Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » TAFSIR QS. AL FATIHAH AYAT 2

TAFSIR QS. AL FATIHAH AYAT 2

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 14, 2016

Rekap Kajian On line Hamba Allah Group Ummi M1

Rabu, 6 April 2016
Narasumber : Ustadzah Neneng
Tema :  Tadabbur Quran
Admin : Meita, Marpiah
Notulen : Iis
Editor : Sapta

Assalamualaikum wr wb.

Innalhamdalillahi nahmaduuhu wa nasta iinuhu wa naztaghdiruuh wa naudzuubillahi min suruuri anfusina wa min sayyi ati amaalina mayyahdillahu falaa mudhilallah wa mayyudlilhuu falaa haadiyalah

Mari qt mulai dng meluruskan niat
Memperbaiki hati semata agar Alloh melihat hati qt adl hati yg siap menerima petunjuk hati yg memang berharap balass drNya hati  yg mengharap kebaikan
Aamiiin

Bismillahirrahmaanirrahim

Antunna semua adalah milik ana, ana adalah milik antunna...kita bertemu dilingkaran cinta ini semata karena kita saling memiliki....ummahat semua adalah jalan saya menuju ampunan Alloh swt dan saya jadi jalan antunna semua meniti jalan ilmu.
Tiada yang mempertemukan kita melainkan krn niat berjumpa dng niat. Siapa yang menggerakkan hati kita bertemu? Alloh SWT. Karenanya mengikhlaskan niat adl keniscayaan jk qt berharap pertemuan ini akan mengabadi hingga yaumil mahsyar

Pekan lalu lalu qt pernah tadabbur al fatihah baru sampai bismillah.
Sebagaimana di sepakati ulama permulaaan al quran surah ini adalah "bismillahirrahmaanirrahiim"

Ini adalah konsepsi atau paham atau ide yang paling besar bahwa Alloh adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir Yang Maha Nyata dan Maha Tersembunyi. Sehingga dengan namaNya-lah segala sesuatu di mulai dan dengan namaNya-lah pula terjadinya gerak dan arah.
Membaca basmallah adalah penghargaan pemujaan pengakuan atas Yang Maha Memulai dan Maha memberi kita kesempatan memulai kehidupan kita.

Masih di ayat 1.  
Dilanjutkan dengan menyebut sifatNya, "Arrahmaan Ar rahiim".Menyebut sifat Alloh SWT di dalam memulai sesuatu dengan ar Rahman ar Rahim. Mencakup seluruh makna rahmat dan keadaannya. Dan Alloh sendirii yg menghimpun kedua sifat

Hubungan antara Alloh sang pemilik alam dengan hamba hambaNya yang di beri rezeki kesempatan hidup di bumiNya. Adalah Rahman dan RahiimNya Alloh SWT.
Hakikat kita hidup bisa menikmati alam dunia adalah karena sifatNya yang Rahmaan dan Ar Rahim
Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam

2. alhamdulillahirobbil aalaamiin. Alhamdulillah "segala puji bagi Alloh".Perasaan yang melimpah pada jiwa seorang muslim dalam hati seorang mukmin. Hanya semata mengingat Alloh SWT. Karena setiap hal dalam hidupnya hakikatnya di mulai dari rezeki yang paling besar dari sang Pemilik alam.

Keberadaan dirinya. Eksistensii dirinya sebagai manusia, adalah limpahan  nikmat ilahi. Sehingga selayaknya seluruh pujian  dan sanjungan hanya di tujukan dan di kembalikan kepada RabbNya. Pemilik dari diri mereka.Karenanya memulai dan mengakhiri sesuatu adalah salah satu kaidah di antara kaidah kaidah konsepi islam secara langsung.

"Dialah Alloh tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagiNya lah segala pujian di dunia dan di akhirat....." (al qashash:70)
Menghadap kepada Alloh dengan memujiNya menggambarkan perasaan orang mukminin ketika ia ingat kepada Alloh.

Bagi hamba-hambaNya yang beriman yang mengucapkan alhamdulillah maka melimpah pula lah karunia Alloh swt kepadanya dan Alloh menuliskan baginya 1 Kebaikan yang memberatkan semua timbangan kabajikan.
"Rabbil aalaalamiin" Tuhan semesta alam juga menggambarkan konsepsi islam. Rububiyah yang mutlak dan menyeluruh adalah salah satu dr akidah islamiyah

Rabb yg berarti Yang Berkuasa
Yang berlakukan
Yang bertindak
Yang memperbaiki
Yang Memelihara

Pemeliharaan atas keseluruhan alam semesta seluruh makhlukNya. Sedangkan Alloh tidak menciptakan alam semesta lantas membiarkannya. Alloh senantiasa rawat jaga pelihara seluruh makhluqNya yang ada di bumi langit dan yang ada diantara keduanya. Seluruhnya Alloh SWT yang pelihara dan jaga. Sehingga tak ada satu saat pun yang kita semua luput dari pemeliharaanNya.
Hubungan makhluk dengan Alloh SWT senatiasa terjalin. Baik kita sebagai makhluk menyadarinya atau tidak. Tapi Allah tak pernah sedetik pun melepaskan qt dr Penjagaan dan PemeliharaanNya, Setiap waktu setiap keadaan.

Lalu apakah yang membuat kita lengah, sedang Alloh tidak pernah sedetikpun lengah terhadap kita, lalu apakah yang membuat kita alpa dan pongah, sedang keberadaan kita pun adalah semata karena kasih sayangNya.
Banyak orang yang mengakui bahwa adanya Alloh SWT denngan sifat-sifatNya tetapi mereka juga mengakui banyak Tuhan yang mengatur kehidupan ini.

Alquranul karim menceritakan sejumlah org musyrik yg mengatakan ttg tuhan tuhan mereka

"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat dekatnya". (Qs Az Zumar : 3)
"Mereka menjadikan orang orang alim rahib rahib mrk sbg tuhan selain Alloh... (At taubah : 31)
Maka memutlakkan rububiyah. Memurnikan ketuhanan dalam surah ini merupakan persimpangan antara keteraturan dan kekacauan. Agar seluruh alam mengarah kepada Rabb yang satu menetapkan dan mengakui untukNya saja. Kekuasaan yg mutlak.Meruntuhkan tuhan-tuhan yang bermacam-macam dari hadapanNya. Sehingga pemahaman akan pemeliharaan Alloh SWT yang tidak terputus tidak melemah tidak pernah hilang akan muncul.

Oleh karenanya perhatian islam yang pertama-tama adalah membereskan urusan akidah dan membatasi persepsi manusia tentang urusan dan sifat-sifat Alloh. Hubungannya dengan makhluk dengan cara yang pasti dan meyakinkan. Silahkan kita perdalam saja.

TANYA JAWAB

T : Afwan ustadzah, kurang faham dengan yang ini, "Memurnikan ketuhanan dalam surah ini merupakanpersimpangan antara keteraturan dan kekacauan".
J : Dari beberapa kalimat sebelumnya ya mba, bagaimana al quran menyebutkan, kaum yang memiliki pemahaman akan tuhan-tuhan lain yang ikut mengatur menjaga dan memelihara. Walau mereka tahu pencipta langit dan bumi adalah Alloh. Sedang di sisi yg lain, ada sebagian pemahaman yang menjadikan rahib-rahib mereka sebagai tuhan. Ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa kehidupan kita di alam dunia ini keberadaan kita itu tidak lepas dari Ar Rahmaan Ar Rahiim Nya Alloh SWT. Kita yang di ciptakan, denganNya yang Menciptakan. Kita yang mendiami bumi dan Dia yang memiliki bumi. Adalah hubungan curahan kasihNya, Curahan RahmatNya, Sehingga mengarahkan kita kepada satu arah yang benar.
Saat manusia sampai di persimpangan pemahaman inilah, Al quran memberi arah.
Maksudnya begitu.


Alhamdulillah hari ini kita dapat tambahan ilmu lagi. Jazakillah khoiron katsiron ustadzah Neneng sudah berbagi dan meluangkan waktu utk kami.
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar : أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
serta
Doa Kafaratul majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  kebersamaan malam inih bermanfaat dan barokah.
أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن [aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]


و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment