Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

DOA DAN WAKTU-WAKTU UTAMA DALAM BERDOA

Rekap Materi SI
Pekan ke-2 September 2016
Rabu, 14 September 2016
Tim Kurikulum Kajian Online Hamba Allah
Editor : Sapta


DOA DAN WAKTU WAKTU UTAMA DALAM BERDOA


Di balik sikap berserah diri manusia wajib berdoa dan berusaha saat memiliki tujuan atau rencana yang tengah ditargetkan. Dengan berdoa dan berusaha, setiap manusia akan melewati tantangan, rintangan yang pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan.
Allah menegaskan di dalam Alquran surat Albaqarah ayat 186 tentang bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan; berdoa.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ”
(QS. Albaqarah: 186)
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah swt. Berada sangat dekat dengan hamba-Nya dan menyaksikan sekaligus mengabulkan setiap permohonan doa dari hambanya yang shaleh.

Arti Doa
➖➖➖➖
- Secara harfiah, doa berarti memohon, doa pun identik dengan kata lain; dakwah.
- Sehingga doa bisa juga berarti mengajak atau mengundang agar datang. 🔸Doa yang berarti permohonan mekanismenya melakukan permohonan langsung kepada Allah swt agar diberikan kebaikan, keberkahan, kemudahan, kesehatan dan jalan keluar dari kesulitan dan lain-lain.
- Sementara doa yang berarti mengundang hadir atau mengajak dilakukan dengan cara menghadirkan arti-arti sifat Allah swt. yang berjumlah 99 (asmaul husna) di setiap perilaku kita sehari-hari. Hal ini dijelaskan dalam Alquran, surat Al-A’raf: 180.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A’raf: 180)

Kekuatan Doa
➖➖➖➖➖➖
Doa yang dilakukan dengan baik dan benar maka pemohonnya akan memiliki kekuatan serta daya ubah yang sangat luar biasa. Maka setiap doa yang baik akan senantiasa dikabulkan.

Doa terbagi menjadi 3 pengabulan, antara lain;
✔Doa seorang hamba akan langsung dikabulkan oleh Allah
✔Doa akan ditunda oleh Allah yang kemudian akan Allah kabulkan di lain waktu atau nanti di Akherat,
✔Doa akan diganti oleh Allah swt. dengan hal lain yang menurut Allah lebih baik semisal; terhindar dari bencana (karena sesuatu yang menurut manusia baik belum tentu baik bagi Allah swt).

Berdoa Di Waktu Yang Tepat
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1⃣. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan”
(QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘”
(HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

2⃣. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak”
(HR. Muslim, no.1151)

3⃣. Ketika malam lailatul qadar
Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa

4⃣. Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang”
(HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5⃣. Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak”
(HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

6⃣. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu”
(HR. Muslim, no.482)

7⃣. Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib”
(HR. Tirmidzi, 3499)

8⃣. Di hari Jum’at
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut”
(HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

9⃣. Ketika turun hujan
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun”
(HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Ketika Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah”
(HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

11. Ketika Meminum Air Zam-zam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018.)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Wallahua'lam bish showab


TANYA ~ JAWAB

M1 - Ustadzah NUNUK
T : Ustadzah mau bertanya, pernah membaca bahwa dalam shalat wajib tidak boleh ada do'a tambahan di luar bacaan sholat? Untuk yang poin 6 & 7 itu sebenarnya bagaimana Ustadzah?
J :Betul, tdk ada bacaan selain bacaan shalat, namun di saat sebelum shalat Rasulullah mengajarkan doa khusus, dengan dalil yang shahih:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya :
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
Detail hadits, komplit dengan perawinya bisa dibuka di shahih fiqh sunnah kitab Shalat.

T : Untuk tehnis atau urutan tatacara berdoa bgmana ustadzah? bolehkan berdoa dengan detil atau spesifik? Menyebutkan keinginan kita dengan lebih detil?
J : Doa saat sujud, selain bacaa  sujud jika dilafadzkan bukan bacaan shalat, maka banyak berdoa dalam hati, sungguh Alloh maha mendengar. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat kpd Nabi Muhammad saw.
Setelah itu silakan meminta, apakah boleh di detailkan? Sangat boleh.
Contoh, sebutkan satu persatu orang-orang yang kita doakan, ya Alloh jadikanlah suamiku ..., jadikan beliau suami yang sholih, selalu baik pada istrinya, sabar pada keluarganya, dan seterusnya.
Jdkanlah putraku...... sabar dalam belajar, sabar dalam menghafal.... dan seterusnya.
Detail, kusyu', dengan penuh khouf wa roja'.

T : Assalamualaikum, ustadzah apakah Allah memberikan kita cobaan hidup yang sangat begitu prihatin sakit tak kunjung sembuh sedangkan hambanya rajin sholat ngaji bekerja juga, sekarang kondisi sakit jadi tidak bekerja. Sebagai kepala keluarga harus mencari nafkah, apakah ada yang salah ustadzah? Mohon pencerahannya.
J : Wa'alaikumsalam, terkadang kita heran melihat seseorang yang rajin shalat, ngaji, bekerja, tidak menyakiti orang, tetapi kenapa Alloh berikan sakit yang tidak kunjung sembuh? Sahabat shalihah, sakit yang Alloh SWT berikan, jangan hanya dipandang sebagai adzab, namun mari kita pandang dari sisi yang lain, saat Alloh SWT menghendaki hambaNya kebaikan (syurga) sedangkan amal shalihnya tak menutupi maka Alloh SWT berikan sakit, sehinga dengan sakit tersebut Alloh SWT tinggikan derajatnya, ingatlah bahwa sakit adalah penggugur dosa.
Lalu apa yang kita lakukan? Berobat sebagai ikhtiar karena ia merupakan amalan sholeh, dan berdoa sebagai puncak kepasrahan seorang hamba kepada Robbnya.

T : Kadang saat sholat berjamaah dimasjid, imam membacakan doa, jamaah mengaminkan, sering kalo saya tidak paham arti doa yang beliau ucapkan, karena kurang jelas lafadznya atau hal lain. Lebih afdhol mana ustdzah, ikut mengamini tetapi tidak paham makna doanya, atau berdoa sendiri?
J : Imam ibarat pengemudi, begitu selesai, makmum bebas memilih, apakah mengaminkan atau berdoa sendiri, atau ikut imam dulu, setelah imam selesai kita lanjut berdoanya.

M2 - Ustadz Tri Satya Hadi
T : Ustadz, ketika kita merasa dizolimi bolehkah kita mendo'akan yang tidak baik? 
J : Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah:
Tidak mengapa bagi manusia untuk mendoakan orang yang telah menzaliminya sejauh kadar kezalimannya itu, jika dia berdoa untuk orang yang menzaliminya sejauh kadar kezalimannya, maka itulah yang bijak. Dan, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa orang yang dizalimi. (Syarh Riyadhush Shalihin, 1/941. Mawqi’ Jaami’ Al Hadits An Nabawi)
Allah tidak menyukai Ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. An Nisa (4): 148)

Bagi orang yang mengalami kezaliman orang lain, apalagi musuhnya, maka tidaklah salah, bukan pula aib, jika dia berkata keras lagi kasar, dan juga doa buruk kepada orang yang menzaliminya sebagai hujjah dan penjelas bahwa orang tersebut memang telah berbuat zalim.
Disebutkan dalam Tafsir Al Muyassar:
Allah tidak menyukai seseorang mengeraskan ucapan buruk dengan suara keras, tetapi dibolehkan bagi orang yang dianiaya kepada orang yang menganiaya dirinya keburukan itu, untuk menjelaskan kezalimannya. (Tafsir Al Muyassar, 2/146)
Wallahualam

T : Doa habis wudhu: kadang suka lupa berdoa aja di tempat wudhu, ga sadar kadang tempat wudhunya bersatu/gabung sama toilet (tempatnya manjang tertutup pas ujungnya ada toiletnya), itu bagaimana ustadz ya?
J : Ahsan berdoa mau wudhu dan setelahnya di luar toilet. Tetapi ada ulama yang memakruhkan dan membolehkan asal dibaca didalam hati ketika di toilet.

T : Di tempat saya tinggal setiap malam jum'at ada yasinan ibu-ibu mengirim do'a untuk keluarga yang meninggal. Saya tanya ke ustadzahnya "emang bisa ngirim do'a untuk orang yang meninggal selain anaknya yang mendo'akan memohonkan ampun?" Jawab ustadzahnya siapa tau diantara kita yg datang Alloh kabulkan do'anya. Bagaimana itu ustadz?
J : Sebagai seorang muslim mendoakan mayit / yang sudah lama meninggal boleh bunda, banyak dalilnya, tinggal caranya saja bunda untuk kehatihatian. Misal harus ke 7 hari, ke 40, 1000 hal ini yang tidak ada tuntunan. Atau mendokan keluarga kita yang sudah meninggal tapi dengan tawasul (melalui) ulama atau orang sholih yang sudah meniinggal, contohnya melalui syekh abdul qodir jaelani, ini tdk boleh dan harus diperbaiki perlahan.

Doa utama bagi yg telah meninggal doa anak yg sholih. Doa muslim yg lain pada umumnya:
Disyariatkannya doa seorang muslim untuk kaum muslimin yang telah meninggal apabila dia melintasi pemakaman, sebagaimana didalam hadits Buraidah berkata, ”Rasulullah saw mengajari mereka apabila keluar menuju pemakaman hendaklah mengatakan,’

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ َلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

Artinya “Semoga kesejahteraan bagi kalian wahai para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul. Aku meminta kepada Allah keselamatan buat kami dan kalian.” (HR. Muslim)

”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr : 10)

Didalam doa tasyahud juga disebutkan ”Semoga kesejahteraan bagimu wahai Nabi juga rahmat dan berkah Allah. Semoga kesejahteraan juga kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shaleh” Sesungguhnya apabila dia mengatakan hal itu maka akan mengenai setiap hamba yang shaleh di langit dan bumi.” (HR. Bukhori)

Juga hadits Abu Darda bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya ketika (orang yang didoakan itu) tidak ada kecuali para malaikat akan mengatakan, ’Bagi kamu juga seperti itu.” (HR. Muslim).

Tambahan:
Doa dengan mengangkat tangan :
1) Do'a dengan menangkat tangan, yang ada contoh dari Rasulullah, maka ini disunnahkan mengangkat tangan saat berdo’a tersebut. Misal saat istisqa’, berdoa saat diatas bukit shofa dan marwa serta lainnya.
2) Yang tidak ada sunahnya, maka tidak boleh mengangkat tangan. Seperti berdoa saat sholat, tasyahud akhir, setelah sholat fardhu.
3) Yang tidak ada dalilnya secara langsung, apakah mengangkat tangan ataukah tidak, maka hukumnya pada dasarnya termasuk adab berdoa adalah mengangkat tangan (boleh), setelah wudhu, antara azan dan iqomah, setelah zikir sholat fardu, doa buat si mayit.

Cara mengangkat tangan ini dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas secara marfu’ dan mauquf, yaitu : ”Jika berupa permohonan, maka angkatlah tanganmu sejajar pundak atau serupa dengan itu. Jika permohonan ampunan, hendaknya berisyarat dengan jari telunjuk saja. Jika berupa permohonan mendesak, maka angkat kedua tangan”. Pada redaksi lain (disebutkan): “Jika berupa pentauhidan, maka hendakanya berisyarat dengan jari telunjuk. Jika berupa do’a (permintaan), mengangkat tangan setinggi pundak. Dan jika berupa permohonan mendesak, hendaknya mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya dan Ath Thabrani dalam kitab Do`a, dan selain keduanya.
Wallahualam

T : Assalamualaikum ustadz, Mau tanya bagaimana ustadz apabila suami sedang menunaikan ibadah haji istri di rumah mengundang ibu2/tetangga setiap malam jumat untuk membaca surah yasin dan mendo'akan suami yang sedang ibadah haji. Terima kasih
J : Membaca quran amalan yg baik, mendoakanpun amalan baik.
Asal :
1) tidak menjadi keharusan (sampe hutang, atau membayar upah bagi yg mendoakan).
2) Bacaan quran dan zikir sesuai syari.
3)menjauhi unsur kesyirikan.

T : Attien ijin bertanya Ustadz, ada 2 orang mukmin, A dan B, sholih insyaAllah.Tetapi mungkin karakter salah satunya yaitu A keras dan agak lebay. Si A merasa dizholimi oleh saudaranya itu yaitu si B, sehingga marahlah dan terlontarlah doa buruk untuk B itu. Di sisi lain si B tidak merasa menzholimi si A, karena si B merasa melakukan hal biasa saja. Bagaimana doa si A untuk si B ini? Kira-kira apakah si B termasuk orang zholim?
J : Makbul atau tidak, dzolim atau tidak itu hak preogratif Allah. Kalo kita tahu dan bisa menasehati keduanya, itu lebih baik.

T : Andaikan kisah seperti panglima perang Kholid bin walid dinonaktifkan oleh kholifah umar bin khaththab terjadi pada zaman sekarang, yaitu sebut saja sang jundi dipecat ketuanya, tetapi sang jundi tidak bisa menerimanya, dan mengadu kepada Allah, dengan mendoakan yang buruk kepada sang ketua. Padahal ketua punya alasan strategis dan beberapa pertimbangan untuk memecat sang jundi tersebut. Apakah si jundi termasuk yang terzholimi?
J : sama jawaban di nomor 1, afwan. Akan terlihat jika Allah mengabulkan, bisa juga tidak karena di balasnya saat di akhirat. Atau memang tidak termasuk syarat teraniaya/terdzolimi.Allah Maha Adil dalam pemberi keputusan.Wallahu'alam

T : Ustadz, maksudnya berdo'a dengan menunjukkan isyarat telunjuk bagaimana ya ustadz, menunjukkan jari telunjuknya begitu ustadz, seperti waktu sholat ?

J : Na'am untuk tasyahud, tetapi untuk doa lain sebagai pengakuan keimanan dan pengahambaan kita kepada Allah sang Esa seperti ketika khotib jumat berdoa diangkat tangannya sedada, jari telunjuk menunjuk ke atas.

T : Ustadz tanya lagi, point kedua dari tambahan tentang doa dengan mengangkat tangan :"Yang tidak ada sunnahnya, setelah sholat fardhu". Jadi setelah sholat berdoanya tidak boleh angkat tangan ya? Tapi pada point ketiga dibolehkan, ".. setelah zikir sholat fardu..."

J : Na'am, Rasulullah tidak pernah berdoa mengangkat tangan ketika habis sholat fardhu langsung. Tetapi ketika sehabis zikir atau sehabis sholat sunnah tidak ada larangan.Dan membolehkan mengusap muka setelah nya. Wallahualam.

T :  Assalamualaikum Ustadz, bila kita mendengar seorang non muslim meninggal, sebaiknya kita mengucapkan doa apa? Dan apakah dalilnya untuk doa tersebut? Terima kasih sebelumnya. Wassalaman
J : Doa untuk orang kafir Syaratnya ada dua:
1) hendaknya isi doa seorang muslim untuk orang kafir hanya berisi satu permohonan saja kepada Allah ta’aala. Yaitu permohonan agar si kafir mendapat hidayah iman dan Islam. dan;
2) hendaknya seorang muslim mendoakan orang kafir hanya ketika mereka masih hidup. Sehingga jangan berfikir untuk mendoakan seorang manusia yang telah meninggal dalam kekafiran.
Wallahu'alam.
Tp dalam kehidupan bermasyarakat, silahkan tunjukan empati dan simpati ketika non muslim meninggal.

T : Afwan ustadz mungkin maksud bunda idha, kalo ada orang kafir meninggal apakah kita bisa mngatakan innalillahi wainnailaihi rojiun? betul tidak bunda
J : sabda Rasulullah saw, ”Hendaklah kalian mengucapkan istirja’ terhadap segala sesuatu bahkan terhadap tali sandal yang putus karena ini termasuk juga musibah.” (HR. al Bazzar).

Jadi ucapan istirja’ (Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un) ini adalah diucapkan terhadap segala musibah yang menimpa seseorang termasuk didalamnya adalah musibah kematian baik yang meninggal itu adalah seorang muslim ataupun non muslim. Akan tetapi tidak dibolehkan bagi seorang muslim untuk memohonkan ampunan atau mendoakan orang kafir yang sudah meninggal dunia. (baca : Memohon Ampun Kepada Orang Musyrik).

T : Apabila kita katakan, turut berduka cita, boleh kah ustadz bila seperti itu?
J : Boleh

M3 - Ustadzah Neneng
T : Ustadzah, yang dimaksud doa dalam sujud terakhir, apakah boleh dengan bahasa Indonesia,  daan apakah tidak membatalkan sholat ? Di salam terakhir juga apakah tidak membatal sholatnya?
J : Boleh, karena dalam hati doanya.

T : Ustadzah saya mau bertanya, jika kita menginginkan sesuatu dan kita berdoa terus menerus di saat yang kita percayai akan terkabulnya doa, tetapi mungkin Allah belum mengabulkan doa kita. Setelah itu kita msih berdoa tetapi dengan sedikit memaksa, misalkan "ya Allah tolong kabulkan doaku, aku mohon ya Allah, saya sangat ingin itu" (misalkan seperti itu), Itu boleh tidak ?
T : tidak mengapa, tetapi hakikatnya dikabul atau tidak adalah hak Alloh, setelah doa terus tawakal.
T : Ustazah mau tanya, bolehkan kita berdoa mengangkat tangan sambil memejamkan mata?
J : Boleh

M4 - Ustadzah Tribuwhana
T : Eyang Uthi, Assalamualaikum, Mau tanya ustadzah, apabila berdoa di akhir sholat itu diucapkan dengan lisan atau cukup didalam hati? Dan definisi dari do'a yang baik dan benar itu bagaimana?
J : Boleh dengan lisan atau dalam hati, tetapi yang lebih utama diucapkan. Yang sesuai dengan petunjuk nabi dan rasul, biasanya terdapat dalam Al Qur'an dan Hadits.

T : Bunda Sri Hartitik, bertanya ustadzah, kadang orang dengan perasaan emosional, kemudian mendoakan kejelekan, apa itu juga di ijabahi kah?
J : Allah hanya menerima yang baik-baik, insyaAllah doa yang niatnya buruk akan 'dipertimbangkan' oleh Allah. Wallahu'alam

T :  Bunda Ariya, ustadzah dalam kehidupan sehari-hari apa yang di citac-citakan/direncanakan tidak sesuai dengan harapan. Perasaan usaha sudah maksimal, apakah berdoanya kurang afdol atau Allah tunda yah?
J : Banyak sekali doa-doa yang ditunda sampai bahkan kita meninggal, Allah pasti tidak akan mengabaikan doa-doa hamba-Nya. Ada beberapa hikmah tertundanya doa, dan salah satunya mungkin kita kurang bersungguh-sungguh dalam berdoa atau karena doa kita kurang pas.

T : Uni Des, mau tanya ustadzah, bagaimana langkah-langkah supaya khusuk dalam berdoa, terima kasih.
J : Terkabulkannya doa mutlak hanya Allah yang berhak menentukan. Semoga doa-doa baik kita meski tidak ikhlas akan dikabulkan Allah SWT, aamiin.

T : Bunda Sri Hartutik, bagaimana dengan doanya orang tua yang terdzolimi oleh anaknya, kadang sering terkabul, padahal kadang tidak diucapkan?
J : Tidak ada tabir antara Allah dan orang-orang yang terdzalimi, mungkin juga Allah langsung membalas walau orang tersebut tidak berdoa yang buruk.

T : Bunda Lina, Ustadzah, apabila doa yang tidak ikhlash apa dikabulkan Allah? Misal, kita terdzolimi, kita tahu doa kita dikabulkan daripada doain yang buruk kita doakan yg baik-baik buat yang dzolimi padahal hati kita sakit. Atau kita doakan orang lain diam-diam untuk kebaikannya, walaupun hati kita tidak terlalu suka dengan doa kita.
J : Terkabulkannya doa mutlak hanya Allah yang berhak menentukan. Semoga doa-doa baik kita meski tdk ikhlas akan dikabulkan Allah SWT.

T : Ummi Sofie, tanya ustadzah, si salah satu hadist arbain, ada yang mengatakan bahwa seseorang melakukan amal kebaikan sampe surga tinggal sehasta kemudian dia melakukan perbuatan penduduk neraka akhirnya dia di masukkan ke dlm.neraka, dan sebaliknya. Sepertinya doa-doa yang dia panjatkan tidak bisa menolongnya sama sekali. Mohon pencerahan.
J : Selama nafas masih ada, taubat seorang hamba akan tetap diterima Allah. Maksud hadits tersebut bahwa manusia tidak boleh lengah dengan amalannya. Tidak boleh berpuas diri dengan amalan yang ada. Ditingkatkan amalan baiknya dan istiqomah sampai mati dalam kondisi husnul khotimah.

T : Ummi Zaidan, tanya ustadzah, katanya perkataan itu adalah doa, apalagi perkataan seorang ibu. Bagaimana jika dalam situasi marah seorang ibu megeluarkan kata yang tidak baik kepada anaknya. Apakah itu juga bisa diijabah oleh Allah, padahal itu hanya ungkapan emosi sesaat? kemudian apa yang harus di lakukan ibu tersebut yang sudah terlanjur mengeluarkan kata-kata tersebut?
J : Hikmahnya, kaum ibu kalau lagi marah kepada anaknya tolong jangan mengumbar kata-kata, kalau tidak kuat bisa menahan amarah, pergi atau menangis bole, daripada mengeluarkan kata-kata yang tidak baik.

Tambahan:
HUKUMAN YANG TIDAK TERASA
🍙Seorang murid mengadu kepada gurunya:
"Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita".
🍙Sang Guru menjawab dengan tenang:
"Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa".
🍙_"Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: Sedikitnya taufiq  (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan"_.
🍙Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari "kekerasan hatinya dan kematian hatinya".
🍙Sebagai contoh:
Sadarkah engkau, bahwa Allah telah mencabut darimu rasa bahagia dan senang dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di harapannya..?
🍙Sadarkah engkau tidak diberikan rasa khusyu' dalam shalat..?
🍙Sadarkah engkau, bahwa  beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur'an, padahal engkau mengetahui firman Allah:
"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah".
🍙Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur'an, seakan engkau tidak mendengarnya...
🍙Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang...
🍙Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??
🍙Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..???
Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???
🍙Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya..???
🍙Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???
🍙Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???
🍙Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..???
🍙Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???
🍙Semua bentuk pembiaran ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya...
🍙Waspadalah wahai sahabatku, agar engkau tidak terjatuh ke dalam dosa dosa dan meninggalkan kewajiban kewajiban.
🍙Karena hukuman yang paling ringan dari Allah terhadap hambaNya ialah:
"Hukuman yang terasa" pada harta, atau anak, atau kesehatan.
🍙Sesungguhnya hukuman terberat ialah: "Hukuman yang tidak terasa" pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa._
🍙Karena itu wahai sahabat2ku, Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu

M5 - Ustadzah Pipit Indrawati
T : Boleh kah kita berdo'a diatas kendaraan? Dan diijabah kah itu ustadzah?
J : Bunda Mayrida, dalam salah satu risalah safar (perjalanan) doanya orang yang dalam keadaan safar diijabah oleh Allah, dengan catatan safarnya dalam kerangka taqwa pada Allah bukan maksiyat. Maka doa di kendaraan saat safar menuju ridha Allah bukan menuju maksiyat in sya Allah boleh dan bahkan mustajab. Wallahu'alam

T : Doa apa saja yang diajarkan rosul ketika kita sedang sujud dalam sholat, bolehkah kita berdo'a selain yang dicontohkan Rasul? (do'a keinginan kita sendiri) di dlm sujud itu. Jika boleh (do'a sesuai keinginan kita) apakah harus dalam bahasa arab juga? Jazaakillaahu khayran ustdzh penjelasannya.
J : Bunda Lita, saya biasa gunakan "Subhana rabbial a'la wabihamdik, Allahummaghfirli". Boleh gunakan doa lain yang dicontohkan Rasul. Atau jika berdoa dengan bahasa sendiri maka dalam hati saja agar tidak menambah-nambah dalam urusan ibadah (bid'ah).

T : Ustadzah, saya pernah dengar kalau kita tidak boleh berdo'a dengan di awali kata "ya tuhan". Itu bagaimana Ustadzah?
J : Secara adab lebih baik menyebut nama Allah dan memuji asma'ul husna nya ya Bunda.


M6 - Ustadz Cipto
T : Poin ke 6 dan 7 itu dilakukan di dalam shalat wajib kan ustadz? Apakah tidak termasuk "menambah2 bacaan shalat" yang katanya tidak boleh.Kemudian apakah ada adabnya doa dalam sujud dan sebelum salam (misal harus bahasa arab)? Ada yang bilang waktu antara ashar dan magrib juga termasuk waktu yang baik untuk berdoa, benarkah demikian ?
J : Anjuran dan dalilnya jelas bunda, jadi tidak terkategori menambah atau bid'ah. Waktu-waktu menunggu sholat adalah termasuk juga waktu yang diijabah. Setelah sholat fardu adalah termasuk waktu yang juga mustajab.

T : Poin 6 dan 7 itu bagaimana ustadz caranya?
J : Setelah selesai bacaan sujud perpanjanglah sedikit dengan doa yang boleh apa saja.

T : Ustadz, saya pernah mendengar sewaktu bacaan al fatihah dalam sholat "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" juga mustajab bila doa dengan syarat tidak terputus lafaz nya. Apa benar itu ustadz?
J : Belum pernah dengar atau baca dengan nash atau tekstual seperti itu. Menurut saya pribadi, Allah Maha Tahu, .Allah Maha Pengasih dan Penyayang, minta saja, diiringi dengan amaliah kebaikan akan lebih baik (namanya tawasul bil amal).

T : Bolehkah kita berdoa dengan lafaz indonesia dalam solat?
J : Boleh, bahkan ketika belum hafal bacaan sholat dengan lafadz arab juga boleh. Allah Maha Tahu. Tapi, apakah iya bacaan sholat belum hafal?

T : Bukan bacaan sholatnya yang belum hafal  ustadz. Maksud saya ketika berdoa dalam sholat, misal ketika sujud bolehkah dengan bahasa indonesia doanya?
J : Boleh saja bunda, iya saya yakinlah sdh pada hafal bacaan sholatnya, berdoa setelah bacaan sholat dengan teks indonesia boleh, Allah Maha Tahu, bahkan yang masih didalam hati saja Allah tahu.


M10 - Ustadz Ahabba
T : Assalamualaikum ustadz izin bertanya, bolehkah memperpanjang sujud terakhir dengan doa buatan sendiri?
J : “Ruku’, sujud, bangkit dari ruku’ (i’tidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya hampir sama (lama dan thuma’ninahnya).” (HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471). Dianjurkan berdoa dengan doa yang ma'tsur (berasal dari Al Quran dan As Sunnah)

T : Maaf nyambung pertanyaan diatas, seandainya boleh, sujud ini dilakukan sebelum membaca tahiyat akhir atau sesudah baca tahiyat akhir sujud lagi?
J : Sujud terakhir sebelum duduk tahyat akhir, atau setelah bacaan tahiyat akhir.

T : Tanya Ustadz, adakah syarat supaya doa kita diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT? Apa sajakah adab berdoa?
J : Supaya doa kita diterima dan dikabulkan oleh Allah hendaknya perhatikan beberapa adab berikut:
- Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal
- Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama
- Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan
- Dengan suara lirih, tidak keras dan tidak terlalu pelan
- Tidak melampaui batas dalam berdoa
- Rendah diri dan khusyu’
- Sadar ketika berdoa, yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan
- Hendaknya ketika berdoa memelas, menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali
- Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw
- Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi

“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Al-A’raf:55
T : Afwan ustadz boleh kah jika berdoa dengan bahasa indonesia atau yang lebih mudah kita menyampaikannya?
J : Boleh

T : Ijin bertanya Ustadz, adakah yag menjadi penghalang terkabulnya doa kita? padahal hampir setiap saat kita meminta untuk doa yang sama, dan bagaimana kita mngetahui hal-hal yang menjadi penghalang terkabulnya doa tersebut? Jazakallah khoir.
J : Ikhlas, dan tidak berdoa untuk sesuatu dosa atau memutuskan silaturrahmi. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” Imam Muslim

Mari kita telisik kembali, apakah doa-doa yang kita panjatkan ada panghalang tanpa kita sadari? Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Aamiin

Wallahu a'lam


M13 - 
T : Doa ketika adzan dan di antara adzan dan iqamat, begitu juga ketika hari arafah. Apakah pengabulan itu juga berlaku untuk kita yang tidak hadir di masjid atau di padang arafah tersebut? Secara kita sebagai perempuan kan sholatnya di rumah. Dan Arafah hanya bagi mereka yang sudah diberi kemampuan. Jujur, Setahun terakhir, saya sedang gencar meminta sesuatu kepada Allah. Banyak di waktu waktu di atas sudah saya lakukan, tetapi Allah Allah belum juga mengabulkan. Rasanya seperti hampir putus asa saya, Bunda. Terimakasih. Ida Raihan                      
J : InsyaAllah, jika Allah belum mengabulkan, perbaiki niat, perbaiki cara, insyaAllah Allah akan mengabulkan tentang apa yang kita butuhkan.
 
T : Bunda, bagaimana kalo kita sholat, ngaji, tapi dalam kehidupan sehari-hari kita dipaksa dan terpaksa harus berbuat dosa, apakah Allah akan mengabulkan permohonan ampun kita? Dan bagaimana dengan doa-doa kita, dengan permohonan-permohonan kita, apakah Allah akan menunggu kita berubah menjadi tak berdosa dulu  baru dikabulkan doa kita, ataukah kita terus berdoa?                      
J : Kita ini makhluq Allah yang mempunyai hak untuk menentukan dan memilih apa yang menjadi jalan hidupnya, berpasrah kepada Allah untuk tetap berada dijalan kebenaran, ketika kita berusaha maksimal untuk menghindari insyaAllah Allah memberikan jalan keluar bagi kehidupan kita. Usaha maksimal dan berdoa maksimal untuk berada dijalan kebenaran.
 
M15 - Ustadzah Azizah (Bunda Azzam)
T : Assalamualaikum ustadzah, sesuatu yang sudah dtakdirkan,misalnya kematian bisakah kita minta dipanjangkan umur? dan ketentuan Allah seperti anak dalam rahim/kandungan, bisakah kita meminta anak perempuan atau anak laki-laki? Terimakasih jawabannya ustadzah.
J : Wa'alaykumussalam wr wb. Jika kita memahami etika-etika berdoa yang salah satunya adalah mendoakan yang baik-baik, maka sah-sah saja kita berdoa kepada Allah dengan menyebut hajat. Seperti misalnya Rasulullah pernah berdoa agar Allah memuliakan Islam diantara dua Umar dan abu Jahal, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.
Namun demikian sangat  jarang para ulama mengajarkan doa dengan menyertakan hajat/keinginan kita secara langsung. Sebab doa-doa yang paling baik adalah doa yang bersumber dari Al Quran dan Hadist. Wallahu'alam.

T : Ustadzah, doa kita untuk org tua yang sudah meninggal itu nantinya berupa apa bagi almarhum? Benarkah doa anak bisa menghindarinya dari siksa kubur?
J : Doa anak yang shalih adalah salah satu yang dapat menolong orang tua di alam kubur sebab pahalanya langsung mengalir ke orangtua, sebagaimana hadist Rasulullah :
"Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendo’akan orang tuanya” (HR. Muslim).
Itulah sebabnya kita sebagai orangtua disuruh untuk mendidik anak2 menjadi anak yg shalih agar bisa menolong kita kelak. Wallahu'alam.

T : Ustadzah benarkah perkataan adalah doa? Termasuk /ucapan/keluhan yang keluar dari mulut seorang isteri/ibu yang kadang terucap karna sedang emosional/kecapean, haruskah di tebus dengan sholat taubat ya ustadzah?
J : Dalam hadist dari Abi Hurairah, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahannam dengan kata-katanya itu”.(HR Bukhari, Ahmad, dan Malik).
Orang disebut baik kalau kebiasaan-kebiasaannya baik, termasuk di dalam berbicara. Kebiasaannya berbicara baik sudah masuk ke dalam memori tersirat (otak bawah sadar), sehingga tanpa dipikir-pikir panjangpun, yang keluar dari lisannya selalu baik. Keadaan ini merupakan hasil proses pembinaan diri jangka panjang. Allah sangat menghargai perjuangan seseorang membiasakan berbicara baik –yang tentunya diridhai-Nya - dengan senantiasa meningkatkan derajatnya. Sebaliknya, orang yang memiliki kebiasaan berbicara buruk, misalnya suka mencaci, mencela, mengutuk, berghibah, membicarakan aib sahabatnya, dan berkata-kata kotor –kata-kata yang membuat murka Allah- ia telah melakukannya dengan kendali otak bawah sadar. Keadaan seperti ini terjadi karena ia tidak berusaha menghentikannya dan selalu saja membiarkan keluar dari lisannya. Orang ini telah mengabaikan perintah Allah dan Rasul-Nya untuk berbicara baik.

Pengabaian yang berulang-ulang hingga membentuk kebiasaan pada hakekatnya adalah bentuk keingkaran yang telah terbiasa dilakukannya. Oleh karena itu, Allah menjerumuskan ke neraka Jahanam dikarenakan kebiasaan ingkarnya tersebut.
Dalam kita Nashoihul 'ibad hl 65 ,syeikh nawawi memuat ucapan dari imam al-kasa`i dari bahr kamil
احفظ لسانك ان تقول فتبتلي * ان البلاء موكل بالمنطق
Jaga lisanmu mengucapkan sesuatu,jika tidak ingin terkena musibah *
sesunggguhnya bala/musibah terwakilkan pada apa yang di ucapkan.
Jika pernah melakukan demikian, maka istighfar kepada Allah. Wallahu'alam

T : Ustadzah, apakah menengadahkan kedua tangan itu adalah salah satu adab dalam berdoa?
J : Salah satu abad berdoa adalah mengangkat tangan.
Di salah satu hadist Nabi dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)
Diriwayat lain dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan).

Adapun cara mengangkat tangan diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani).
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa. Wallahu'alam

T : Assalamualaikum mau tanya, adab dalam berdo'a banyak dijumpai bermacam-macam, ada yang pelan, meresapi kadang-kadang sampai tidak bisa melanjutkan karena tidak bisa menahan tangis, ada juga yang cepat banget kadang-kadang doanya panjang sekali tetapi sebentar aja. Dalam Islam sebenarnya dianjurkan yang seperti apa? bagaimana dengan yang sangat cepat sekali do'anya juga termasuk dalam adab-adab berdo'a juga? Mohon pencerahannya ustad.
J : Berdoa sebaiknya mengikuti adab-adab berdoa, sederhana, lirih dan tidak berlebihan. Karena sesungguhnya rahasia hati kita pun Allah tau.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”
(QS. Al-Isra: 110)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih.
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”
(QS. Maryam: 2–3)

Juga di ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-A’raf: 55)

Di hadist Nabi dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ
“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari).
Wallahu'alam.

T : Ustadzah, saya mau bertanya tentang berdoa antara adzan dan iqamat apakah berlaku juga untuk wanita yg tidak sholat berjamaah di masjid (terkadang kan iqamatnya tidak terdengar) dan apakah boleh langsung memanjatkan doa/hajat atau ada adab2 berdoa yg harus dipenuhi karna jeda antara adzan dan iqamat tidak lama?
J : Salah satu waktu mustajab adalah berdoa diantara adzan dan iqomah. Namun tidak ada penjelasan apakah di waktu itu yang boleh berdoa hanya laki-laki saja. Pada prinsipnya siapa saja boleh berdoa baik laki2 maupun perempuan.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا
“Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, shahih)

Di riwayat lainnya, dari Anas bin Malik pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamah”
(H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih).
Demikian, Wallahu'alam

T : Bagaimana caranya kita mendoakan orangtua yang masih agama non muslim, setahu saya doa orangtua tidak bisa untuk orangtua non muslim, apakah ada doa khusus dan bagaimanakah jika kedua orangtua meninggal masih dalam keadaan non muslim, apakah kita sebagai anak masih bisa mendoakannya? apakah sampai doanya?
J : Mendoakan orang tua yang Muslim adalah salah satu ibadah yang dianjurkan, sekaligus merupakan bagian dari amal orang tuanya. Rasul saw bersabda, “Jika seseorang mati, maka amalnya terputus, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendoakannya,”. (HR Muslim, No. 3084).
Namun, jika orang tua non-Muslim, maka kita tidak boleh mendoakan mereka,  berkaitan dengan permohonan ampun, permintaan rahmat, dan yang sejenisnya. Hal itu berlaku selama mereka berada dalam kekafiran.  
Allah berfirman: “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahannam,”. (QS at-Taubah: 113).
Ayat ini melarang kaum Muslimin untuk menshalatkan dan mendoakan orang kafir.
Dalam ayat lain, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu sekali-kali men-shalat-kan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik,” (QS at-Taubah: 84).

Nabi Ibrahim pernah mendoakan  orangtuanya yg bukan muslim, sebagaimana tertera diceritakan oleh Allah dalam al-Qur’an:
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat),”
(QS Ibrahim: 41).
Namun,doa Nabi Ibrahim ini, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang ayat ini, diucapkan sebelum beliau berlepas diri dari ayahnya ketika telah jelas permusuhannya terhadap dakwah Islam.

Hal ini dikuatkan oleh firman Allah:
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya,”
(QS at-Taubah: 114).
Namun kita boleh mendoakan mereka agar mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan memeluk Islam. Dalilnya adalah doa Rasulullah saw agar suku Daus memeluk Islam.
“Ya Allah, berikanlah hidayah kepada (kabilah) Daus,” (HR Bukhari).
Setelah doa ini, banyak dari mereka yang memeluk Islam.
Doa sebagai anak yang shalih, agar Allah mengampunkan dosa orangtua non muslim atau menerima amalnya, tidak diperkenankan. Karena keimanan merupakan syarat diterimanya amal. Allah berfirman:
“Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat,”
(QS al-Kahfi: 105).
Wallahu'alam

M20 - Ustadzah Rini
T : Assàlammualaikum ustazdah, saya mau bertanya, ketika berdoa saat sedang sujud dalam sholat apakah itu di ucapkan dalam hati, atau setegah berbisik? saya pernah sedikit terganggu karena ada seorang yang berdoa dengan suara lantang saat sujud sholat berjam'ah.
J : Ahsan didalam hati, kecuali ada sunnah dilafadzkan. Karena tidàk diperkenankan ada bacaan selain bacaan shalat. Wallahua'lam

T : bolehkah apabila berdoa tidak mengangkat tangan?
J : Sebaiknya mengangkat tangan, karena ini adab kepada Allah saat kita meminta...

T : Ustazdah, waktu antara magrib dan isya apakah juga termasuk waktu yang mustajab?
J : ‬antara adzan magrib dan iqomah iya, antara adzan isya' dan iqomah iya. Di dua waktu tersebut antara magrib dan isya' menjadi waktu yang mustajab. Wallahua'lam

T : Bismillah, ustadzah, saya ingin tahu tentang adab berdoa?
J : Adab berdoa :
1. Mencari Waktu yang Mustajab, di antara waktu yang mustajab adalah hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
2. Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Berdoa.
Dua hal tersebut sudah dibahas dalam materi diatas.
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan, Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani)
4. Dengan Suara Lirih dan Tidak Dikeraskan
5. Khusyu', merendahkan hati dan penuh harap
6. Memantapkan Hati Dalam Berdoa dan Berkeyakinan Untuk Dikabulkan
7. tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan,
8. Memulai Doa dengan Memuji Allah dan Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
9. Menghindari Makanan dan Harta Haram. Makanan yang haram menjadi sebab tertolaknya doa.

T : Assalamualaikum ustadzah, saat ini saya merasa sangat di dzalimi oleh seseorang, jujur saya tidak ikhlas dengan perlakuan dia pada saya, dia mengambil hak anak yatim saya, berkali-kali saya belajar ikhlas dengan mendoakan supaya orang itu mendapat hidayah dan mengembalikan hak-hak anak-anak, tetapi kadang saya merasa sampe dititik lelah, astaghfirullah, karena sampe saat ini doa saya belum terkabul, apa karena rasa ke tidak ikhlasan saya menjadi penghalang doa terkabul ? Mohon pencerahannya bunda.
J : Pada dasarnya, dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.
Allah Ta'ala berfirman,
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Nisa': 148)

Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini: "Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kacuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, "Kecuali oleh orang yang dianiaya." (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya.
"Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah."
(QS. Al-Syuura: 40)

T : Apakah boleh saat sujud terakhir kita berdoa selain doa biasa, tetapi kita berdoa pada allah mengunakan bahasa sehari-hari, misalnya mohon dilancarkan karena anak sedang ujian, apa ini membatalkan doa tidak, karena tidak dalam bahasa arab? Dan apa ada doa khusus agar doa kita cepat terkabul ?
J : Boleh dalam hati. Semua doa adalah baik bunda, dan Allah tidak mengabulkan setiap doa bila kita dengan 3 hal seperti dalam materi.