Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

AQIDAH ISLAM

Rekap Kajin LINK Grup Bunda
Selasa, 29 September 2016
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir, Lc
Tema : Seri Aqidah Islam
Editor : Sapta

Semoga semua berjalan lancar dengan izin Allah.. untuk lebih hikmatnya kajian ini marilah membaca Ummul Qur'an Al Fatihah : 
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ
مَـالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاك نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Aamiin...

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh…
InsyaAllah, saya akan menyampaikan materi  berantai tentang Aqidah Islam, dengan menjabarkan Rukun Iman dan Rukun Islam…
Sebelumnya saya ingin jelaskan secara ringkas apa itu aqidah Islam.

Secara etimologis, aqidah berasal dari kata (العقد) artinya ‘ikatan’ atau ‘menarik dengan keras’.  Dari kata ini dikenal kata akad, yang juga mengandung makna adanya ikatan.

Sedangkan menurut istilah, makna aqidah secara umum adalah: “Apa yang diyakini seseorang dalam hatinya dengan keyakinan mantap dan kokoh serta tidak ada keraguan padanya.”

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ (سورة المائدة: 89)


“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja….” (QS. Al-Maidah: 89)

kata “عقدتم الأيمان” maksudnya adalah sumpah yang diucapkan dengan mantap, sungguh-sungguh, tidak main-main.

Adapun yang dimaksud Aqidah Islam adalah:

الإِيمَانُ الْجَازِمُ بِاللهِ، وَمَا يَجِبُ لَهُ فِي أُلُوهِيَّتِهِ وَرُبُوبِيَّتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ. وَاْلإِيمَاِنُ بِمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَبِكُلِّ مَا جَاءَتْ بِهِ النُّصُوصُ الصَّحِيحَةُ مِنْ أُصُول الدِّينِ وَأُمُورِ الْغَيْبِ وَأَخْبَارِهِ

“Keimanan yang kokoh dan yang wajib bagiNya dalam uluhiyahnya, rububiyahnya serta nama-nama dan sifatNya. Serta iman kepada malaikatnya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir serta takdir yang baik dan buruk, serta segala sesuatu yang diajarkan berdasarkan nash-nash yang shahih berupa pokok-pokok agama, perkara gaib dan berita-beritanya.”

Jadi, perkara akidah adalah perkara yang sudah sangat jelas informasinya berdasarkan teks wahyu dan kemudian disepakati kesimpulannya oleh para ulama yang mu’tabar (diakui). Misalnya rukun iman dan rukun Islam. Juga misalnya tentang wajibnya shalat, itu sudah menjadi aqidah, karena dalilnya jelas dan kesepakatan ulama tentang kewajibannya juga tidak diragukan. Adapun beberapa perkara dalam shalat, itu masuk ranah fiqih, yang terbuka peluang adanya perbedaan pendapat di dalamnya.

Istilah Aqidah Islam, kadang dikenal juga dengan istilah Tauhid atau Ushuluddin.

Urgensi Aqidah:
Aqidah sangat penting bagi seorang muslim. Bahkan seluruh manusia, secara fitrah membutuhkan aqidah. Terlepas apakah aqidahnya lurus atau tidak menurut Islam. Sebab setiap manusia sudah dibekali oleh Allah tabi’at beragama dan berkeyakinan, sehingga cepat atau lambat mereka akan mencari sesuatu yang akan menjadi pegangan dan pedoman bagi keyakinannya. Tanpa itu, mereka akan merasakan ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya, atau jiwanya akan merasa gersang karena taka da pedoman. Karena itu sejak dahulu hingga sekarang, setiap manusia selalu memiliki keyakinan atau idiologinya masing-masing.

Dalam Islam sendiri, masalah aqidah merupakan masalah mendasar dan utama, karena:

1. Dakwah para rasul intinya adalah menyeru kepada aqidah yang benar.
2. Syarat diterimanya amal ibadah seorang muslim adalah aqidah yang lurus.
3. Selamat tidaknya seseorang di hari kiamat, juga sangat ditentukan oleh aqidahnya.

Maka dari sini jelas, permasalah aqidah adalah permasalahan mendasar. Tidak boleh diabaikan apalagi diingkari.

~~~~~~~~~~~~

TANYA JAWAB

T : M13
Tanya ustadz, dikantor saya ada beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan muslim. Saya tidak bisa merubah karena memang tidak mempunyai kekuasaan. Namun hati saya sangat tidak setuju.
Ada temen yang atributnya muslim, tapi terbawa arus yang gak bener. Ketika dinasehati dia malah bilang, "yang penting kan hatiku tidak menyetujui". Tidak setuju tapi perbuatanya ikutan, apakah diperbolehkan? Dan apakah itu juga termasuk bagian dari akidah? 
J : Tidak setuju dlm hati thd perkara yg bertentangan dgn syariat harus diwujudkan dlm sikap minimal yaitu tdk melakukan perbuatan tsb...kecuali jika dipaksa yg mengancam jiwa atau kepntingan dasarnya....ini masalah aqidah atau bukan terkait dgn apa perkara yg dilanggar...apakah perkara aqidah atau bukan....
 
T : M15
Tanya ustadz, Pertanyaannya memang agak sepele ya, sebenarnya rukun Islam yang ke 3 itu zakat dulu atau puasa, dari kecil yang saya tahu itu  rukun Islam yang ke 3 adalah puasa, baru zakat, tapi ada sebagian ustadz dan buku yang merevisi masalah ini (buku pelajaran Agam), rukun Islam yang ke 3 itu zakat baru puasa, jadi rada bingung untuk menjelaskan kepada anak-anak. Mohon penjelasanya ustadz.
J :  Rukun ketiga adalah zakat, seperti itu yang disebutkan dalam teks-teks hadits yang ada. Dalam Alquran zakat selalu disandingkan dengan Alquran.

T : M 10
assalamualaikum ustadz, izin bertanya, apa yang dimaksud dengan ini ustadz, afwan belum paham : "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah mu yang tidak di maksud (untuk bersumpah) tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja"
J : Maksudnya adalah bahwa jika seseorang bersumpah dengan redaksi sumpah. Seperti mengatakan, "wallahi - demi Allah", dan lain-lain, lalu dia tidak penuhi sumpahnya, maka dia berdosa dan akan Allah hukum. Tetapi hal itu jika sumpahnya dilakukan dengan sadar dan kesungguhan. Adapun jika sumpahnya dilakukan hanya karena iseng atau sekedar omongan basa basi, maka tidak harus dilaksanakan dan kalau dilanggar tidak mengapa. Wallahu a'lam.

T : M6
Kita selalu dianjurkan berkumpul dengan orang-orang sholeh, itu kita lakukan. Nah, jika kita sesekali berkumpul dengan teman-teman semasa sekolah yang notabenenya berbagai macam agama, apakah pandangan islam ?
J : jika kita dapat menjaga adab-adab dalam berkumpul dan terhindar dari fitnah atau syubhat, sesekali tidak mengapa berkumpul dengan teman lama. Apalagi jika diniatkan mencari leluang untuk berdakwah. Namun jika dinilai tidak banyak manfaatnya, maka harus diminimalisir sedikit mungkin.
 
T : M 20
Apakah tauhid itu cukup dengan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta alam semesta, sang penguasa, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan? Apa yang dimaksud dengan ibadah? Dan apa kaitan antara tauhid dengan ibadah?
J : Tauhid tidak cukup hanya meyakini, itu salah satu bagian dari tauhid. Tauhid juga berarti ibadah, artinya kita harus mewujudkan ibadah. Justeru inilah inti tauhid dan inilah yang menjadi seruan utama para nabi. Yakni hanya beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukanNya sedikitpun.

T :Rasulullah selalu memberi contoh berdakwa dengan kasih sayang, tapi mengapa saat ini msh kelompok muslim berdakwah dengan kekerasan?
J : Berdakwah dengan cara kekerasan perlu diperjelas apa yang dimaksud? Jika yang dimaksud mengambil tindakan sendiri lalu merusak atau menyakiti orang yang didakwahi, itu memang tindak kekerasan yang tidak boleh. Tetapi jika ada yang mengancam kaum muslimin dan berbuat kekerasan, memang harus dihadapi dengan keras juga.
 
T : Ustadz mohon ijin bertanya...
Bagaimana cara kami meluruskan aqidah orang tua kami yang masih keliru (yang meyakini suatu ajaran islam tertentu yang didalamnya terdapat bai-at, pusaka berupa tongkat, tolak balak, dzikir dengan wasilah-wasilah nama gurunya, dsb). Dan bagaimana cara kami menolak permintaan mereka yang terus mengharapkan kami untuk berpegang pada keyakinannya tersebut tanpa menyakiti hati mereka sebagai orang tua yang cenderung merasa benar dan ingin dihormati.
J :   
- Didoakan sepenuh hati agar Allah berikan petunjuk dan luruskan hatinya.
- Sampaikan dengan lembut tapi jelas bahwa perkara tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. diingatkan lagi dari waktu ke waktu.
- Tolaklah dengan santun ajakan orang tua yang tidak sesuai dengan Islam, namun di sisi lain, bersikaplah sebaik mungkin terhadap mereka.

T : M15
Assalamualaikum ustadz, mau tanya, ketika seseorang mempunyai aqidah tentunya disertai iman, dan iman disertai juga dengan taqwa. Bagaimana untuk meyakinkan hati bahwa apa yang kita lakukan sudah mengikuti kaidah yang benar yang tentunya sesuai syariat, mohon pencerahannya ustadz, Jazakallah.
J : Teruslah belajar tentang Islam lalu amalkan semampu kita. Jika kita belum mampu membedakan antar berbagai pendapat yang ada, maka cukuplah kita percaya dari orang yang menyampaikannya lalu kita ikuti. Jika kita mampu menilai dengan pemahaman kita. Maka hendaknya kita pilah mana yang benar dan mana pendapat yang salah. Selebihnya amalkanlah apa yang telah kita ketahui dan husnuzan kepada Allah bahwa yang diamalkan dengan ikhlas dan benar akan diterima.

T : M03 
Assalamualaikum, mau tanya ustadz :1. Ruang lingkup aqidah itu apa saja ya ustadz?
2. Mengenai sumpah, apa beda kedudukan sumpah dengan janji? Dalam artian janji kepada Alloh dan juga kepada manusia?
3. Kalau berbeda ataupun sama apakah kafarat jika janji atau sumpah itu tidak ditepati? ( baik kepada Allah dan manusia).
J :
1. Ruang lingkup aqidah adalah semua perkara yang ditetapkan berdasarkan petunjuk wahyu yang kuat, baik berdasarkan Al-Quran maupun hadits yang kesimpulannya disepakati para ulama (ijmak) sehingga tidak ada keraguan atau perbedaan pendapat di dalamnya. Seperti rukun iman dan rukun Islam secara global.
2. Bedanya sumpah dengan janji adalah bahwa sumpah menyebut nama Allah dengan huruf qosam (huruf yg menunjukkan sumpah dlm bahasa Arab, yaitu wa, ta dan bi) misalnya dengan mengatakan wallahi, tallahi atau billahi, lalu dia sebutkan sumpahnya, baik bersumpah kepada Allah atau kepada manusia. Adapun janji, jika hanya berjanji tanpa menyebut nama Allah dengan huruf sumpah.
3. Sumpah yang tidak dilaksankana terkena kafarat seperti tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 89, yaitu, pertama, memilih di antara tiga; Memberi makan 10 orang miskin, atau memberi pakaian 10 orang miskin, atau memerdekakan budak. Kalau yang tiga ini tidak mampu, maka beralih kepada pilihan berikutnya, yaitu berpuasa sebanyak tiga hari.
 
T : Adakah batasan yang muthlak antara aqidah dan muamalah, karena tak jarang pada kenyataannya kita sering menjumpai adanya pencampur adukan antara aqidah dan muamalah, Syukron.
J : Aqidah ruang lingkupnya adalah masalah keyakinan yang bersumber dari landasan yang sangat kokoh dan tidak ada keraguan padanya. Sedangkan muamalah ruang lingkupnya interaksi manusia, biasanya diberikan panduan umum dalam syariat, namun rinciannya diserahkan kepada manusia teknisnya yang terbaik, sesuai kondisi dan situasinya. Wallahu a'lam.
 
T : M5
Bagaimana cara kita mendakwahi keluarga kita yang pengetahuan agamanya masih awam..ketika kita menyampaikan tentang sunah-sunah Rasul, jawabannya 'sedikit-sedikit tidak boleh, sedikit-sedikit bid'ah, sudahlah jalankan apa yang menurut hati kita baik , Allah kan Maha tau", begitu ustadz, mohon pencerahannya, terimakasih.
J : Sebaiknya mulai dari perkara-perkara dasar dan prinsip, memang kurang elok kalau perkara-perkara prinsip belum juga terlaksana rapih lalu kita sudah banyak berbicara tentang perkara-perkara lainnya. Mulai juga dari motivasi-motivasi melakukan kebaikan dan amal saleh. Adapun perkara-perkara yang sifatnya larangan, fokus kepada perkara-perkara yang sudah disepakati bersama. Jangan terlalu fokus kepada masalah yang mengundang perdebatan, apalagi bukan masalah prinsip. Disisi lain, jadilah kita pribadi menarik dan bermanfaat di hadapan mereka.
 
T : M 20
Ustadz  izin bertanya, Bagaimana cara menjaga aqidah agar tetap berjalan sesuai dengan keyakinan kita pada Allah SWT, sementara banyaknya terpaan yang datang, terimakasih ustadz.
J :
1. Perbanyak doa mohon keteguahn dari Allah, di antaranya, "Allahumma ya muqollibal qulub, tsabbit qalbii alaa diinik".
2. Terus pelajari agama dari orang yang dipercaya ilmu dan agamanya, jangan gampang menerima berbagai informasi agama dari sumber mana saja.
3. Cari teman dan pergaulan yang saleh dan saling menasehati dalam kebaikan.
4. Setelah ilmu, fokus pada amal, jangan mencari-mencari masalah yyang tidak jelas.
5. Segera bertanya jika ada yang tidak dipahami atau timbul keragu-raguan
Wallahu a'lam.
 
T : M 19
Assalamu'alaikum, saya pernah dengar bahwa "jangan pernah b'tanya tentang takdir, karena takdir adalah urusan Allah", benarkah seperti itu ustad? Adakah batasan bertanya mengenai takdir?
J : Mungkin maksudnya jangan selalu mempertanyakan takdir, karena memang takdir rahasia Allah, kalau bertanya sewajarnya sih tidak mengapa insyaAllah. Namun memang jangan mengambil porsi pertanyaan terlalu banyak dan besar dalam masalah ini. Takdir intinya adalah kita yakin semuanya atas ketentuan Allah, tugas kita adalah ikhtiar semaksimal mungkin, lalu pasrah dan berharap kepada Allah Taala.

Mari kita tutup kajian kita pada hari ini dengan membaca,

ucap syukur  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
serta,
Doa Kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

[In Syaa Allah]  إِنْ شَاءَ الله  kebersamaan malam inih bermanfaat dan barokah.
أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن [aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]


و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ