Home » » TAFSIR SURAT AL KAUTSAR (Link Grup Bunda)

TAFSIR SURAT AL KAUTSAR (Link Grup Bunda)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 14, 2016

Rekap Kajian Link Grup Bunda

Selasa, 13 September 2016
Narasumber : ustadz Doli D. Sanusi
Notulen : Grup Ummi M4
Editor : Sapta


Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah,  insya Allah kita coba membaca sama-sama tafsir surat al kautsar.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulful, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau Saw., "Mengapa engkau tersenyum?" Maka Rasulullah Saw. menjawab, "Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat." 

Lalu beliau membaca firman-Nya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. (Al-Kautsar: l), hingga akhir surat. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, "Tahukan kalian, apakah Al-Kautsar itu?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." 

Rasulullah bersabda:
Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat; jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku.” Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad Sulasi ini dan juga konteks yang sama dari Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulfill, dari Anas ibnu Malik.
 
Menurut lafaz Imam Muslim, disebutkan bahwa ketika Rasulullah Saw. berada di hadapan kami di masjid, tiba-tiba beliau menundukkan kepalanya sejenak, kemudian mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Maka kami bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang menyebabkan engkau tertawa?" Rasulullah Saw. menjawab: Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku barusan suatu surat. Maka beliau Saw. membaca firman-Nya:Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (Al-Kautsar: 1-3) Kemudian beliau Saw. bersabda: "Tahukah kamu, apakah Al-Kautsar itu?” Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw. bersabda,
 
"Sesungguhnya Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang telah dijanjikan oleh Tuhanku untukku, padanya terdapat kebaikan yang banyak. Al-Kautsar merupakan telaga yang akan didatangi oleh umatku kelak di hari kiamat, jumlah bejananya sama dengan bilangan bintang-bintang di langit, maka diusirlah darinya seorang hamba dari mereka, lalu aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari kalangan umatku.” Maka Dia berfirman, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu.
 {إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ}

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. (Al-Kautsar: 1)

Dalam hadis yang lalu telah disebutkan bahwa Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga.

Imam Ahmad telah meriwayatkan melalui jalur lain dari Anas; untuk itu ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas, bahwa ia membaca firman-Nya:Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. (Al-Kautsar: 1) Lalu ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
 
Aku diberi Al-Kautsar, dan ternyata ia adalah sebuah sungai yang mengalir, tetapi tidak dibedahkan sebagai mana sungai. Dan ternyata kedua tepinya adalah kubah-kubah dari mutiara; lalu aku menyentuhkan tanganku ke tanahnya, dan ternyata ia seharum minyak kesturi yang sangat harum baunya, dan ternyata batu-batu kerikilnya dari mutiara.
 
Kemudian Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim. telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan sehubungan dengan Al-Kautsar, bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Saw.

Abu Bisyr mengatakan bahwa ia pernah berkata kepada Sa'id ibnu Jubair, bahwa sesungguhnya orang-orang mengira Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga. Maka Sa'id menjawab. bahwa sungai di dalam surga termasuk kebaikan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Nabi Saw.
{فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ}

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (Al-Kautsar: 2)

Yakni sebagaimana Kami telah memberimu kebaikan yang banyak di duni adan akhirat, antara lain ialah sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan di atas; maka kerjakanlah salat fardu dan salat sunatmu dengan ikhlas karena Allah dan juga dalam semua gerakmu. Sembahlah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan sembelihlah korbanmu dengan menyebut nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hal yang senada disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
 
Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(Al-An'am: 162-163)

Ibnu Abbas, Ata, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan telah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanhar ialah menyembelih unta dan ternak lainnya sebagai korban. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah, Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, Ad-Dahhak, Ar-Rabi', Ata Al-Khurrasani, Al-Hakam, Sa'id ibnu Abu Khalid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf
 
Pendapat yang sahih adalah yang pertama, yaitu yang mengatakan, bahwa makna yang dimaksud dengan nahr ialah menyembelih hewan kurban. Karena itulah maka Rasulullah Saw. seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya,
 
Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (hari raya) maka tiada kurban baginya. Maka Abu Burdah Nayyar bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat, dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang semua orang menyukai daging padanya" Rasulullah Saw. menjawab: Kambingmu itu adalah daging kambing biasa (bukan kurban).Abu Burdah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seekor anak kambing kacang yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing biasa, apakah itu cukup untuk kurbanku?" Rasulullah Saw. menjawab:Cukup untukmu, tetapi tidak cukup untuk orang lain sesudahmu.

Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dari ayat ialah jadikanlah salatmu semuanya tulus ikhlas hanya untuk Tuhanmu, bukan untuk berhala atau sembahan selain-Nya. Demikian pula kurbanmu, jadikanlah hanya untuk Dia, bukan untuk berhala-berhala. sebagai ungkapan rasa syukurmu terhadap-Nya atas kemuliaan dan kebaikan tiada taranya yang dikhususkan-Nya buatmu sebagai anugerah dari-Nya. Pendapat yang dikemukakan oieh orang yang mengatakan ini amatlah baik. Dan pendapat ini telah dikatakan sebelumnya oleh Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi dan Ata dengan ungkapan yang semakna. {إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ}

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (Al-Kautsar: 3)

Yakni sesungguhnya orang yang membencimu, hai Muhammad, dan benci kepada petunjuk, kebenaran, bukti yang jelas, dan cahaya terang yang kamu sampaikan; dialah yang terputus lagi terhina, direndahkan dan terputus sebutannya. Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan Qatadah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-As ibnu Wa-il.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari yazid ibnu Ruman yang mengatakan bahwa dahulu Al-As ibnu Wa-il apabila disebutkan nama Rasulullah Saw., ia mengatakan, "Biarkanlah dia, karena sesungguhnya dia adalah seorang lelaki yang terputus, tidak mempunyai keturunan. Apabila dia mati, maka terputuslah sebutannya." Maka Allah menurunkan surat ini.

Syamir ibnu Atiyyah mengatakan bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan Uqbah ibnu Abu Mu'it. Ibnu Abbas mengatakan pula, dan juga ikrimah, bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan Ka'b ibnul Asyraf dan sejumlah orang-orang kafir Quraisy.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ziyad ibnu Yahya Al-Hassani, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Addi, dari Daud, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Ka'b ibnul Asyraf datang ke Mekah, maka orang-orang Quraisy berkata kepadanya, "Engkau adalah pemimpin mereka. Tidakkah engkau melihat kepada lelaki yang terusir lagi terputus dari kaumnya itu (maksudnyaNabi Saw.)? Dia mengira bahwa dirinya lebih baik daripada kami, padahal kami adalah ahli (pelayan) jemaah haji, ahli sadanah (pelayan Ka'bah) dan ahliSiqayah (pelayan minuman air zamzam)," Maka Ka'b Ibnul Asyraf berkata, "Kalian lebih baik daripadanya." Maka turunlah firman Allah Swt.: Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (Al-Kautsar: 3)
 
Demikianlah akhir surat Al-Kautsar, segala puji bagi Allah atas limpahan karunia-Nya.
 
TANYA JAWAB
T : M15
Assalamualaikumwrwb ustadz, mau tanya, untuk qurban satu ekor sapi, yang retail yang terdiri dari 7 orang. Nah pertanyaannya kadang dimasyarakat menyebutkan bahwa yang kurban itu hanya satu orang dalam keluarganya karena yang ikut retail cuma satu. Bagaimana pandangan dalam Islam, apakah sama dengan seekor kambing yang pernah Rasulullah lakukan ketika dahulu beliau berkurban satu ekor kambing diperuntukkan atas nama satu keluarga? kalau di lihat dimasyarakat fenomena nya seperti tadi ustadz, karena yang ikut retail cuma satu orang. Jadi kehitungnya untuk satu orang. Di tahun berikutnya ikut retail lagi atas nama yang ikut retail. Mohon pencerahannya ustadz, Jazakallah ustadz.
J : Qurban sepertujuh sapi bisa tuk satu keluarga. dalilnya adalah hadits shahih tentang qurban satu kambing tuk satu keluarga. telah jelas pula dalam hadits shahih bahwa satu kambing senilai dengan sepertujuh sapi, maka hukum yg berlaku pada satu kambing sama dg sepertujuh sapi. ulama membolehkan hal ini. adapun fenomena di masyarakat, adalah hal lain. bisa kita coba bantu pahamkan, atau berikan solusi untuk menyebut seluruh nama anggota keluarganya dalam bagian sepertujuh sapi. atau sekalian tawarkan tuk berkurban lebih dr sepertujuh sapi.

T : M11
Ustadz tanya, Bagaimana kalau sepasang suami istri tidak memiliki keturunan sampai meninggal maka tidak ada anak sholih yg mendoakan. Lalu untuk bisa tetap mendapatkan doa anak sholih bagaimana ustadz?
J : Doa anak sholih memiliki keutamaan khusus karena kesholihan anak juga merupakan andil orang tuanya. Adapun bagi pasangan yang tidak punya anak, dapat mengupayakan berupaya menshalihkan orang lain (berdakwah) sehingga nanti amalan-amalan dakwahnya akan menjadi pahala yang terus mengalir sebagaimana pahala keshalihan anak. Doa sahabat yang shalih, guru yang shalih, murid yang shalih, semuanya insya Allah akan bermanfaat bagi manusia yang telah meninggal.

T : M4
Assalamualaikum ustadz, mau tanya, 3 hal yang dibawa Orang yang sudah meninggal yaitu amal jariyah, ilmu yang manfaat dan anak-anak yang Sholeh. Bagaimana dengan orang yang meninggal sewaktu masih muda dan belum menikah? Karena tidak punya keturunan, apakah doa2 dari saudara nya akan sampai kepada nya?
J : Perlu diperhatikan bahwa doa itu disampaikan kepada Allah, bukan kepada mayit.  Kita berdoa kepada Allah agar mayit mendapatkan kebaikan di kubur dan di akhirat. Semua doa orang shalih (saudara, anak, sahabat, dll) tentu akan sampai kepada Allah, karena itu ulama menganjurkan kepada kita untuk banyak bersahabat dengan orang shalih.

T : M6
Saya masih belum faham dengan tafsir ayat ke 3, Yg terputus itu siapa ya?
J : إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
"Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus."
maksud terputus di sini adalah terputus dari rahmat Allah, mereka yang terputus adalah mereka yang membenci Muhammad saw, membenci dakwah yang dibawanya, membenci tegaknya syiar-syiar islam, enggan mendirikan solat, berqurban, dan seterusnya.
wallahu a`lam

T : M20
Bismillah, Ustadz ana ada 3 pertanyaan :
1. Apa yang minimal harus kita miliki agar bisa ikut menikmati telaga Kautsar?
2. Media yang menjadikan kita bisa terhubung dengan Rosululloh untuk  bisa mendapatkan syafaat kelak di akherat, saat ini adalah dengan bersholawat dan melaksanakan sunah sunahnya. Hal tersebut di atas sudahkah merupakan perwujudan dari mencintai Rosululloh, apakah dengan cara demikian, pandangan Alloh, tentang kaum yang mencintai Rosul Nya? Mencintai memerlukan "RASA", demikian juga halnya bagaimana kita menumbuhksn rasa cinta itu kpd Alloh & Rosululloh, melebihi cinta kita pada yg lainnya?
3. Bukankah ada juga tafsir tentang hal yang terputus adalah tentang terputusnya duriyat/keturunan Rosululloh, karena wafatnya semua anak laki laki? Namun duriyat Rosululloh ada melalui Fatimah Al Zahro, mohon pencerahannya.
J :  
1. Sebagian ulama menyimpulkan, bahwa tuk dapat menikmati telaga kautsar, syaratnya adalah:
Beriman dengan benar, mengikuti tuntunan Nabi saw, dan menjauhi dosa-dosa besar.
Dalam hadits riwayat al Bukhori, ketika Rasulullah saw sdh tiba di telaga, datanglah sebagian manusia, ketika beliau saw akan mengambilkan minum untuk mereka, Allah menjauhkan mereka dari beliau saw, maka beliau saw berkata,

“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.”  (HR. Bukhari, no. 7051)

2. Hanya "Rasa cinta" yg luar biasa yg bisa membuat seorang muslim berusaha keras mengamalkan sunnah dengan sempurna. Jadi, bila seorang muslim selalu dalam kondisi berupaya mengamalkan sunnah, itu sudah cukup menjadi bukti rasa cintanya kepada Rasulullah saw.

3. Ayat ketiga turun untuk membantah ejekan kaum Quraisy bahwa kemuliaan Nabi saw terputus karena tidak mempunyai keturunan lelaki. Ini adalah pandangan kaum jahiliyah. Maka Allah membantahnya, bhkan kemuliaan Nabi saw terus berlanjut setelah meninggalnya beliau, dengan tetap ditegakkannya sunnah-sunnah beliau saw.
Ibnu Katsir menjelaskan, “Yang dimaksud abtar adalah jika seseorang meninggal dunia, maka ia tidak akan lagi disebut-sebut (disanjung-sanjung). Inilah kejahilan orang-orang musyrik. Mereka sangka bahwa jika anak laki-laki seseorang mati, maka ia pun tidak akan disanjung-sanjung. Padahal tidak demikian. Bahkan beliaulah yang tetap disanjung-sanjung dari para syahid (tuan) yang lain. Syari’at beliau tetap berlaku selamanya, hingga hari kiamat saat manusia dikumpulkan dan kembali.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 483)
 
T : M3
Lanjutan ceritanya pak ustadz  tentang siapa orang yang terusir dari sungai Kautsar itu. Maksudnya apa yang dilakukan kaum Rasulullah SAW sampai ia dilarang mendekati telaga Kautsar apakah dia orang membenci qurban?
J : Sudah jelas dari jawaban2 pertanyaan sebelumnya

T : M8
Assalamualaikum wr wb ustadz, mohon maaf terus terang saya belum bisa menangkap makna dan inti kajian di atas, sekali lagi mohon maaf.
J : Silahkan dibaca pelan-pelan. Mudah-mudahan lebih mudah dipahami

T : M7:
Assalamualaikum ustadz, misalnya dlm tahun ini kita tdk mampu berqurban krn ada keperluan lain, apakah itu tetep dosa juga? syukron ustadz🙏
J : Hukum berqurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Jika tidak mampu melakukannya, maka tidak berdosa insya Allah. Namun hendaknya menjadi evaluasi tahun ini, dan berupaya menabung jauh-jauh hari untuk qurban tahun depan.
 
T :  M20
Assalamualaikum, ustadz mau bertanya hikmah apa yang terkandung dalam.surah al kautsar ? Syukron.
J : Sudah jelas melalui tanya jawab sebelumnya

T : M5
Ustadz mohon penjelasannya tentang firmanNya.."Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat- buatnya sesudahmu".... Dibuat-buat apa ya ustadz? terimakasih.
J : Maksudnya dosa dan kesesatan yang dilakukan sepeninggal Nabi saw

T : M8
Assalamu'alaikum wr wb. Ustadz, mau bertanya, Surat Al Kautsar adalah surat terpendek, bagaimana cara memahami keterkaitan dari ayat 1-3, apakah jika pembenci petunjuk/ajaran rasul (ayat 3) tidak akan mendapatkan/menemukan sungai al kautsar di surga (ayat 1). Untuk bisa ke surga / sampai ke sungai al kautsar (ayat 1) harus menjalankan sholat dan kurban dapat yang dijelaskan di ayat 1. Apakah surat tersebut bisa dimaknai sebagai petunjuk untuk selalu dijalan Allah dengan mengikuti Rasulullah ?
J : Ya betul

Alhamdulillah, kajian hari ini telah selesai, Jazaakumullah khayran katsiran.
Dan marilah kita sejenak berdoa sebagai penutup keberkahan kajian kita hari ini dengan membaca lafaz syukur...
Hamdalah
الْحمد لّله رب الْعالميْن
Istighfar
أسْتغْفر الّله الْعظيْم
 
Doa kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!