Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MEMAHAMI PENCIPTAAN JIN (Grup Nanda)

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Selasa, 2 Agustus 2016
Rekapan Grup Nanda
Syakhsiyah Islamiyah Pekan pertama Agustus
By Tim Kurikulum Kajian Online Hamba Allah
Editor : Rini Ismayanti


Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat dan karuniaNya sehingga kita bisa bertemu kembali.. berkumpul bersilaturahmi di majelis ilmu yang in sya Allah diberkahi dalam ikhtiar keilmuan kita yang terbatas untuk lebih baik lagi dalam bertaqarrub kepada Allah, meluruskan niat, menguatkan Azzam berdakwah dalam komunitas ini, memaksimalkan potensi dakwah, menjalankan tugas kita sebagai khalifah didunia yang fana ini.

Shalawat dan salam kita haturkan pada baginda Nabi besar Muhammad SAW, manusia berahklak paling mulia, uswatun hasanah kita, dan inspirasi hidup kita sebagai seorang muslim. Semoga sosok beliau bisa terus memotivasi kita untuk terus menjadi pribadi yang selalu berjuang menjadi lebih baik..aamiin

Semoga Alloh swt taqdirkan kita berkumpul di dunia dan semoga Alloh swt kumpulkan kita di JannahNya..

Alhamdulillah biidznillah hari ini kita di pertemukan di majelis yang semoga senantiasa berkah.

MEMAHAMI PENCIPTAAN JIN

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat "ijtinan" ( ﺍﺟﺘﻨﺎﻥ ), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Berikut adalah beberapa karakteristik jin yang kami rangkum dari Al Quran & Hadits Rasulullah, di antaranya adalah :
1. Golongan Jin juga diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, di antara mereka ada yang shalih dan juga kafir. (QS. Adz Dzariyat : 56 ; QS. Al Jin : 11-14)
2. Jin makan dan minum.
“Tulang dan kotoran binatang itu merupakan makanan jin”. (HR. Bukhari).

3. Jin berketurunan. (QS. Al-Kahfi : 50).
4. Jin mengalami kematian (QS. Ar-Rahman : 26-28), kecuali Iblis dan juga syetan-syetan asli keturunan Iblis (menurut pendapat sebagian ulama) yang memang telah diberi masa tangguh untuk hidup sampai Hari Kiamat (QS. Al-A’raf : 14-15).
5. Jin diberi kemampuan-kemampuan tertentu yang tidak diberikan kepada manusia, seperti :
a. Kecepatan bergerak dan berpindah (QS. An-Naml : 39-40),
b. Terbang menembus langit untuk mencuri berita ghaib (QS. Al-Jinn : 8-9),
c. Kemampuan untuk berubah bentuk menyerupai manusia dan binatang, khususnya ular, kalajengking, dan anjing (lihat sebab turunnya QS Al-Anfal : 48, juga hadits Bukhari yang mengisahkan jin yang datang untuk mencuri harta zakat dan shadaqah yang ditunggui oleh Abu Hurairah),
d. Kemampuan luar biasa untuk membuat bangunan-bangunan besar dan hebat, menyelam ke dasar lautan yang paling dalam dan sebagainya (QS. Saba’ : 13, QS. Shaad : 35-38),
e. Setan mampu mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat, membuat imajinasi sesat, membuat marah, lupa, cemburu yang berlebihan,
f. Masuk dan merasuki diri manusia (QS. Al-Baqarah : 275, QS. An-Naas : 4-6)
g. Mampu mempengaruhi mimpi manusia
h. Tidak terlihat oleh manusia, namun bisa melihat manusia (QS. Al A'raf : 27)
6. Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal :
a. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu,
b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat (taklif), sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama (sholih) dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan manusia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Mari kita cermati fenomena disekitar kita ini...........

Ada orang melihat penampakan setan di kuburan. Ada lagi orang kesurupan setan. Ada setan menghasut manusia untuk berbuat dosa. Para dukun santet dan paranormal disebut wakil setan.

Jadi Siapakah Sebenarnya Setan Itu?

Apakah sama dengan Jin? Benarkah ada manusia wakil setan?

SYETAN

Setan dalam bahasa Arab berasal dari kata "syathona" yang berarti "ba'uda" (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran). Kemudian kata setan ini digunakan untuk setiap makhluk berakal yang durhaka dan membangkang.

Pada awalnya istilah setan ini diberikan kepada salah satu golongan jin (Iblis) yang beribadah kepada Allah dan tinggal bersama dengan malaikat di dalam surga. Akan tetapi ketika mereka menolak untuk sujud kepada Adam karena membangkang kepada perintah Allah, maka dia diusir dari surga dan sejak itu ia menjadi makhluk yang terkutuk sampai hari kiamat kelak. Tidak semua jin adalah Setan, karena jin juga ada yang shaleh dan ada yang mukmin. Jadi setan hanyalah ditujukan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst).

Apa yang dimaksud dengan setan dari golongan manusia?
Setan merupakan kata benda (nomina) umum untuk setiap entitas yang congkak, pembangkang dan menyesatkan. Baik dari golongan manusia atau dari golongan jin atau dari golongan mana pun. Dalam al-Qur'an setan tidak disebutkan sebagai entitas khusus, melainkan pada manusia jahat, penyebar fitnah, perusak juga disebut sebagai setan.

Karena itu, yang dimaksud dengan "syathin al-ins" adalah manusia yang tersesat dan menyimpang karena membangkang segala titah Ilahi dan juga berada pada tataran menyesatkan dan menyimpangkan orang lain.

Setan  dilekatkan pada makhluk pengganggu, menyesatkan, penentang, congkak, baik dari golongan manusia.  Shihah al-Lughah menyebutkan: Setiap makhluk yang sangat susah menerima kebenaran dan hakikat, baik dari golongan manusia atau jin atau dari kalangan hewan maka ia adalah setan. (Shihah al-Lughat, Bab al-Nun, Fashl al-Syin, klausul Sya-tha-na)

Wa kadzalika ja'lna likulli nabi aduwwa syathin al-ins wa al-jin."[ Qs. Al-An'am [6]:112)

Di samping itu, Allah Swt dalam al-Qur'an pada banyak ayat menyebut orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, gemar marah, bersikap angkuh, berlaku munafik, dan sebagainya juga sebagai setan.

Wallahu a'lam bishowab


TANYA JAWAB

M114 by Ustadz Trisatya
Q : Afwan ustadz, di atas dijelaskan ada jin shalih dan kafir. Bagaimana gambaran dari kedua jin tersebut. Khususnya jin sholeh kayak gimna?
A : Tujuan penciptaan jin sebagaimana diciptakannya manusia adalah agar beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Namun dalam kenyataannya tidak semua jin sesuai dengan tujuan penciptaanya yaitu tunduk dan patuh kepada Allah. Seperti manusia diantara mereka ada yang shalih, ada juga yang nakal. Ada yang juga nakal, ada yang alim ada juga yang preman. Sebagaimana pengakuan mereka yang diabadikan Allah dalam al-Qur’an. “Dan sesungguhnya di antara kami ada yang orang yang shalih dan diantara kami ada yang tidak demikian. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11)
Ibnu Abbas menafsirkan kalimat: “kunna thoroiqo qidada” dalam ayat di atas dengan, “Dari kami ada yang mu’min ada yang kafir.” Sedangkan Ibnu Taimiyah menafsirkannya dengan, “Mereka terdiri dari madzah-madzah, ada yang muslim dayan kafir, ada ahli sunnah dan ada juga ahli bid’ah.”
Dengan demikian jin sama dengan manusia dalam masalah iman; ada yang mu’min ada juga yang kafir.
Sehingga jin kafir itu sifat dan tingkah lakunya sama seperti manusia kafir.
Bagaimana wujudnya?
Kalau untuk wujud jin kafir atau muslim aslinya , tidak ada yang mengetahui rupa dari jin kecuali nabi Muhammad. Nabi juga mengatakan jika ada manusia (selain rasul) yang mengaku pernah melihat jin itu adalah bohong besar.Jika mereka mengaku ngaku pernah bertemu dengan jin mungkin itu hanya perubahan wujudnya saja bukan bentuk aslinya.


Q :  Ustad mau nnya katanya ada setan yang soleh nah cara membedakan setan yang soleh sama bukan gimana?? Dan apa bener indra ke 6 itu beneran ada dalam hadist??
A : (Syaithon = Jin Kafir )
1) Suka Menampakan Diri
Suatu sedang berjalan jalan disuatu tempat entah itu dimana , tiba - tiba nanda merasa tidak enak dan mungkin saja terlihat penampakan, berdoalah dan menjauhi tempat tersebut.Karena niat mereka ingin menggangu iman anda.
2) Suka Merasuki Orang
Ini kebiasaan jin kafir lainya , Mereka suka sekali mencari sensasi dengan cara merasuki seseorang. Biasanya orang yang dirasuki adalah orang yang imanya lemah dan pikiranya sedang kosong. isilah pikiran kita dengan dzikir, doa, pikiran yang positif dan jangan sampai lengah atau terlalu lama melamun, kosong.
3) Selalu Berbohong
Jika anda mendengar atau melihat seseorang mengaku bernteraksi dengan jin kafir apalagi melalui meditasi seseorang yang mengaku ustadz (dukun). Hati - hati Karena sebagian besar yang mereka ucapkan adalah dusta. Tetap waspada dan jangan mudah percaya karena bisa - bisa kita masuk ke lembah sirik.
Sebaliknya Jin Muslim
1) Jarang / Tidak Suka Menampakan Diri
Jin islam tidak akan menampakan wujudnya kecuali jika ada hal penting saja.
Mereka sadar dengan menampakan diri akan membuat takut manusia.Dan jin muslim juga taat kepada perintah allah , mereka melaksanakan shalat 5 waktu,  juga menjalankan puasa. Tolong menolong dst. Wallahualam.

Q : Afwan ustadz, manusia seperti apa yang dijadikan sebagai wakil nya dan bagaimana cara menghindarkan diri dari hal tersebut?
A : “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An’am [6]:112)
Setiap nabi yang diutus Allah di bumi untuk menyampaikan risalah tauhid-Nya maka akan selalu ada tokoh antagonis utama yang akan menentang mereka. Mereka disebut Alquran dengan nama “syayathîn” (setan-setan). Dalam firman di atas –menariknya- dideskripsikan dengan detil jenis mereka. Yaitu setan dari kalangan jin dan manusia (yang biasa disebut wakil.syethan) yang saling bekerjasama dan berbisik di antara mereka untuk menghalau dan menghalangi misi risalah para nabi.
Ciri utama mereka yaitu membuat “ifitrâ” (mengada-ada, mendustakan dan mengelabuhi). Dan ini menjadi ruh serta spirit perlawanan mereka serta secara kontinyu disampaikan antar mereka dan antar generasi. Sehingga saat seorang nabi diutus ke bumi oleh Allah maka yang akan menjadi musuhnya adalah setan dari dua alam. Setan yang berjenis manusia serta setan yang berjenis jin.
Setan-setan tersebut, baik dari kalangan manusia dan jin selalu menebarkan kebencian mereka kepada nabi Allah serta para penerus risalahnya. Maka mereka akan senantiasa menyusup dalam setiap pertikaian dan perseteruan. Memanfaatkannya untuk mendesak para penerus risalah kenabian.
Wallahualam.

Q : Ustad maksudnya jin islam tidak akan menampakan wujudnya kecuali jika ada hal penting ini bagaimana ya?? Contohnya seperti apa??
A : Ini pernah terjadi ketika rasulullah mengajarkan kepada jin islam tentang agama.
Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.
Menurut Abdullah ibnu Umar, ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW ketika itu adalah surah Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagiku selain golongan jin yang lebih baik dalam merespons surah Ar-Rahman daripada kalian."
Para sahabat bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasul?" Rasulullah menjawab, "Ketika aku membaca ayat `Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,' para jin berkata, "Wahai Tuhan kami, tidak ada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan."
Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai bagaimana mereka (golongan jin) menafakuri dan menadaburi (menelaah dan mencerna) ayat-ayat Allah SWT. Ketika ayat Alquran menanyakan sesuatu, para Jin itu dengan cepat merespons pertanyaan Allah.
Jin muslim ini bisa saja menampakan diri kepada orang yang sholih (punya karomah). Untuk belajar, atau menyampaikan sesuatu. Tapi Nanda islam tentunya sudah memberikan rambu rambu batasan sehingga kita tidak melihat jin, sekalipun jin itu mengaku muslim. Terlebih karena keberadaan jin dan setan ini telah diakui dan ditetapkan dengan Al Qur’an, hadits maupun ijma’ para ulama. Tentang permasalahan ini Allah swt berfirman :

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ
Artinya : “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf : 27)

Tentang ayat ini, Imam al Qurthubi mengatakan bahwa makna qabiluhu adalah bala tentaranya. Mujahid mengatakan bahwa mereka adalah para jin dan setan-setan. Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna qabiluhu adalah keturunannya. Sebagian ulama mengatakan bahwa “dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” adalah dalil bahwa jin tidak bisa dilihat. Ada yang mengatakan bahwa mereka bisa saja dilihat jika Allah swt ingin memperlihatkan mereka dengan menyingkap jasad-jasad mereka sehingga terlihat. An Nahas mengatakan bahwa makna “dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” menunjukkan bahwa jin tidak bisa dilihat kecuali pada masa Nabi sebagai bukti kenabiannya saw karena Allah azza wa jalla telah menciptakan mereka sebagai makhluk yang tidak bisa dilihat dan mereka bisa terlihat apabila mereka telah merubah bentuk rupanya. Dan itu merupakan bagian dari mu’jizat yang tidak ada kecuali pada masa para nabi.
Al Qusyairi mengatakan bahwa Allah swt telah menentukan bahwa anak-anak Adam (manusia) tidak dapat melihat setan-setan hari ini. Didalam sebuah riwayat disebutkan,”Sesungguhnya setan mengalir di tubuh anak-anak Adam pada aliran darahnya.”

Didalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa jin bisa dilihat. Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw pernah menjadikan diriku sebagai penjaga zakat di bulan ramadhan—kisah ini cukup panjang—disebutkan didalamnya bahwa Abu Hurairoh menangkap jin yang mengambil korma dan Nabi saw bersabda kepadanya,”Apa yang dilakukan tawananmu semalam?” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an jilid IV hal 163)
Hal itu ditegaskan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah yang mengatakan, ”Didalam Al Qur’an disebutkan bahwa mereka (jin) mampu melihat manusia dari tempat yang manusia tidak bisa melihat mereka. Ini adalah kebenaran yang menunjukkan bahwa mereka bisa melihat manusia dalam suatu keadaan yang mereka tidak bisa dilihat oleh manusia. Dan mereka tidaklah bisa dilihat oleh seorang pun dari manusia pada suatu keadaan akan tetapi terkadang mereka bisa dilihat oleh orang-orang shaleh atau pun orang-orang yang tidak shaleh namun mereka semua tidaklah bisa melihat jin di setiap keadaan. (Majmu’ al Fatawa juz VII hal 15)

Termasuk kita jangan coba-coba untuk berhubungan dengan jin. Hati-hati jin atau orang yang memfasilitasi berhubungan dengan jin selalu memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt. Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.
Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:
Sulaiman berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).
Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan sering kali ia baru bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam. Na’udzu billah.
Wallahualam.

Q : Afwan ustdz mau bertanya masalah etika di kamar mandi, ketika masuk kamar mandi itu kan dianjurkn membca doa.. ketika melepas pakaian juga.. klo sudah di dalam kamar mandi kita berdoa tapi di dalam hati saja apa sudah bisa terhindar dari pandangan syaitan?
A : Sebaiknya sebelum masuk kamar mandi berdoa, dalam kamar mandi tidak diboleh mengucap nama Allah, jika darurat, benar nanda jika didalam kamar mandi, doa harus dalam hati.


M105 by Ustadzah Azizah
Q : Bunda, mau bertanya..apakah di dalam diri tiap manusia itu terdapat jin? Seperti banyak orang yang di ruqyah karena di bilang di dalam dirinya ada jin?
A : Dalam diri kita ada qorin namanya. Intinya dari materi ini adalah kita yakin ada makhluk ghaib diluar diri kita dan itu haq. Hanya saja kita gak perlu takut. Kenapa? Karena manusia itu makhluk sempurna. Dan juga terlalu berani trus nantangin bisa celaka. Karena dia lihat kita tapi kita tak bisa lihat dia. So.. Biasa aja. Perbanyak tawakkal

Q : Dan katanya kalo bun jin ato setan liat manusia mereka sial,benar ga tuh bun?
A : Kalo tanpa dalil gak usah dipikirkan

Q : Qorin di setiap manusia itu mengajak kearah kebaikan ato keburukan?
A : Tergantung kitanya, klo kita sholih dia baik klo enggak bisa jadi dia akan jadi provokator keburukan

Q : Bun mau tanya, saya pernah dengar dari orang yang belajar tasawuf, makhluk gaib yang allah ciptakan bukan hanya jin, malaikat, tapi ada makhluk lain lagi, trus saya googling, ternyata benar ada, malah makhluk itu diperjual belikan, kalo gak salah ada yang namanya succubus, elf, nymph dll, nah itu gimana tuh bun? Dan orang yang saya kenal itu mempelihara juga makhluk itu, katanya biar kita tau, allah gak cuma ciptain manusia malaikat dan jin... gmna tuh bun? Afwan kepanjangan hehehe
A : Hati-hati dengan makhluk ghaib. Dia berbeda dengan kita yang secara dzahir kelihatan. Coba kita lihat contoh nyata dulu ya. Kita aja klo punya sahabat sejati yang dia ngertiin kita begitu. Jika suatu saat dia minta tolong kita pasti akan melakukan demi dia kan. Apalagi manusia dan makhluk ghaib 2 dunia yang berbeda. Suatu saat dia bisa memperbudak kita. Ingat janji iblis pada Allah...bahwa dia akan menggoda manusia smpai kiamat dan sampai manusia takluk kecuali hamba-hamba Nya yang beriman...
Itu kenapa gak usah kepo apalagi kemal/kepo maksimal pengen tahu dunia mereka. Karena mereka tak akan membiarkan kita begitu saja kecuali pada akhirnya menghamba pada dia. Bunda punya pengalaman dengan jin dulu sejak kecil. Klo orang sekarang justru menganggap itu karunia karena dikenal dengan istilah indra ke 6 atau indigo ya klo gak salah. Padahal itu gak boleh dipelihara. Klo salah arah bisa-bisa menganggap dirinya punya kekuatan. Sampai kuliah bunda bisa melihat mkhluk yang naudzubillah gak pengen liat lagi.

Q : Iya bun, katanya itu karunia, gak semua orang punya karunia itu, saya dibilangin jangn sia-siain karunia itu, itu karunia dari Allah ato gimana tuh bun?
A : Hadeuhhh karunia kumaha? Itu justru klo gak kuat iman mudah untuk disimpangkan dan bisa menduakan Allah. Yakin bahwa dunia kita dan dia beda. Katakan duniaku berbeda dengan mu. So...kita hidup masing-masing.

Q : Bunda apakah benar rumah yang tidak ada penguninya selama 40 hari maka rumah tsb akan dihuni sama setan?
A : Itu juga belum pernah bunda dengar ada dalilnya. Yang benar adalah jangan biarkan ada ruangan yang gak pernah dikunjungi/ditengok sama sekali. Jika ada ruang yang demikian potensi untuk ditempati jin ada..

Q : Bund katanya kalo kita bisa lihat jin itu artinya di diri kita ada jin nya (selain jin qorin) benarkah?
A : Namanya juga makhluk ghaib suka-suka dia mau ada dimana. Kan kita gak bisa lihat dia. Tapi dia bisa lihat kita. Jadi untuk antisipasi kita sebaiknya pembiasaan juga wudhu disetiap keadaan. Karena jin itu gak suka dengan orang yang menjaga kesuciannya. Dan dia gak bisa masuk ke aliran darah jika kita senantiasa menjaga adab-adab kita. Adab makan, ke toilet dsb.

Q : Bunda apa benar klo lampu kamar mandi itu harus terus nyala biar ngga ada setannya?
A : Setan jin dan sebangsanya dia gak takut terang yang dia takutkan orang yang sadar senantiasa berdzikir dan gak suka dengan orang yang mnjg niatnya semata untuk Allah. Yang syetan dan jin suka itu adalah dupa, yang dinyalain, kemenyan bunga yang dianggap sakral. Misal bunga 7 warna. Itu justru mengundang jin datang. Atau semacam persembahan tertentu. Misal satu nampan isinya nasi telur ayam kopi dll yang ditaruh di pojokan untuk roh nenek moyang.
Itu kurofat justru mengundang jin datang. Begitu juga dengan rajah. Semacam tulisan arab tertentu yang dimaksudkan untuk pengaman. Kemudian di pajang ditempat tertentu. Atau digantung diatas pintu dll.



M110 by Ustad Ruly
Q : Jin bisa mempengaruhi mimpi manusia. Maksudnya gimana Ustadz ?
A : Jin jahat bisa mempengaruhi pikiran manusia karena Jin ada yang hidup didarat dilaut dan terbang diangkasa. Jin juga punya kemampuan memasuki tubuh manusia berjalan mengikuti aliran darahnya. Jin memiliki kemampuan untuk mempengaruhi fikiran dan perasaan manusia sebagaimana di sebutkan dalam surat An Naas. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk selalu berlindung pada Allah dari bisikan dan tipu daya bangsa jin yang suka membisikan keburukan kedalam hati manusia. Kita juga di perintahkan nabi agar
1. Berwudhu sebelum tidur
2. Membaca ta'awudz sebelum tidur
3. Mengebas-ngebaskan area tempat pembaringan kita
4. Membaca ayat kursi, surah al ikhlas, surah al falaq dan an naas (ini ayat dalam qur'an untuk perlindungan terhadap sihir dan marabahaya ketika tidur yang di sebabkan oleh manusia dan jin)
5. Membaca do'a sebelum tidur

Q : Pak, dukun atau orang pintar itu apa mampu melihat sosok jin yang katanya piaraan gitu, dan suka diutus mengganggu orang lain. Bagaimana dia berkomunikasi dengan jin?
A : Iyaa benar... Menurut imam Syafi'i dalam kitabnya di sebutkan...bahwa ada 3 kategori orang yang mengaku bisa melihat Jin;
1. Otaknya rusak alias gila,
2. Dia berbohong alias dusta,
3. Dia telah bersekutu dengan Jin
Maka para Dukun ini masuk dalam kategori yang di sebutkan di atas...!!!

Q : Saya sering mendengar kalau para pesulap yang berhasil itu bekerja sama dengan jin, boleh dijelaskan tadz, bagaimana mereka melakukan kerjasama tersebut?
A : Penjelasannya sama seperti mereka melakukan sihir, ada beberapa cara yang tak di ajarkan oleh Rasulullah, yang mana ini malah mendatangkan jin dan syetan...na'udzubillahi min dzalik. Mukjizat dan Karomah tak bisa di pelajari karna datang langsung dari ALLAH. Sihir bisa di pelajari karna datang dari jin dan syaithon

Q : Afwan ana mau tanya , apakah jin bisa menyerupai orang-orang shaleh yang hadir di mimpi kita ? Syukron ..
A : Bisa menyerupai orang-orang Shaleh kecuali wajah Rasulullah SAW yang maksum. Sesuai hadits berikut
“Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Hushain dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berikanlah nama dengan namaku dan jangan dengan julukanku. Karena barangsiapa melihatku dalam mimpinya sungguh dia benar-benar telah melihatku, karena setan tidak sanggup menyerupai bentukku. Dan barangsiapa berdusta terhadapku, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya dalam neraka." (HR Bukhari No. 107)

Q : Ana mau tanya, apakah benar ada indra ke-6 pada manusia sehingga bisa melihat sosok/penampakan seperti itu?
A : Tidak ada...Itu semua terjadi karna ortua si anak pernah bersekutu dgn jin... Jin itu bisa berkeluarga dan beranak pinak seperti manusia.. Nah anak si Jin ini pun bersemayam hidup dalam aliran darah dan panca indra nya sang anak manusia yang di lahirkan tersebut.

Q : Saat mimpi ditemui orang yang sudah meninggal (misal nenek) yang datang dalam mimpi tersebut jin/setan atau memang alm.nenek? katanya orang jawa kalo itu memang alm nenek, minta untuk di doakan,,, itu gimana ustad?
A : Do'akan saja tiap saat gak usah nunggu mimpi bertemu dengannya... Karena itu perbuatan Jin. Alam Roh dan Alam Jin sangat berbeda.

Q : Afwan Ustadz mau bertanya jadi jin,setan dan iblis itu berbeda kah ustadz atau bagaimana,,
A : Iblis adalah bapaknyanya para Jin. Sama halnya dengan Adam adalah bapaknya para manusia. Syaithon ada dari kalangan Jin, Manusia dan yang menyesatkan manusia dari jalan ALLAH. Arti Syaithon = sesuatu yang tak ada kebaikan di dalamnya sama sekali.

Q : Saya mau tanya, apa saja ciri-ciri orang yang diganggu jin, tapi bukan secara tiba-tiba, melainkan pelan-pelan..
A: Mulai di ganggu adalah ketika rasa tawakalnya pada ALLAH mulai berkurang maka syaithan akan membisikkan rasa was was dan keraguan padanya... Maka segera bertaubat, istighfar dan kembali pada ALLAH.. Ini biasanya terjadi bila terlalu sedih, terlalu takut dan amarah yang sangat memuncak...

Q : Apakah benar jin bisa membuat atau menutup aura kita,,kaya jin kiriman dari orang karena pernah ada yang bilang ustad di deket rumah saya,,ada temen saya katanya ada yang menutupi wajahnya jadi buruk rupa,,itu bagaimana cara menghilangkan atau mengobatinya ustad agar jinnya hilang,,jazakillah pa ustad
A : Kok bisa tau kalo itu kiriman dari orang lain...?? Apakah orang yang memberitahu itu bisa melihat jin dan berkesimpulan seperti itu...??? Maka kita sebagai muslim lebih mengedepankan Husnuzhon pada siapapun...!! Maka berkonsultasilah pada Ahli Ruqyah Syar'iyyah. Serahkan semuanya pada ALLAH dan meruqyah mandiri dengan memperbaiki shalat wajibnya Tilawah Qur'annya dan berdzikir dipagi dan petang.. Perbanyak istighfar dan taubat. Perbanyak shadaqah.

Q : Ust mau tanya, apa ciri-ciri warung makan/tempat usaha yang diganggu jin sehingga warung tsb menjadi sepi/tidak laku, karena ada warung yang memakai jin agar usahanya lancar, lalu semua warung disekitarnya ditutup. Bagaimana cara mengatasinya agar usaha yang dijalankan terbebas dari jin tsb?
A : Serahkan semuanya pada ALLAH dan meruqyah mandiri dengan memperbaiki shalat wajibnya Tilawah Qur'annya dan berdzikir dipagi dan petang.. Perbanyak istighfar dan taubat. Perbanyak shadaqah. Perbanyaklah Shalawat. Kemudian, semprotkan air yang telah di bacakan ayat-ayat Ruqyah ke pojok-pojok warung dan rumah.

Q : Ustadz dalam ilmu beladiri ada yang mengajarkan kita suatu ilmu. Misalnya tidak terluka saat menginjak duri, tidak panas ketika makan bara api.. Yang tersebut itu apakah termasuk bantuan dari syetan, karena terkadang mereka memakai embel-embel islam? Dan bagaimana cara membedakankannya..
A : Embel-embel adalah kamuflase nya saja... Dan inilah dusta yang nyata.. Kita lihat sejarah perangnya Rasulullah SAW dan para Sahabat RA apakah mereka perang tanpa terluka dan berdarah-darah. Berperang dengan pedang, tombak dan panah... Bahkan Umar bin Khattab RA jago gulat. Artinya kitapun harus belajar beladiri yang melibatkan fisik kita.. Siap di hantam dan menghantam pukulan. Mari kita berhati-hati terhadap hal demikian.. Menjaga diri sendiri dan keluarga kita dari hal-hal syirik tersebut.

Q : Bagaimana hukumnya jika seseorang mengaku bisa berhubungan dengan jin dan mengatakan bisa memintakan kekayaan dari jin tsb,
dan bagaimana cara menghadapi yang demikian? Apakah jin tsb harus di usir dari rumah misalnya dia ada dirumah? Dan bagaimana caranya?
A : Ini hanyalah rekayasa Jin yang telah merasuki pikiran manusia yang tlah berhubungan dan bersekutu dengannya.

Q : Apakah benar ada jin yang menyukai diri kita atau yang di nikahkan oleh jin? Itu ciri-cirinya seperti apa ya pa ustad
A : Ada ... Maka jangan suka bertelanjang terlalu lama tanpa pakaian sehelaipun. Berlama-lama di depan cermin, berlama-lama di dalam kamar mandi.. Maka Ruqyah mandiri seperti jawaban sebelumnya
Yang di Nikahkan dengan Jin adalah pelaku yang tlah bersekutu dengan Jin, maka batal syahadatnya.

Q : Iya pa ustad,,ada yang pernah bilang juga katanya kalo belom nikah-nikah itu harus hati-hati takutnya di nikahkan oleh jin atau ada jin yang menyukai kita,, Mangkanya saya ngeri juga denger gitu tapi ga percaya
A : Gak usah takut yaa anak-anakkuh sholihah... Tiap orang ada jodohnya... Maka janganlah menetapkan type laki-laki yang terlalu sempurna, turunkanlah tingkatannya asalkan dia Hanif, Jujur, bertanggung jawab dan Sholeh pula.

Q : Pak ustad mau tanya, kalau kita merasa sedang dilihat oleh sesuatu apa benar itu dari jin?
A : Yap...maka bacalah Ta'awudz dan segera minta perlindungan pada ALLAH. Lebih baik lagi kita merasa di lihat oleh ALLAH baik ramai ataupun sepi.

Q : Ustadz ada sebuah amalan yang bisa lihat jin, misalnya puasa.. Apa itu boleh??
A : Syirik...dan dosa besar. Rasulullah SAW & Imam Syafi'i menyatakan Barang siapa yang mengaku bisa melihat bentuk asli JIN maka Batal Syahadatnya.

Q : Benarkah ustadz lalu bagaimna cara teman saya agar tidak bisa lagi melihat jin dan setan, katanya dulu neneknya memang  bersekutu dengan dukun. Bagaimana dengan anak kecil yang sering lihat hantu?

A : Inilah anak Indigo...yang katanya punya indera keenam... Tetapi sebetulnya di ganggu oleh jin yang tlah di turunkan...!! Maka ia harus di ruqyah oleh Ahli Ruqyah Syar'iyyah dan terus dipantau sampe sembuh benar... Si pasien inipun membantu dirinya dengan Ruqyah Mandiri.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ