuk bisa ikhlas menerima takdir yang tidak sesuai harapan. Misalnya, sudah menikah berpuluh-puluh tahun tidak diberi keturunan & kehidupan ekonomi juga dalam keadaan yang memprihatinkan (agar tidak menjadi beban hidup orang lain). Bukan kah perhiasan yang berharga di dunia ini adalah anak & harta? Syukron ustadz
A
: Masya Allah semoga bekal sabarnya terus menguat QS 3 :200. Percaya dengan janji Allah dan bahwa apa yang Allah berikan adalah yang terbaik? Cukup untuk ikhlas.... Belajar dari Rasulullah SAW memilih menjadi orang miskin padahal bisa kaya dan menganjurkan umatnya kaya...banyak cara tuk dapat keridhoan Allah start with ikhlas menerima takdir Allah ketika semua upaya sudah dilakukan...

Q : Ustad...Di dalam organisasi saya ada kegiatan sosial. Bagaimana jika pengurus tidak menjalankan sunah tentang keadilan. Apakah saya akan terimbas karena tidak sesuau syariat ? Saya kalah suara tad.
A
: Hmmm...organisasi erat kaitan dengan amal jamai atau bersma landasannya adalah syuro atau musyawaroh....azas keadilan yang landasannya quran dan hadist harus dikedepankan....sisanya bisa sesuai kesepakatan dan kesefahaman....klo semua sudah sesuai dan diputuskan dalam syuro atau rapat semua wajib mengikuti hasilnya meski kelak hasilnya tida sesuai dengan harapan insya Allah ada keberkahan mengikuti hasil syuro...adapun jika ada indikasi pelanggaran syariah tugas kita mengingatkan agar kelak punya hujjah/alasan ketika ditanya Allah dipersidangan yang maha adil....tentu dengan cara yang baik ya bunda dan ini adalah dakwah...bil hikmah....QS an nahl 125....Tugas kita mengingatkan saja bukan menghakimi...ketika sudah dilakukan fa insya Allah....gugur kewajiban dan imbas insya Allah meski kena tidak akan mengurangi keberkahan.

Q : Berkaitan dengan ikhlas, saya bingung membedakan antara rela dengan ikhlas.. mungkin kasus saya ini termasuk kategori rela, belum ikhlas sepenuhnya. Misal :
Dahulu ada seorang teman yang  berhutang dengan saya dan sudah lama tidak ada kabar.. Saya pernah mencoba menagih dan tidak ada jwban.. Yasudah saya pikir nilainya memang tidak begitu besar jadi saya ikhlaskan saja.
Tapi suatu waktu kita dipertemukan lagi pas ada sebuah acara.. Klo bertemu dengan teman saya tsb, saya jadi ingat hutang.. tapi saya mencoba kembali untuk meluruskan niat saya klo sudah saya ikhlaskan. Lagi-lagi kita dipertemukan lagi, dan saya klo ketemu beliau jadi ingat hutang.. Yaa Robb susah bener yang namanya ikhlas. Gimana menanganinya ustadz..?? Jazaakalloh khoiron sebelumnya. 'Afwan jika kepanjangan.
A
: Naam alhamdulillah klo emang sudah diikhlaskan sampaikan secara langsung ke ybs bunda biar klo ketemu gak terbayang lagi....jadi langsung sampaikan kepada ybs dulu klo memang mau betulan mengikhlaskan insya Allah di ybs enteng di bunda lebih enteng plus....jaminan Allah akan mudahkan urusannya di yaumil akhir kelak karena memudahkan urusan saudaranya.

Q : Tanya ustdz bagaimana cara biar kita senantiasa  ikhlas mengurus anak-anak yang kadang membuat emosi naik?
A
: Bunda sekalian rasulullah pernah bersabda al umm madrosatun bahwa ibu adalah tempat belajar pertama dan utama bagi anak-anaknya...dengan keutamaan ini tentu jadi senjata kita adalah sabar dan perbanyaklah doa-doa yang baik teruntuk anak kita....tahu kisahnya imam as syudais yang ibunya mengutuknya menjadi imam saat ia marah...

Q : Mohon pencerahanannya mengenai ibu bekerja dalam islam...sehingga harus menyerahkan pengasuhan pada orang lain untuk kasus saya, asuhan di nenek kakeknya..
A
: Wanita bekerja di luar rumah ada sebagian ulama yang memperkenankan dengan syarat-syarat seizin suami, pekerjaannya yang sesuai dengan fitrah dan aman secara syari dlsb.. adapun tentang pengasuhan anak banyak hal...kakek nenek akan memperlakukan berbeda dengan orang tua...hingga perlu dipastikan beberapa hal....terkait nilai dasar yang harus disepakati dan dilaksanakan bersama..misal pengajaran aqidah sebagai pondasi dasar harus sama....lalu pembiasaan harus sama....dan banyak lainnya....#beda tema soalnya jadi jawaban secara umum.

Q : Klo posisinya kebalik ustd? Istri yang kerja, suami di rumah jaga anak yang masih baby.. suami tetap memberi nafkah dari usaha lain, tapi cuma dikit, seperempat dari penghasilan istri, si istri ikhlas turut membantu biaya rumah tangga, cuma kadang suami yang ga enakan sama omongan tetangga dan keluarga istri.. itu gimana ust?
A
: Nah ini salah satu kendalanya...sebisa mungkin jangan kebalik....nanti malah menyalahi aturan....ahsan suami tetap di luar....monggo masalah ikhtiar ada link menarik dari magnet rezeki di grup telegram.

Q : Tapi klo suaminya juga kerja, ga ada yang jagain anaknya ust, ga ada keluarga, berdua aja di perantauan, si istri juga ga mudah untuk berhenti karena udah kontrak dengan negara. Jadi serba salah gitu...
A: Oh PNS ya...naam ahsan tetap disepakati dan d musyawarahkan di keluarga dengan suami maksutnya....ada batas waktu kah??? Gak mungkin terus begini khan?? Nah monggo dibicarakan dengan baik...termasuk solusinya ya....dan yang penting memastikan tugas-tugas utama ibu dan istri tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya....ingat tentang hak dan kewajiban.

Q : Ustad....Bagaimana dengan hadist Rosul saw yang mengatakan, salah satu tanda-tanda kiamat adalah seorang ibu yang melahirkan majikan... Apakah tidak berdosa bila kita membebani ortu dengan mengasuh anak-anak kita ??
A
: Naam shohih...itu juga jd jadi salah satu pertimbangan bunda....mereka (ortu) sudah membesarkan kita dengan susah payah masa sih kita tega membebani lagi dengan harus menangani anakk kita meski cucu mereka dan mereka nampak happy....ingat pertanggung jawaban pendidikan anak pada orangtua ya...

Q : Gimana ya ustadz agar kita selalu ikhlas, masih belajar saya, tiap hari bersihin halaman rumah saya dari bulu kucing tetangga saya yang punya 15an kucing, udah di nasehati dll tapi sepertinya biasa aja..
A
: Menuju ikhlas memang berat jalan terus aja bunda sampai kebal....mengingatkan tetap dilakukan dengan hikmah dan santun bunda ya... Ada pepatah indonesia "ala bisa karena terbiasa" jadi biarkan kita terbiasa beramal dulu untuk bisa ikhlas..

M15 by Ustad Doly
Q : Ketika kita bersedekah, tentu kuncinya ikhlas. Namun boleh kah kita bersedekah dengan permohonan imbalan dari Alloh? Bagaimana batasan permohonan kita kepada Alloh? Syukron
A : Boleh minta sedekah kita diterima Allah dan di balas syurga. Boleh ibadah sedekah itu di jadikan wasilah kita dalam berdoa pada Allah...

Q : Ketika kita berusaha ikhlas akan ketetapan Alloh, namun bagaimana jika ke ikhlasannya itu tidak dapat membuka pintu amalan? Misal, seseorang mendapat tugas bekerja di daerah non muslim, selama disana banyak muamalah yang tidak bisa di lakukan. Bagaimana solusinya?
A : Saya rasa dalam muamalah kepada sesama manusia, bisa dilakukan, bebas saja. yang tak boleh jikamenyangkut ibadah dan akidah


Q : Kalau kita menginformasikan suatu aktivitas ibadah dalam rangka syiar, atau memotivasi orang lain, atau menjelaskan cara pelaksanaan supaya mudah, bagaimana membedakan hati yang ikhlas atau riya'?
A : Jangan ketakutan akan riya menghalangi amal kita, lakukan saja... mantapkan saja niatnya, minta perlindungan pada Allah dan banyak berdoa agar amal amal sholih mita diterima

Q : Apa do'anya biar hati tetap terjaga keikhlasannya ? Bagaimana ciri khas hati agar tetap ikhlas dalam beramal ?
A : Banyak doa agar tetap ikhlas, misalnya yaa muqalibal qulub tsabit qolbi ala dinik..atau  minta perlindungan dari syirik, karenaawan ikhlas sesungguhnya adalah syirik.. Misalnya doa pagi petang mohon perlindungan dari syirik.. seperti di atas

Q : Bagaimana menghindari pujian orang-orang.. yang mnganggap kita baik.. agar tetap terjaga ke ikhlasan kita ?
A : Berlatihlah agar ga peduli apa kata manusia...yaitu tetap beramal baik ada pujian ataupun tidak

Q : Assalamu'alaikum ustad maaf mau tanya, saat ingin memotivasi orang lain kadang diperlukan contoh yang konkrit, jika kita memberikan contoh nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita dan itu sebagai bukti kasih Allah karena amal kita, apakah ini termasuk ria ustad
A : Memberi contoh sebagai motivasi baik. Coba saja tak usah sebut siapa nya, agar lebih mudah menjaga keikhlasan

M5 by Ustadzah Pipit
Q : Sering kita mmberi/beramal karena belas kasihan, termsuk dalam kategori ikhlas atau bukan ya ustadzah?? Kadang ada seorang pedgang yang sudah tua karena kita kasihan kita membeli tanpa minta uang kembalian ato ada pengemis yang kondisi fisiknya kekurangan jadi kita memberi karena kasihan, bagaimana itu ustadzah?? Termsuk ikhlas atau bukan?
A : Beramal karena belas kasihan mungkin bisa sambil diluruskan bahwa rasa kasihan kita itu terinspirasi dari sifat Ar Rahmaan (Maha Pengasih)nya Allah. Jika kita bisa tetap menghadirkan Allah dan menjadikan Allah sebagai alasan kita beramal in sya Allah rasa belas kasihan kita itu akan membawa pada keikhlasan. Senantiasa memperbaharui keikhlasan kita ya Bund... karena syetan sering menyusup untuk merusak amal tanpa kita sadari.

Q : 1.  Mau tanya bagaimana melupakan pandangan orang? Kadang apa yang dikatakan orang tidak serta merta tidak didengarkan begitu saja
2. Membedakan manusia tersebut riya dan berhasa nafsu dalam jiwanya dan yang tidak bagaimana ya bunda pipit?
A : 1. Memang kita adalah makhluk sosial yang tidak mungkin melepaskan diri dari interaksi dan tidak mudah melupakan hal-hal yang terjadi dalam interaksi sehari-hari.
Usahakan selalu menghadirkan Allah dan mensucikan jiwa di tengah komunikasi dengan orang lain. Maka jika ada hal indah (pujian, perhatian dll) kita kembalikan dengan bersyukur pada Allah. Sedangkan bila ada hal yang susah (cacian, sindiran, hinaan dll) juga kita kembalikan pada Allah dengan bersabar.
Orang ikhlas bukanlah orang yang tidak merasa dan segera melupakan segala hal yang terjadi dalam dirinya, tapi orang yang senantiasa memperbaiki niatannya
2. Lihat perbedaan sikapnya saat sendirian dan saat bersama orang lain

Q : Apakah dengan mengamati seperti itu tidak memancing prasangka ustadzah? Misal su'udzon??
A : Mengamatinya ga usah bilang-bilang Bund.
Dan memang alangkah baiknya kita tidak perlu terlalu mau tahu kadar keikhlasan/keriya'an orang lain, cukuplah kita sibuk memperbaiki diri sendiri. Kecuali untuk beberapa alasan syar'i, misalnya kita diminta pertimbangan untuk melakukan penilaian kinerja atau menilai  kemampuan leadership untuk memberi amanah kepemimpinan pada seseorang. Maka kita boleh melakukan pengamatan yang cukup dalam terhadap diri orang tersebut. Wallahu'alam

Q : Bagaimana kalo kita beribadah disamping ikhlas  mengharapkan ridho Allah kita juga mengharapkan fadillah dari ibadah yang kita lakukan tsb  .... ?? Misalnya mengharapkan  fadillah yang sifatnya duniawi. Mohon penjelasannya ustazah.
A : Sepertinya ini mengambil contoh kasus beberapa ulama yang mengajarkan fadhilah ibadah seperti shadaqah dll. Setahu saya ada hadits tentang fadhilah shadaqah bisa menolak musibah (penyakit) dan memudahkan terkabulnya doa (jodoh, rizki dll). Boleh saja berharap pada Allah untuk datangnya fadhilah tersebut (yang berdasar qur'an dan sunnah ya) tapi lebih dalam harus sadar bahwa kebaikan Allah lebih luas dari sekedar fadhilah duniawi. Janji rahmat Allah dan surga Nya itu jauh lebih berharga daripada dunia dan seisinya.

Q : Bunda hadistnya bagaimna???
A : Ayat qur'an tentang janji Allah atas balasan shadaqah :
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah, 2: 261)
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat bagi manusia, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

M20 by Ustazdah Rini
Q : Assalamualaikum bunda, mohon tips nya untuk ikhlas dan bisa bersabar jika kepercayaan kita dikhianati, dan bisa mendoakan agar orang itu insyaf dan menyadari kesalahan dia, jujur bun selama ini kok susah yaa yang ada dalam hati saya amarah dan amarah saja bahkan jika hanya ada orang yang menyebut namanya syukron bunda
A : Wa'alaykumussalam
Salah satu tanda ikhlas adalah ringan bertemu dengan orang/sesuatu yang telah membuat kita kecewa. Jika ingin mendoakan ybs,maka ringankan dulu hati kita. Bukankah ketika kita memaafkan urusan jadi lebih mudah? Menyimpan kecewa hanya akan membuat hati, fikiran dan tubuh terluka. Wallahua'lam

Q : Dalam kalimat : *ikhlas adalah rahasia antara Alloh dan hambaNya*  kita sebagai pelaku, bisa jadi tidak tau apakah ikhlasnya kita sudah sesuai dengan ikhlas menurut Alloh.. jadi IKHLAS hanya Alloh yang Maha Tahu. Kita sebatas pelaku amal dengan tetap menjaga suasana hati, serta perilaku. Bagaimana ustadzah..
A : Analoginya bagus umm..kita memang ditugaskan untuk ikhtiar sesuai kemampuan serta meniatkannya untuk Allah, kemudian mengembalikan urusan kepada Allah setelah batas maksimal ikhtiar kita.

Q : Bagaimana agar hati kita ikhlas terhadap orang-orang disekitar yang selalu memperlakukan kita dengan tidak baik.. bersabarpun sebagai manusia biasa rasanya masih mudah tersulut amarah... mendiamkan.. tutup telinga dan berlaku tidak peduli.. hanya itu yang akhirnya menguatkan.. walaupun dalam hati masih tidak terima.. bagaimana baiknya.. Bukan terhadap orang lain tapi justru dari orang-orang terdekat..
A : Ummahatifillah...bahkan sebaik apapun perilaku kita,tidak akan pernah bisa mmuaskan seluruh manusia. Carilah penilaian hanya dari Allah...bisa jadi kita masih ingin dinilai oleh manusia,sehingga hati kita menjadi sempit dengan gundah. Wallahua'lam

Q : Perlukah ikhlas diniatkan dalam hati, diucapkan dengan lisan "saya ikhlas blablabla" Dan dilaksanakan dgn perbuatan. Sebagai mana layaknya iman? Terimakasih
A : Ikhlas hanya perlu dibuktikan ummahat...
Salah satu tanda orang yang ikhlas adalah.. senantiasa bersyukur dengan keadaan,ringan menjalani hidup serta mudah memaafkan. Wallahua'lam

Q : Ustadzah,  kita kan ikhlas bila bersedekah, tapi pernah saya alami sendiri memberi sedekah pada orang dipinggir jalan, saya terenyuh sama keadaannya, sudah tua lumpuh karena saya lihat dia tidak punya kaki dan tengkurap di pinggir jalan, beberapa kali saya sedekah tapi alangkah kagetnya sewaktu tiba-tiba  hujan saya lihat dia lari dengan kencang dan kuatnya ke pinggir jalan. Astaghfirullah..rasa simpati saya langsung hilang dan secara tidak sadar saya ngomel, astaghfirullah....klo seperti ini saya belum masik tahap ikhlas ya dalam bersedekah ? Mohon pencerahannya
A : Ikhlas tidaknya kita hanya kita yang bisa merasakan dan Allah yang tahu. Indikasi nya pun jelas..

M1 by Ustadzah Nunuk
Q : Bunda jika kita melakukan kebaikan belum ikhlas apakah boleh,kata orang  ikhlas itu karna kebiasan  jdi hrus ada paksaan dulu
A : Melakukan kebaikan belum ikhlas ya sangat boleh , yang ndak boleh melakukan kejahatan tapi ikhlas (jelas merugikan orang lain dan diri sendiri kan).... maaf itu gambaran mudahnya.
Betul sekali, terkadang sampai harus dipaksakan dl ... lama-lama akan bisa ikhlas koq, seperti shalat 5 waktu misalnya , anak-anak kita betapa terus menerusnya kita mengingatkan mereka , bahkan pernah mgkin dengan nada suara tinggi lalu mereka brgkat shalat dengan muka masam, mungkin mereka belum ikhlas tp mereka  melakukannya juga , dan orang tuanya mgkin juga belum bisa ikhlas mengingatkan putra putrinya untuk senantiasa menjaga shalat nyà namun ia harus tetap lakukan itu, semoga keikhalasan itu akan terbangun dengan diiringi ilmu tentang ikhlas. Apakah kita masih akan tetap sulit untuk ikhlas setelah kita tahu bahwa amal tanpa keikhlasan tidak akan mendapatkan balasan dari Alloh swt.

Q : Ustadzah... in syaa ALLAH sebagai ibu rumah tangga saya mengerjakan pekerjaan dirumah dengan senang hati... adakalanya bosan dengan rutinitas setiap hari.. jika sesekali Ada perasaan bosan apakah itu termasuk kurang atau tidak ikhlas?
A : Perasaan kadang muncul rasa bosan  atau jenuh dengan aktivitas rutin harian sebagai IRT akan sanagt mungkin muncul, namun hal itu dapat kità pinggirkan, dengan menata kembali hati dan jiwa kita, bahwa apa yang kita lakukan sungguh mulia. Walaupun menjadi IRT, kewajian menuntut ilmu tetap harus dilakukan, saat menuntut ilmu   kejenuhan akan tergeser, bahkan ga sempat jenuh, karena setelah aktivitas IRT selesai kita akan bersegera bersiap belajar, setelah belajar selesai bersiap aktivitas berikutnya, yang bisa menguasai ilmu maka mengajarkannya, ndak punya waktu untuk jenuh kan? Sebagaimana dalam al quranul karim,  Alloh telah mengingatkan kita, hendaknya kita menjadi orang-orang Rabbani yang mengajarkan al quran dan mempelajarinya... Insya Alloh ndak sempat kita jenuh, yang ada ikhlas karena Alloh, karena pekerjaan sebagai  IRT yang kita tekuni saat ini, kita lakukan dalam rangka ibadah kepada Alloh swt, dan taat pada suami .

Q : Jika kita berbuat sesuatu tapi tidak dianggap.. lalu kita sedih.. apa itu tidak ikhlas?
A : Ya , karena kita  berharap penilaian manusia, saat manusia tak menilai tak memberi apresiasi tak memberi pujian maka kita sedih, capek lah kita.... padahal dalam Al quranul karim dijelaskan seberat zarrah pun   krbaikan yang kita lakukan akan dibalasi oleh Alloh swt, dan amalan yang dilakukan tanpa keikhlasan tak dapat balasan selain lelah . Shalihah, keikhlasan perlu dilatih terus menerus.......

Q : Ustadza gimana caranya agar kita bisa bener-bener ikhlas menerima takdir Allah..karena klu iman lagi turun ga sengaja trus ga ikhlas

A : Cari teman yang senantiasa mengingatkan, suami tentu menjadi orang yang paling dekat dengan kita, keimanan saat turun pandanglah wajah teman-teman kita, minta dikuatkan dan mintalah nasehat pada mereka, mungkin jiwa kita sedang rapuh sehingga kikhlasan pun ikut terbawa, minta lah doa teman-teman kita agar bisa senantiasa ikhlas menerima taqdirNya.



M3 by Ustadzah Neneng
Q : Kalau ikhlas dalam mengerjakan sholat itu maksudnya bagaimana ya bunda? Sholatnya harus bagaimana gitu biar disebut sholat yang ikhlas.
A : 1. Sholat niatnya karena Allah swt...karena menaati perintah Alloh dan karena berharap pahala
2. Menghindari niat niat lain seperti menggugurkan kewajiban. Apalagi sekedar menjalankan sholat. Niat dari permulaan takbiratul ihram hingga salam
3. Terus menerus memperbaiki meluruskan niat. Sebelum dan setelah sholat niat kita selalu diperbaiki

Q : Kenapa ya ikhlas itu terasa berat bangeeet ya bund apalagi kehilangan sesuatu yang mungkin sudah bener-bener kita sayangi
A : Itulah...kenapa keikhlasan adalah penentu segala amal. Penentu segala perasaan. Penentu segala gelora. Semangat dihargai dengan pahala dari sisi Allah swt. Dinilai sebagai amal sholih...bagi mereka yang rela dan ridho hatinya terhadal ketentuan Alloh swt. Karena tidak ada satu hal pun yang menimpa kita melainkan atas izin Nya. Bersabar menerima. Mensabari diri atas duka itulah sebaik baik jalan kebahagian di dunia dan kelak di akhirat Allah kirim balasannya


M7 by Ustad Kaspin
Q : Ustadz bagaimana caranya agar kita dapat beristiqomqh dalam ikhlas kadang klo baru beramal sedikit ,mulutnya suka gatel untuk ngomong niatnya sih memotivasi yang lain,
A : Teruslah beramal tapi hentikan omongan nya

Q : Ustadz, kalo masalah ga bilang-bilang ke manusia lain sih, inshaAllah sudah. 
tapi suka bilang gini *dalam hati*, 
"aku uda sedekah, aku uda nolong org itu ini ono, aku uda ikhlas ngejain ini semua, tapi kenapa Allah belom ngabulin doaku sih?" Klo seperti itu termasuk gimana, ustadz? 
terimakasih.
A : Kalau dalam hati segera istigfar...kuasai hati dan fikirannya...terus beramallah dan jangan bertanya kapan dikabul.

Q : Itu termasuk ga ikhlas buat Allah ya?
A : Itu Hak Allah dalam pengabulan doa...jangan bertanya karena Kehendak Allah adalah pasti terjadi dan itu terbaik. Husnudzhon kepada Allah.

Q : Klo misal orang lain yang seperti itu wajibkah kita menegurnya Ustadz??
A : Menegur boleh saja namun perhatikan hikmah. Jangan didepan umum dan jangan kasar.

Q : Ustadz, bagaimana menjelaskan ikhlas kepada anak-anak ?
A : Ngomong dan kasih contoh.

Q : Kadang kita menyebutkan pekerjaan yang sudah kita kerjakan ke seseorang, padahal niatnya baik biar dia ngerti kalo kita ini gak diem...tapi kok kesanya malah itung itungan ya? Apa itu termasuk gak ikhlash ustadz?
A : Ikhlas itu dalam hati...jika tak bermaksud demikian maka menjelaskan boleh


M4 By Ustadzah Tribuana

Q : Ustadzah.. Istri kan wajib taat sama suami, kalau gak taat dosa. Nah... Kalau istri taat, nurut melaksanakan kewajibanya tapi kadang sambil agak berat, itu berarti gak ikhlaskah?
A : Iya bunda....karena ciri-ciri ikhlas itu tanpa ada syarat dan beban. Kalo masih terbebani berarti belum ikhlas.

Q : Tapi boleh kan ada rasa berat, manusiawi kan ustadzah yang penting taat dulu, daripada membangkang  masih kebagi pahala gak ya?! 
A : Pahala urusan Allah bunda

Q : Ustdzh.. jujur aja msih awam soal agama...untuk mengimplenmentasikan sifat ikhlas ini..dari mulai niat, amal, tujuannya..untuk menghindari dari tergelincirnya akibat godaan syaithon..apa saja usaha kita ...?
A : Sederhana kok Uthi...cukup niatkan semuanya untuk ridho Allah bukan ridho manusia...insya Allah ikhlas dan enteng

Q : Menyebut-nyebut kebaikan yang sudah di kerjakan ini bagaimana ust ...padahal waktu mengerjakannya ikhlas.... Misalnya cerita ke suami,,bahwa saya tadi begini begitu  ...
A : Kalau niatnya hanya cerita gpp bunda. Memang agak berat ikhlas itu. Gampang diucapkan. Tapi berat pelaksanaannya. Biasanya banyak orang tergelincir karena lidahnya. Wallahul musta'an

Q : Kadang klo melaksanakan kewajiban sehari-hari..misal bersih-beraih rumah..kadang hati suka jengkel klo ga di bantuin...tapi diem aja ga ngomong..apakah itu termasuk hati yang ga ikhlas...?
A : Iya bunda

Q : Ketika kita didzolimi dan disakiti oleh seseorang kita brusaha sabar untuk tidak membalas dan mnyerahkan semua kepada Alloh. Tapi ketika dihadapkan pada situasi kita harus bertemu lagi dengan orang tsb kita brusaha mnghindar dan tidak mau bahkan untuk melihatnya. Itu apa artinya kita masih belum ikhlas atas apa yang sudah orang tsb lakukan terhadap kita? Mohon penjelasannya
A : Iya bunda. Berat nggih bunda ikhlas itu. Karena ikhlas tu balasannya surga. Bahkan iblis pun berjanji kepada Allah akan selalu mengganggu manusia. Kecuali orang-orang yang ikhlas, tidak mempan gangguan iblis.


M2 by Ustadzah Riyanti
Q : Bagaimana caranya agar kita bisa ikhlas tuk memaafkan yang sudah menyakiti kita..?
A : Bunda sayang... Tidak ada orang yang sempurna. Dan tidak ada orang yang kejam bin dalam melebihi Firaun laknatullah alaihi... Pun demikian Musa masih memaafkan.. Berdialog,  mengajak Musa kepada kita...  Bunda sayang... Orang yang menyakiti itu apakah sekejam Firaun.,? Bunda, cobalah berdamai dengan rasa sakit hati itu.. Jangan di pendam perasaan luka itu terlalu lama... Karena bisa menjadi penyakit hati... Cobalah ingat kebaikan yang pernah belio berikan pada  bunda... Mungkin kecil, sedikit... Tapi itu tetap disebut kebaikan....  Bunda sayang... Selamat berdamai dengan luka...

Q : Misal seseorang lagi ditempat kerja. Ditempat kerja nya sedang ada penilaian kinerja. Dia selalu hadir karena segalanya jadi  penilaian, termasuk kegiatan pengajian dan tahsin.  Apakah kegiatan yang diikuti nya itu bisa dikatakan ikhlas atau gimana?
A : Bunda sayang... Kadang kebaikan itu harus dipaksakan... Agar membiasa dalam diri kita. Dan ikhlas itu sendiri adalah kata kerja aktif.. Hati itu dinamis... Batas keikhlasan seseorang adalah saat putusnya hubungan ruh dengan badan.....  Meski sebuah pekerjaan sudah selesai kita kerjakan niat.. Keikhlasan itu bisa diperbaharui hingga ajal tiba...Wallahu A'lam bisshawab




Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ