Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

FITRAH ANAK


Image result for image fitrah anak

Rekap Materi Grup Ummi M15 ( HA 29-30 )
Kajian Online Hamba ALLAH SWT
Senin, 21 Desember 2015 / 8 Rabiul Awal 1437H
Narasumber : Ustadzah Lillah
Materi : Parenting
Admin : Bd.Nining & Bd.Saydah
Notulen : Bunda Nining
Editor : Sapta



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
ُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ ب
ِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah, Allah masih berikan kita satu hari kesempatan untuk menabung amalan indah di hari ini. Dengan tetap berdegubnya jantung dan nafas yang masih terasa hangat
Semoga hari ini mnjd hari dimana kita bisa memberikan wkt terbaik dan penuh dg berkah dari Allah
Saya mau share artikel dari guru saya.
Dari sana yuk...silahkan dieksplorasi lbh dalam dgn tanya jawab

Fitrah
Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
www.auladi.net | inspirasipspa@yahoo.com | twit @abahihsantea
Fasilitator Pendidikan Orangtua di 25 Propinsi & 7 Negara

Ayah, Ibu…
Setiap anak yang diturunkan ke dunia, lahir dalam keadaan fitrah bukan?

“Kullu mauluudin yuladu alal fitrah. Fa abaawahu.”
Setiap anak lahir dengan fitrah, bergantung orangtuanya bagaimana ia dibentuk.

Karena anak lahir dengan fitrah, bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir berniat menghancurkan masa depannya?

Tak ada satupun bayi ketika lahir berniat di kepalanya
“Ah jika besar nanti aku mau kena narkoba” ;
“Ah jika besar nanti aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan”.
Atau pernahkah ia berkata, “jika besar nanti aku akan mencuri uang orangtua.”
“Ah jika besar nanti aku mau membangkang pada ayah dan ibu”.
Adakah anak yang berniat begitu Ayah?
Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah ke dunia
Justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?

Tetapi, mengapa, sebagian anak-anak ini
Yang lahir cantik, rupawan, lucu dan menggemaskan
Setelah ia beranjak remaja dan dewasa
Justru menjadi beban keluarga, dan menjadi masalah untuk lingkungannya?
Ada apa ini…….

Ayah, Ibu….
Karena anak lahir dengan fitrah
Sebagian masalah anak, justru orangtualah penyebabnya.
Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah, bukan di luar rumah

Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya, seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita
sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya, seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita
sebagian kita mungkin pernah membentaknya, sambil berteriak dalam hati: akulah yang bekuasa atas dirimu!

Atau mungkin… kita tak pernah melakukan semua itu?
Tapi tahukah ayah ibu,
Sebagian anak memang tak pernah dipukul
Tak pernah dicubit, tak pernah dibentak,
Tapi jarang sekali anak yang lolos untuk tidak disalahkan orangtua
Mulai dari buka mata di pagi hari
Sampai kembali menutup mata di sore hari

Ayah, Ibu….
Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tak betah
Berada di samping orangtua
Panas hatinya, jika mendengar ‘ceramah-ceramah’ orangtuanya dan overdosis nasihat yang ia terima
lalu kapan kita mendengarkan anak, ayah, ibu?

Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya
Yang diambil adiknya,
Kita… dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki
Dengan gagah berkata: kakak…. Ngalah dong sama adik!

Lihatlah pertunjukkan ini ayah…
Lihatlah ketidakadilan ternyata di mulai dari rumah
Lihatlah… kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia
Lalu kita berdalil “adik nya kan masih kecil…”
Dalam hati si kakak berkata
“sampai kapan adik akan dibela?”
“Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan ke dunia?”
“sungguh tak enak jadi seorang kakak”

Karena ketidakadilan di mulai dari rumah
Di tempat lain, sebagian adik pun berkata hal yang sama
“sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik”
“Ketika ayah dan ibu tak ada aku sering dikerjai kakak semuanya”

Ayah ibu
Karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya di rumah
Sebagian anak akhirnya tak betah berada di rumah
Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara
Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga
Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya

Wahh… ternyata teman-teman ganknya bisa menghargainya
Lalu dalam hati ia berkata
Hm… ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa
aku ternyata perkasa jika menghisap ganja
aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja…..

Apakah itu yang ingin kita inginkan ayah, ibu?
Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita
Bukan sekadar uang, jajanan, mainan dan sekolah mahal semata
Itu semua penting
Tapi perkataan dan perlakuan penuh cinta dari Anda
Adalah warisan terindah untuk masa depan mereka

Sumber : Buku super best seller “Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih” Penerbit Khazanah Intelektual, karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari



TANYA JAWAB
 
T : Assalamualaikum ustadzah, ijin bertanya :
1. bagaimana cara kita merubah sifat anak usia 3 tAhun yang semua keinginannya harus dituruti kalo tidak maka si anak akan bertingkah apa saja agar kemauannya dituruti. satu contoh saat ada tamu penting anak memaksa mengajak orangtuanya jalan-jalan saat itu juga dan tidak mau mendengarkan nasihat umi dan abi nya untuk menunggu sebentar?
2. saya termasuk yang sering meminta si kakak mengalah kepada adiknya yang masih batita, sering sih saya merasa sedih, tapi saya tidak bermaksud tidak adil karena adiknya yang masih belum 2 tahun belum mengerti. Jika terjadi situasi seperti itu lagi, apa yang harus saya lakukan?
3. do'a apakah u ank supaya dia nurutin kpd kita org tua.
J : Baik,.saya siap menjawab. Sebelum saya jawab, saya bisa simpulkan dari pertanyaan bunda-bunda disini adalah "Bagaimana Mengendalikan Anak". Nah, sebelum jauh kesana, satu yang perlu kita sepakati bersama, anak adalah anugrah, bukan beban.Sepakat tidak bunda?
Oke, pernah dengar ada quote "kekekalan ikhtiar"? Yakni, sesungguhnya anak akan terus berikhtiar mendapatkan apapun yg diinginkannya, dengan cara bagaimana pun.Di benak mereka pun sama, "gimana nih cara menaklukkan ayah bunda "
Nah, jika anak belum malu melakukan apapun demi keinginannya, orangtua punya batasan rasa malu. Apa iya mau ikutan nangis, guling-guling dan teriak-teriak seperti anak?!Disini keahlian kita sebagai orangtua diuji.

1. Usia 3 tahun adalah masa dimana anak sudah mulai tantrum, mudah marah dan berlaku kasar jika keinginannya tidak dituruti. Jika sebagai orangtua kita tidak memahami masa ini, maka yang terjadi adalah orangtua yang juga mudah tersulut emosi. Anak punya ingatan kuat, dan menyimpulkan sesuatu dari apa yang dia rasakan, dia lihat dan dia dengar. Barangkali selama ini orangtua abai terhadap permintaan anak. Jadi kalau tidak mau anak rewel, upayakan memenuhi permintaannya secepatnya. Contoh gampang permintaan yang kecil-kecil, minta dibuatkan susu, minta diantar ke kamar mandi, minta dibacakan buku cerita ▶ orangtua yang berlama-lama memenuhinya, tercetak di benak anak bahwa ikhtiarku kurang besar. Bahwa untuk meminta sesuatu sama ummi tidak boleh mengalah.
Dan sudah jadi standar baku seluruh anak di dunia, ikhtiar yang paling mudah kalau ada orang lain!
Apa-apa yang sulit diminta, dia akan minta saat ada tamu, saat umminya pengajian di tengah banyak org, di mall dan lain-lain. Jadi bukan bagaimana mengubah sifat, karena itu bukan sifat, memang sudah baku setiap anak begitu. Tapi bagaimana kita sebagai orangtua mensiasati.
Biasakan punya jadwal untuk permintaan-permintaan yang "lumayan". Misal jadwal beli mainan, satu bulan sekali tanggal 1. Kemudian beli buku sebulan sekali tanggall 5. Jalan-jalan sebulan sekali tanggal sekian, dan lain-lain.
Kalau anak-anak minta di luar ini, tolak. Dan orangtua harus konsisten. Jangan karena malu anak di mall nangis minta mainan, lantas dibelikan padahal bukan waktunya. Disini anak akan mudah menyimpulkan, dengan tangis ikhtiarku berhasil.
2. Justru kakak yang sudah mengerti yang harus kita amankan hatinya. Kalau kakak adik sudah bertengkar, bunda ambil adiknya untuk menjauh. Apalagi jika sebabnya karena adik, kita ambil adik sambil mengingatkan pelan untuk tidak mengganggu kakak. Jika sebabnya kakak, kita tetap ambil adik sambil meminta kakak untuk minta maaf.

3. Banyak doa-doa yang dicontohkan oleh para Nabi yang bisa kita contoh. Misal doa Nabi Zakaria, "Robbanaa hab lanna min ladunka dzurriyyatan thoyyibah innaka sami'ud du'a" dan lai-lain.
Tapi yang juga penting selain doa adalah bagaimana sikap kita kepada anak bunda. Anak yang dekat dengan orangtua, punya ikatan kuat, otomatis pengaruh orangtua dalam dirinya juga kuat. Maka pengaruh luar akan melemah tentunya.
Ikatan kuat ini tidak terjadi dengan sendirinya meski kita yang mengandung dan menyusui dan lain-lain. Harus diciptakan dengan senantiasa membersamai anak setiap harinya. Tidak harus 24 jam, anak usia 0-12 tahun cukup setengah jam setiap hari, fokus hanya dengan dia, main atau cerita bersama dan tanpa kita sambi dengan apapun, apalagi gadget...no no no
Sentuh hatinya, bukan tanya apa PRnya. Pancing anak untuk mencurahkan isi hatinya, senang tidak hari itu, bagaimana suasana di sekolah dan lain-lain.

T : Assalamualaikum bunda mau tanya, saya pernah baca artikel kalau anak yang suka dibentak itu seperti tancapan paku, ketika kita ambil maka bekasnya tidak akan hilang .Pertanyaannya bagaimana dengan anak yang dibentak ketika umur 0-3 tahun, setelah umur 3 tahun akan berkurangkah bekas tancapan paku tadi bun? mohon pencerahannya bunda, jazakillah .
J : Aduh, maaf, sedih saya membacanya, kok bisa membentak anak usia 0-3 tahun. Apa ya kira-kira salah anak di usia itu? Jangan ya bunda-bunda. Anak 0-7 tahun adalah masa paling istimewa, mereka raja yang harus kita perlakukan semanis mungkin. Ini masa dimana terpola dalam otak anak tentang orangtuanya. Bisa jadi mungkin mereka lupa bentakan itu, tapi tahukah bunda, jangankan satu bentakan, renggutan kasar kita saja bisa mengeruhkan hatinya.
Ingat kisah Rasulullah saat menggendong anak salah seorg sahabat? Tetiba sang anak pipis, dan ayahnya yang malu merenggutnya dari pelukan Rasulullah. Rasul sedih dan bilang,"bekas kencingnya ini bisa aku bersihkan, tapi keruh hatinya, bagaimana akan dihapus?"
Sains membuktikan kemudian, anak-anak yang hidup dalam bentakan dan emosi orangtuanya, sel-sel syarafnya akan terputus.

T : Ustadazh kiat-kiat apa saja biar anak tidak terlalu sering menonton TV, apalagi yang ditonton sinetron.
J : Bundanya nonton TV juga tidak? Sudah punya pembatasan jadwal nonton anak? Anak usia SD maksimal sehari nonton hanya 1 jam, itupun harus tayangan yang sehat. Ini pendapat para pakar pemerhati anak. Dulu saya pernah dapat pelatihan TV sehat, bahkan ada majalah bulanannya, entah sekarang masih ada atau tidak. Pelan-pelan saya berikan majalah itu ke sulung saya yang waktu itu masih SD dan belum punya batasan nonton. Setelah dia paham saya tanya mau lihat apa setiap harinya? Alhamdulillah mudah mengubahnya, karena dia baca sendiri efek negatif anak yang menonton berlebihan. Jadi saran saya, motivasi pelan-pelan, ubah pelan-pelan. Jika sudah sepakat, sehari hanya nonton satu jam dan nontonnya apa (anak saya dulu milih on the spot ), maka harus ada konsekuensi jika melanggar batasan tersebut.

T : ustadzah, keluarga adalah membangun kekompakan dan pasti setiap ortu punya idealisme masing-masing. saya memang belum berpengalaman menjadi orangtua, anak masih batita. terkadang saya merasa harus mengalah dengan neneknya sikecil karena cucu pertama. disisi lain, saya ingin memberikan ketauladanan dan pendidikan ketauhidan serta disiplin untuk anak saya, neneknya selalu ikut campur dengan memanjakan dan tidak disiplin, bagaimana mana ya ustadzah?
tambahan, saya sekarang sudah tinggal berpisah dengan orangtua hampir 3 bulan dan dalam masa itu orangtua datang terus sudah 2 kali dan menginap seminggu lebih menginap datang
J : Alhamdulillah jika sudah pisah rumah. Karena memang dualisme pendidikan itu tidak enak. Kecuali jika bunda bisa ngobrol baik-baik dengan eyangnya si kecil tentang gambaran-gambaran bagaimana akan mendidik si kecil. Komunikasi adalah satu-satunya jalan buat kita saling memahami.
Tanpa menyalahkan eyang tentunya, karena wajar mereka mencurahkan kasih sayangnya yang berlebih kepada cucu. Tapi jika bisa kita luruskan agar sesuai target pendidikan yang kita harapkan, pasti akan lebih baik lagi.
Anak seperti itu jangan dibenci ya bunda, justru harus kita kasihani karena dia tidak mendapatkan pendidikan yang baik dr ortunya. Kalau kita bisa mengajak orangtuanya untuk mengubah pola didikannya, baik sekali tuh. Atau lewat guru, ajukan ada pelatihan parenting yang wajib diikuti seluruh orangtua. Karena begini, pengalaman saya sebagai kepala sekolah dulu, ada anak-anak yang "spesial" di sekolah, tapi di rumah pendiam. Faktor takut sama orangtua. Tapi ada juga anak-anak yang di rumah selalu menentang dan sebagainya, di sekolah manis sekali.
Hasil analisa kami selalu kembali pada pola asuh di rumah, meski di sekolah juga tetap berperan membantu.

T : untuk USIA 0 sampai berapa pembentukan karakter anak ustadazh? serta pribadinya seperti apa bisa di lihat sejak USIA berapa?
J : Pembentukkan karakter ternyata sesuai dengan yang Rasulullah contohkan, 13 tahun. Jadi kembangkan karakter anak 0-13 tahun. Itulah mengapa, anak-anak di luar negeri usia TK dan SD sedikit sekali pelajarannya, lebih banyak mengembangkan karakter mereka. Melihat sifat anak saya kurang paham tepatnya di usia berapa. Tapi pengalaman saya sama si sulung, dari TK pun sudah kelihatan.

T : afwan ustadzah, "Sains membuktikan bahwa anak-anak yang hidup dalam bentakan dan emosi orangtuanya, sel-sel syarafnya akan terputus." Dampak dalam tumbuh kembangnya (contoh konkritnya dalam hidup) si anak bagaimana ya Ustadzah?
J : Anak-anak yang terputus sel syarafnya akan terganggu kepribadiannya. Bahkan dalam skala berat bisa menjadi kriminal. Bunda, ada kasus anak membunuh, hanya karena dia merasa diabaikan oleh orangtuanya. Jadi ignoring/pengabaian ternyata adalah musuh terbesar dalam dunia parenting

T : anak adalah anugerah sekaligus cobaan, investasi dunia akhirat, ustadzah, kadang kala saya merasa kurang tahu segala hal tentang mendidik anak, melawan opini publik yang kadang membandingkan anak saya dengan anak orang lain, telinga ini rasanya mau ditutup saja. Mohon maaf, saya tinggal di kampung yang memang berbeda budaya dan kondisi dengan tempat tinggal saya semenjak kecil sampai dewasa yang lingkungannya di perumahan. Bagaimana menata diri saya ya ustadzah? teori pendidikan dan menerapkan pada anak didik saya dulu yang abg berhasil, tetapi sekarang anak sendiri masih batita tapi kok rasanya saya dilema, didik anak orang bisa, bagaimana dengan anak sendiri?
J : tentu berbeda mendidik anak sendiri dengan anak org lain. Anak sendiri bebannya jauh lebih berat karena kita yang akan mempertanggungjawabkannya di akhirat. Tapi justru anak sendiri serasa barang milik kita, ini yang akhirnya jadi bumerang. Ditambah lagi target yang kita harapkan pada anak barangkali terlalu tinggi, akhirnya kita sendiri yang tertekan. Setiap anak punya kelebihan masing-masing, jangan mudah tersulut emosi hanya karean anak kita tidak sama standar kecerdasannya dengan org lain.
 
T : Ustadzah anak saya aktif sekali, dia tidak bisa diam selalu lari sana lari sini, tidak bisa duduk fokus ngerjain sesuatu kecuali yang dia suka (main mobil-mobilan atau kereta). Dia sudah satu semester saya sekolahin, si anak tidak bisa fokus dan tidak mau mengerjakan tugas sekolah (mewarnai, menulis), sebaiknya bagaimana, sudah memakai cara halus saya bujuk dia tidak mau, katanya bosen kalau duduk.
J : Bersyukur bunda, tandanya anak bunda cerdas. Justru yang mengkhawatirkan adalah kalau anak kita diam aja. Selain kekekalan ikhtiar ada yang namanya kekekalan penasaran, dimana anak-anak yang sehat dan cerdas adalah anak yang rasa ingin tahunya besar. Jangan khawatir bunda, nanti lihat di usia 10 keatas, kalau masih belum bisa diam baru tandanya bermasalah.
Dulu sulung saya subhanallah bunda, sampai sama omnya ditantang duduk manis 10 menit dikasih uang 10rb, baru menit ke 2 pantatnya dah panas, goyang kiri goyang kanan. Menit ke 3 lari. Saya juga sampai konsul ke temen yang paham, dan jawabannya begitu. Bener saja, kelas 4 sudah mulai anteng. Dan alhamdulillah sampai sekarang sudah kls 1 SMA prestasinya selalu membanggakan.
 
T : Sama dengan anak saya yang sulung ustadzah, tidak mau diam, sekarang masih TK B kebetulan di TKnya ada psikolog yang mengontrol gaya belajar anak, tipe anak saya kinestetik, belajar dengan bergerak, kalau kita suruh diam malah justru akan merasa tersiksa, jadi kita sebagai orangtuanya harus memahami bahwa setiap anak punya tipe berbeda. Semua anak terlahir cerdas dan punya potensi yang berbeda-beda, memang tumbuh kembang anak kan berbeda-beda dan harus kita pahami ya ustadzah ? anak-anak jenis kinestetik ya sepertinya yang aktif itu ustazah ? keponakan saya juga seperti itu tapi memang cerdas anaknya dan tenang setelah kelas 4 SD kayak putranya ustazah.
J : Ya bunda, ada tipe visual,audio dan kinestetik. 

T : Baby saya sepertinya tipe ini. dia aktif sekali dengan rasa ingin tahu tinggi. harus heboh klalau sama dia tidak bisa diam. Saya jadinya nyanyi-nyanyi dan keringatan ikutin dia. proses dia merangkak, berdiri, sampai latihan jalan. tetangga bilang kalau anak saya nakal dan kok belum bisa jalan sudah usia 13 bulan, saya jadi lebih tenang dan semoga bisa mengontrol diri saya untuk tidak tersulut emosi
J : Itu tipe gaya belajar, memang anak kinestetik terkesan aktif dan kita berpikir gimana mau belajar kalau tidak mau diam, ternyata memang dengan bergerak itu cara belajar dan menyerap informasi
Maka saya saat mengajar selalu membiarkan anak-anak kinestetis untuk bergerak semaunya, dengan syarat tidak mengganggu teman. Jadi kalau pelajaran saya, anak-anak kinestetis justru saya ajak di depan kelas, belajar sambil main-main. Bahkan saking aktifnya mereka, naik ke atas lemari, ngumpet di lemari sampai pintunya jebol, saya cuma ingatkan mereka untuk hati-hati
Intinya, mendidik anak itu mudah dan menyenangkan, sepanjang kita tahu triknya.
 
T : Tapi sayangnya masih ada pendidik yang kurang paham akan itu ustadzah, dan mencap anak tersebut nakal.
J : Selalu tanamkan dalam diri kita bahwa anak adalah anugerah, bahwa mereka membawa kebahagiaan, kita yang minta mereka sama Allah. Jadi biarkan anak berkembang sebebas-bebasnya, beri batasan untuk berhenti jika mereka sudah berlebihan, sudah berbahaya atau menyakiti orang
Ya, pendidik juga manusia. Saya mengakui itu. Ada beberapa pendidik yang sulit diajak belajar lagi, sudah merasa cukup dengan apa yang mereka punya.
Kalau ada rezeki dan kesempatan, coba ikut Program Sekolah Pengasuhan Anak bersama guru parenting saya. Disana kita akan belajar bagaimana menjadi orangtua betulan, kongkrit dengan praktek-prakteknya.

#*#*#*#*#*#"#"#*#*#*#*#*#
Jazaakillah khairan katsiran bunda Ustadzah Lilah, sudah berbagi ilmu dengan kami di grup M 15, juga atas waktunya dan ilmunya sungguh bermanfaat bagi kami..

Dan marilah kita sejenak berdoa sebagai penutup keberkahan kajian kita hari ini dengan membaca  lafaz syukur...

Hamdalah الْحمد لّله رب الْعالميْن
Istighfar أسْتغْفر الّله الْعظيْم
Doa kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”