Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » SIKAP TERHADAP BUNGA BANK

SIKAP TERHADAP BUNGA BANK

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 27, 2017

Image result for bunga bankKajian Online Hamba Allah UMMI G-5
Senin, 27 Pebruari 2017
Narsum : Ustadz Syaikhul Muqorobin
Tema : Ekonomi Syariah
Editor : Sapta
============================

SIKAP TERHADAP BUNGA BAK

Haramnya bunga bank tentu sudah kita pahami bersama. Karena karakter bunga bank begitu pas dengan karakter riba yang dalil-dalil pengharamannya sudah dangat jelas. Namun di zaman berkuasanya ekonomi konvensional seperti sekarang, sangat tidak mudah untuk menghindari bunga bank. Kondisi “KETERPAKSAAN” membuat kita tetap berurusan dengan bank-bank yang tidak sesuai syariah.

Okelah kita tidak menikmati bunga dari bank-bank tersebut karena keharamannya. Tapi apa yang harus kita lakukan terhadapnya?

Ada 2 pendapat utama dari para ulama mengenai hal ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa ketika seseorang TERPAKSA berurusan dengan bank ribawi, maka jangan diambil bunganya, biarkan saja di akunnya. Pendapat ini juga melarang penggunaan bunga bank untuk kegiatan-kegiatan sosial atau sedekah, karena sedekah dari barang haram tidak diterima.

Disebutkan dalam hadits yang shahih,
"Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik" (HR. Muslim)

Konsekuensinya, nasabah ketika ingin menutup tabungannya, harus menyisakan sejumlah uang sesuai bunga yang ia dapat selama menabung.

Namun berlainan dengan pendapat pertama, pendapat kedua membolehkan, bahkan menganjurkan kaum muslimin yang TERPAKSA menabung di bank ribawi agar tidak membiarkan uangnya di bank tersebut, bahkan harus memanfaatkan uangnya untuk kegiatan sosial, sedekah, atau yang semisalnya.

Beberap hujjah mengenai pendapat kedua adalah sebagai berikut :

  1. Bunga memang bukan hak nasabah, namun ia juga bukan hak bank. Sehingga bunga bank haram, baik bagi nasabah maupun bagi bank.

  1. Membiarkan bunga bank tetap di bank, berakibat pada semakin besarnya dana bank untuk melakukan aktivitas ribawinya. Padahal Islam melarang untuk saling tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran (QS. 5:2)

  1. Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyuruh sahabat untuk bersedekah dengan kambing panggang yang dihidangkan kepada beliau karena ketika akan dihidangkan diketahui bahwa kambing tersebut diambil tanpa seizin pemilikinya. Nabi bersabda, "Berikanlah kepada para tawanan untuk dimakan" (Hr. Ahmad dengan sanad yang baik).

  1. Dalam suatu atsar, dikisahkan bahwa al-Hasan radhiallahu anhu pernah ditanya tentang tobatnya koruptor -mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi- dan status hartanya setelah semua pasukan kembali ke rumah masing-masing. Beliau menjawab, "Disedekahkan".

  1. Menyalurkan bunga bank sebagai sedekah atau kegiatan sosial, tidak bertentangan dengan hadis larangan sedekah kecuali dengan harta yang halal. Karena pada dasarnya, nasabah yang menyalurkan bunga bank tersebut bukan bertindak sebagai pemberi sedekah, tapi penyalur sedekah. Ia tidak mendapatkan pahala sedekah, tapi mendapatkan pahala sebagai penyalur kebaikan (tolong menolong dalam kebaikan). Selain itu pahala juga baginya karena telah berusaha menghindar dari harta haram (bunga bank).

  1. Dari sudut pandang ekonomi makro, yang paling dirugikan dari sistem riba adalah masyarakat miskin. Karena sistem riba sebagai bagian dari sistem ekonomi kapitalis, membuat kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin, sehingga mengembalikan harta tersebut (bunga bank) kepada fakir miskin adalah tindakan yang tepat.

Demikian 2 pendapat utama berkenaan dengan bunga bank. Saya pribadi lebih cenderung pada pendapat kedua karena lebih meminimalisir mudharat dan memperbesar manfaat.

Satu hal lagi yang patut diperhatikan dalam bersikap terhadap bunga bank adalah  mengeluarkannya dari perhitungan zakat. Karena 2.5% yang dihitung adalah 2.5% dari harta halal yang dimiliki. Adapun bunga bank, bukanlah harta halal. Namun jika kita melebihkan zakat kita sebagai sedekah tentu diperbolehkan (QS. 2:184).  
Di atas itu semua, mari tetap berusaha keras menghindari bank ribawi.

Wallahul-musta'an.
Dan Allah-lah Yang Maha Penolong

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TANYA JAWAB

T : Ustadz, bagaimana menghentikan sistem riba ini, sepertinya ini sudah seperti penyakit yang dilazimkan di masyarakat. bahkan TPP saya pun kena bunga?
J : Caranya dengan beralih ke sistem syariah sekarang suydah banyak alternatif sistem syariah alhamdulillah. harus didukung, walaupun belum sempurna. dukungan umat akan membantu sistem syariah semakin baik.

T : Masalahnya di tempat saya, gaji dan tpp di lewatkan bank konvensional, lalu bagaimana itu ustadz ?
J : Coba bicarakan ke perusahaan, jika bisa untuk pribadi minta ditransfer ke rekening pribadi di bank syariah (biaya transfer bunda tanggung tidak mengapa). Kalau tidak bisa juga, setiap gajian bunda transfer sendiri, sisakan saldo minimal saja di rekening konvensional.

T : Assalamualaikum ustadz, mau tanya, sebenarnya dilema, kami mengambil rumah KPR, Bank yang bekerja sama tidak mau dialihkan ke Syariah, bagaimana solusinya? Sementara mau melunasi uang belum cukup. Afwan    wa jazakallah ustadz dan moohn pencerahannya.
J : Apabila bank "tidak mau" itu sebenarnya aneh. Bila "tidak bisa" baru lain. Coba saja dicari tahu apa alasannya tidak mau/tidak bisa. Secara umum takeover bank syariah harusnuya bisa, walaupun lebih mahal.
Silahkan dipertimbangkan dan diusahakan sebaik-baiknya. Kalau sulit juga, ya jalani saja, sambil terus berdoa kepada Allah dan berusaha. semoga bisa segera lunas.

T : Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Pembahasan tentang praktik riba ini semakin menarik untuk dibahas, “Uang bunga/ bagi hasil dari bank sebaiknya untuk apa?”, mengingat di masyarakat kita saat ini yang namanya riba dari yang terang-terangan maupun yang samar sudah sedemikian kompleks. Ada yang mengatakan boleh bunga atau bagi hasil tersebut untuk kepentingan umum maupun membayar pajak seperti pajak motor kita, PBB dan sebainya.
Pertanyaan: Untuk itu dalam kesempatan ini, kami ingin mendapat jawaban yang jelas seputar penggunaan bunga atau bagi hasil tersebut, boleh dipakai untuk hal-hal apa saja? Apa ada pembedaan penggunaan uang dari bunga dari bank konvensional dan bagi hasil dari bank syariah (Saat ini saya sekitar 1 juta uang dari bagi hasil dan 500 ribuan uang dari bunga bank konvensional. Apa boleh yang dari bagi hasil saya pakai untuk membayar pajak motor baik motor saya maupun keluarga termasuk PBB dengan dalil “Tidak ada pajak untuk kaum muslimin”, Lalu yang uang yang dari bunga sebaiknya diapakan juga ya?
J : Bagi hasil bank syariah adalah uang halal, sudah melalui pengawasan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. kita sebagai awam yang ilmunya sangat terbatas manut/patuh dengan ulama.
Untuk uang bunga bank, suddah sangat jelas dalam materi, bisa disedekahkan ke fakir miskin atau yang lainnya. tidak boleh untuk bayar pajak. Pajak sendiri masih diperdebatkan di kalangan ulama. Di kalangan ulama salaf disebutkan pendapat dan contoh penarikan pajak dari umat Islam. Sehingga, pendapat yang lebih tepat adalah pajak diperbolehkan selama memang ada manfaat yang dituju. Negara ini tidak akan bisa bangun jalan dan infrastrukturnya tanpa pajak. Silahkan cek APBN negara. Jika pajak diharamkan dalam kondisi seperti ini, maka jalanan dan infrastruktur yang dibangun dengan uang pajak, tidak boleh dimanfaatkan juga.
Kalaupun kita anggap pajak adalah haram karena zalim, maka tidak boleh dibayar dengan uang haram juga (bunga bank). Ibaratnya, ada preman memalak kita, lalu, kita bayar preman itu dengan uang hasil curian. Ini tidak boleh. Oleh karenanya, bunga bank tdk boleh tuk bayar pajak.

T : Ustadz, seseorang yang pernah menggunakan uang rakyat untuk membeli barang pribadinya kemudian orang tersebut menyadari kesalahannya dan ingin bertaubat, maka bagaimana cara bertaubatnya? bagaimana status barang yang sudah dia pakai tersebut? apakah dia harus bersedekah sebesar harga barang yang dia beli tersebut?
J : Kembalikan uang rakyatnya.

T : Ustadz, bagaimana dengan karyawan bank?
J : Bank konvensional maka hukumnya sebagaimana hukum bunga bank.
solusinya pindah ke bank syariah. banyak berdoa dan berusaha, insya Allah ada jalan. selama blm menemukan penghasilan baru, bs tetap di bank konvensional, tapi wajib terus berusaha mencari gantinya (pindah bank syariah dll) itu pendapat sbagian ulama. sebagian lain mewajibkan langsung keluar. karena Allah tidak mungkin menyengsarakan hambaNya yang ingin menegakkan syariatNya.

T : Ustadz, terkait dengan pajak, bagaimana dengan pajak yang tumpang tindih seperti di indonesia ini ? sbg contoh, kita beli makan, kena pajak, padahal toko rotinya setiap bulan juga bayar pajak, nah ketika kita tanya pajak yang kita bayar untuk apa? kantor pajak hanya menjawab itu sudah aturan. ok, secara aturan , tapi saya sebagai warga negara, apakah tidak boleh saya tahu untuk apa saja pajak yang saya bayarkan ? apakah saya tidak boleh menjaga "halal" dan "haram" dalam penghasilan saya ?
J : Maksudnya beli makan bayar pajak dan toko roti bayar pajak itu bagaimana ya?
kalau mau tahu pajak dipakai untuk apa, silahkan baca dokumen APBD dan APBN, di sana jelas peruntukan pajak untuk apa.

T : Mau menanyakan hal yang sama, ustadz bagaimana memberikan pemahaman kepada adik-adik ipar saya yang maunya kerja di bank? Dia melihat abangnya bekerja di bank & terlihat sukses secara materi mungkin
J : Kerja di bank riba memang tidak bisa ujuk-ujuk paham, perlu dipahamkan mulai dari dasar-dasar aqidah, keislaman yang baik dulu awalnya. Kalau dari awal kurang pemahamannya tetg islam dan iman, tentu akan sulit diajak meninggalkan riba.
coba doakan dan carikan solusi, misalnya dg bekerja di bank syariah

T : Ustadz, kadang saya juga heran sama pemerintah, yang buat kedok rakyat, rakyat mana yang dilindungi ? bukankah rakyat makin tercekik sekarang ini dengan sistem ekonomi kapitalis ? Giliran diajak hidup syariah malah kita dimusuhi.
jawab
klo kita heran, maka kita mulai berubah dr diri kita, dari keluarga kita, kerabat,  dst. lalu kita pilih pemimpin yg lbh memihak umat islam, ke depannya  sdikit2 mudah2an bs berubah. tentu sulit tuk lgsg berubah total.

T : Point 5 Ustadz, apa itu artinya, jika seseorang memberikan bunga bank kepada kerabat dengan berpesan 'jangan dipakai untuk makan' lalu sama si kerabat digunakan untuk berlibur ke suatubl tempat bersama keluarga, bisa menjadi halal bagi pemberi dan penerima? Terimakasih.Tabik. Ida Raihan
J : kerabatnya termasuk fakir miskin bukan? Bila bukan fakir miskin, maka jangan diberi sedekah dari uang bunga bank. Kalau fakir miskin, maka insya Allah mereka akan gunakan untuk kebutuhan primer.  boleh untuk makan, karena mereka fakir miskin.

T : Ustadz untuk rumah yang kredit ke bank dan sudah lunas, apakah rumah ini harus di jual?
J : tidak perlu dijual.

T : Bagaimana dengan asuransi ustadz, saya nyimpan uang di asuransi syariah tapi saya mendapat bunganya apa itu termasuk riba?
J : Kalau asuransi syariah tidak mungkin ada bunga. kalau bagi hasil itu masih mungkin. Bagi hasil itu halal. Skemanya, akadnya, teknisnya, berbeda dengan bunga, bagi hasil yang sesuai fatwa MUI maka halal secara syariat. Bunga bank hanya boleh untuk fakir miskin atau bangunan umum dan lain-lain.l

T : Bagaimana dengan uang yang sebagian disimpan dan persinggahan sementara? Rata-rata kantor dan lain-lain mewajibkan punya rekening?
J : Kalau sudah berusaha minta pindah ke rekening syariah tapi tidak bisa, ya sudah, tinggal diambil saja tiap dapat uang, agar tidak mengendap. sisakan saldo minimal.

T : Saya malah baru DP untuk ambil rumah yang katanya subsidi pemerintah itu Ustadz. Mau tidak mau berurusan dengan bank. Belum ada pilihan saat ini. Jika kami tidak nekat tidak tau deh kapan punya rumah.
J : Saya tidak tahu apakah bank syariah juga ada yang menyediakan KPR subsidi. Tapi mungkin bisa dicoba. kalau sudah terlanjur, silahkan cek jawaban-jawaban sebelumnya.
Yang pasti, lekatkan di kepala kita, bahwa;
1. Ada sistem alternatif, yaitu sistem syariah (bank syariah, asuransi syariah dan lain-lain)
2. Allah tidak akan menyengsarakan hamba-Nya yang berniat menjalankan syariatNya

T : Maaf belum paham ustadz, saya mau tanya lagi, saya punay uang sekian, lalu saya simpan di asuransi terus jadi bertambah, apa uang tambahan itu termasuk riba?
J : Jika asuransinya konvensional maka sistem dan akad yang dipakai normalnya mengandung riba. Jadi hukumnya tidak boleh jika asuransinya syariah, maka sistem dan akad yang dipakai tentu sesuai fatwa MUI, maka hukum tambahannya boleh. semua kembali ke akad yang dipakai. sama seperti nikah, salah akad, tidak sah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment