Home » » KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM (1)

KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM (1)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 13, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT  
Rekap Grup Ummi M13
Senin, 3 oktober 2016
Narasumber : Ustadzah Lilah
Tema : Kajian Umum

Editor : Sapta


Bulan Muharram termasuk 4 bulan haram (suci) yang dimuliakan oleh Allah.

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman :

(إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ)
 

"Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu."
(At Taubah: 36)

Nabi shallallahu 'alayhi wasallam telah bersabda bahwa keempat bulan tersebut adalah Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Sebagaimana lebih tercelanya maksiat di bulan-bulan haram tersebut, amalan sholih di bulan-bulan tersebut pun lebih disukai.

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

(…فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.)

 
“…Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar.” (Tafsir Ibnu Abi Hatim)

Dan di antara yang paling utama adalah, amalan di bulan Muharram.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ


“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim)

Hasan Al-Bashri mengatakan:

"Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadhan, yang lebih mulia di sisi Allah dari pada bulan Muharram. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini." (Lathaiful Ma’arif, Hal. 34)

Di antara amal sholeh yang paling utama di bulan ini adalah puasa asyura, atau puasa tanggal 10 Muharram.

“Nabi shallallahu ’alaihi wasallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)

Dalam pelaksanaan puasa asyura, ada baiknya ditambah dengan puasa tanggal 9-nya, dan atau tgl 11-nya.

Berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2:

"Selisihilah orang yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya"

Banyak ulama menganjurkan puasa 9-10 Muharram, karena dalilnya paling kuat.

Rasulullah berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata:"Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi." Beliau bersabda:"Di tahun depan insyaAllah kita akan berpuasa pada tanggal 9.", tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah telah wafat."
(HR. Muslim)

Selain puasa, amal sholih secara umum dianjurkan untuk dilakukan di bulan Muharram.

Seorang ulama tabi’in, Abu Utsman Abdurrahman bin Mull an-Nahdi berkata, “Generasi salaf (sahabat) sangat memuliakan puluhan hari yang tiga; sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama Muharram.”
(Latha'if al-Ma'arif)

Karena itu, bagi yang tidak biasa sholat shubuh di masjid, mari kuatkan diri untuk sholat subuh di masjid, bagi yang jarang tilawah, mari kuatkan tilawah, bagi yang berat sedekah, coba perbanyak sedekah, dan seterusnya.

Selamat ber-Muharram !!

Kemudian, mengapa bulan Muharram yang ditetapkan sebagai awal bulan? Rasulullah saw ternyata hijrahnya bukan pada bulan muharram, tapi bulan Safar. Pertimbangannya adalah karena bulan Muharram terletak setelah bulan Zulhijjah, dan di bulan Zulhijjah kaum muslimin melakukan ibadah-ibadah besar termasuk Ibadah haji. Seakan-akan ingin dikatakan bahwa puncak ibadah kaum muslimin selesai di bulan Zulhijjah. Maka bulan Muharram dianggap sebagai bulan untuk menata langkah-langkah lagi hingga Zulhijjah berikutnya....

Jadi memang tidak berlebihan kalau awal tahun baru Islam kita sambut dengan memperbarui spirit untuk terus berprestasi dalam ketaatan kepada Allah di semua bidang, disamping hal ini merupakan warisan budaya Islam yang layak kita jaga.

Mestinya kita sebagai muslim, biasakan akrab dengan penanggalan-penanggalan Islam. Minimal tahu sekarang bulan apa tanggal berapa meski ga ada kaitannya dengan masa terima gajian tapi yang jelas dia ada kaitannya dengan masa ibadah-ibadah tertentu....

Wallahu a'lam.



TANYA JAWAB

 
T : Ustadzah, maksud dari "janganlah menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu apa ya? Dan bulan empat itu apa saja ?

J : terkait bulan-bulan tersebut Allah berpesan

فﻻ تظلموا فيهن انفسكم...

"Jangan kalian aniaya diri kalian..."

Para ulama berbeda pendapat dalam penafsiran kezaliman ظلم dalam ayat ini. Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud adalah perang. Maksudnya tidak boleh berperang dalam bulan-bulan ini. Sebagian lagi berpendapat bahwa ketentuan itu telah dihapus. Yang berlaku sekarang adalah larangan kemaksiatan di bulan-bulan ini. Tentu maksudnya bukan berarti di bulan lain boleh bermaksiat, tapi di bulan ini larangan bermaksiat lebih besar.
4 Bulan tersebut adalah Dzulqo'dah, dzulhjjah, muharrom dan Rojab

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!