Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

I.K.H.L.A.S (Grup Nanda)

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Selasa, 9 Agustus 2016
Rekapan Grup Nanda
Syakhsiyah Islamiyah Pekan kedua Agustus
By Tim Kurikulum Kajian Online Hamba Allah
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakaninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan sayaafaat beliau di hari akhir nananti. InsyaAllah aamiin.


I.K.H.L.A.S

Makna Ikhlas Sebenarnya
Makna ikhlas tidak banyak dimengerti oleh orang yang baru mulai berkomitmen dengannya. Namun, kata ini sangat berguna bagi mereka yang telah lama menaati perintah Allah, berinteraksi dengan-Nya dengan menjalankan ibadah dan menikmati kelezatannya. Mereka selalu menghadapkan wajah kepada Allah, dan telah berpengalaman memerangi setan sekian lamanya. Maka, hanya merekalah yang mampu mengambil manfaat dari kata itu.

Ikhlas adalah memaksudkan ucapan, perbuatan, diam, bergerak, yang dirahasiakan, yang ditampakkan, hidup atau mati hanya untuk ridha Allah semata.

Para ulama memberikan arti ikhlas sebagai berikut.

Pertama, ikhlas ialah mengkhususkan tujuan semua perbuatan kepada Allah semata. Pengkhususan ini mengharuskan tujuan perbuatan itu hanya untuk-Nya, bukan yang lain.

Kedua, ikhlas ialah melupakan pandangan manusia, sehingga kita hanya melihat Sang Pencipta saja. Orang yang menangis karena takut kepada Allah, memberikan infak, atau mengerjakan shalat di tengah ribuan-bahkan jutaan-orang akan tetap ikhlas, karena ia tidak menggubris pandangan manusia tadi. Ia hanya melihat pandangan Allah semata.

Ketika, ikhlas diartikan dengan tidak memaksudkan perbuatan agar disaksikan orang, namun memkasudkan agar dilihat Allah saja. Kita tidak membutuhkan orang untuk menyaksikan shalat, tangis, atau haji kita-yang mungkin sudah enam kali, demikian pula jihad kita, bahkan mungkin jilbab kita yang lebar. Cukuplah untuk kita firman Allah “Dan cukuplah Allah sebagai saksi…” (Al-Fath:28)

Demikianlah ikhlas merupakan kunci amalan hati. Sementara amal shalih tidak akan sempurna tanpa dilandasi keikhlasan. Karena, diterima atau tidaknua suatu amal akan tergantung kepada keikhlasan  hamba yang hanya diketahui Allah saja.

Semua perbuatan yang bersifat ibadah, tidak pantas dilakukan kecuali atas dasar mencari keridhaan Allah. Bahkan amal yang bersifat adat kebiasaan seperti makan, minum, ataupun berolahraga, juga harus didasari dengan keikhlasan.

Mungkin ada yang bertanya, kita memang harus ikhlas dalam amal ibadah. Namun, mengapa harus ikhlas dalam amal kebiasaan? Dalilnya adalah firman Allah,

“Katakanlah,’Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan padaku…”’ (Al-An’am: 162-163)

Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya, Ia tiada diketahui malaikat, sehingga ia tiada kuasa menuliskannya. Tiada pula diketahui setan, sehingga ia tiada kuasa merusaknya.

Niat Yang Ikhlas Adalah Dasar Penerimaan Amal
“Meninggalkan amal karena manusia adalah ria, sedang beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas menyelamatkanmu dari kedua penyakit tersebut"

Keberadaan niat harus disertai pembebasan dari segala keburukan, nafsu dan keduniaan, harus ikhlas karena Allah, agar amal-amal itu diterima di sisi Allah. 


Al-Fudhail bin Iyadh berkata, Sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar, maka dia tidak diterima, sehingga ia ikhlas dan benar. Yang ikhlas artinya amal itu dikerjakan karena Allah, dan yang benar jika amal itu dilakukan berdasarkan Sunah.

Diriwayatkan dari Ibnu Masud, Perkataan tidak bermanfaat kecuali dengan amal. Perkataan dan amal tidak bermanfaat kecuali dengan niat. Perkataan, amal dan niat tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan Sunnah.

Dari pembahasan diatas terlihat bahwa niat adalah ruh amal. Niat pula yang mengarahkan kemana amal akan ditujukan. Niat itu bergantung pada akidah dan nilai yang diyakininya. Selain itu pengetahuan, pemahaman, dan pengalamannya terhadap sesuatu juga mempengaruhi niat. Faktor lain yang juga tak kalah kuatnya adalah pengaruh dari lingkungan sekitar.

apakah itu makna ikhlash?
Ikhlash adalah jika pendorong iradahnya dalam hati berupa dorongan agama yang mampu menaklukan pendorong hawa nafsu, lebih mementingkan dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah daripada apa yang ada di sisi manusia. (QS. 6 : 162-163)

Seorang Muslim yang ikhlash ketika beramal dalam dirinya hanya ada satu orientasi dan ghayah (tujuan) yaitu meniti jalan yang membawanya menuju kepada keridhoaan Allah. Seperti halnya seorang budak maka manusia yang ikhlas adalah budak yang memiliki satu tuan. Ia akan berusaha melakukan perbuatan yang membuat tuannya ridha dan menjauhi apa yang akan membuat tuannya murka. Amal yang dilakukan dengan keikhlasan akan berlangsung berkesinambungan karena keikhlasan akan memberikan kekuatan kepada seorang mukmin untuk terus beramal, pantang mundur dan tidak bermalas-malasan.

Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan oleh setiap manusia dalam membentuk keikhlasan, diantaranya :
1. Hendaknya dalam diri seorang mukmin harus lahir sikap konsisten dan integral.
Artinya ada kesesuaian antara apa yang ada dalam batinnya dengan yang tampak.
2. Hendaknya ia menganggap sama antara pujian manusia dan celaan mereka.
Bagi orang yang ikhlas, pujian hanya pantas untuk Allah  saja, karena Dialah yang Maha Sempurna. Begitupun dengan celaan, bagi mereka celaan manusia akan tetap ada walaupun di sisi Allah mereka terpuji. Kita melihat bagaimana Rasul SAW tetap giat beramal dalam kondisi apappun dan berlaku baik pada semua orang baik yang mencelanya maupun yang memujinya.
3. Tidak memandang amal ikhlasnya
Saat kita merasa diri kita sudah beramal dengan ikhlas saat itu pulalah akan muncul penyakit hati berupa ujub (mengagumi diri sendiri), lebih jauh akan jatuh kepada takabbur.
Ada baiknya kita perhatikan kalimat dari Abu Ayyub as Susy, selagi mereka melihat ikhlasnya sudah cukup maka ikhlas mereka itu masih membutuhkan ikhlas lagi.
4. Tidak merasa aman dengan amalnya.
Dalam diri kita harus senantiasa hadir perasaan bahwa amal yang dilakukannya tidak sanggup menutupi nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT sekecil apapun nikmat itu. Kita harus menyadari bahwa kesempatan untuk beramal hanya datang dari Allah. Khawatir akan menyusupnya riya dan hawa nafsu ke dalam jiwa, sementara dia tidak merasakannya.

Secara sadar kita harus mengetahui bahwa setan memiliki seribu macam cara untuk menggelincirkan manusia. Bila ia tidak mampu menggiring seorang mukmin kepada kedurhakaan perbuatan secara dzahir maka ia akan mencoba menyeretnya ke dalam kedurhakaan batin dari amal-amal yang dilakukan mukmin tersebut.

Wallahu a'lam


TANYA JAWAB


M104 by Ustadah Lilah
Q : Gimana caranya agar kita bisa selalu ikhlas sama takdir Allah? Terkadang hati ini masih suka ngebantah sama takdirNya
A : Jaga kebersihan hati dan kesetiaan sama Allah. Jangan sekali-sekali berprasangka buruk kepadaNya. Selalu yakin bahwa setiap garis hidup yang Allah berikan selalu ada kebaikan di dalamnya. Insyaallah kita lebih ridho dan ikhlas menjalani peranan kita masing-masing di dunia.

Q : Kalo misal kita disakiti teman tapi udah beberapa tahun yang lalu udah memaafkan tapu blum bisa melupakan itu masuk dalam katagori belum bisa ikhlas ya bun?
A : Betul.... Karena dalam Islam, saat kita memaafkan harusnya sudah kita lapangkan hati kita, sudah kita maafkan perbuatannya. Dalam banyak ayat, Allah menyebutkan kata maaf bergandengan dengan melapangkan hati. Rugi nanda jika msh menyimpan ganjalan, biarkan Allah saja yang menghukum perbuatannya. Banyak-banyak baca doa yang di surat al hasyr 10.

Q : Bunda mau tanya.... Jika kita memberikan sesuatu ke orang lain atau kita menolong orang lain, kita ikhlas menolongnya membantunya. Tapi dia kembalikan suatu saat nantinya. Apakah itu merusak niat ikhlas tadi bunda.... jika semacam timbal balik seperti itu....afwan...
A : Ya...sebaiknya saat menolong, ikhlaskan hanya karena Allah semata. Karena saat kita hanya berharap kepada Allah, bisa jadi balasan itu datang dari arah lain yang tak kita duga.

Q : Bagaimana dengan ikhlas beramal dengan mengharap balasan Allah? Misalnya berinfaq karena ada doa yang ingin dikabulkan. Apa itu dikatakan ikhlas bunda?
A : Ya kalau itu memang justru dimotivasi seperti itu. Dalam banyak ayat, Allah motivasi ummat Islam untuk beramal dengan balasan A, B dst. Misal saat kita memberi sedekah, kita sampaikan kepada yang menerima sedekah..."mohon doanya supaya hajat saya dikabul ya bu..."

Q : Kita bersedekah gpp ya bun bilang mohon doanya & ga termasuk pamrih?
A : Kalau khawatir pamrih berarti ndak usah,hehe

M106 by Ustadzah Fina
Q : Mungkin ikhlas adalah ilmu yg susah untuk jalani... tapi  ada ngak tips dan trik ..gimana hati bisa merasakan makna ikhlas yang sesungguhnya...walaupun kadang logika sudah berkata ini sudah kehendakNya..namun kadang hati masih susah untuk menerima kenyataan...bgmn yah ustadzah...?
A : Ketika kita merasa lebih gagal dibandingkan teman kita, ketika kita  merasa lebih miskin dibandingkan orang lain, ketika kita terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman kita telah sukses di dunia kerja dan keluarga, tidak perlu kita berduka, karena duka itu tidak akan mengubah nasib kita. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Perlu bagi kita mengingat hadis ini,
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)
Ketika kita melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, kita perlu ingat bahwa nikmat iman yang anda miliki. Ketika kita melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses, kita perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan anda dengan taat. Dalam surat Al Mulk ayat 2 dan awal dari surat Al-Ankabut Allah sudah ingatkan kita bahwa hidup ini isinya adalah ujian..belum dikatakan beriman seseorang sampai kita diuji dan kemudian kita memberikan sikap terbaik dalam setiap ujian yang menghadang...."ahsanu amala" dalam surat Al Mulk adalah amalan yg paling baik...ketika kita menghadapi setiap ujian apapun itu entah ujian kebahagiaan ataukah kesengsaraan (kekurangan harta,diri,jiwa,dst yang disebutkan dalam surat Al Baqoroh) maka Allah pengen liat gimana cara kita hadepinnya...kalo menurut Allah sikapnya masih kurang tepat,ya ujian itu akan terus menimpa kita sampai Allah lihat "yang paling" itu td dari diri kita baru deh lulus ujian....and get prepare for the next examination..karena sejatinya orang yang hidup itu konsekuensinya ya hadapi ujian. Satu hal yang perlu kita tahu adalah bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini..bahkan jatuhnya sehelai daun dari pohon itu sudah menjadi skenario Allah...semua yang terjadi pada kita sudah tertulis 50ribu tahun di lauhul mahfuzh sebelum bumi diciptakan...sehingga apa yang kita dapatkan memang itu sudah menjadi jatah kita..apa yang luput dari kita maka itu memang bukan rizki kita...kecewa atau ikhlas..sedih atau bahagia itu hanya masalah ekspresi saja...mau sedih mau kecewa juga tetep aja musibah itu akan tetep datang ketika Allah berkehendak...begitu pula sebaliknya.

Q : Bagaimana ya bun caranya ikhlas hanya mencari ridho Allah. Terkadang kita mencoba ikhlas tapi di tengah perjalanan terkadang riya atau pengen di pandang orang lain itu suka nyusup gitu aja?
A : Untuk masalah riya' jadi teringat tulisan ini, tentang 5 jebakan dalam hati manusia:
Sangat halus, tipis, ada, tidak terlihat, menyakitkan, membebani amal ibadah dan bahayanya dapat membatalkan seluruh pahala amal.
1. Beramal terang terangan akan digoda Riya
2. Bercerita kebaikan akan digoda Sum’ah
3. Beramal sembunyi-sembunyi akan digoda Ujub
4. Presentasi keberhasilan akan digoda Takabbur
Tidak beramal, berarti syetan berhasil menggoda
Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa riya' adalah perbuatan dosa yang lebih berat daripada berzina atau membunuh...karena riya' adalah termasuk dalam kategori syirik. Dan perbuatan syirik adalah dosa besar yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah...hanya kecuali ketika ia bertobat sebelum nyawa lepas dari kerongkongan.

Q : Aku mau nanya bun, ikhlas dengan tak mau usaha apa bun. Contoh soal ndak bisa kuliah, kita ikhlas makanya ndak usaha (pasrah) buat kuliah. Ini gimana bun?
A :vNi ada rumusnya nih...rumusnya 'NDUT' ( Niat Doa Usaha Tawakkal). Tawakkal itu ada ketika usaha kita sudah 100% dibarengi dengan doa yang 100%. Baru ada tawakkal...berserah diri pada Allah atas apapun yang menjadi takdir terbaik menurut Allah untuk kita. Nah masalahnya kita ga tau nih udah 100% belum ya usaha kita...udah 100% belum ya doa kita...kadang kita sudah menjudge Allah atas apa yang kita lakukan namun belum juga Allah kabulkan..padahal kitanya udah kadung pasrah duluan sebelum doa dan usaha 100% menurut pandangan Allah.

M111 by Ustadzah Neneng
Q : Kalau misal na kita melakukan suatu ibadah, tapi sengaja di depan keluarga atau adik atau kakak atau di depan teman,, itu supaya mereka terbiasa ngliat kita sholat atau ngaji misal na,, jadi bisa ikut sholat dan ngaji juga... soalnya kadang ada keluarga atau teman yang ga sholat atau ga pernah tilawah... itu kira-kira ikhlas ga ya mii???
A : Ikhlas itu ada di dalam hati....niat ukhti aapaaa...sholat ibadah karena Alloh yang memerintahkan...dan ukhti taat...Mau di hadapan manusia mau bersembunyi. Asal tetap di jaga hati nya.... Jika mereka mengikuti bersyukur jika belum bersabar....Lakukan terusss. Suatu saat mereka ikut bersyukur kepada Alloh. Hati ukhti tetap dijaga....agar fokus pada pahala dan ampunan saja

Q : Umi, kita awalnya ikhlas, tapi saat sesorang itu melakukan hal yang tidak baik ke kita beberapa tagunn kemudian, hal yang kita ikhlasin jadi pikiran.. termasuk sudah ikhlaskah mi?
A : Di ikhlas kan lagii ajaa. Insya Alloh amal kita tetap utuh pahalanya. Karena ikhlas itu proses sepanjang hayat.

Q : Umi, kalo misalnya kita mau ibadah. Tapi males. Nah, untuk membangkitkan semangat biasanya suka ngebayangin klo saat itu ibadahnya lagi didenger dan diliat orang banyak.. Nah klo udah gitu semangat ibdahnya muncul lagi. Tapu sebenernya klo pas diliat orang banyak beneran malah jadi malu.. Cuma berangan-angan gitu umi. Itu gmna umi??
A : 1. Bangkit lalu ibadah
2. Niat nya terus diperbaiki
3. Teruss lakukan langkah 1 dan 2

M110 by Bunda Azzam
Q : Bunda afwan mau bertanya sedikit menyimpng,, tentang ihkalauas itu sendri ya bunda seandainya kita sudah ihkalauas dengan hutang yang belum di bayar dan ihkalauas telah memafaakan kesalahan seseorang namun dengan seiringnnya waktu rasa ihkalauas itu berubah menjadi dendam ketikaa tahu teman yang kita niatin ihkalauas itu ternyata berlaku buruk, apakah ihkalauas kita itu sia-sia bunda lalu bagaimana cara agar tetap ihkalauas jazakillah khair bunda
A : Itulah beratnya menjaga niatan ikhlas dihati. Jika awalnya kita sudah ikhlas tapi ternyata dikemudian hari keikhlasan kita justeru dimanfaatakan dan menyulut dendam, maka secara manusiawi wajar kalau kecewa. Akan tetapi sebagai makahluk ukhrowi selayakanya segera beristighfar dan mohon pada Allah untuk terus mmbimbing kita menjadi hamba yang terus memahami catatan takdir Allah yang tak mungkin salah. Karena Allah itu sempurna adanya. Anggaplah harta yang hilang itu sebagai penggugur khilaf dan dosa kita dimasa lalu. Sambil terus menempa hati, bahwa doa orang yang terzhalimi itu makbul. Maka berdoalah yang baik-baik.

Q : Bunda, apakah ikhlas & sabar itu berhubungan? Kan suka tuh,dikit-dikit orang bilang sabar yah, ikhlas yah??
A : Ikhlas dan sabar itu terkait erat ya...karena ujiannya ikhlas itu ya kudu sabar. Tanpa kesabaran ikhlasnya tak akan tulus. Satu contoh seperti bunda ya, saat abi berpulang. Anak 3 masih kecil-kecil. Kalau sudah wafat mau diapain? Bunda teriak dan guling-guling juga abi gak akan hidup lagi. Yang bisa bunda lakukan mengikhlaskan sepenuh kesadaran bahwa Allah menganggap cinta dan kebersamaan kami cukup sampai di sini. Nah sabarnya? Ya merawat anak-anak, membimbing mereka seperti cita-cita kami saat masih bersama abi. Jangan salah arah, gagal fokus apalagi frustasi. Semua tetap ada dalam.koridor jalan dakwah. Menjadikan anak-anak itu mesin penabung amalan sholih buat abinya itu perlu kesabaran ekstera dan berderai air mata di tepian pagi. Saat ilahi Rabbi turun ke langit dunia.

Q : Bun, bisa gak sih kita mengukur kadar ke ikhlasan kita?
A : Kita itu diberi satu indra yang sangat sensitif sebenarnya. Yakni hati nurani. Bahkan ada hadist yang mengatakan apakah itu dosa. Dosa adalah jika kau melakukan sesuatu kau malu melakukannya jika diketahui orang lain. Nahhh nurani inilah yang ibaratakan skring. Kalau kita melakukan kesalahan pasti ada gelisah tak nyaman dll yang kita rasa. Nahh kita wajib juga skring ini jangan smpai putus.  Maksudnya adalah kalau smpai skringnya ptus maka dia akan menjadi manusia setengah robot. Dia makan minum dan melakukan aktivitas manusia pada umumnya. Tapi nuraninya mati. Dia bisa korupsi, tak punya malu, menyikut sana sini, menindas yang lemah dll. Nah kaitannya dengan bisakah kita mengukur keikhlasan? Tergntung seberp besar hub kita dengan Allah. Kalau dekat, maka kita akan selalu merasakan wahh ini gak benar, duhh ini.melanggar, kenapa aku begitu senang disanjung ya? Kenapa aku marah dan sakit hati atas kata-kata temen tadi ya? Padahal yang diungkap benar. Nahh hal-hal ini yang akan memagari amalan yang akan kita lakukan

Q : Bunda, bagaimana caranya agar kita menjadi manusia yang Ikhlas atas setiap ujian yang diberikan Allah? Dan manfaatnya apa untuk kehidupan kita ?
A : Agar menjadi manusia yang ikhlas itu adalah dengan sepenuh sadar bahwa Allah tak pernah salah memberikan catatan takdir pada kita hambaNya. Dan ingat bahwa apapun yang luput dari rencana kita itu memang sudah menjadi takdir yang Allah tetapkan untuk kita.
Manfaatnya apa?
1. Kita menjadi hamba yang senantiasa bersyukur apapun bencana yang menimpa.
Contohnya : diri bunda sendiri ya...ketika anak-anak bertanya kenapa ayah meninggal begituu cepat bu? Maka bunda jawab...karena abimu orang yang terpilih sebagai orang yang baik yang Allah menganggap amalannya sudah cukup untuk hidup di alam sana. Usia muda abimu ada dalam keberkahan. Waktu yang ada untuk dakwah. Belum tentu usia pnjuga membawa keberkahan.
2. Agar kita senantiasa bersabar
Contoh : bunda lagi ya contohnya. 14 hari setelah abi wafat kami dirampok. Semua harta berharga lenyap. Ketika sadar dini hari saat lail semua tak ada, bunda sujud syukur sama Allah. Alhamdulillah yang hilang hanay benda dunia. Allah jaga kesucian bunda. Anak-anak tidak disiksa dan tak melihat rampok itu. Bisa trauma seumur hidup kan mereka.  Ini butuh kesabaran, diuji diatas ujian yang lain.
3. Ikhlas karena Allah itu balasannya pasti syurga.
Nah inilah yang akan menumbuhkan asa dihati untuk terus memperbaiki diri. Menakar diri, menantaskan diri. Pantaskah meminta jannahNya jika diuji dengan sedikit kesusahan aja ngeluhnya kepanjangan. Dll

Q : Assalamualaikum bunda,,bunda kalo kita sudah menolong orang terus suatu saat kita cerita sama anakanya saat kita nolongin kejadian yang nimpa orang tuanya,,tapi kita bilang "ini ikhlas ko,,ngomong kaya gini bukan ungkit-ungkit tapi biar kamu tau aja ceritanya,,biar suatu saat kamu ga dendam dan ga benci sama saya"..apakah berkurang pahala ikhlas kita dan apakah itu sudah di katakan ikhlas,,jazakillah bunda
A : Yaa...kita manusia biasa kadang khilaf selalu menyapa. Maka.istighfarlah temapt segala permohonan bermuara. Jika maksud bercerita itu adalah untuk mendatangkan nilai kemudharatan yang besar bisa jadi berkurang atau hilang rasa ikhlasnya. Akan tetapi jika cerita itu justeru menambah nilai kemashlahatan yang lebih luas maka insyaAllah nilai nya masih ada. Karena kita juga tak pernah tahu ikhlas itu kayak apa nilainya. Karena hanya Allah yang berhak menakarnya.

Q : Bagaimana jika ada yang bertanya dengan amal kita? kalau kita jawab terkadang takut malah jadiinya riya.. kalau bohong malah juga dosa.. Bagaimana juga menyikapi pujian?
A : Satu kunci agar kita tak terjebak dengan riya dan justeru tak melakukan apa-apa. Ada kata hikmah jika kamu tak melakukan sesuatu yang baik karena takut dikatakan riya, maka itu sesungguhnya sudah riya. Jadi...kita jangan pernah menghakimi orang lain atas apapun yang dia lakukan. Bisa jadi ketika ia menulis kisah yang dia alami justeru itu untuk memotivasi orang lain. Jangan justeru kita sibuk menilai dia, harusnya kita pacu diri kita. Dia aja bisa kenapa saya tdk? Contoh lagi ya...bunda suka ditanya. Bunda itu 2 anakanya olimpiade tingkat nasional sampek maju 2 kali mewakili jabar apa resepnya? Apa bunda harus jawab dengan senyum? Apa gak dinilai sombong dan gak berbagi ilmu nantinya? Kalau dijawab taruhannya adalah menjuga amalan hati. Jangan ingin di puji. Ya bunda jawab apa yang bunda lakukan. Abis jawab kalau lail nangis sama Allah mohon ampun kalau apa yang bunda lakukan itu salah dan merusak amal keikhlasan. Bunda pasrahkan aja nilainya sama Allah.

Q : Kalo misal temen ada hutang sma kita terus mereka mungkin lupa, tapi kita kalo mau menagih hutang ngga enk hati,padahal sudah ikhlas kalo itu ngga dikembaliin. Akan tetapi jika kita tidak menagih hutang kan nanti kita harus mempertanggungjawabkannya di akhirat. Nah itu kita harus gimana bun?
A : Makanya urusan hutang piutang itu diatur ketat dalam islam. Harus ada hitam diatas putih.
Baru tadi pagi bunda baca di wall fb bunda artikel barangsiapa yang sengaja gak bayar utang maka dia adalah pencuri. Nah bagi yang memberi hutang kewajiban dia mengingatakan. Kalau dia mengelak dan kitanya gak punya bukti ya mau gimana lagi? Saksi yang ada hanya malaikat dan Allah. Ya sudah terserah Allah bagaimana caranya DIA akan menegur jalan hidupnya. Ingat ya jangan suka bikin susah orang. ALLAH akan tutup pintu kemudahan jalan hidup kita. Sebalikanya jika kita begituu sibuk dengan kebaikan maka Allah akan buka kran rizki yang kita gak pernah tahu bagaimana ia bisa menjadi hak kita. Karena di sisi Allah segala sesuatu itu mudah saja.

Q : Bagaimana jika seseorang malu untuk beramal, atau malu untuk ke tempat orang banyak seperti pengajian? apakah itu termasuk ria ?
A : Nahh itu pertanyaan jwbnnya ada di no 7 ya. Jika kita malu melakukan kebaikan hanya karena takut dinilai riya sesungguhnya ia sudah melakukan keriyaan. Lakukan saja. Sambil terus meriayah hati atau memelihara niat. Kan sayang waktu kita sama lho 24 jam. Tetangga sebelah selain jadi ibu isteri dia juga waktunya untuk dakwah. Lah nanti sisa waktu kita kalau ditanya Allah jawabnya untuk apa? Gimana?

Q : Bunda misalnya kita sering nolong teman, stiap teman butuh bantuan selalu nolong, tanpa imbalan apapun. Tapi pas kita lagi butuh itu temen dia malah cuek dan gak mau nolong, terus kita menggerutu "dari dulu sudah sering ta tolongin, giliran aku yang butuh malah gak mau nolong" yang seperti itu apakah akan menghilangkan pahala ikhlas kita yang dulu??

A : Keluhan yang keluar spontan saya rasa wajar. Tapi kalau ditanya pahalanya berkurang gak, nahh ini hak mutlaq Allah ya. Mengurangi bisa jadi. Karena pada akhirnya kita berharap pada manusia bukan pada Allah sebagai tempat meminta jalan keluar. Bisa jadi memang Allah takdirkan dia yang harus kita tolong. Tapi Allah juga takdirkan kelak bukan dia yang akan tolong kita. Tapi orang yang berbeda.  Sikapi dengan sepenuh istighfar. Agar pahsla yang berkurang bisa ditutup dengan amalan lain. Misalnya sedekah