Home » » SYIRIK (2016)

SYIRIK (2016)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 13, 2016

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH GRUP UMMI M3

Senin , 3 Oktober 2016
Narasumber : Ustadz Jumadi Toha, LcAdmin : Dany & Fatimah
Notulen : Bunda Woro

Editor : Sapta
Bismillah. Alhamdulillah. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, para sahabat, dan kepada yang mengikuti sunnah sunnahnya.
Kata syirik sudah sering kita dengar di telinga melalui tausiah tausiah yang disampaikan oleh para ustadz,baik langsung maupun melalui media informasi. Namun betapa pun sering mendengar kata syirik, ternyata masih banyak masyarakat kita yang menganggapnya sebagai tradisi biasa yang harus dilestarikan dan dibudayakan. Bahkan sy sendiri sekitar sebulan lalu tanpa sengaja membaca koran yang isinya mengandung beberapa unsur kesyirkan dan kedustaan terhadap ajaran islam. Tanpa perlu saya sebutkan nama daerahnya namun yang sy temukan demikian adanya. Tradisi yang sudah lama membudaya di daerah tersebut orang orang yang terlibat di dalamnya seakan tidak sedikit pun merasa telah melakukan dosa terbesar.

 
Dalam islam syirik menempati posisi teratas sebagai dosa terbesar dari dosa dosa besar. Untuk itulah mengapa Allah swt mengutus para Nabi adalah dalam rangka memperingatkan kaumnya dari bahaya syirik. Lalu apakah hakikat kesyirkan sebenarnya ? Syirik artinya menjadikan sekutu sekutu atau tandingan tandingan bagi Allah dalam urusan ibadah,seperti berdoa, meminta perlindungan, memohon hajat,dll. Allah sangat murka kepada pelaku kesyirkan karena ia telah melanggar hal hal berupa kekhususan bagi Allah. Allah tidak akan pernah ridha untuk selamanya bilamana jenis ibadah tertentu ditujukan kepada selainNya.
 

Lalu apa saja akibat buruk dari kesyirkan ini?

1. Menghapus seluruh amal jika melakukan syirik besar, seperti meminta, bernazar, berdoa,istigotsah, memohon perlindungan dsb. Namun jika syirik kecil ,seperti ria dll tidak sampai menghapus seluruh amal dan tetap menjadi dosa yang mengancam keselamatan seorang muslim.


2. Sebagai dosa yang tidak diampuni Allah sampai ia bertaubat sebelum meninggal. Semua dosa selain syirik dapat diampuni Allah bagi siapa yang dikehendakiNya kecuali dosa syirik. Maka ia harus bertaubat sebelum meninggal.


3. Menyebabkan pelakunya kekal di neraka selama lamanya. Sebagaimana kekalnya orang orang kafir di neraka kelak.


4. Diharamkan atasnya surga, sebagaimana Allah haramkan bagi orang kafir. Karena surga adalah tempat bagi orang orang yang telah disucikan oleh Allah dari segala bentuk dosa dengan istigfar dan bertaubat kepadaNya.


5. Menyebabkan pelakunya berada dalam kesesatan. Jika Allah telah menyesatkan seorang hamba maka tak seorang pun yang mampu memberinya petunjuk. Sehingga kesesatan yang diakibatkan oleh dosa syirik menjadikan seseorang terombang ambing hidupnya.


6. Tidak mendapatkan keamanan di hari kiamat kelak. Saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar para pelaku kesyirkan akan terus menerus berada dalam ketidakamanan. Berbeda dengan orang orang mukmin yang menjaga kemurnian tauhidnya akan diberikan oleh Allah rasa aman dari adzab neraka.


7. Ibadah tidak diterima Allah. Pelaku syirik adalah orang yang paling merugi baik di dunia maupun kerugian lebih besar di akhirat kelak. Mengapa? Karena betapa pun banyak dan mahalnya ibadah serta pengorbanan yang ia lakukan tidak akan sampai kepada Allah karena kesyirkannya.  


Itulah beberapa akibat buruk jika seseorang melakukan suatu jenis perbuatan syirik baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah memelihara kita dari dosa dosa syirik, baik besar,kecil maupun dosa dosa lainnya. Wallahu alam. Wassalamualaikum  warahmatullahi wabarokatuh.


Tanya - Jawab

T : Dulu saya pernah tau ada tetangga saya sakit, kakinya bengkak, lalu sama ibunya di suruh minum minuman dari dukun dan makan bunga kenanga. Yang sepertt itu jelas syirik ya pak ? Lalu bagaimana jika anak yang makan bunga kenanga itu tidak tahu kalau itu perbuatan syirik, begitu juga si ibu.

J : Bismillah. Ancaman bagi orang yang suka konsultasi ke dukun/orang pintar menyangkut perkara perkara gaib adalah salah satu dari bentuk ancaman, tidak diterima shalatnya selama 40 hari jika bertanya dan percaya, seperti contoh kasus melakukan saran dukun yang tidak dibuktikan secara ilmiah kecuali jika bentuknya ruqyah syariyyah, atau ancaman terbesarnya adalah kafir terhadap syariat bila mempercayai dukun/orang pandai. Wallahu alam.
Makan bunga kenanga hukumnya dicurigai makanan di rumah sdh habis atau temuan baru lalapan harum

T : ustadz, bagaimana jika seseorang yang mempunyai hajat, misal dia akan puasa 3 hari kalau dikabulkan karena Allah. Apakah itu juga termasuk syirik ustadz?
J : Bismillah, itu disebut dengan nazar  (janji) kepada Allah untuk melakukan suatu amal soleh seperti puasa, umroh, sedekah, menyantuni yatim dan sebagainya,bahwa bila Allah mewujudkan hajatnya. Sebagian ulama menghukuminya makruh karena hakikat nazar melakukan amal soleh dengan memberikan syarat kepada Allah. Namun memenuhi nazar adalah sifat orang beriman.

T : Mau tanya ustadz, Kemarin selama hamil saya banyak sekali pantangannya. Kata orang tua tidak boleh menaruh handuk di leher, harus makan di piring kecil, kalau keluar rumah harus membawa panglai (semacam rempah-rempah) dan mitos2 lainnya. Apa itu kalau diikuti bisa jadi syirik ?
J : Khurofat tanpa dapat dibuktikan secara ilmiah. Mungkin pake piring kecil menyesuaikan ukuran janin yang menyerap makanan dari ibu hamil atau piringnya kecil semua dukun.
T : Itu dari dukun nya pak, Serius ustadz? Soalnya dia teman saya, Dia tanya dosanya setelah makan bunga itu?
J : Jangan makan bunga. Mendingan cari obat yang benar dan periksa ke dokter, jangan datangi dukun

T : Ustadz, bolehkah mminta pendapat kepada seorang ulama yang selama ini diyakini bahwa apa yang disarankannya itu benar dan membawa kebaikan? Apakah keyakinan bahwa ulama tersebut benar adalah termasuk syirik?
J : Saran ulama jika ia ahlul sunnah wal jamaah boleh didingarkan atau dijalankan jika ilmiah atau dr quran dan hadits shahih.

T : Orang tua saya kena aliran islam sejati, sampai meninggalkan sholat. Sholatnya hanya duduk berdzikir, tidak berwudhu juga tidak ada gerakan sholat. Suatu hari saya dikasih amalan-amalan dan insyaallah saya tidak melaksanakan amalan itu karena saya ragu-ragu.
Pernah saya bilang kalau tidak dari Al Quran saya tidak melaksanakan, Apakah saya durhaka ustadz jumadi?
J :  Ibu nofa tidak termasuk dalam perbuatan durhaka, keputusan ibu inilah yang harus diambil dan dipertahankan sepanjang hidup. Namun tetap harus birrul walidain.

T : Ada juga islam kejawen, itu juga termasuk syirik ya pak ?
J : Islam kejawen sepanjang yang saya tau banyak mengandung syirik, takhayul, bid'ah, khurofat, jika suatu apapun jika terdapat penyakit tersebut berarti harus dijauhi.
Benar-benar di jauhi dan jangan tersentuh sama sekali.

T : Pas kumpulan, acaranya tengah malam smpe pagi. Pertanyaannya, kalau ada orang-orang yang membantu kegiatan tersebut bagaimana?
Misal ada yang membantu menyiapkan makanan/minuman, meski tidak ikut ritual ?
J : Yang membantu kegiatan kegiatan bid'ah dengan sukarela tanpa unsur paksaan maka ia mendapat dosa sesuai dengan kadar bantuannya terssbut. Sebagaimana seseorang mendapatkan pahala yang membantu kegiatan kegiatan sunnah. Hadits nya jelas.

T : Waktu hamil 7 bulan ada acara 7 bulanan, dan disitu ada acara sholawatan dan doa bersama. Dan ada juga acara siraman, pecahkan /belah kelapa, habis itu suruh cepat-cepat mandi, pokoknya semua disuruh cepat, kata orang tua biar waktu melahirkan cepat dan lancar.
Itu gimana Ustadz ?
J : Khurofat, takhayul, bid'ah. Kalo saya disuruh pecahkan telur juga mau, tapi buat bikin telur mata sapi.

T : Berarti seperti acara tedak siten itu tidak boleh ya? Ana dulu juga memakai ritual tingkepan namanya. Pokoknya ikut saja sama orang tua, niat sedekah itu karena juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit juga..
J : Tingkepan atau tangkapan ? Tangkap perempuan semua

T : Tergantung niatnya, bila niat karena Allah akan mendatangkan pahala. Contoh, kebiasaan orang jaman dahulu, ada semacam selamatan atau yang di sebut sedekah bumi. 

Jadi ya tergantung niatnya. Karena para walisongo pun jaman dahulu juga mnghormati adat
J : Niat hanya berlaku dalam dua hal, ibadah dan kebiasaan yang bersifat mubah. Selain keduanya niat mendapatkan kebaikan/pahala tidak berlaku. Mengapa karena suatu tradisi/adat yg melanggar ketentuan syariat tidak memberlakukan niat sebagai syarat mendapatkan pahala. Niat tidak akan merubah status hukum sesuatu yang dari tidak boleh menjadi boleh,atau dari haram menjadi halal gara gara niat.

Inilah kaidah dasar mengenai hukum niat. Dan banyak org yg belum memahami duduk perkara niat sehingga niat menjadi alat melegalkan sesuatu yg haram.

Misal tradisi sungkepan adalah budaya Jawa, dianggap sbg rukun dalam tradisi pernikahan secara turun temurun. Namun kita akan menimbang dari sisi malahan dan mudorot termasuk sisi sumber ajaran tersebut dari mana asalnya. Jika dilihat adat ini banyak menimbulkan sikap menghambur hamburkan harta, sedangkan islam melarang sifat boros, tamak, rakus dan mubazir, bahkan islam mengategorikan sikap tsb sbg saudara2 setan. Kemudian kerusakan/mafsadat yang ditimbulkan dari tradisi tsb lebih besar dari maslahatnya. Dari sisi asal muasal tradisi ini kebanyakan dari ajaran hindu. Sementara Nabi shallallahu alaihi wasaalam melarang sikap tasyabbuh kepada orang musyriq atau kafir. Wallahu alam.

Banyak saya dengar gara-gara kurang memahami masalah niat jadi menghalalkan yang tidak disyariatkan. Efeknya tiap orang bisa buat agama sendiri sendiri, tanpa perlu belajar. Ini bahaya.

T : Assalamualaikum ustadz, saya mau tanya pada acara khitanan adat di kampung ada acara dogdog banyak yg kesurupan, itu bagaimana ?
J : Setiap acara mubah bisa berubah hukumnya menjadi haram lantaran masuk di dalamnya berbagai bentuk pelanggaran dan penistaan terhadap agama, akhlak dan syariat. Pelanggaran terhadap agama ini meliputi aqidah, seperti syirik, bid'ah, khurofat, takhayul, dan sebagainya. Kemudian akhlak seperti musik, nyanyian, goyang, meminum khamar, menari, ikhtilat (berbaur laki-wanita dalam satu tempat) pelecehan agama dengan ucapan atau tingkah laku, dan sebagainya. Syariat, seperti meninggalkan shalat, lalai dari berdzikir kepada Allah dan sebagainya. Ini semua banyak terjadi di masyarakat kita, dan inilah yang menyebabkan kaum muslimin mendapatkan banyak musibah dari Allah. Wallahu alam.


Mari kita tutup kajian kita pada hari ini dengan membaca

ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar : أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ  

serta
Doa Kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan malam ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

================

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!