Home » , » ETIKA BERTETANGGA

ETIKA BERTETANGGA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, January 7, 2017

Kajian online Hamba Allah Grup BundaM13
Senin, 14 Desember 2015
Narasumber : Ustadzh Tribuwhana
Admin : dyah ,ida
Editor : Sapta



اسلا م عليكم و رحمت الله و بر كاته

بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْه
ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan,dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Materi kajian kita siang ini adalah:
ETIKA BERTETANGGA

1⃣ Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : “....Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).

2⃣ Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.

3⃣ Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.

4⃣ Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya”. (Muttafaq’alaih).

5⃣ Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.

6⃣ Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).

7⃣ Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.

8⃣ Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.

9⃣ Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah.... –Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Al-Qismu Al-Ilmi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
AdDhienAnNashihah


TANYA JAWAB 

T : Ustadzah, di kontrakan saya tinggal, semua adalah ibu rumah tangga, Sedangkan saya adalah satu-satunya yang kerja di kantor. Semua tetangga saya sangat hobi musik-musik tarling, sunda dan dangdut. Ketika pagi bangun tidur sampai maghrib sekalipun musik tidak pernah stop (maklum ada 10 pintu di lantai saya tinggal). Satu matikan suara yang lainnya menghidupkan. Udah gitu suaranya sangat kencang. Sejauh ini mereka suka kumpul kumpul (para ibu ibunya), dan sering mengajak saya turut serta. Tetapi saya selalu menolak. Dan penolakan penolakan saya ini ternyata dengan sendirinya menjadikan adanya gap antara kami. Apakah dalam hal ini saya belum bisa menjadi tetangga yang baik dengan cara seperti ini? Mohon pencerahannya. Terimakasih.
J : Untuk menghilangkan gap itu bagaimana kalau sesekali kita beri hadiah atau bingkisan atau oleh-oleh untuk tetangga kita? Tindakan bunda untuk tidak larut dalam hal yang sia-sia sudah baik, tetapi biar tidak timbul prasangka sesekali kita keluarkan uang untuk mengambil hati mereka. InsyaAllah dengan hadiah yang kita berikan kepada mereka meski kecil nilainya akan menghilangkan gap yang ada. Sesekali ikut kegiatan RT atau RW atau pengajian yang diselenggarakan oleh tetangga kita.

T : Ustadzah, kalau tetangga tidak terima peringatan/nasihat kita bagaimana? Ada salah satu tetangga yang anaknya sma, suka berduaan dengan teman laki-laki di dalam rumah ketika sendirian (ayah ibu kerja). Tapi ketika orangtuanya diinfo tentang itu, mereka tidak terima dan malah menganggap kita berbohong. Apakah sudah gugur kewajiban kami untuk mengingatkan?
J : memang harus ada 4 saksi laki-laki untuk menuduh orang berzina, jika tetangga tidak terima ya sudah biarkan saja. Kita bisa minta tolong tetangga yang lain untuk menguatkan kesaksian kita apabila suatu saat anak tetangga tersebut berbuat maksiat lagi,

T : Kegiatan pengajian tetangga yasinan dan tahlil bersama Ustadz. Afwan, saya tidak mengikuti kegiatan begitu. Bole kah?
J : Ya tidak mengapa tidak ikut.  Mungkin bisa datang pas acara di lingkungan, seperti kerjabakti atau arisan RT.

T : Ustadzah, saya punya tetangga, beliau anaknya 1 laki-laki kelas 2 SMP. Suaminya meninggal ketika anaknya kelas 4 SD. Beliau curhat perilaku anaknya yang makin hari makin parah. Setiap minta apapun harus dikabulkan, kalo tidak dipenuhi ibunya dipukulnya, setiap mau pergi sekolah selalu berantem dulu dengan ibunya suaranya sampai ke rumah. Suka keluar isi kebun binatang dari si anak. Pernah suatu sore anak ini mengajak teman-temanya ke rumahnya, ternyata teman-temannya pada merokok, rambutnya di cat, semacam anak punk. Tapi masalahnya sama kalo kita tegur anak beliau karena kesalahannya, kitanya yang didiemin sama beliau. Sebagai tetangga sebaiknya gimana ustadzah sikap kita mengingat anak tersebut anak yatim?
J : Adakah kerabatnya yang dekat? Atau wali terdekatnya?Memang sekarang ini banyak sekali hal-hal negatif yg disebabkan karena ikut teman-teman. Terus kumpulan anak punk itu solid, tapi solid dalam artian negatif. Kalo ada yang coba-coba pengen keluar komunitas, akan diancam
Harus ada oranglain atau kerabatnya yg bisa menasehati anak tersebut. Kasihan ibunya diperlakukan seperti itu. Sebagai tetangga kita juga punya kewajiban beramar ma'ruf nahi munkar. Coba ajak bicara secara baik-baik dengan anak tersebut. Mungkin bukan bunda yang melakukannya, tapi suaminya bunda. Karena mungkin juga karena kehilangan sosok seorang ayah, trus anak ini mencari penggantinya dengan bergabung dengan komunitas yang tidak baik.
- Pendekatan persuasif dan solutif sangat diperlukan untuk anak tersebut
- Kita sebagai tetangga bisa melakukan cara-cara yang baik tanpa harus menimbulkan kesalahpahaman
Nasehatkan ke ibunya hrs banyak2 berdoa memohon ampunan kpd Allah. Tolong orang laki-laki dewasa disekitarnya juga turut membantu mengawasi anak tersebut.

Jazakillah khoiron ustadzah.
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, kita tutup dengan
membaca istighfar
Astaghfirullah....
Astaghfirullah....
Astaghfirullah...
Dan
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaikum wr.wb.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!