Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , » MEMAHAMI PENCIPTAAN JIN (Grup Bunda)

MEMAHAMI PENCIPTAAN JIN (Grup Bunda)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, August 5, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 3 Agustus 2016
Rekapan Grup Bunda
Syakhsiyah Islamiyah Pekan pertama Agustus
By Tim Kurikulum Kajian Online Hamba Allah
Editor : Rini Ismayanti


Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat dan karuniaNya sehingga kita bisa bertemu kembali.. berkumpul bersilaturahmi di majelis ilmu yang in sya Allah diberkahi dalam ikhtiar keilmuan kita yang terbatas untuk lebih baik lagi dalam bertaqarrub kepada Allah, meluruskan niat, menguatkan Azzam berdakwah dalam komunitas ini, memaksimalkan potensi dakwah, menjalankan tugas kita sebagai khalifah didunia yang fana ini.

Shalawat dan salam kita haturkan pada baginda Nabi besar Muhammad SAW, manusia berahklak paling mulia, uswatun hasanah kita, dan inspirasi hidup kita sebagai seorang muslim. Semoga sosok beliau bisa terus memotivasi kita untuk terus menjadi pribadi yang selalu berjuang menjadi lebih baik..aamiin

Semoga Alloh swt taqdirkan kita berkumpul di dunia dan semoga Alloh swt kumpulkan kita di JannahNya..

Alhamdulillah biidznillah hari ini kita di pertemukan di majelis yang semoga senantiasa berkah.

MEMAHAMI PENCIPTAAN JIN

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat "ijtinan" ( ﺍﺟﺘﻨﺎﻥ ), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Berikut adalah beberapa karakteristik jin yang kami rangkum dari Al Quran & Hadits Rasulullah, di antaranya adalah :
1. Golongan Jin juga diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, di antara mereka ada yang shalih dan juga kafir. (QS. Adz Dzariyat : 56 ; QS. Al Jin : 11-14)
2. Jin makan dan minum.
“Tulang dan kotoran binatang itu merupakan makanan jin”. (HR. Bukhari).

3. Jin berketurunan. (QS. Al-Kahfi : 50).
4. Jin mengalami kematian (QS. Ar-Rahman : 26-28), kecuali Iblis dan juga syetan-syetan asli keturunan Iblis (menurut pendapat sebagian ulama) yang memang telah diberi masa tangguh untuk hidup sampai Hari Kiamat (QS. Al-A’raf : 14-15).
5. Jin diberi kemampuan-kemampuan tertentu yang tidak diberikan kepada manusia, seperti :
a. Kecepatan bergerak dan berpindah (QS. An-Naml : 39-40),
b. Terbang menembus langit untuk mencuri berita ghaib (QS. Al-Jinn : 8-9),
c. Kemampuan untuk berubah bentuk menyerupai manusia dan binatang, khususnya ular, kalajengking, dan anjing (lihat sebab turunnya QS Al-Anfal : 48, juga hadits Bukhari yang mengisahkan jin yang datang untuk mencuri harta zakat dan shadaqah yang ditunggui oleh Abu Hurairah),
d. Kemampuan luar biasa untuk membuat bangunan-bangunan besar dan hebat, menyelam ke dasar lautan yang paling dalam dan sebagainya (QS. Saba’ : 13, QS. Shaad : 35-38),
e. Setan mampu mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat, membuat imajinasi sesat, membuat marah, lupa, cemburu yang berlebihan,
f. Masuk dan merasuki diri manusia (QS. Al-Baqarah : 275, QS. An-Naas : 4-6)
g. Mampu mempengaruhi mimpi manusia
h. Tidak terlihat oleh manusia, namun bisa melihat manusia (QS. Al A'raf : 27)
6. Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal :
a. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu,
b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat (taklif), sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama (sholih) dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan manusia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Mari kita cermati fenomena disekitar kita ini...........

Ada orang melihat penampakan setan di kuburan. Ada lagi orang kesurupan setan. Ada setan menghasut manusia untuk berbuat dosa. Para dukun santet dan paranormal disebut wakil setan.

Jadi Siapakah Sebenarnya Setan Itu?

Apakah sama dengan Jin? Benarkah ada manusia wakil setan?

SYETAN

Setan dalam bahasa Arab berasal dari kata "syathona" yang berarti "ba'uda" (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran). Kemudian kata setan ini digunakan untuk setiap makhluk berakal yang durhaka dan membangkang.

Pada awalnya istilah setan ini diberikan kepada salah satu golongan jin (Iblis) yang beribadah kepada Allah dan tinggal bersama dengan malaikat di dalam surga. Akan tetapi ketika mereka menolak untuk sujud kepada Adam karena membangkang kepada perintah Allah, maka dia diusir dari surga dan sejak itu ia menjadi makhluk yang terkutuk sampai hari kiamat kelak. Tidak semua jin adalah Setan, karena jin juga ada yang shaleh dan ada yang mukmin. Jadi setan hanyalah ditujukan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst).

Apa yang dimaksud dengan setan dari golongan manusia?
Setan merupakan kata benda (nomina) umum untuk setiap entitas yang congkak, pembangkang dan menyesatkan. Baik dari golongan manusia atau dari golongan jin atau dari golongan mana pun. Dalam al-Qur'an setan tidak disebutkan sebagai entitas khusus, melainkan pada manusia jahat, penyebar fitnah, perusak juga disebut sebagai setan.

Karena itu, yang dimaksud dengan "syathin al-ins" adalah manusia yang tersesat dan menyimpang karena membangkang segala titah Ilahi dan juga berada pada tataran menyesatkan dan menyimpangkan orang lain.

Setan  dilekatkan pada makhluk pengganggu, menyesatkan, penentang, congkak, baik dari golongan manusia.  Shihah al-Lughah menyebutkan: Setiap makhluk yang sangat susah menerima kebenaran dan hakikat, baik dari golongan manusia atau jin atau dari kalangan hewan maka ia adalah setan. (Shihah al-Lughat, Bab al-Nun, Fashl al-Syin, klausul Sya-tha-na)

Wa kadzalika ja'lna likulli nabi aduwwa syathin al-ins wa al-jin."[ Qs. Al-An'am [6]:112)

Di samping itu, Allah Swt dalam al-Qur'an pada banyak ayat menyebut orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, gemar marah, bersikap angkuh, berlaku munafik, dan sebagainya juga sebagai setan.

Wallahu a'lam bishowab


TANYA JAWAB

M6 by Ustad Cipto
Q : Ustadz mau tanya, bagaimana hukumnya jika seseorang mengaku bisa berhubungan dengan jin dan mengatakan bisa meramalkan sesuatu gitu ustadz,
dan bagaimana cara menghadapi yang demikian? Apakah jin tsb harus diusir dari rumah misalnya dia ada dirumah? dan bagaimana caranya?
A : Hati-hati syirik yang demikian dapat membatalkan syahadat kita dan mengotori aqidah kita apapun alasannya berhubungan dengan jin adalah larangan apalagi sampai minta tolong.
Cara menghadapinya perkuat benteng iman dengan dzikir yang ma'tsur. Insya Allah tanpa harus mengusir 2 jinnya akan keluar sendiri...caranya rutin dzikir yang ma'tsur pagi dan petang...

Q : Naah satu lagi ni ustadz, ada seseorang  percaya sama orang yang punya peta wali namanya, peta wali ni bisa tau semua nya katanya ustadz misal kita ni bagaimana orangnya, trus bisa ngobati seseorang yang sakit, trus bisa dimintai  tolong buat urusan pekerjaan atau lainya begitu ustadz, apa itu termasuk bantuan jin atau gimana ya ustadz ?? Yang menyebutnya petta wali ni orang bugis ustadz, kan kluarga suamiku bugis ustadz  nah pada berbondong-bondong tuh klo ada kayak gituan pasti kerumahnya. Saya juga pernah disuruh ibu mertua buat kerumahnya minta keberkahan katanya ustadz, tapi saya gak mau karena gak percaya begituan
A : Tetap aja apapun namanya klo berhubungan dengan jin malah gak berkah...
Ada istilahnya tawasul (meminta didoakan) lewat orang sholeh ini oleh sebagian ulama diperkenankan....jadi syaratnya ya sholeh bukan via bantuan jin ya...
Sebaiknya tetap berhati-hati kadang dukun pun sekarang pakai gelar ustadz, kyai dlsb...

Q : Tad, bagaimana jika orang yang punya indra ke enam ? Dia bisa tau dimana ada makhluk gaib..apakah benar di dalam dirinya ada jin ? Lalu bagaimana jika kita mimpi yang akan terjadi di dunia nyata ??
A : Indra ke enam ya....mohon diperhatikan seseorang yang bisa melihat atau berinteraksi dengan jin adalah sebab karena orang tersebut atau pihak keluarga terdekatnya pernah berhubungan dengan jin hingga terjadi hal demikian. Bisa jadi yang mengaku punya indra ke enam ada jin di dalamnya... Mimpi juga ada yang memang mimpi yang benar ini adalah karunia Allah...tapi tidak semua mimpi tentunya...silahkan ukur saja berdasarkan kesholehah pribadi kita....

Q : Kalau di pijit sama emak-emak yang ahlinya mijit...kemudian di akhir mijit terdengar baca-baca yang ga jelas gitu...tanpa kita minta...apakah kita yang di pijitnya ikut berdosa jika emak-emak itu meminta do'a ke pada Allah dan ke selain Allah (istilah sundanya karuhun). Gimana ustadz...'?
A : Insya Allah niatnya kita tuk sehat dan minta bantuan emak-emak itu bukan tuk minta bantuan jin ya. Doa dan ikhtiar hanya kepada Allah saja....teknis berdoa masih sebatas kemampuan....berarti ada peluang dakwah ya....ajak ngobrol aja...kecuali yang dipijit keenakan trus tidur...

Q : Ustadz, mau tanya mengenai tawasul. Bagaimana kita tahu kalo yang mendoakan itu tidak berhubungan dengan jin? Orang tua saya kalau ada kejadian aneh (misalnya di rumah ada bau aneh, atau tiba-tiba ada yang sakit, atau ada saudara kabur dari rumah) langsung minta didoakan/dibantu sama ustadz yang punya pesantren di kampong, bagaimana itu?
A : Lihat yang mendoakan dan kesholehannya...parameter dasar adalah sholat 5 waktu di masjid berjamaah dan tepat waktu....note pemilik pesantren belum tentu sholeh.....namun parameter atau indikator dasar klo ada insya Allah deh...
Adapun upaya orang tua sudah cukup baik larinya ke pesantren dari pada ke "orang pinter" tinggal tetap mengingatkan akan kehati-hatian....bukan tidak mungkin pesantren betul-betul bebas dari syirik...pernah dapat cerita di pesantren juga diajarin yang kayak begitu (ilmu yang berhubungan dengan jin terutama ilmu olah kanuragan).

Q : Ustad nanya, klo bertemu orang yang sudah meninggal dalam mimpi itu bagaimana? kan ada tuh katax didatangi leluhurnya trus dikasi wasiat-wasiat, katanya kita didatangi rohnya...atau apakah itu jin yang menyamar?
A : Ada yang mengatakan mimpi adalah bunga tidur....para ulama membaginya 2 ada mimpi yang memang bunga tidur tapi juga ada mimpi yang benar sebagaimana nabi ibrahim yang berulang kali bermimpi tuk menyembelih anaknya tapi tetep diskusi dl dgn anaknya gak langsung potong aja.....beberapa petunjuk istikhoroh juga via mimpi nah ini yang kategori mimpi yang benar.

Q : Cara membedakannya gimana ustd? Mimpi petunjuk dengan mimpi bunga tidur..
A :  Kondisi keimanan kita dengan indikator ibadah harian. O ya dalam beberapa teks hadist salah satu mimpi yang shodiq atau benar adalah bertemu dengan rasulullah (karena jin/syetan tidak dapat menyerupakan beliau SAW)...Bisa juga berulang beberapa kali dan bersifat petunjuk yang benar...

Q : Ustadz... mau tanya, apa ciri seorang terkena gangguan jin? Ada yang pernah cerita, jika pernah mimpi ingin di bunuh, makan, dan seperti mencium bau wangi atau rokok, itu bagaimana Ustadz?
A :  Naam seperti itu....berbeda atau perubahan perangai....penuh dengan kemarahan dlsb...
Paling sederhana seperti orang linglung atau bingung... Klo pada anak sering menangis tanpa sebab.

Q : Apa fadilah mimpi bertemu Rosulullah tad ?
A : Itu sebuah keberkahan dan karunia luar biasa....sebuah penanda kesholehan bisa dibilang begitu....karena tidak semua bisa bermimpi bertemu beliau SAW....
Q : Ustadz mau tanya, katanya klo rukyah bareng-bareng hukumnya makruh ya?
A : Ruqyah massal msh banyak perbedaan...namun sebaiknya ruqyah dilakukan personal karena terkadang dalam ruqyah ada aib-aib yang tersingkap ini yang tidak ahsan klo dilakukan secara massal.

M2 by Ustadzah Riyanti
Q :  Pernah mendengar setiap manusia yang dilahirkan di dunia selalu ditemani pula dengan lahirnya sosok dari golongan jin, yang akan hidup bersamanya.Kata orang jawa onok sing nginthili.
A : Tidak diragukan lagi bahwa setan adalah musuh terbesar manusia. Mereka akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya, semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya. Sekuat apa pun manusia, tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah darinya. Jenis jin tersebut adalah jin Qorin.
Di antara dalil yang menunjukkan adanya qorin:
a. Firman Allah
قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ
“Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27)
Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan dan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)
b. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,
وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Tugas jin Qorin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن
“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)

Q : Saya mau tanya,, apakah kehidupan jin ada di sekitar kita, maksudnya rumah yang kita tinggali apakah sama dengan rumahnya jin juga?
A : Jin itu bermukim di atas bumi sebagaimana kita menetap. Di antara jin ada yang tinggal di bekas tempat reruntuhan, ada juga yang berdiam di tanah lapang atau padang sahara. Begitu pula di antara mereka ada yang tinggal di tempat-tempat najis seperti kamar mandi, tempat pembuangan kotoran, dan kuburan. Di antaranya kamar mandi dilarang shalat karena di sana terdapat banyak najis, lalu jin senang berdiam di situ . Begitu pula di kuburan, dilarang pula shalat di tempat tersebut karena dapat mengantarkan pada kesyirikan.
Jin banyak pula terdapat di tempat-tempat yang mereka mudah berbuat kerusakan di sana seperti di pasar. Sahabat Salman pernah menasehati sebagian sahabatnya,
لاَ تَكُونَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
“Janganlah kalian menjadikan tempat pertama yang dimasuki adalah pasar, jangan pula tempat terakhir untuk keluar karena pasar adalah markasnya setan dan di sana ia tancapkan benderanya.” (HR. Muslim no. 2451)
Setan pun dapat tinggal di rumah-rumah tempat berdiamnya manusia, terutama setan mudah bermukim di rumah yang tidak disebut nama Allah, dzikir pada Allah dilupakan, serta bacaan Al Qur’an ditinggalkan terutama surat Al Baqarah dan ayat kursi.

Q : Klo manusia yang dicintai sama jin itu gimana ya? Trus ada yang nikah sama jin gitu? Dulu guru ngaji aku gitu..waktu smp disukai sama jin jadi sering kesurupan, padahal guru ngaji saya solehah...ngaji nya..solat sunah nya rajin..tapi kenapa diikutin makhluk gitu...
A : Gangguan jin pada manusia bisa terjadi oleh berbagai sebab, antara lain sebagai berikut dibawah ini.
A. JIN JATUH CINTA PADA MANUSIA
Jin tidak beda dengan manusia , mereka juga  memiliki akal, fikiran dan hati , mereka juga dituntut menjalankan syariat dan mendapat ancaman neraka jika mengikari perintah Allah sebagaimana disebutkan didalam surat al A’Raaf 179:
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al A’raaf 179)
Bangsa Jin bisa melihat manusia sebaliknya manusia tidak bisa melihat mereka. Jin juga memiliki syahwat seperti manusia, kadangkala mereka tertarik pada manusia lawan jenisnya . Karena itu Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berlindung pada Allah dari kejahatan  pandangan setan dan jin. Rasulullah mengajarkan doa ketika akan memasuki kamar mandi :” Inni a’udzubika minal qubuutsii wal qoba’its …ya Allah aku berlindung padaMu dari kejahatan setan jin laki laki dan perempuan “
Kasus jin jatuh cinta pada manusia banyak ditemui ditengah masyarakat. Kasus ini bisa melibatkan jin laki laki maupun perempuan. Kasus ini sering terjadi karena kelalaian manusia, dimana bangsa jin sempat melihat aurat manusia karena tidak berlindung pada Allah saat auratnya terbuka. Jin yang jatuh cinta pada seorang laki laki atau perempuan biasanya akan selalu berusaha menguasai dan memiliki orang yang dicintai. Mereka juga berusaha menghalangi jodoh orang yang dicintainya itu, sehingga yang bersangkutan  sering menjadi jomblo sampai tua.

Q : Mirip dengan no 3.. hampir sama dengan yang dialami temen saya, beliau rajin ibadahnya semua sholat sunnah dikerjakan & rajin puasa Senin Kamis, tapi beliau juga masih terobsesi duniawi (kekayaan)... Sampai akhir hayatnya trus diganggu jin kafir hingga kesurupan, sampai lupa semua doa termasuk doa sholat... Apakah itu tanda semua ibadah tidak ikhlas Karena Allah karena dalam hatinya masih mengharap selain-NYA? Sehingga jin dengan mudah mengganggunya ya mbak...
A : Jin yang jahat bisa mengganggu kehidupan manusia.  Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk membuat manusia berada dalam kesesatan serta jauh dari jalan lurus yang merupakan jalan Tuhannya.  Setan yang berasal dari golongan jin akan melakukan berbagai tipu daya kepada manusia demi menjerumuskan manusia ke dalam neraka di akhirat kelak. Untuk kasus diatas orang tersebut bisa jadi melakukan amalan bukan karena Allah Ta’ala .

Q : Klo penampakan itu ada tidak ya?
A : Karena jin adalah makhluk halus maka manusia tidak dapat melihat bentuk rupa asli dari jin.  Hanya Nabi sajalah yang mampu mengetahui bentuk asli dari jin dan malaikat.  Bentuk rupa dari penampakan jin atau hantu hanyalah tipu daya setan untuk menakut-nakuti manusia atau membuat manusia tunduk kepadanya.  Jin dapat mempengaruhi sifat, perilaku, kesehatan, kamampuan dan lain sebagainya pada manusia.


M3 by Ustadzah Neneng
Q : Ustadzah boleh tanya ya? Jin kan punya nafsu.. Dan bisa menyetubuhi wanita lewat mimpinya, wanitanya bisa hamil ga ustadzah?
A : Belum pernah denger kasusnya...tapi mungkin saja

Q : Ustadzah, perilaku/kebiasaan apa saja yang bisa menghindarkan kita dari gangguan jin??
A : Mendawamkan dzikir Insya Alloh menghindarkan dan melindungi kita dari gangguan makhlukNya. Memperbaiki akidah dan iman karena jin bisa masuk dari keyakinan dan biasanya kerusakannya permanen kalau menyerang keyakinan. Memperbaiki ibadah dan menjaga adab adabnya. Selalu meminta pertolongan Alloh diatas segalanya
Sebaik baik penolong dan penjaga.

Q : Bisakah dijelaskan contoh kasusnya tentang kerusakan permanen, karena menyerang keyakinan ini Ustadzah..?
A : Seperti pernah terjadi akhwat yang secara akidah tidak meyakini siksa kubur...akhirnya ada jin yang memasuki nya dari celah ini.

Q : Kalau sudah kejadian, yang masuk agak banyak, penanganannya bagaimana ya ust..?
A : Ruqyah lalu mencari ilmu, memperbaiki ibadah, Dzikir ruqyah lagi terus aja.

Q : Jika orang yang tiba-tiba kejang kemudian bicara ngawur marah-marah ga jelas bahkan sampe ngamuk trus pingsan apakah itu kena gangguan jin juga ? Padahal dia rajin sholat dan ngaji , didikan agamanya juga bagus
A : Bisa dicek dulu ke RS atau dokter kalau memang tidak ada cedera syaraf boleh dicek dengan ruqyah. Ruqyah tidak harus ke klinik, jika ringan gangguannya bisa diawali dengan al baqarah dihabiskan bacanya.


M15 by Ustad Doly
Q : Assalamualaikum ustadz..saya mau tanya...untuk orang yang diganggu Jin dengan kata..dikirimi jin oleh orang lain agar orang tsb sakit dll alias disantet..lalu orang tsb berobat ke "orang pintar"..trus dibawakan sesuatu yang sudah didoakan harus diminum, dipakai  dengan aturan dan doa tertentu..apakah orang tsb mendekati syirik ustadz?? Padahal awalnya tidak pernah berurusan dengan hal-hal semacam itu..akhirnya harus berurusan karena disantet orang..
A : Sebelum menjawab pertanyaan, ada satu hal penting yang harus menjadi pegangan kita... dan ini bagian aqidah yang penting penjelasan perkara ghaib, bagi kita hanya melalui al quran atau hadits yang maqbul... termasuk tentunya penjelasan ayat dan hadits dari ulama ulama salaf selain itu, sebaiknya kita tak percaya apapun. Yang kedua : kerjaan setan itu satu, cari temen ke neraka, menjerumuskan muslim ke neraka. Perlu diyakini, hanya muslim yang punya tiket masuk syurga, maka setan berusaha mengambil tiket ini, dengan cara agar muslim jatuh dalam syirik. Kalau tak bisa syirik, dikerjain agar dosa besar, tak bisa dosa besar terus dikerjain sebisa dia agar tak langsung masuk syurga, setidaknya mampir ke neraka. Begitulah iblis.. dan anak buahnya yaitu setan dari golongn jin dan manusia.
Darimana dia tau kalau di santet? Kalau digoda jin... selama dia masih sadar, maka yang afdhal adalah dia sendiri harus melakukan 3 hal :
1. Belajar salimul aqidah alias aqidah yang selamat, aqidah yang lemah adalah jalan tol bagi setan menjerumuskan manusia
2. Melaksanakan kewajiban asasi seorang muslim, tutup aurat, shalat wajib, zakat, puasa ramadhan ahsan jika ditambah amalan sunnah yang mudah saja, rawatib misalnya
3.Mohon perlindungan hanya kepada Allah SWT, dengan dzikir misalnya matsurat pagi dan petang, mendawamkan doa misal sebelum makan, masuk KM dstnya, rutin baca al quran misal satu halaman pagi dan satu halaman jelang tidur.
Jangan percaya setitikpun pada dukun..!! Salah satu ciri paling kentara pada dukun adalah SOK TAHU PERKARA GHAIB..... contohnya, dia bilang wah ini dikirim jin dari si fulan dst...Tau darimana dia? Apa dia mengaku bisa liat yang ghaib? Dia mengaku di kasih tau oleh jin peliharaannya? Salah satu kerjaan setan adalah membuat permusuhan fitnah dstnya...

Q : Saya mau tanya ustadz.. Bagaimana dengan rukyah syari'?
A : Ruqyah yang baik adalah seperti dijelaskan no 1, mandiri saja.. kecuali kalau kesurupan sampai tak sadar.. nah barulah silakan minta bantuan orang shalih untuk menolong... Orang shalih ya yang aqidahnya lurus, shalatnya di masjid, keluarganya menutup aurat...dstnya.. Ciri terpenting, tidak sok tahu perkara ghaib...

Q : Assalamualikum ustd fitrahnya hamba Allah adakah tidak takut mati...bagaimana dengan seseoarng yang setiap hari dibayangin kematian,was-wasan dan ketakutan tentang kematian seakan-akan besok itu ia akan mati...terlebih dia ini memiliki jin nasab karena pernah mengikuti ritual mandi kembang saat bulan purnama oleh kakek dan neneknya...apakah betul itu ulahnya jin nasab yang ada dalam tubuh orang tersebut kan ingin menjerumuskan orang tersebut keneraka,karena beliau jadi males sering dibikin males beribadah....
A : Memang ciri orang diganggu setan, ya malas ibadah, termasuk kita kan? Untuk menolongnya, orang tersebut harus mau ditolong. Ajak dan bimbing seperti no 1, lalu kalau ada jimat atau benda apapun yang diyakini punya kekuatan tertentu, musnahkan dengan dihinakan, bakar baca basmalah, takbir....

Q : Assalamualaikum ustadz khirah kalo anak rewel itu terkena gangguan jin? Pengen saya ruqyah ke seorang ustadz tapi belum sempet, kadang waktu tidur tiba-tiba anak saya nangis kencang trus suka mengigau umurnya baru 2th 11 bln.
A : Begini anak kecil rewel itu sangat biasa, mimpi mimpi jejeritan juga biasa. Banyak kemungkinan bisa terlalu heboh siangnya jadi kebawa mimpi bisa demam, sakit perut dll. Sementara itu tentu kita tidak menafikan adanya gangguan jin. Ya ada beberapa sunnah yang membuat jin dan setan tak ganggu rumah kita, dzikir pagi petang, tak ada musik yang haram di rumah, tak ada patung, tak ada kamar kosong, rumah dipakai shalat, saat jelang maghrib tutup semua pintu jendela. Satu sunnah yang disebutkan agar rumah tak didatangi setan adalah dibacakan al baqarah di rumah tsb, juga ada keterangan dibacakan awal tengah dan akhir al baqarah... wallahualam
Kalau anak mimpi-mimpi ya bacakan taawudz saja, ajari dia..

Q : Apa yang dimaksud “Jin makan dan minum,  Tulang dan kotoran binatang itu merupakan makanan jin..”. Maksudnya ustadz? Kalo hewan yang kita makan suka bagian tulangnya apa itu juga termasuk makanan jin? 
A : Maksudnya sisa sisa makanan kita, makannya bacalah basmalah sebelum makan maka tak bisa dia makan sisa kita, kurus dia..sebaliknya jika tak pernah baca basmalah gemuklah dia.

Q : Utadz, bagaimana hukum seseorang yang meminta dirinya untuk diruqyah? Mohon penjelasannya.
A : Ada perbedaan pendapat disini, nmaun yang aman adalah laksanakan saja seperti jawaban no 1, gak usah minta di ruqyah, langsung saja kita berdoa pada Allah SWT, khususnya di 1/3 malam terakhir

Q : Ustadz mau tanya klo orang sawanan itu gimana, seperti anak kecil rewel setelah disentuh orang yang habis melayat.
A : Melayat atau takziyah adalah sunnah yang pahalanya besar. Tak ada riwayat bahwa habis takziyah tak boleh aentuh anak kecil atau semacamnya. Wallahualam

Q : Ustadz.. baca doa pagi Dan sore sudah cukup kah sebagai pengganti Surat al baqarah?
A : Matsurat alias dzikir pagi petang yang disunnahkan nabi SAW, berbeda ibadah dengan membaca al quran, masing masing memiliki keutamaan yang sangat sayang untuk ditinggal.

Q : Ustadz,apakah ketika kita membaca do'a pagi,sore atau membaca ayat-ayat ruqiyah harus memahami maknanya?? Kalau tidak paham maknanya gimana tu??
A : Bacalah rutin, lama lama hafal, bacalah setiap hari satu hadits tentang dzikirnya disertai artinya... percayalah kalau rutin sebulan aja sudah paham maknanya dan keutamannya...

Q : Ustadz,..kalau kita lihat/menghadapi orang kesurupan kemudian ada rasa takut di dalam jiwa kita,..apakah itu indikasi bahwa aqidah kita belum kokoh,..
A : Ya emang kadang menakutkan dan bikin gentar, tapi percayalah dan bersandarlah pada yang Maha besar, dan kuatkan keberanian...bentak aja dia... walau dalam hati agak takut setan itu gak tau kok, kan apa yang dalam hati kita ga tau dia... yang tau hanya Allah.. Sekali lagi yang tau masalah ghaib, hati, masa depan dstnya hanya Allah... jin setan kagak tau... cuma sok tau aja dibungkus kebohongan..!!

Q : Mau tanya lagi tadz. Disini ada klo belum punya anak kedukun pijet trus sambil dipijet dibaca-bacain gitu. Banyak yang cocok trus punya keturunan. Apa itu juga campur tangan jin?
A : Tukang pijet KB emang ada tu, diurut lalu berharap tak bisa hamil.. Ga apa apa selama memang murni pijat tanpa terawang terawang, jampi jampi yang kita ga paham artinya. Namun sama seperti KB yang lain (kita tak bahas hukumnya ya..) yang menetukan hamil atau tidak itu 100% izin Allah SWT.. Berapa banyak yang KB, tua, mandul eehh hamil dan dapat anak.. sebaliknya berapa banyak pasangan subur yang "giat" tiap malam, tak hamil hamil.


M5 by Ustadzah Pipit
Q : Ustadzah. Tadi disebutkan bahwa jin memiliki nafsu. Saya pernah dengar cerita ada manusia yang di hamili oleh jin. Apakah bisa jin menghamili manusia?
A : Gangguan jin pada manusia bisa terjadi oleh berbagai sebab, antara lain sebagai berikut dibawah ini.
JIN JATUH CINTA PADA MANUSIA
Jin tidak beda dengan manusia , mereka juga  memiliki akal, fikiran dan hati , mereka juga dituntut menjalankan syariat dan mendapat ancaman neraka jika mengikari perintah Allah sebagaimana disebutkan didalam surat al A’Raaf 179:
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al A’raaf 179)
Bangsa Jin bisa melihat manusia sebaliknya manusia tidak bisa melihat mereka. Jin juga memiliki syahwat seperti manusia, kadangkala mereka tertarik pada manusia lawan jenisnya . Karena itu Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berlindung pada Allah dari kejahatan  pandangan setan dan jin. Rasulullah mengajarkan doa ketika akan memasuki kamar mandi :” Inni a’udzubika minal qubuutsii wal qoba’its …ya Allah aku berlindung padaMu dari kejahatan setan jin laki laki dan perempuan “
Kasus jin jatuh cinta pada manusia banyak ditemui ditengah masyarakat. Kasus ini bisa melibatkan jin laki laki maupun perempuan. Kasus ini sering terjadi karena kelalaian manusia, dimana bangsa jin sempat melihat aurat manusia karena tidak berlindung pada Allah saat auratnya terbuka. Jin yang jatuh cinta pada seorang laki laki atau perempuan biasanya akan selalu berusaha menguasai dan memiliki orang yang dicintai. Mereka juga berusaha menghalangi jodoh orang yang dicintainya itu, sehingga yang bersangkutan  sering menjadi jomblo sampai tua.
Nah selain membuat seseorang sulit mendapat jodoh, bisa pula mengganggu saat sedang jima' (hubungan suami istri) yg tidak diawali dengan berdoa pada Allah. Dengan cara inilah jin dapat menghamili manusia sehingga terlahirlah Al Mukhanats (anak jin dan manusia). Wallahu'alam.

Q : Ustadzah .... kadang klo kita mandi dan menyalakan kran air terdengar suara-suara seperti manusia yang sedang mengobrol. Setelah kita matikan kran air ternyata sepi. Apakah itu memang suara-suara jin atau perasaan kita aja ya ust? Terimakasih.
A : Jin itu bermukim di atas bumi sebagaimana kita menetap.  Di antara jin ada yang tinggal di bekas tempat reruntuhan, ada juga yang berdiam di tanah lapang atau padang sahara. Begitu pula di antara mereka ada yang tinggal di tempat-tempat najis seperti kamar mandi, tempat pembuangan kotoran, dan kuburan. Di antaranya kamar mandi dilarang shalat karena di sana terdapat banyak najis, lalu jin senang berdiam di situ . Begitu pula di kuburan, dilarang pula shalat di tempat tersebut karena dapat mengantarkan pada kesyirikan. Jin banyak pula terdapat di tempat-tempat yang mereka mudah berbuat kerusakan di sana seperti di pasar. Sahabat Salman pernah menasehati sebagian sahabatnya,
لاَ تَكُونَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
“Janganlah kalian menjadikan tempat pertama yang dimasuki adalah pasar, jangan pula tempat terakhir untuk keluar karena pasar adalah markasnya setan dan di sana ia tancapkan benderanya.” (HR. Muslim no. 2451)
Setan pun dapat tinggal di rumah-rumah tempat berdiamnya manusia, terutama setan mudah bermukim di rumah yang tidak disebut nama Allah, dzikir pada Allah dilupakan, serta bacaan Al Qur’an ditinggalkan terutama surat Al Baqarah dan ayat kursi. Suara yang samar-samar kita dengar bisa jadi memang dari jin yang tinggal atau ingin mengganggu kita. Maka sering-seringlah menjaga rumah kita dengan dzikrullah dan murattal qur'an.

Q : Ustadzah apa bedanya manusia kerasukan jin (kesurupan)sama manusia yang di ikuti jin?
A : Secara umum orang yang kemasukan/kesurupan jin cenderung hilang kesadaran dan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal bahkan bisa membahayakan diri sendiri/orang lain. Sedangkan orang yang diikuti jin biasanya masih bertindak seperti orang biasa namun di hati dan perilakunya jauh dari nilai-nilai kebaikan. Bisa dikatakan tubuhnya manusia namun akal, hati dan tindakannya cenderung syaithoni (mengikuti watak syethan).

Q : Sekiranya kita liat penampakan yang ga sengaja...apa yang harus kita baca (sebelum kabuuurr lari..he he ketahuan banget takutnya) 
A : Lalu Apa yang Harus Kita Lakukan Ketika Melihat Jin?
Secara umum manusia merasa sangat takut melihat penampakan jin, makhluk astral. Karena secara naluri, kita takut terhadap wajah buruk, mengerikan, nan menjijikkan.
Untuk itu, yang terpenting di sini adalah kita tidak secara sengaja mencari-cari masalah agar bisa melihat penampakan makhlulk astral itu. Disamping tidak ada manfaatnya, perbuatan semacam ini bisa membuat jin semakin bangga untuk mempermainkan kita.
Kemudian, secara umum, jin yang menampakkan diri kepada manusia, ada yang bermaksud jahat dan ada yang sebatas iseng.
Terkadang setan itu datang dengan maksud jahat, misalnya ingin membunuh kita atau membakar kita. Kejadian semacam ini pernah dialami Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Abu Tayah meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Abdurrahman bin Janbasy, ‘Apa yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika setan hampir saja membunuh beliau.
Kemudian Abdurrahman menceritakan,
Suatu ketika datang beberapa setan dari berbagai lembah untuk menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mereka turun dari beberapa pegunungan, dan diantara mereka ada salah satu yang membawa obor dengan api menyala-nyala. Dia ingin membakar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliaupun merasa takut. Kemudian datang Jibril ‘alaihis salam , dan mengajarkan,
‘Hai Muhammad, ucapkan..!’ kata Jibril.
“Apa yang harus kuucapkan?” tanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tegas Jibril, “Ucapkan,
ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﺍﻟَّﺘِﻰ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭﺯُﻫُﻦَّ ﺑَﺮٌّ ﻭَﻻَ ﻓَﺎﺟِﺮٌ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﻭَﺫَﺭَﺃَ ﻭَﺑَﺮَﺃَ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻌْﺮُﺝُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻓِﻰ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻓِﺘَﻦِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻛُﻞِّ ﻃَﺎﺭِﻕٍ ﺇِﻻَّ ﻃَﺎﺭِﻗﺎً ﻳَﻄْﺮُﻕُ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﻦُ
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan dilewati oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”
Seketika itu, api yang dibawa setan tadi langsung padam dan merekapun pergi.
(HR. Ahmad 3/419 dengan sanad yang shahih, Ibnus Sunni no. 637, Majma’uz Zawa’id 10/127 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Kemudian, terkadang ada juga setan yang menampakkan diri hanya sebatas iseng. Bukan untuk menyakiti atau membunuh manusia. Salah satunya, ada yang datang untuk mengambil barang milik manusia, sebagaimana peristiwa yang pernah dialami Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu.
Beliau menceritakan, bahwa beliau pernah ditugasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga zakat ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah. “Akan aku laporkan kamu ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .” Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah tentang kejadian semalam. Setelah diberi laporan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.” Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu.” Dia mengatakan:
ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻭَﻳْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﺮَﺍﺷِﻚَ، ﻓَﺎﻗْﺮَﺃْ ﺁﻳَﺔَ ﺍﻟﻜُﺮْﺳِﻲِّ } : ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺤَﻲُّ ﺍﻟﻘَﻴُّﻮﻡُ { ، ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺨْﺘِﻢَ ﺍﻵﻳَﺔَ، ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﻳَﺰَﺍﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺣَﺎﻓِﻆٌ، ﻭَﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺑَﻨَّﻚَ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺼْﺒِﺢَ
Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”
Di pagi harinya, kejadian ini dilaporkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian beliau bersabda: “Kali ini dia benar, meskipun aslinya dia pendusta.” (HR. Bukhari 2311)
Yang ditangkap oleh Abu Hurairah waktu itu adalah jin yang menjelma menjadi bentuk lain. Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan,
“Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya. Firman Allah Ta’ala, ‘Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ khusus pada kondisi bentuknya yang asli sebagaimana dia diciptakan.” (Fathul Bari, 4/489).
Kejadian yang sama juga dialami Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu.
Suatu ketika beliau menangkap jin yang mencuri kurma di kebunnya. Ubay bin Ka’ab berkata kepada Jin: “Apa yang bisa menyelamatkan kami (manusia) dari (gangguan) kalian?”. Si jin menjawab: “Ayat kursi… Barangsiapa membacanya di waktu sore, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga pagi, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga sore”. Lalu paginya Ubay menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam– untuk menuturkan hal itu, dan beliau menjawab:
ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺚُ
Si buruk itu berkata benar” . (HR. Hakim 2064, Ibnu Hibban 784, Syuaib al-Arnauth mengatakan: Sanadnya kuat).
Untuk jenis kedua ini, disarankan agar kita tidak mempedulikannya, cuek, atau cukup dengan membaca ayat kursi atau dzikir lainnya. Tidak disarankan mengajak bicara atau mewawancarai karena bisa membuat mereka merasa diladeni dengan permainan yang dia lakukan.
Dan jika dia melakukannya di rumah, usaha terpenting yang bisa dilakukan adalah mengusirnya dari rumah. Mengenai cara mengusir jin dari rumah baca: Cara Mengusir Jin dari Rumah
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com

Q : Klo kita sudah banyak dipengaruhi jin sehingga ibadah kita menurun apakah yang sebaiknya dilakukan..
A : Kalau kita sudah sadar ya mari tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Awali dengan selalu menjaga kesucian (berwudhu), bertaubat, meninggalkan hal-hal maksiyat atau hal sia-sia. Setelah itu in sya Allah lebih ringan untuk meningkatkan ibadah

Q : Tetangga ada yang sakit kata dia dimasuki jin ular...itu ada orang yang mengirimkan jin tersebut atau memang jinnya sendiri yang masuk ketubuhnya...ustadzah..
A : Wallahu'alam bishawab. Sebaiknya minta pendapat pada ahli/ulama ruqyah syariah saja agar tidak terjebak tahayul.


M7 by Ustad Kaspin
Q : Bagaimanakah ciri rumah atau manusia yang ada jin nya? Dan bagaimana cara mengusirnya?
A : Ciri cirinya rumah itu ga nyaman, seperti panas, atau angker...sedangkan pada orang...biasanya gampang emosi, sering pusing, sakit ga jelas, kesurupan.
Cara usirnya dengan ruqyah syariyyah insya Allah.

Q : Mitos orangtua zaman sekarang tentang anak bayi yang keteguran makhluk halus lah, apakah itu bisa terjadi? Saya sampai saat ini sih gak percaya dengan yang begituan
A : Iya jangan percaya bu...insyaAllah Kehendak Allah yang pasti terjadi.

Q : Bagaimna dengan orang  yang selalu lupa dalam mengerjakan segala apapun terutama hitungan rakaat dalam shalat,  apakah orang tsb sudah di rasuki jin/syetan??  Bagaimana cara menghilangkannya  ustad??  
A : Bisa jadi kurang fokus, maka khusyu lah....kalau ada gangguan jin boleh diruqyah

Q : Afwan Ustadz..Bagaimana dengan jin yang mendampingi manusia namanya jin Qarin? Bagaimana sikap kita seharusnya terhadap Qarin ini. Syukran
A : Ya biarin aja kan ga keliatan? Jangan diikuti kalau nyuruh yang jelek jelek.

Q : Banyak cerita, bahwa ketika kesurupan, jin malah ketawa dan ikut membaca ayat kursi dan yaasiin, dia mengejek kita ketika baca surat-surat itu, lalu bagaimana cara yang jitu mengusir jin?
A : Itu teknik saja. Alhamdulillah sejak saya meruqyah dari 2004...ga ada tuh jin yang ikut ikut bacaan quran. Kemungkinan itu psywar dan pengobatnya belum tau.

Q : Bisa gak ruqyah diri sendiri dan bgaimana cara nya?
A : Sangat bisa bu yang penting ibu bisa baca quran dan hafal beberapa surat atau ayat alquran. Baca aja alfatihah 7x tiupkan ke air dan minum airnya.

A : Ustad , apakah setiap saat kita boleh meruqyah diri sendiri tanpa sebab ?
Q : Ruqyah inti doa bunda....ya...setiap hari kita berdoa....bahkan aktifitas kita ada doanya...misal doa mau makan...mau bab...mau hub pasutri...mau pergi..mau masuk mesjid dsb....awali aktifitas minimal dengan basmalah...itu adalah bagian dari ruqyah. Itulah doa perlindungan. Aktifitas tsb juga merupakan dzikir...dan ingat orang berdzikir tidak akan diganggu setan. 7:201

Q : Afwan Ustadz yang dimaksud khodam itu apa ya??
A : Itu jin pembantu...atau manusia memperkerjakan jin....hukumnya haram. Tidak boleh. Lihat surat jin ayat enam.

Q : Pak ustadz, psywar itu apa ya? Lalu kalo 'ain itu apakah karena jin juga?
A : Perang psikologis...nakut nakutin gituh. Kadang ain juga karena pengaruh jin.

Q : Assalamualaikum...Bagaimanakah membedakan cemburu biasa sama cemburu karena perbawa syetan ustadz??
A : Yang cemburu buta...cemburu yang hanya suudzhon itu bisa dari setan

Q : Ustadz berarti beda ya jin khodam sam jin turunan??
A : Wallahualam bisa sama bisa juga tidak

Q Assalamualaikum.. ustadz,apakah mimpi yang sama dan terjadi berulang itu gangguan jin?
A : Bisa jadi…


M8 by Ustadzah Maryam
Q : Assalamualaikum ustad malik, boleh saya bertanya apa manusia bisa di tempeli jin? Bagaimana ciri nya? Dan bagaimana agar manusia terhindar dari jin? Apa kah ruqyah dalam islam di perbolehkan, bagaimana cara meruqyah diri sendiri? Terima kasih atas jawabannya sebelum nya 
A : Saya akan coba jawab satu persatu ya.
Manusia bisa ditempeli jin dengan salah satu cirinya susah di ajak kebaikan, pemarah dan perbuatan buruk lainnya. Oleh karenanya kita perlu dzikrullah supaya terhindar dari gangguan jin dan kita juga mempunya ruhani yang kuat karena jin takut klo kita berani dan sebaliknya jin akan berani mengganggu klo kita lemah apalagi klo penakut. Ruqyah InsyaAllah dibolehkan selama ybs lemah dan bisa meruqyah diri sendiri.
RUQYAH SYARI’IYYAH
“…..Katakanlah, bagi segenap orang-orang yang beriman Al Quran menjadi petunjuk dan juga obat” (QS. Fushilat :44)
“Kami turunkan dari Al Quran ini, yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang mukmin” (QS Al Israa: 82)
“Hai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yg berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus :57)
Rasululloh SAW bersabda : “ Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya” (Shahih Bukhari :5246)
“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Qalbu” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Aisyah, bahwa Nabi SAW memerintahkan kepadanya untuk meruqyah dari penyakit ‘ain (HR. Sunan Ibnu Majah 3503)
Dari Abu bakar bin Muhammad bahwa Khalidah binti Anas Ummu bani Hazm As Sa’idi dating menemui Nabi SAW, dia meminta pertimbangan kpd beliau untuk diruqyah, maka beliau memerintahkan terapi dengan ruqyah (HR Sunan Ibnu Majah 3505)
Dari Amru bin Hazm dia berkata “Aku memperlihatkan gigitan ular kepada Rasululloh SAW, maka beliau memerintahkan meruqyah” (HR Sunan Ibnu Majah 3510)
“.. peragakanlah ruqyah itu di hadapanku, Ruqyah itu tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik” (Shahih Muslim)
Dari Anas ia berkata “sesungguhnya Rasululloh SAW membolehkan ruqyah karena terkena racun, ain (sejenis gangguan hasad dari jin dan manusia) dan luka” (Sunan Tirmidzi : 1981)
Nabi SAW bersabda Ruqyahlah pria tadi dan ajarkanlah ruqyah tersebut kpd Hafsah sebagaimana engkau mengajarinya menulis. (HR. Al Hakim dlm Al Mustradak dan di sahihkan oleh Al Bani dlm As Shahiihah)
Ruqyah tidak menolak takdir: Sufyan bin Uyainah berkata dalam riwayatnya, saya telah bertanya kepada Rasululloh SAW , bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolah takdir Allah ? Kemudian Rasululloh SAW bersabda “ Itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa ta’ala” (musnad Ahmad 1429. Juga dlm Sunan Tirmidzi 2074 & 1991, Sunan Ibnu Majah 3428)
Rasululloh SAW meruqyah cucunya : dari Ibnu Abbas ia berkata, dahulu Rasululloh SAW sering mendoakan Hasan Husein dengan mengucapkan : “Aku melindungi Kalian dengan kalimat Allah, Al quran atau Asma’ dan sifat-Nya, yang sempurna dari setiap syaitan dan binatang berbisa serta Ain yang dengki). Beliau bersadba “ demikianlah dahulu Ibrahim melindungi Ishaq dan Ismail ‘Alaihimus salaam: (kutipan Sunan Tirmidzi 1986).
Rasululloh SAW meruqyah anak-anak : Dari Imam Ahmad, dari Yalla bin Murah dari ayahnya, tentang seorang perempuan yang dating kehadapan Rasululloh SAW membawa bayinya yang kesurupan dan Nabi Muhammad bersabda “Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah” maka bayi itu sembuh seketika. Dan ibu tadi memberikan 2 ekor domba, keju dan minyak samin dan Rasululloh SAW hanya mengambil keju dan minyak samin serta 1 ekor domba. (Imam Ahmad dan Thabrani)
Upah Ruqyah : Dari Kharijah bin Ash Shalt At Tamimi dari pamannya bahwa ia dating kepada Rasululloh SAW lalu masuk Islam, kemudian kembali dari sisinya dan melewati sebuah kaum yang pada mereka terdapat orang gila yang diikat dengan sebuah besi. Keluarganya lalu berkata “telah sampai kabar kepada kebaikan, apakah kalian memiliki sesuatu yang dapat engkau gunakan untuk mengobati ? lalu aku meruqyahnya menggunakan surat Al Fatihah sehingga orang itu pun sembuh. Kemudian mereka memberiku seratus ekor kambing. Setelah itu aku datang kepada Rasululloh SAW dan mengabarkan hal tersebut, beliau lantas bertanya “Apakah engkau hanya mengucapkan ini?” Beliau bersabda : “demi Dzat yang memanjangkan umurku, ambillah! Sungguh, orang makan dengan ruqyah/jampi batil sedangkan engkau makan dengan ruqyah yang benar” (sunan Abu Daud 3398, juga terdapat dlm Musnad Ahmad 20833).
Ruqyah Ain : Urwah bin Zubair menceritakan, bahwa Rasululloh SAW memasuki rumah Ummu Salamah, isteri Nabi SAW , sementara di dalam ada seorang bayi sedang menangis. Mereka lalu menceritakan bahwa anak itu terkena ‘ain Urwah berkata “ Rasululloh SAW bersabda Apakah kalian tidak meruqyahnya untuk menangkal ‘ain? (Muwatha’ Malik 1474)
Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhu berkata “Nabi SAW menjengukku ketika saya sakit, lalu beliau berwudhu dan memercikkan air wudlu nya kepadaku, atau bersabda percikkanlah air wudhu padanya” lantas saya pun tersadar. (dikutif dari Shahih Bukhari 5244).
Ruqyah Malaikat Jibril : Dari Abu Sa’id bahwa jibril mendatangi Nabi SAW kemudian berkata “ Hai Muhammad, apakah kamu sakit ? Rasululloh SAW menjawab: ya aku sakit, lalu jibril meruqyah beliau dengan mengucapkan : Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan makhluk atau kejahatan mata yang dengki. Allah lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.
Kontroversi Ruqyah : Dari Mujahid dari ‘Aqqar bin Al Mughirah bin Syu’bah dari bapaknya ia berkata; Rasululloh SAW bersabda : “Barangsiapa yang berobat dengan Kay atau meminta untuk diruqyah, maka sungguhnya ia telah berlepas diri dari sifat tawakal” (sunan Tirmidzi 1980).
Hasan Shahih juga dalam Sunan Ibnu Majah 3480.
Hadis yg berbunyi tidak termasuk tujuh puluh ribu yang masuk syurga tanpa hisab orang-orang yg tidak pernah minta untuk diruqyah, tidak pernah bertathayur (menganggap sial pada binatang) dan tidak pula melakukan terapi kay (terapi dengan menempelkan besi panas) sedangkan kpd Rabb mereka bertawakal. (Shahih Bukhari 5270) juga dalam musnad Ahmad 3615.
Beberapa ulama berpendapat ruqyah yg dimaksud dalam hadits ini adalah ruqyah yg syirikiyyah (meminta bantuan jin), dalam urgensi dakwah Tauhid masyarakat saat ini banyak terjebak dalam kesyirikan Ruqyah Syari’iyyah adalah solusi Umat Islam menuju Tawakal kepada Rabb nya. Allahu ‘alam.
MENGENAL JIN BERDASARKAN AL QURAN DAN AS SUNNAH
Mengenal makhluk ghaib yang tidak tampak di hadapan kita, kita tidak bisa menerima informasi yang akurat dan terpercaya kecuali dari sumber asasi yaitu Al Quran dan AS Sunnah, kemudian Ijma’ para ulama Salaf. Karena informasi mengenai makhluk ghaib yang beredar di masyarakat dan diyakini banyak bersumber kepada omongan dukun atau warisan khurafat yang sudah turun temurun, seperti adanya sebutan sebutan yang bermacam-macam bagi jin : arwah gentayangan, sukma seorang yang sudah meninggal, genderuwo, kuntilanak, pocongngan, thuyul dan sebagainya. Maka kita hanya mengimani berita berita ghaib yang bersumber kepada syariat Islam, agar kita tidak tersesat.
Jin adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dari nyala api. Allah berfirman : “ Dan Dia menciptakan jin dari nyala api “ (QS AR Rahman : 15)
Jin diciptakan sebelum manusia, sebagaimana Allah berfirman : “ Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (QS Al Hijr: 27)
Bangsa Jin ada jenis laki-laki dan perempuan serta berkembang biak seperti umat manusia. Allah berfirman : “ Didalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (QS Ar Rahman:56)
Sebagaimana Abdullah bin Umar RA berkata : “Sesungguhnya Allah membagi manusia dan jin itu ke dalam sepuluh bagian : Sembilan bagian adalah jin dan satu bagian adalah manusia. Tidak seorangpun manusia yang melahirkan seorang anak kecuali jin melahirkan 9 anak” (HR Ibnu Abdil Barr, Ibnu Jarir, Hakim dan Ibn Abi Hatim).
Jin dan Manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah semata, sebagaimana Allah berfirman : “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS Adz Dzariyat:56).
Bangsa Jin ada yang kafir ada yang muslim, musyrik, mukmin, fasiq, zhalim. Allah berfirman dalam pernyataan jin :
“Dan sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang sholeh dan diantara Kami ada pula yang tidak demikian halnya adalah Kami menempuh jalan yang berbeda-beda (QS. Al Jinn : 11)
“ Dan sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat , maka mereka itu benar benar memilih jalan yang lurus” (QS: Al Jinn:14).
Dalam kondisi normal, jin bisa melihat kita, tetapi kita tdk bisa melihat mereka. Allah berfirman : “ Hai anak Adam, janganlah sekali kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah  mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman (QS. Al A’raf:27).
Materi Kajian Online
Ruqyah Syar'iyyah
Tono Esfandiar
Founder QQH
085693380181
Ruqyah itu mudah dan menyenangkan
https://m.facebook.com/quantumquranichealing


M20 by Ustadzah Rini
Q : Perilaku/kebiasaan apa saja yang bisa menghindarkan kita dari gangguan jin?
A : Dzikrullah...karena salah satu faedah dari berdzikir adalah mengusir setan,menundukkan, merendahkan dan menghinakannya.

Q : Jin kan punya nafsu.  Saya pernah baca artikel ada wanita yang hamil tiba-tiba...anak dl kandungannya hilang, dan perutnya kempes, apa itu perbuatan jin? 10 thn lalu tetangga saya mengalaminya, sorenya pulang usg bayi nya sehat-sehat saja besok paginya dia histeris karena perutnya kempes dan anak nya hilang, sementara dia tidak merasa melahirkan, ajaib memang dan tidak masuk akal..tapi ini kejadian nyata, apa ini campur tangan jin juga ? Mungkin saat suami istri berhubungan lupa berdoa dulu..mhn penjelasannya bun..
A : Salah satunya...sebab yang lain adalah lupa baca doa saat melepas pakaian, masuk KM,hendak tidur dll, Minim berdzikir, tidak menghidupkan tilawah harian serta terbiasa membuka aurat seluas luasnya meskipun dirumah. Wallahua'lam

Q : Ustadzah.. Apa bedany jin qorin dengan jin yang mengganggu manusia?
A : Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan
,
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)
Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya.(Majmu Fatawa' 17:247)

Q : Ustadzah, saya pernah mendengar, bahwasannya syetan adalah kata sifat yang berarti buruk, mengajak pada keburukan, yang bisa ada pada manusia dan jin 
A : Untuk memahami setan, satu prinsip yang harus kita pegang: *Jin itu makhluk dan setan itu sifat*. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri. Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Q : Bagaimana kesurupan yang sering terjadi scara massal...seperti murid skolah, terutama yang akhwat...
A : Manusia punya dunia sendiri, pun makhluk lain juga..jika sesama manusia saja diganggu akan marah,apalagi makhluk dunia lain yang kita tidak dapat melihat nya. Ada sebab ada akibat. Semua manusia,baik laki laki atau perempuan tak luput dari gangguan Jin, apalagi jika pikiran kosong dan futur. Mrngapa lebih banyak akhwat yang diganggu? Karena 2 sifat tadi lebih sering terjadi pada kaum hawa. Wallahua'lam

Q : Apakah smua jin mempunyai kemampuan untuk terbang,menyerupai manusia dll?
A : Jin secara leksikal bermakna tersembunyi dan ditujukan kepada eksisten yang penciptaannya dari api. Jin bahannya dari materi, memiliki ruh dan badan.Dari beberapa ayat dan riwayat bisa disimpulkan bahwa bangsa jin adalah makhluk yang kuat. Sebagai contoh dalam surah an-Naml, ayat 30 dimana dalam surah tersebut Nabi Sulaiman As tidak mengingkari pernyataan jin Ifrit. Tapi harus diperhatikan bahwa hal ini tidak dapat disimpulkan bahwa jin dapat melakukan segala hal, apalagi hal-hal yang dapat membuat seseorang menjadi syirik. Sebab sebagaimana kita ketahui bahwa tidak ada satupun makhluk yang bisa melakukan sesuatu kecuali mendapatkan izin dari Allah Swt. Oleh karena itu kekuatan setan dalam menyesatkan atau menggelincirkan hanya dapat terlaksana bagi orang-orang yang keluar dari wilayah penghambaan dan tauhid, dan mereka lebih memilih akan bisikan-bisikan setan. Sebagaimana setan sendiri yang menyatakan bahwa saya tidak memiliki kekuasaan terhadap hamba-hamba yang mukhlas. wilayah setan terhadap manusia hanya dalam batasan was-was atau bisikan semata, dan tidak sampai menghilangkan ikhtiar yang ada pada manusia. Dikarenakan setan adalah wujud mitsâlidan khiyâli yang tidak akan pernah sampai kepada makam mukhlas yaitu makam akli atau makam manusia sempurna.

Q : Jika orang yang tiba-tiba kejang kemudian bicara ngawur marah-marah ga jelas bahkan sampe ngamuk trus pingsan apakah itu kena gangguan jin juga ? Padahal dia rajin sholat dan ngaji , didikan agmanya juga bagus
A : Ngaji dan Shalat yang bagaimana? Jika ada gejala seperti yang disampaikan,sebaiknya segera diruqyah

Q : Bila Jin dan Manusia sama-sama diperintahkan untuk beribadah, mengabdi pada Allah SWT dan sama-sama diseru untuk memperkaya Ilmu pengetahuan (Ar Rahman 33). Apakah ketika di masa akhirat nanti, jin juga akan di hisab amal ibadahnya? Apakah bagi mereka juga ada imbalan pahala, surga dan neraka?
A : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata : kholaiq, itu mencakup bangsa jin juga, karena mereka (bangsa jin) juga dibebani syari’at. Oleh karena itu orang kafir dari bangsa jin juga masuk neraka dengan dasar nash dan ijma’
Seperti firman Allah Subhanahu wata’ala
,
قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ فِي النَّارِ"
Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu." (al A’raaf: Maka kaum mukminin dari bangsa jin juga akan masuk surga berdasar perkataan jumhur ulama dan ini adalah pendapat yang shahih

Q : Ada sebagian orang yang ahli ibadah terutama tahajud sering mendapati firasat lewat mimpi atau bisikan. Apakah itu benar atau hanya campur tangan jin?
A : Jika ibadahnya benar (sesuai syariat), maka hal tsb dinamakan firasat.

Q : Ustdzah mau tanya: bisakah jin membuat rahim pendarahan.haid tak berhenti.kalo bisa, bagaimana solusinya..syukron
A : Dalam dunia ruqyah,ada yang namanya sihir nadzif(istihadhoh/pendarahan). Jika mengalami pendarahan yang tidak normal,selain konsultasi ke dokter,sebaiknya segera diruqyah. Wallahu'alam



Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment