Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » MENJAUHI TEMPAT-TEMPAT MAKSIAT

MENJAUHI TEMPAT-TEMPAT MAKSIAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, August 10, 2016

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 8 Agustus 2016
Narasumber : Ustadz Jumadi
Rekapan Grup Bunda M15
Tema : Menjauhi Tempat Haram
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakaninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nananti. InsyaAllah aamiin

MENJAUHI TEMPAT-TEMPAT MAKSIAT
Oleh A. Jumadi Toha,Lc

بسم الله . الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Maksiat akan menyebabkan iman seorang hamba mengalami penurunan. Sebagaimana fisik akan melemah saat sakit. Indikasi lemahnya iman adalah berat dalam menjalankan ketaatan pada Allah. Maka aaat seseorang mengalami hal tsb hendaknya ia segera mengevaluasi diri. Sebab membiarkan diri berlarut larut dalam kemalasan ibadah akan semakin menjauhkannya dari ketaatan hingga pada gilirannya akan menjadi kebiasaan. Inilah yang diingatkan oleh Allah dalam al Quran. "Wahai orang-orang beriman janganlah harta dan anakap2mu melalaikanmu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa yang melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi."
Tidak dapat dipungkiri bahwa iman mengalami pasang surut mengikuti kebiasaan seseorang. Iman sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Jika lingkungannya adalah manusia-manusia yang taat agama maka imannya akan terpelihara,minimal bujukan dan rayuan berbuat maksiat tidak besar. Dan bila lingkungan dan kawan-kawannya adalah manusia-manusia "gemar" bermaksiat maka seseorang yang soleh pun dapat saja terseret suatu saat jika tidak berupaya menjaga imannya dari serangan budaya maksiat. Ini pula yang diingatkan oleh Nabi saw dalam sabdanya. "Seseorang itu dipengaruhi oleh agama kawannya. Maka hendaknya dari kalian memperhatikan dengan siapa ia berkawan." Islam adalah ajaran yang membawa misi rahmatan lil alamin. Tidak sekedar menjalin pertemanan dan persahabatan tanpa membawa misi dakwah dengan mewarnai ljngkungan dengan sibgoh islam. Pepatah mengatakan "jika tidak mewarnai maka akan terwarnai". Hanya ada dua pilihan,namun kebanyakan orang pada zaman ini terseret oleh kebiasaan lingkungan,kecuali jiwa-jiwa yang dirahmati Allah. Pengaruh negatif tsb berasal dari arus budaya dan arus informasi yang semakin tak terbendung bahkan oleh keluarga muslim sekalipun saat ini kebingungan dengan keadaan anak-anaknya. 

Oleh karena itu tempat-tempat maksiat zaman sekarang terletak tidak jauh dari rumah kita. Ia bahkan ada di dalam rumah kita. Rumah yang dilalaikan dininabobokan oleh faslitias hiburan dan teknologi informasi akan dapat menyeret anak-anak ke dalam pergaulan negatif. Dulu masyarakat kita,anak-anak kita taat mengaji,bahkan jika di malam hari terdengar lantunan al quran yang diabaca penghuni rumah,namun sekarang yang terdengar adalah suara televisi dan game online. Hampir tidak pernah terdenger lantunan ayat-ayat suci kitabullah. Dulu anak-anak di perkampungan begitu mengagungkan alquran dan kitab-kitab klasik karya ulama kita. Mereka membawanya di atas kepala mereka saat pergi belajar dan pulang. Namun anak  zaman sekarang jauh dari adab lantaran kesadaran para orangtua akan pentingnya adab dan menjaga keluarga dari pengaruh negatif. Nabi saw mengingatkan "Setiap anak dilahirkan dalam fitrah islam,namun kedua orangtuanya yang membuatnya yahudi,nasrani dan majusi." Orangtua adalah manusia yang paling pertama ditanya di depan Allah mengapa anak-anak mereka tidak paham agama,jauh dari agama dan membiarkan anak-anak mereka terseret ke arus negatif. 

Ibnu Taimiya berkata

فأحوال البلاد كأحوال العباد فيكون الرجل تارة مسلماً وتارة كافراً وتارة مؤمناً وتارة منافقاً وتارة براً تقياً وتارة فاسقاً وتارة فاجراً شقياً، وهكذا المساكن بحسب سكانها. فهجرة الإنسان من مكان الكفر والمعاصي إلى مكان الإيمان والطاعة كتوبته وانتقاله من الكفر والمعصية إلى الإيمان والطاعة، وهذا أمر باق إلى يوم القيامة. انتهى
“Keadaan negeri2 berbanding lurus dengan keadaan penduduknya. Seseorang awalnya adalah muslim kemudian bisa menjadi kafir,atau munafiq,atau awalnya bertaqwa dan soleh namun kemudian menjadi fasik dan jahil di waktu lain. Maka seseorang yang meninggalkan tempat2 maksiat ke tempat yang baik dan taat sama seperti ia bertaubat dari maksiat mwnuju ketaatan. Dan keadaan ini akan terus berlangsung hingga kiamat." 

Wallahu alam.

TANYA JAWAB

Q : Assalamu'alaikum.. izin bertanya bagaimana caranya agar kita dapat membentengi diri dari hal-hal tesebut diatas ustd ? Berhubung  sifat manusia kadang naik kadang turun.. ?
A : Tipsnya yaitu :
1. Teman yang solehah.
2. Lingkungan yang baik/positif.
3. Menghadiri kajian islam secara rutin.
4. Membaca kisah orang-orang soleh terdahulu mengenai ketaqwaan mereka.
5. Memperbanyak istigfar dan dzikir kepada Allah.
6. Menyibukkan diri dalam kegiatan sosial di sela sela waktu longgar.
7. Memohon kepada Allah agar dijaga keimanan dan terhindar dari berbuat maksiat. Kita tidak bisa menghindari kemaksiatan namun kita berdoa kepada Allah agar tidak terjatuh pada kemaksiatan. Jika hal tsb terjadi segerelah istigfar kepada Allah. Wallahu alam.

Q : Bagaimana ust. supaya kita sebagai suami istri bisa satu misi dalam hal ini untuk membatasi tv, hp
A : Suami istri harus mempunyai visi pendidikan agama dan akhlaq dan komitmen melakukan langkah preventif. Di antaranya membatasi jam menonton dan tontonan. Jangan lebih dari jadwal yang sudah disepakati dan jangan menonton yang tidak berguna karena hanya membuang waktu untuk jatah beramal soleh. Waktu hidup kita singkat maka jangan sia siakan. Latihan untuk menahan diri dari kenikmatan, kemewahan dan melawan kemalasan. Bacalah sejarah hidup para sahabat yang menghabiskan waktunya untuk memperjuangkan islam dan izzatul muslimin. Dan terpenting ambilah ibroh dri mereka agar dipraktekkan dalam hidup. Wallahu alam.

Q : Assalamualaikum..gimana pa ustad cara kita bisa menjadi pasangan yang di ridhoi allah swt..dan juga biar suami bisa  menjadi pemimpin untuk family ya
A : Singkatnya taatilah Allah dan rasulNya dalam menjalankan roda rumah tangga tanpa ragu. Seorang istri mesti patuh pada suami demi janji Allah berupa surga yang menantinya bilamana patuh pada suami. Patuh dalam hal kebaikan selama tidak ada pelanggaran syariat atau maksiat. Patuh dalam urusan dunia dapat dimusyawarahkan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan serta menimbang maslahat serta mafsadat selama tidak mengandung unsur dosa dan maksiat. Lalu mohonlah kepada Allah agar dikaruniakan sakinah,mawaddah warrahmah dalam rmh tangganya. Wallahu alam

Q : Ustadz, bolehkah menjaga jarak dengan tetangga dalam rangka menjauhi perbuatan maksiat (ghibah, membuka aib rumah tangga)
A : Harus. Meninggalkan untuk adalah hijrah dari orang-orang atao lingkungan dosa menuju ketaatan.

Q : Ustadz.. bagaimana hukumnya jika orang yang sudah berbuat dosa lalu taubat..lalu Berbuat dosa lagi lalu taubat lagi..
A : Ada haditsnya. Namanya taubat sambal

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
 “Dari Abu Hurairah dia berkata ; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat (kiamat), maka Allah masih akan menerima taubatnya””
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Rasulullah bersabda: 'Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat seratus kali dalam sehari”
Kedua hadits di atas riwayat muslim

Q : Ustadz.. mau resepnya Istiqomah
A : Hal yang terberat dalam hidup adalah istiqomah dalam taat. "Maka istiqomahlah kamu sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan mohonlah ampunan kepada Allah." Tidak ada orang yang mampu istiqomah terus menerus karena iman itu tidak akan naik terus menerus keciali para nabi. Oleh karena itu Allah perintahkan untuk istigfar karena di tengah menjalnkan istiqomah yerkdang kita terjerumus berbuat dosa. Maka dengan memohon ampunan kita akan tetap komitmen dengan janji untuk istiqomah dalam taat. Wallahu alam.

Q : Ustad aku mau tanya andai ada orang berbuat maksiat trus dia sadar untuk brtobat apakah hal ini akan mndpt ampunan dari Allah dia sudah jalani smua perintah Allah dari yang wajib maupun sunah karena di hujat orang sekitar gak bakal di ampuni dengan perbuatan dia yang dulu
A : Allah itu Maha Pengampun, gofur dan goffar, gofur Mengampuni dosa yang sering berulang ulang terjadi dan goffar dosa-dosa besar. Dalam banyak ayat Allah sebuntukan diriNya sebagai Maha Pengampun. Dalam hadits juga demikian. Syarat mendapat ampunan tidak berbuat syirik sedikitpun,kecil maupun besar. Sebab syirik adalah penghalang ampunan. Dan jika seorang hamba menjaga kemurnian tauhidnya Allah akan tetap mengampuninya meski dosa-dosanya sebanyak bumi dan langit sebagaimana dalam hadits kudsi riwayat imam tirmidzi , abi daud
Wallahu alam


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment