Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SU'UZHON, TAJASSUS dan GHIBAH

Image result for image ghibah
Rekap Kajian Hamba Allah Ummi G-6
Senin, 6 Februari 2017
Narasumber : Bunda Lien
Editor : Sapta
----------------------------

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بسم الله الرحمن الرحيم

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang senantiasa meliputi tiap sisi kehidupan kita, memahami segala perbuatan kita, dan selalu mengawasi gerak-gerik langkah kita.

Alhamdulillah pada malam ini kita diberi kesempatan olehNya untuk bersilaturrahim bersama di majelis ilmu ini, semoga apa yang kita lakukan menjadi perantara datangnya keberkahan hidup dan dinilai sebagai rasa syukur kita kepadaNya. Aamiiin aamiiin yaa Rabbal 'Alamiiin..

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada kekasih Allah SWT, seorang inspirator dan suri tauladan jutaan manusia dr generasi ke generasi, dari zaman dahulu sampai sekarang bahkan hingga masa depan nanti. Dialah Nabiyullah Muhammad Saw, sang Al-Quran berjalan Agar malam ini lebih berķah, mari sama-sama kita membaca Suratul Faatihah ditempat masing-masing.
Begitu bersyukur saya pribadi telah ditautkan hati dan dieratkan dalam ukhuwah yang tak ternilai. Pertemuan kita yang tidak tahu dimana posisi dan keberadaan dan terkadang tidak tahu siapakah engkau sebenarnya.

Tetapi hati kita sama-sama menggemakan Al-Qur'an. Begitu nikmat iman islam ini patut kita perjuangkan dan kita teguhkan hingga berpulang kepadaNya. Cinta kita yang satu cinta Islam.
Semoga kelak kita dikumpulkan bersama di JannahNya, aamiin.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan su'uzhon (kecurigaan), karena sebagian dari kecurigaan itu adalah dosa. Dan janganlah tajassasu (mencari-cari keburukan orang) dan janganlah ghibah (menggunjingkan satu sama lain). Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)
Di dalam ayat yang mulia ini, Allah ﷻ mewanti-wanti orang yang (mengaku) memiliki iman di dalam dadanya untuk menjauhi 3 perbuatan jelek yang akan merusak hubungan kita dengan saudara-saudara kita di dunia, juga akan mendatangkan dosa dan adzab yang pedih di akhirat kelak, jika tidak segera bertaubat darinya.
Ketiga perbuatan jelek ini kesemuanya saling bertautan antara satu dengan yang lainnya, saling berhubungan dan menjadi sebab perantara datangnya kejelekan-kejelekan selainnya. Maka dari itu berhati-hatilah, jangan sampai kita terjebak ke dalam lingkaran kejelekan ini lantaran sikap menyepelekannya!!!
Apa sajakah itu?

Shohibah tercinta,
Perbuatan jelek pertama yang disebutkan di dalam ayat ini adalah SU'UZHON atau berburuk sangka. Perbuatan ini menjadi sumber dan sebab lahirnya perbuatan jelek yang lain, tidak salah jika Allah ﷻ memposisikan su'uzhon ini di posisi awal dalam ayat ini.

Orang yang senantiasa mendahulukan su'uzhon di dalam pergaulannya, atau di dalam mu'amalah-mu'amalahnya, pada hakekatnya dia akan menyusahkan dirinya sendiri, juga membuat lelah pikiran dan tenaganya.

"Kenapa sih tuh orang gak nikah? Padahal kan usia sudah matang, bekal juga sudah cukup!"
"Sayang banget tuh akhwat masih pajang foto-foto mengumbar auratnya, padahal kan aktif di komunitas dakwah!"
"Percuma pake jilbab besar, kalo masih suka bercanda seperti itu!"
"Dia itu kan dulunya pendosa, paling juga sekarang lagi modus!"
ﻻَ حَوْلَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّة ﺍِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠّﻪ

Jika sudah terlanjur mengedepankan su'uzhon seperti ini, maka PASTI akan lahir perbuatan jelek kedua, yakni TAJASSUS (mencari-cari kesalahan orang lain).

Dalam sebuah syair dikatakan,
عينُ الرِّضا عن كلَّ عيبٍ كليلة وَلَكِنَّ عَينَ السُّخْطِ تُبْدي المَسَاوِيَا

"'*Ainur ridho* (pandangan simpati/positif thinking) akan menutup segala celah, sedangkan 'Ainus sukht (pandangan benci/negatif thinking) akan menampakkan segala cacat"

Ketika kita sudah memandang dengan pandangan buruk terhadap sesuatu, maka bisa dipastikan segala kebaikannya akan kecil di mata kita, terhalangi oleh buruknya pandangan kita terhadapnya. Lalu mulailah kita saat itu untuk terus menerus mencari-cari kesalahan dan aibnya, wal iyadzu biLlah

Saudaraku...

Orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, pastilah sangat sulit memperbaiki diri sendiri, karena dia tidak sempat melihat kekurangan yang ada pada dirinya sendiri..
Ibnu Hibban rahimahuLlah berkata, ”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain) dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri.

Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.

Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya." (Raudhah Al-Uqala, 131)

Beliau rahimahuLlah juga berkata, “Tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain) adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita."
(Raudhah Al-Uqala, 133)

Abu Qilabah AbduLlah bin Yazid Al Jurmi rahimahullah berkata, “Jika sampai kepadamu berita tentang tindakan saudaramu yang tidak engkau sukai, maka berusaha keraslah mencari alasan (barbaik sangka) kepadanya semampumu. Jika engkau tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri: “Mungkin saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat (yang tidak aku ketahui) sehingga melakukan perbuatan tersebut." (Al-Hilyah, II/285)

Bakar bin AbduLlah Al Muzani rahimahuLlah berkata, “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu." (Tahdzib At-Tahdzib)

Dan jika sudah begini, mau gak mau perbuatan jelek ketiga juga pasti akan kita lakukan, yakni GHIBAH.
ﻻَ حَوْلَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّة ﺍِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠّﻪ
Kita akan terus menerus mengghibah saudara kita di belakangnya, dan kita akan terus melakukannya, tanpa ada yang tahu sampai kapan rantai dosa tersebut akan terlepas dari dalam diri kita!!!

Saudaraku sayang shohibah Qur'an...
Bertaqwalah kepada Allah ﷻ... kemudian bertaqwalah kepada Allah ﷻ... jangan jadikan pandangan burukmu terhadap saudaramu menjadi penyebab rusaknya hubungan mu'amalahmu, juga penyebab terhapusnya amalanmu, dan juga penyebab terhalangnya dirimu dari Jannah yang indah! na'udzubiLlah tsumma na'udzubiLlah.
وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
Demikianlah 3 perbuatan yang telah Allah peringatkan kepada Kita agar bisa kita hindari dan jadilah kita manusia yang selalu berpandangan positif yang selalu menghadirkan AINR RIDHO dalam diri dan sanubarinya.

TANYA JAWAB

T : Bunda, mau nanya bagaimana cara bertabayun yang baik, dalam menghadapi berita-berita hoax, yang akhir-akhir ini muncul? kadang begitu dengar berita itu langsung muncul suudzonnya.
J : Jangan terpancing intinya mba, karena berita-berita yg hoax itu ingin memecah umat islam,  walaupun datangnya dari umat islam sendiri. Kalau mau dicari info benarnya itu juga tidak mudah. Jadi intinya kalau ada berita-berita yang menyudutkan islam, abaikan saja karena begitulah peran media sekarang, menghancurkan umat islam melalui umat islam melalui media. Dimana media-media itu dikuasai oleh kaum-kaum sekuler.

T : Bunda, bagaimana menyikapi orang yang selalu su'udzon sama kita?
J : Kita tetap harus berbuat baik mba, sebenarnya su'udzon itu layaknya minum racun yang akan membunuh diri kita sendiri. Orang yidak tahu kita su'udzan, jadi yang sibuk diri kita sendiri, yang di su'udzonin nyantai saja, jadi siapa yang rugi hehe

T : Bunda, jika ada yang ghibah tentang kita, terus salah satunya tabayyun ke kita, bahwa berita yang disampaikan itu tidak benar, lalu apa yang kita harus lakukan dengan orang yang satunya ya bunda?
J : Ada masalah yang selesai seiring waktu. tidak perlu ngotot mau menyelesaikan, selama kita sudah tabayun dan menyampaikan sebenarnya, maka sisanya itu hak prerogatif Allah. Biar Allah yang urus, tugas kita teruslah berbuat baik. In syaa Allah akan terbukti nantinya, hanya mnuenggu waktu. Tetap bersikap baik dan tetap jalin silaturrahmi mba.

T : Bunda, bagaimana hukumnya memutuskan hubungan dengan non muslim yang telah terbukti memprovokasi orang lain untuk berburuk sangka kepada kita dan juga bergunjing tentang kita?
J : Yang dilarang memutuskan tali silaturahmi dengan saudara seaqidah mba. Bila sudah jelas demikian, maka putuskan lebih baik, hanya hubungan muamalah tetap dilakukan misal adab bertetangga, menyapa dan lain-lain.

T : Oh ya bunda, batasan kita bermuamalah dengan teman/tetangga non muslim itu yang bagaimana? Karena ada temen muslim kami, kemana-kemana sama orang yang non muslim yang notabene teman saya juga, akhirnya dia (yg muslim tadi) jarang ikut kajian, sudah mulai lepas jilbab jika di teras, saya mau menasehati, masih takut karena sama-sama pendatang dan belum terlalu akrab?
J : Hanya sebatas hubungan muamalah mba, seperti jual beli, saling bantu misal diperlukan pertolongan. Hati-hati misionaris, orang nasrani gencar banget tuh memurtadkan wanita-wanita muslimah apalagi mereka sudah target. Misal dipacari, kemudian dinikahi udah gitu lepas dari agamanya, itu target mreka. Bila sesama jenis, akan dihalang-halangi untuk menunaikan kewajiban dengan cara diajak hal-hal yang disukai.
Jadi harus hati2.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
serta,
Doa Kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan malam ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن [aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official