Home » , , » Saat Kita Malas Beribadah (FUTUR)

Saat Kita Malas Beribadah (FUTUR)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, February 10, 2017

Image result for image futur
KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُSWT UMMI G-2
Kamis, 9 Februari 2017
Narasumber    : Ustadzah Endria Sari
Tema : Saat kita malas beribadah
Notulen : yuniboo
Editor : Sapta
------------------------




Assalamuallaikum warahmatullah wabarokatuh

TAUJIH ::: QUR'ANI 0034/TQ-UA/MQM
==============
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
KIAT MENGATASI FUTUR

Berbicara tentang kondisi futur, mari kita perhatikan firman Allah ﷻ berikut ini:

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
"Mereka selalu bertasbih malam dan siang tidak pernah melemah (tiada henti-hentinya)." (QS. Al Anbiya : 20)

Kata dasar ayat di atas adalah "futur" artinya melemah. Jadi hanya malaikatlah yang tidak akan pernah melemah dalam bertasbih kepada Allah ﷻ - baik pada waktu siang maupun malam. Karena mereka diciptakan oleh Allah ﷻ dalam fitrahnya sebagai makhluk yang tanpa hawa nafsu.
Oleh karena itu, kita harus mensyukuri karunia Allah ﷻ yang telah menciptakan diri kita sebagai seorang manusia yang dibekali perangkat berupa nafsu (keinginan), yang dengan nafsu tersebut kita memiliki peluang untuk memilih melakukan sesuatu.
Namun, harus selalu kita ingat bahwa dengan nafsu ini, Allah ﷻ menjadikannya sebagai salah satu sarana untuk menguji hamba-Nya, apakah dalam setiap langkah kehidupannya ia lebih suka memilih nafsunya untuk tunduk pada syariat Allah atau ia lebih sering membiarkan nafsunya untuk tidak tunduk kepada Allah, baik karena sebab dirinya sendiri ataupun karena bisikan syetan sehingga kekuatan iman dan amal ibadahnya melemah (futur).

Betapa mulianya manusia yang mampu mengatasi masa-masa futurnya. Setiap Mukmin seharusnya selalu waspada terhadap kondisi dirinya, sigap dalam mengenali gejala futur yang bisa datang baik secara tiba-tiba maupun berkala.
Seorang Mukmin yang pandai me-manage rasa futurnya akan tetap semangat dan siaga dalam melaksanakan ketaatan demi ketaatan kepada Allah ﷻ walaupun terkadang ia hanya mampu melakukannya sedikit, apakah hal itu karena terlalu lelah, jenuh, dirundung kesedihan, dan lain sebagainya. Dalam perjalanan hidupnya telah digenggam tekad untuk tetap bertahan dalam ketaatan tanpa putus-putusnya.

Jika kita cermati, maka faktor yang menyebabkan manusia mengalami futur itu ada 2, yaitu:

  1. Faktor Manusiawi.

Yaitu kondisi manusia yang melemah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah ﷻ karena sebab manusiawinya seperti sakit, jenuh, bosan, malas dan lain-lain.
Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

ان لكل عمل شرة ولكل شرة فترة فمن كانت فترته الىسنتي فقد افلح ومن كانت الى غير ذلكفقد هلك

"Sesungguhnya setiap amal itu ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat ada masa futurnya. Barang siapa yang masa futurnya tetap bersama sunnahku maka sungguh ia beruntung. Dan barang masa futurnya selain dengan sunnahku maka ia akan binasa."
(Hadits shohih sesuai dengan syarat Bukhori dan Muslim. Shohih menurut Al-Albani.)

2. Faktor penurunan Iman

Yaitu melemahnya semangat beramal yang disebabkan oleh kemaksiatan yang telah dilakukan. Berbagai macam maksiat akan mudah dilakukan oleh seorang manusia, bahkan oleh seorang Mukmin, ketika dirinya lengah atau terjadi kondisi stagnan asupan ilmu Agama dan membiarkan dirinya jauh dari lingkungan yang sholih.

Lingkungan yang sholih adalah salah satu sarana menjaga kesholihan seseorang.

انما مثل الجليس الصالح والجليس السوء كحامل المسك ونافخ الكير. فحامل المسك اما ان ان يحذيك واما ان تبتاع منه واما ان تجد منه ريحا طيبة. ونافخ الكير اما ان يحرق ثيابك واما ان تجد منه ريحا خبيثة.
متفق عليه.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan orang yang salih dan orang yang jahat, seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Bisa jadi, penjual minyak wangi akan memeberimu minyak wangi atau engkau membeli darinya, dan -kalaupun tidak- kemungkinan engkau akan mendapatkan keharuman baunya. Dan perumpmaan bergaul dengan orang-orang yang jahat, Seperti bergaul dengan pandai besi. Dampaknya bisa jadi bajumu akan terbakar atau -kalupun tidak- engkau tetap mendapatkan bau yang tidak sedap. (Muttafaqun 'alaih)


IBROH & SOLUSI

Pertama :
Seorang Mukmin memahami bahwa Allah ﷻ Maha Tahu kalau manusia itu lemah; akan tetapi saat ia lemah seharusnya ia tetap berusaha bertahan dalam ketaatan, walaupun sedikit.

Jika pada saat futur melanda, seseorang tetap berjuang mempertahankan kondisi ketataannya, maka ia akan berpeluang besar mencapai derajat istiqomah yang sangat tinggi di sisi Allah ﷻ . Demikian sebagaimana Allah ﷻ firmankan dalam Al Qur'an:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS. Fushilat: 30)

Kemudian juga firman Allah ﷻ berikut:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Ahqof : 13-14)


Kedua :
Agar kita bertekad untuk tetap beramal sekecil apapun saat sedang mengalami futur.

Dalam Al Qur'an, Allah ﷻ memerintahkan agar tetap qiyamul-lail pada saat-saat yang menurut kita kecil peluangnya untuk beribadah, seperti saat sakit, saat sedang bepergian, dan bahkan saat berada di medan perang (angkat senjata).

Mari kita renungkan terjemahan dari firman Allah ﷻ dalam surat Al Muzzammil ayat 20 berikut ini:
"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya, dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
Dari ayat di atas terasa sekali betapa Allah ﷻ sangat paham dengan keadaan hamba-Nya, dan juga sangat mengasihi  hamba-Nya.
Allah memerintahkan kita untuk tetap melaksanan qiyamul-lail walaupun hanya sedikit karena Dia ingin agar hamba-Nya tidak kehilangan kesempatan mendapatkan curahan rahmat-Nya atas perjuangan dalam ketaatan tersebut, ampunan-Nya, serta berbagai keutamaan lain yang telah Dia siapkan bagi hamba-Nya yang taat dan bertahan dalam ketaatannya dalam kondisi apa pun.

Ketiga :
Para salafus-shalih juga telah menunjukkan keteladanannya kepada kita. Mereka terus memotivasi dirinya untuk tetap beramal shalih di saat futurnya, karena membayangkan alangkah sedihnya serta mengerikannya jika saat ajalnya tiba, tidak sedang sibuk melakukan amal shalih, apalagi jika sedang bermaksiat kepada Allah ﷻ.

Keempat :
Sebaliknya, saat mereka dalam kondisi semangat, mereka memanfaatkan waktu, tenaga, dan pikirannya semaksimal mungkin untuk berbuat kebaikan. Sehingga saat futur melanda, yang terjadi adalah hanya berupa "penurunan amal", BUKAN "terputusnya amal".
Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, sehingga kita dapat menyiasati agar futur tidak menghambat perjuangan kita dalam upaya menjadi hamba yang selalu taqwa dan istiqomah di dalam ketaqwaan itu.
Salah seorang Salafus-shalih mengatakan, "Saat kami futur, qiyamul-lail kami hanya sepanjang Al Baqoroh."
Berarti saat mereka sehat dan semangat, qiyamul-lail mereka bisa  3x sepanjang 8 Al Baqoroh.

Kelima :
Jika saat futur karena faktor manusiawi saja, kita diperintahkan untuk tetap bertahan dalam ketaatan, apalagi saat futur karena faktor imani (melemahnya ruhiyah dalam iman kepada Allah), tentu lebih kuat lagi penekanan pesan Allah kepada kita untuk selalu bisa bertahan dalam amal ibadah kepada-Nya.

Keenam :
Futur karena faktor manusiawi biasanya karena kelelahan jiwa. Sedangkan futur imani disebabkan karena perbuatan maksiat. Dampak maksiat selain dosa, juga akan mendatangkan musibah bagi pelakunya.
Futur bisa juga dikatakan sebagai suatu musibah. Sayangnya sebagian orang tidak menyadarinya. Dan tentu sangat merugilah mereka yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mendapat musibah futur akibat maksiat yang telah dilakukannya.

Ketujuh :
Berapa banyak manusia yang tidak menyadari, saat dirinya tidak ber-energi ketika mereka melaksanakan sholat malamnya, tilawahnya, sholat berjama'ahnya, dan lain-lain.
Salah satu sebabnya adalah karena dosa yang telah dilakukannya sehingga dosa dan kotoran hati itu menghambat dirinya mendekatkan diri kepada Allah ﷻ . Astaghfirullah. Na'udzubillahi min dzalik.
Mari kita ingat selalu firman Allah ﷻ berikut ini:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. As Syuro: 30)

Kedelapan :
Rahmat dan pahala Allah ﷻ akan terus diberikan kepada mereka yang sudah sampai pada titik puncak tidak mampu beramal karena sakit atau safar atau lainnya.
Namun -dengan catatan- selama saat sehatnya dan tidak safarnya ia memang sudah terbiasa melazimkan  berbagai amal sholih.
Demikianlah apresiasi Allah ﷻ kepada hamba-Nya yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga ketaatannya kepada Allah ﷻ . Dan Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda:
اذا مرض العبد او سافر كتب له مثل ماكان يعمل مقيما صحيحا. رواه البخاري

"Apabila hamba itu sakit atau bepergian jauh (sehingga tidak mampu beramal lagi), pahalanya tetap dicatat sepertia saat dirinya tidak bepergian dan sehat." (HR. Bukhori)

Kesembilan :
Satu bahasa yang mudah kita ingat adalah: "Yang penting saat kita futur jangan menyerah."
Teruslah lakukan amal ibadah apapun yang sudah kita lazimkan walaupun sedikit. Kemudian berdoalah selalu kepada Allah ﷻ .
Di antara doa-doa yang populer agar kita kuat menghadapi futur adalah:

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ)

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (QS. Ali Imron: 8)

يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
"Ya Allah yang Maha Merubah-rubah hati manusia, teguhkanlah hatiku di atas agamamu."
(Al Hadist)
اللهم اني اعوذ بك من الحور يعد الكون.
رواه مسلم

"Ya Allah akan berlindung kepadamu dari terhentinya amal setelah seblumnya dilakukan dengan rutin." (HR. Muslim)

Kesepuluh :
Bertahanlah bersama komunitas sholih saat kita sedang futur. Karena mereka memiliki pengaruh yang besar dalam menjaga  hidayah yang telah kita miliki tidak terlepas.
Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya:
الشيطان مع الواحد ومن الاثنين ابعد

"Setang itu lebih mudah menyesatkan manusia yang menyendiri.  Dan  lebih jauh (sulit menyesatkan) dari orang yang berdua (apa lagi bertiga dst)." HR. Atturmudzi


KESIMPULAN:
----------------
▪ Betapa pentingnya setiap Mukmin memperhatikan keadaan imannya dan juga amal sholihnya. Sehingga ia akan dapat segera mendeteksi datangnya futur dan segera mensiasati dengan tepat sehingga tidak terus menerus menggembosi imannya.

▪Berbagai tantangan (ujian) pasti akan dihadirkan di hadapan seorang Mukmin. Jika ia mampu menundukkan nafsunya di bawah hukum/syari'at Allah dan Rasul-Nya maka dalam keadaan futur ia akan lebih mudah mengendalikan diri serta menekan segala kemungkinan terjadinya pengikisan atau lunturnya  iman dan amal sholih yang telah ada pada dirinya.

▪ Perjuangan melawan futur seorang hamba tidak pernah luput dari perhatian Allah ﷻ . Sehingga tercapai futur yang hanya berumur menitan, bukan pekanan, bulanan apa lagi tahunan. Wal iyadzu Billahi...

Sungguh beruntunglah seseorang yang mampu  mengendalikan futurnya tetap dalam kondisi ketaqwaan. Karena hanya dengan taqwa-lah manusia layak dipandang mulia oleh Allah ﷻ . @BE
والله أعلم بالصواب

Dari Ustadz Abdul Aziz Abdur Ro'uf, Lcحفظه الله تعالى   
Published by :
MQM Membangun Pribadi Q U R 'A N I
Jakarta, 9 Feb 2017

===========================
TANYA JAWAB

T : Apakah ahsan jika kita mengingatkan seorang sahabat yang "terlihat" futur karena sering tidak datang halaqoh/kajian dengan berbagai alasan yang sepertinya dibuat-buat?
J :  بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Tentu sangat dianjurkan akan tetapi harus dengan cara yang halus dan yang tetap membuat dia simpati terhadap ajakan kita itu. Diantara caranya mungkin dengan mengajak dialoq dari hati ke hati. Kemudian sampaikan saran nasihat apa sebaiknya yang dilakukan.
Jika upaya tersebut juga belum mengena dihatinya maka kita wajib selalu mendoakannya agar Allah ﷻ merahmati dan memberi tambahan hidayah dari jalan yang terbaik.
Selepas itu kita bersabar saja menunggu jawaban Allah ﷻ . Doanya harus ihlas dan sering dipanjatkan. InsyaAllah doa seorang sahabat untuk kebaikan temannya yang lain jika dilakukan dengan tulus ihlas maka Allah akan kabulkan.

T : Apakah ada jangka waktu tertentu seseorang dikatakan telah futur?
J : Tidak ada batas minimal dari futur. Hari ini kita rajin besok tiba2 kita futur, bahkan dalam 1 hari bisa jadi pagi kita semangat ibadah, sore kita futur dan seterusnya.
Yang penting usahakan agar futur tidak lebih dari 3 hari. Dan selama futur kita tetap tidak meninggalkan amal ibadah yang disunnahkan Rasulullah ﷺ walaupun hanya sedikit. Hal ini untuk menjaga syetan masuk dan membuat diri kita semakin futur.

T : Apakah seseorang yang telah berubah fikrohnya/mindsetnya dari islami menjadi lebih moderat (walaupun tetap rajin dan rutin beribadah fisik) bisa dikatakan telah futur?
J : Yaa tentu bisa bisa ukthi. Jika futur sudah mengenai hati, mindset, orientasi hidup maka ini gejala yang sangat berbahaya, apalagi berlangsung lama tidak segera kembali. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh maksiat-maksiat yang timbul akibat salah pilih pergaulan.
Dengan bergumul dengan teman yang lalai terhadap Agama, sering melanggar syariat, misal mendengarkan musik, mengenakan jilbab tidak memenuhi standar syar'i, kendor batas pergaulan dengan lawan jenis, ghibah dan lain-lain, inilah hal2 yang sangat mudah menyebabkan seseorang futur dalam ibadah.
Futur jenis ini tentu bukan bersifat manusiawinya tetapi karena imannya yang telah terkikis. Harus segera kembali ke jalan ketaatan dengan melembutkan hati baik melalui istighfarnya, tasbihnya dan berbagai amal ibadah yang menghasilkan ampunan Allah dan mendatangkan hidayahNya.  والله أعلم بالصواب

T : biasanya jelang haid kadang sedang semangat ibadah, kemudian haid, tapi kadang juga malas ibadah, maksa banget, ternyata mau haid. Yang ini termasuk faktor manusiawi ya ustadzah?
J :  بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Mungkin bisa dikatakan ada unsur manusiawinya dalam kategori uzur karena sakit. Akan tetapi uzur seperti ini tidak boleh dijadikan alasan pembenaran untuk terjadi secara rutin saat siklus haidh kita datang. Karena jika dalam pikiran kita terpola seperti itu nanti akan jadi langgan syetan untuk menggembosi semangat kita dalam ibadah.
Oleh karena itu, ketika haidh sudah menjelang akhir segera "charge" keimanan kita dengan membaca atau mendengarkan taujih yang memotivasi diri kita. Kemudian bangun tekad ketika sudah suci akan lebih sholihah daripada sebelumnya. Jadinya awal suci sebagai start untuk menjadi hamba yang lebih baik dan lebih taqwa kepada Allah. Dengan demikian kita sudah menutup pintu-pintu syeitan pada diri kita. Jangan lupa berdoa kepada Allah minta perlindungan dari godaan syeitan. Dan minta tambahan hidayahNya.  والله أعلم بالصواب

T : jika malas ibadah karena ada dosa yang kita lakukan, apakah kita bisa mengembalikan semangat dengan banyak istighfar?
J :  بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Ya tentu. Salah satu jalan mengembalikan futur kepada taat adalah dengan melazimkan beristighfar dalam setiap kesempatan. Minimal 100x per hari dan bahkan sebaiknya lebih. Dan lakukan dalam berbagai kesempatan dari seluruh altivitas kita. Adapun jika kita ingin khusyu' dan mengambil suatu moment yang khusus itu lebih baik, misal sebelum masuk waktu subuh, kemudian setiap ba'da sholat 5 waktu dan juga setiap saat yang kita miliki.  

T : Apakah perlu kita memaksa diri utk istighfar?
J : Ya, dan harus itu. Jika Rasulullah ﷺ saja dalam 1 hari bisa istighfar hingga 100x maka kita harusnya bisa sampai 1000x atau lebih.
Istighfar adalah cara membersihkan hati dari dosa. Karena istughfar berarti memohon ampun kepada Allah ﷻ dan Allah pasti mengampuni kita sehingga diri kita bersih dari dosa dan mudah merespon seruan amal sholih.  والله أعلم بالصواب

T : ustadzah apakah sama hukum/pahala membaca alquran langsung sama di hp? Syukron
J :  بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Baca Qur'an dari HP boleh saja, tetapi tidak sama  pahalanya ketika membaca dengan mushaf. Karena menurut hadist disebutkan bahwa melihat mushaf Al Qur'an itu saja kita sudah mendapat pahala. Jadi kalau kita baca Qur'an dari dari HP berarti tidak mendapat pahala melihat   mushaf.Itu aja sepertinya.

T : ustadzah, bagaimana saya mengajak ke amar makhruf nahi mungkar atau wataawanu ngalal birri wattaqwa walataawanu ngalal ismi waludwaan?
J :  بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Dalam Islam ada 3 langkah yang seharusnya diambil saat melihat suatu kemungkaran.
Pertama : Lawan kemungkaran itu dengan tangan kita artinya bisa dengan fisik kita, atau dengan power (kekuasaan / kewenangan) kita.
Kedua : Lawan dengan lisan kita. Baik disampaikan secara langsung maupun melalui sarana komunikasi seperti sosmed dan lain-lain.
Ketiga : Adalah lawan dengah hati. Artinya jika kita sudah tidak mampu melawan dengan dua cara diatas maka kita harus melawannga dengan hati kita. Dengan pengingkaran kita terhadap apa yang mereka lakukan. Dan juga dengan hati dalam pengertian mendoakan mereka agar Allah berikan hidayah.

Saya kira penanya sudah melakukannya hal diatas. Tinggal teguh pendirian saja. Dan jika kuat bertahan dalam kondisi tersebut dan terus semangat dalam menyuarakan dakwah maka tentu itu lebih baik daripada meninggalkan mereka (pindah ke tempat lain).
Karena jelas disana merupakan ladang dakwah yang sangat bagus. Kuatkan keimanan kita dan kesholihan kita hingga Allah akan tambahkan kharisma dan kekuasaan untuk menjadi penyampai ajaranNya....

Dalam kondisi lingkungan yang jauh dari kehidupan Islami ini, memang memaksa setiap Mukmin untuk semakin meneguhkan hatinya dalam iman dan juga terus menjaga semangat ibadah. Kesholihan diri harus kita tularkan kepada keluarga kita, kita jaga mereka agar tidak larut dalam kondisi yang semakin menjauh dari kesholihan dan juga menggembosi keimanan.
Selain itu juga haruslah timbul kesadaran kita untuk getol melakukan dakwah kepada orang lain.
akwah adalah orang-orang pilihan. Karena itu berusahalah menjadi orang pilihan yang siap mengajak orang lain kembali pada jalan Allah, bertaqwa kepadaNya.
والله أعلم بالصوا

Yuk  baca istigfar 3x dan Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah,
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin ya Rabb

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!