Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » Teknologi dalam Islam

Teknologi dalam Islam

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, February 10, 2017

Image result for image teknologi islam
REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH UMMI G3
Senin, 16 Januari 2017
--------------------------------------------------------------
Tema :  Teknologi dalam Islam
Narasumber : Ustadz Dodi Abu El Jundi
Editor : Sapta
--------------------------------------------------------------

Perkembangan teknologi sudah mulai berkembang, seperti di antaranya dengan adanya mesin cetak, telepon, Handphone (HP), komputer dan internet yang telah memperkecil silaturahmi antar sesama manusia secara langsung.
Tetapi bukan hanya itu saja, ada juga teknologi yang diciptakan untuk berperang, yang berupa pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat sudah berlangsung sepanjang sejarahm dari pentungan sampai senjata nuklir.

Teknologi ibarat seperti PISAU yang mempunyai dua arti kegunaan, bisa digunakan untuk sesuatu yang positif dan bisa digunakan untuk sesuatu yang negatif.
Maka Teknologi dan Pisau itu tidaklah bermasalah, permasalahan utamanya adalah pelakunya, untuk apa dia gunakan alat tersebut, jika untuk kebaikan maka dia mendapatkan pahala, dan jika untuk keburukan dia mendapatkan dosa.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak bisa lepas dari Islam, Menurut Al Quran dimana اللّهُ ﷻ  berfirman :

‎قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Artinya:    “Katakanlah (Muhammad): lakukanlah nadzar (penelitian dengan menggunakan metode ilmiah) mengenai apa yang ada di langit dan di bumi ...”( QS. Yunus ayat 101)
‎قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيْرُوا فِي اْلأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

Banyak terdapat ayat-ayat alquran yang membahas tentang teknologi baik itu teknologi informatika dan yang lainnya, di antaranya :
* QS. Al-Alaq 1-5 menyuruh manusia untuk membaca, menulis, melakukan penelitian dengan dilandasi iman dan akhlak yang mulia.
* Sedangkan perintah untuk melakukan penelitian secara jelas terdapat dalam QS. Al-Ghasiyah, ayat 17-20:Artinya:  “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. (QS. Ali Imran: 137)

Di dalam Al Quran terdapat beberapa ayat- ayat yang memberikan motivasi agar manusia ingin berkarya dengan mengunakan akal dan fikirannya.
Al Quran sebagai produk Wujud Ilmu Pengetahuan اللّهُ. Al Quran menuntun manusia pada jalur-jalur riset yang akan di tempuh manusia. Al Quran juga merupakan rumus baku alam semesta dan juga solusi tentang teka-teki alam semesta akan terpecahkan jika dengan benar digunakannya Al Quran :

‎أَفَلاَ يَنْظُرُوْنَ إِلَى اْلإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ (17) وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (18) وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ (19)  وَإِلَى اْلأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ (20)

Artinya: ”Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. Al-Ghasiyah: 17-20)

Beberapa ayat di Al Quran menyatakan tentang kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang yang sebagian merupakan mata rantai (sebab-akibat). Di antara nya :

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia...” (QS. Ar Rum: 41)

‎قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَأَبَا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوْهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلاَّ قَلِيْلاً مِمَّا تَأْكُلُوْنَ (47) ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلاَّ قَلِيْلاً مِمَّا تُحْصِنُوْنَ (48)

Artinya:    "Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. (QS. Yusuf: 47-48)

‎إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (6) إِنَّ الَّذِيْنَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ (7) جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا ْالأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أَبَدًا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ (8)

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (Qs. Bayinah: 6-8)

Al Quran mendorong atau memberikan motivasi kepada manusia untuk penjelajahan angkasa luar dan di bumi, perhatikan firman اللّهُ  berikut ini:

‎يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ فَانْفُذُوا لاَ تَنْفُذُون إِلاَّ بِسُلْطَانٍ

Artinya: Hai sekumpulan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (sulthon). (QS. Ar Rahman: 33)

Kemudian tentang penjelajahan di bumi, perhatikan firman berikut ini:

‎أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى اْلأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

Artinya: Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? (QS. As Syu’ara: 7)

Al Quran tidak melarang kita untuk memikirkan masalah teknologi modern  pemikiran manusia sangatlah genius, profesional dan konstruktif serta aspiratif.
Berkaitan dengan teknologi sekarang yang sedang booming dan mewabah di seluruh dunia, dimana memang sebagai penemu pertama adalah orang Islam sendiri sehingga bisa tercipta alat alat seperti HP, Komputer, Media Sosial, Gadget dllnya.
Ketika ada sebagian kalangan non muslim menuduh orang muslim masih menggunakan fasilitas orang kafir, tidak mau berterima kasih sama penemuan orang kafir dlsbnya.

Nanti dulu...
Semua yang berhubungan dengan teknologi bermula dari ilmu Aljabar Logaritma.
Siapakah penemu Aljabar, Logaritma dan angka "0" didunia science?
Penemunya adalah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Beliau ilmuwan Islam yang sangat terkenal mempunyai kecerdasan yang tinggi.
Apa dampak langsung penemuan itu ke perkembangan Islam...? Ada juga untuk penyebaran dan proses pembelajaran.
Tetapi logaritma ini dipergunakan untuk pengembangan teknologi, pembuatan software di HP atau web atau facebook atau google bahkan kendaraan yang berbasis komputer.
Mereka para pembuat teknologi menggunakan ilmu yang ditulis oleh Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi.
Jadi kalau main LOGIKA, tidak ada masalah akan hal itu, yang menemukan AWAL-nya adalah seorang cendikiawan Muslim toh.

Sekarang kita akan berbicara tentang adab dan hukum yang berkaitan dengan sosial media akibat berkembangnya teknologi dalam dasawarsa terakhir ini.
Salah satu ulama besar pada hari ini, Syaikh Shalih Alu Syaikh, ketika beliau menjelaskan tentang tanda-tanda hari kiamat, beliau menjelaskan bahwa tidak semua tanda-tanda hari kiamat itu negatif.
Tapi tidak semuanya negatif dan salah satunya adalah netral yaitu fenomena yang sedang kita alami pada hari ini.

Sebagaimana definisinya adalah media. Sebagaimana pisau adalah media atau alat untuk memotong maka sosmed adalah media yang bisa membawa kita ke surga atau membawa kita ke neraka.
Yang bisa kita gunakan untuk mendapat nikmat kubur atau kita gunakan untuk mendapatkan adzab kubur.
Sosmed adalah pedang bermata dua. Oleh karena itu, seorang muslim yang hidupnya saat ini tidak bisa dipisahkan dengan media sosial, dia harus tahu adab dan hukum yang berkaitan dengan media yang satu ini.
Kita akan bahas dengan penuh keterbatasan. Namun semoga yang sedikit ini diberkahi اللّهُ  Subhanahu Wa Ta'ala.

KOMITMEN UNTUK MEMBAGI WAKTU DENGAN PROPORSIONAL

Hendaknya kita pahami bahwa Islam menuntut kita membagi waktu dengan proporsional.
Menggunakan gadget atau menggunakan sosmed itu boleh selama postif tapi kita harus tahu waktunya, karena kita dituntut untuk membagi waktu secara proporsional.

Nabi ﷺ  menyatakan:
‎إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ.

"Sesungguhnya Rabbmu punya hak (yang harus engkau tunaikan), dan dirimu itu punya hak, dan keluargamu (istri kita, anak-anak kita, atau yang ibu-ibu, suaminya, anaknya) itu punya hak. Maka berikanlah setiap orang dan semua pihak, haknya masing-masing."
(HR Bukhari no 1832)

Ini salah satu penyakit sosmed yang paling parah, yaitu waktu kita habis.
Suami pulang, istri masih asyik saja dengan facebooknya, pathnya, whatsappnya, bbmnya atau gamenya.
Nabi mengatakan bahwa Rabb kita punya hak.
Silahkan berteman di jejaring sosial, tapi ingat اللّهُ  punya hak, istri punya hak, suami punya hak, anak-anak punya hak, semua punya hak yang harus kita tunaikan.

Perhatikan cerita Abu Darda dibawah ini :

Beliau over dalam beribadah. Istrinya tidak pernah disentuh. Siang puasa, malam qiyamul lail dari ba'da isya sampai menjelang subuh.
Akhirnya dinasehati sama Salman. Abu Darda tidak terima, lapor kepada Nabi ﷺ  Lalu Nabi ﷺ   mengatakan:
‎ صَدَقَ سَلْمَانُ
"Yang benar itu Salman."
Lalu Nabi ﷺ  mengatakan hadits di atas:
"Sesungguhnya Rabbmu punya hak (wahai Abu Darda)."

Terlalu bersemangat beribadah itu bagus tapi jangan lupa, tubuhmu itu juga punya hak. Harus tidur. Tidak bisa qiyamul lail dari ba'da isya sampai subuh setiap hari, itu tidak bisa, harus tidur.
"Dan istrimu, anak-anak mu punya hak."
Punya hak disapa, dibelai, diajak bicara, bercanda, main sama anak, itu punya hak. Jangan hanya shālat terus.
Maka berikanlah setiap pihak hak nya masing-masing.

Bagaimana kalau Nabi ﷺ  melihat bagaimana kita berinteraksi dengan gadget kita?
Saya ingin tanya, kalau kita evaluasi diri yang paling sering kita pegang gadget kita atau tangan istri kita....? [maaf yang jomblo yaaa]
Jangan-jangan nikah bertahun-tahun tidak pernah gandengan tangan ini.
Itu baru istri loh. Kita belum bicara mushaf, kita belum bilang kitab shahih Bukhari, kita belum bicara kita shahih Muslim, kita belum bicara kitabul tauhid.

Mana yang lebih sering kita pegang? Gadget kita atau kita pegang tangan mungil anak kita? → Itu semua punya hak.
Kalau shalat saja tidak bisa dijadikan alat untuk menjustifikasi seseorang yang tidak menunaikan hak keluarganya. Bagaimana sosmed yang ada ditengah-tengah kita sekarang?

Coba kita renungkan, kita tuh ngapain sih hidup ini?
Apakah kita pegang mushaf seperti kita pegang gadget kita?
Pembagian waktu itu penting. Karena kita akan ditanya oleh اللّهُ ﷻ
Silahkan bersosial dengan media-media yang ada. Tapi jangan lupakan shalat, jangan lupakan menuntut ilmu. Waktu ini penting.
‎الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك
"Waktu itu ibarat pedang. Kalau anda tidak tebas dia, dia akan tebas anda."

Kita akan ditanya oleh اللّهُ.  Tadi haditsnya sudah dibacakan. Kaki ini tidak akan beranjak dari sisi اللّهُ  sampai kita ditanya tempat perkara, waktu kita, kita habiskan untuk apa.
Lalu dalam riwayat masa muda kita, kita habiskan untuk apa.
Ini kan pengulangan dan penekanan, karena masa muda bagian dari waktu hidup kita. Itu ditanya sama اللّهُ.
Dan istri kita akan nuntut pada hari kiamat, suami kita akan nuntut pada hari kiamat. Anak-anak ketika kurang perhatian, papanya sibuk dengan gadgetnya, mamanya sibuk dengan gadgetnya, dia akan tuntut kita pada hari kiamat kelak.
Maka gunakan semestinya. Silakan punya group, tapi jangan terlalu banyak aktif di group, dan juga tidak jelas. Ketika dicek cuma ha ha hi hi. Untuk apa ?

Padahal Nabi ﷺ  mengatakan:
‎ وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
"Jangan terlalu banyak ketawa, kalau banyak ketawa itu akan mematikan hati."
(HR Tirmidzi 2305)

Nabi ﷺ berkata dalam hadits Tirmidzi nomor 2317 :
‎مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ اَلْمَرْءِ, تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Salah satu tanda baiknya Islam seseorang (salah satu ciri kwalitas agama kita itu bagus), kita meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat."

Jadi, kalau obrolan di group sudah tidak jelas apalagi cendrung haram, cut, selesai.
Kalau cuman kasih jempol doang, buat apa habis-habisin waktu. Jangan habiskan waktu.
Salah satu tanda kebaikan seseorang dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhiratnya atau bagi dunianya.
Prioritas orang habis satu jam, dua jam hanya untuk di group satu, di group dua, di group tiga, di group empat. Boleh, tapi dilihat proporsional tidak.
Jadi, pembahasan kali ini bisa diambil kesimpulan, bahwa waktu kita kebanyakan yang tidak bermanfaat dan mayoritas habis buat sosmed, maka itu menunjukan اللّهُ  berpaling dari kita.
Kita ditinggalkan oleh اللّهُ,  kita tidak diberikan hidayah oleh اللّهُ,  kita tidak diberikan taufik oleh اللّهُ ﷻ.
Maka sudah bisa dipastikan bahwa اللّهُ  biarkan dia sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Yukk... Manfaatkan teknologi dan sosial media yang booming sekarang untuk menjalani kehidupan yang sudah اللّهُ Tetapkan kepada kita, yaitu semata mata diciptakan Manusia dan Jin hanya untuk beribadah kepada اللّهُ Ta'ala.

Gunakan facebook untuk berdakwah
Gunakan path untuk berdakwah
Gunakan line untuk berdakwah
Gunakan instagram untuk berdakwah
Gunakan whatsapp untuk berdakwah
Gunakan telegram untuk berdakwah
Dan lain sebagainya...
Silahkan gunakan untuk keperluan lainnya secara proposional sesuai dengan komitmen kita untuk adanya pembagian waktu yang jelas.

Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua.
‎والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

T : Ustadz, sangat sulit sekali untuk saya mengurangi hal-hal tersebut (menghabiskan waktu di grup ibu-ibu ngobrol), seperti hiburan karena sangat jenuh,  karena tidak pernah keluar rumah kecuali ada suami, bagaimana caranya ustadz agar bisa mengalihkan kebiasaan buruk tersebut?
J : Tidak apa-apa juga. Selama jangan ghibah, dusta dan saling mencela.

T : Ustadz, apabila saya menjelaskan hukum islam tentang najis di dalam grup, dan di dalamnya ada member yang non muslim, misal tentang anjing yang najis, apakah hukumnya ustadz? takutnya tersinggung, apa saya berdosa?
J : Tidak apa-apa, memakai kalimat pengkhususan ya, khusus bagi yang Muslim, air liur anjing itu najis ya, jadi harus dibasuh, dan seterusnya.

T : Assalamualaikum pak ustadz, apakah benar Google dan you tube yg membuat org kafir? Kapan hari ada himbauan jangan menggunakan keduanya, karena buatan orang kafir, betul atau tidak ustadz?
J : Dasarnya adalah teknologi algoritma. Dimana penemu algoritma adalah orang Muslim. Tanpa algoritma maka komputer tidak bakal ada. Google dan youtube hanya bagian dari bisnis akibat adanya algoritma.

T : Masalah Riba, bagaimana dengan menggadaikan BPKB kendaraan ke kantor pegadaian, tapi kendaraannya tetap kita pakai, bunganya 1% dari total pinjaman, pinjaman dicicil perbulan sampai batas yang ditentukan. Mohon penjelasannya pak ustadz, hukumnya bagaimana? Yang pinjam uangnya si A tapi menggunakan BPKB si B, apakah si B ikut dapat dosa riba pak ustadz?
J : Riba. Kalau B tahu ya dosa. Kecuali B tidak tahu.

T : Afwan ustadz saya numpang nanya dari jawaban ustadz ini, saya belum paham, apa memang kita tidak boleh menggunakan teknologi temuan non-muslim? Maksud saya selama itu masih dalam koridor syar'i, apa tetap tidak boleh? afwan ustadz, saya belum bisa memberi contoh apa teknologi yang saya maksud.
J : Boleh. Justru saya menekankan, jika kita di bully, lawan dengan cara diatas.
Misalnya : Anti orang kafir kok pake HP kafir? Kok naik pesawat buatan kafir? Komitmen donk! Jawabnya, Justru kami Umat Muslim pegang HP, naik pesawat karena penemu Algoritma [sebagai cikal bakal teknologi], itu yang menemukan orang Muslim. Harusnya orang kafir berterima kasih sama orang Muslim. Termasuk bahasa pemrograman di komputer seperti FB, Path, Twitter, Youtube dan lain sebagainya itu menggunakan azas algoritma.
Jadi jangan mau dibully dengan demikian. Semua ilmu itu milik اللّهُ Ta'ala dan dipecahkan serta dianalisa oleh kebanyakan Umat Muslim dahulu kala.

T : Kalau berobat di rumah sakit non-muslim ustadz? Saya pernah mengalami diomongin saudara sendiri, kalau berobat jangan di sumah sakit kafir katanya, saya jawab dokter dan pelayanan yang terbaik dan tidak mengganggu aqidah saya, itu yang saya cari, apa salah jawaban saya ?
J : Boleh saja. Dibidang kedokteran juga yang menemukan Umat Muslim.

T : Jadi ustadz, kalau gadai emas di pegadaian riba juga ya? beli rumah dan mobil, motor secara kredit ada bunganya ? riba semua ya ustadz?
J : Riba semua. Ini harus di bahas sendiri.

T : Assalamualaikum ustadz, mau tanya, saya sedang bingung sekali. Saya sering buka internet atau sosmed karena saya suka baca. Entah itu artikel islam atau berita. Kalau ada artikel atau meme atau picture atau video bagus refleks setelah baca atau lihat saya simpan. Terkadang saya izin tapi terkadang tidak izin. Apakah artikel atau gambar atau video di facebook atau internet itu semua orang yang melihat boleh baca atau simpan? Kalau tidak boleh berarti saya berdosa ustadz? Astaghfirullah.
J : Boleh. Dunia maya itu adalah publik area.

T : Yang saya tahu, misal kredit motor langsung pada pemilik tanpa pihak ke tiga itu boleh tanpa bunga, jadi sudah di tetapkan harga dan si pembeli mau menciicil sekian lama. Lalu untuk kredit rumah, juga sama kredit rumah yang 100% syariah, langsung cicilan ke pengembang tanpa pihak ke tiga misal bank, san syarat syarat syar'i lainya. WaAllahua'lam. Bener tidak ya ustadz ?
J : Sebenarnya masalah mencicil yang sesuai syariat boleh saja dilakukan. Dan harus diurai dan dibedah akadnya.

T : Ustadz, saya tanya oot, ini titipan dari saudara saya, apakah kalimat "mau pisah aja", "Udahan aja", termasuk kalimat talak ustadz?
J : Tidak. Kalimat talak itu harus TEGAS dan TIDAK BIAS.

T : Ustadz, saya mau tanya, bagaimana dengan bekerja di non muslim?
J : Tidak apa-apa. Boleh ini masuk ke wilayah muamalah.

T : Ustadz afwan tanya, apabila dalam rumah tagga, suami senang berhutang, karena mempunyai pekerjaan, jadi punya gaji, menurutnya semua teman-teman di kantor diberi fasiltas pinjaman bank yang menawarkan. Sedangkan istri tidak suka berhutang, dan tidak pernah berhutang, kecuali arisan. Sedangkan kalau dilunasi bisa ustadz dengan aset yang ada, hanya istri tidak mau, karena aset kebanyakan punya istri bawaan harta sebelum pernikahan. Sedangkan dalam pernikahan biaya-biaya uang sendiri-sendiri. Afwan Ustadz, berdosakah istri kalau tidak mau menjual aset yang ada (punya istri) untuk melunasi semua hutang-hutang suami? Karena hutang tersebut bukan untuk di pakai dalam rumah tangga? Syukron Jazakallahu khoir ustadz atas jawabannya.
J : Harta istri mutlak 100% milik istri. Jadi dia punya kuasa sepenuhnya

T :  Maaf Ustadz, bagaimana dengan fasilitas program kredit uang untuk renovasi rumah yang ada di Bank Syariah? Apakah riba juga, secara yang mengeluarkan Bank Syariah?
J : Jika tahu sistemnya maka bisa diurai aja disini. Jangan dilihat dari luarnya saja. Takut salah menilai. Tapi intinya jika ada pilihan konvensional atau syariah, saya cenderung pilih yang syariah. Karena berusaha menuju ke kesempurnaan syariat dibadingkan konvensional yang justru menantang syariat.

T : Maaf Ustadz satu lagi, saya punya tetangga yang kalau tertawa dia sangat lepas sehingga terdengar sampai rumah saya. Saya mau menasehati tapi tidak tahu hadist/dalilnya mengenai hukum wanita tertawa kencang. bagaimana ya Ustadz?
J : Pertama rebut dulu hatinya, tunjukkan akhlak yang baik, kasihlah buah tangan jika kita bepergian. Setelah hatinya kita rebut, maka barulah pelan-pelan kita nasehati. Jangan seperti pemadam kebakaran yang ingin menasehati, padahal yan bersangkutan tidak meminta dinasehati ya.


Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment