Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

AL WALA WA BARO

 Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 1 Maret 2017
Rekapan Grup Bunda G5 (Bund Nining)
Narasumber : Ustadz Satria Hadi Lubis
Tema : Syakhsiyah Islamiah
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

AL WALA WA BARO

Kalimat Laa ilaaha illa Allaah terdiri dari 3 jenis huruf (alif, lam dan ha) serta empat kata (Laa, ilaha, illa, Allah SWT) tetapi mengandung pengertian yang mencakup seluruh ajaran Islam. Keberadaan kata ini adalah walaa, terhadap Allah SWT dan baraa' terhadap selain Allah SWT Bagi muslim sikap ini merupakan sikap hidup yang inti dan warisan para nabi. Penyimpangan dari sikap ini tergolong dosa besar yang tidak diampuni (syirik). Dengan sikap walaa, dan baraa, seorang mukmin akan selalu mengarahkan dirinya kepada Allah SWT di setiap perbuatannya. Untuk memahami walaa, dan baraa' ini kita perlu mengkaji unsurunsur kalimatnya, seperti Laa ilaaha, illa dan sebagainya. Kalimat Muhammad Rasulullah merupakan bagian kedua dari syahaadatain. Di dalarnnya terkandung suatu pengakuan tentang kerasulan Muhammad Artinya dalam rangka mengamalkan walaa, dan baraa, yang terkandung di dalam Laa ilaaha illa Allaah maka mesti mengikuti petunjuk dan jejak langkah Muhammad SAW. Beliau mendapatkan pengesahan Ilahi untuk menunjukkan kebenaran dan melaksanakannya. Maka beliau merupakan teladan pelaksanaan walaa, dan bara'.

1. لآ اله الاّ الله(Tidak Ada Ilah Selain Allah)

Jika diurai kalimatnya maka Terdiri dari komponen, yaitu:
A.النّفى- لا(Tidak Ada Penolakan)
Kata penolakan yang mengandung pengertian menolak semua unsur yang ada di belakang kata tersebut. Inti dakwah para Nabi adalah mengingkari sembahan selain Allah SWT dan hanya menerima Allah SWT saja sebagai satusatunya sembahan. Penolakan terhadap segala sesuatu yang bukan dari Allah.
Dalil
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah taghut itu", maka di antara umat itu ada orangorang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orangorang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi clan perhatikanlah bagaimana kesudahan orangorang yang mendustakan (rasulrasul). Q. 16:36.

B. -المنفىّ اله(Sembahan Yang Ditolak)
Sembahan yaitu kata yang ditolak oleh laa tadi, yaitu segala bentuk sembahan yang bathil. Dua kata ini mengandung pengertian baraa, (berlepas diri).
Bahaya menyimpang dari Tauhid akan mengancarn kehidupan manusia apabila manusia tidak menolak sembahan selain dari Allah. Syirik merupakan dosa yang tidak diampuni dan akan membawa kita ke neraka.

Dosadosa manusia diakibatkan kelalaian memahami makna tauhid, karena sembahan yang disembahnya bukan Allah

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, barangsiapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Qs. Al Nisa',4:48

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa sekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauhjauhnya. Qs. Al Nisa', 4:116

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda," tidak ada hamba yang mengucapkan "Tidak ada tuhan melainkan Allah' Kemudian ia meninggal dengan meyakini bacaan itu kecuali masuk sorga, saya berkata, walaupun dia berzina dan mencuri, Nabi menjawab,"Walaupun dia berzina dan mencuri" Beliau mengatakannya tiga kali. Dan pada kali keempat, beliau berkata,"Meskipun Abu Dzar tidak menyetujui." Ahmad berkata,"Maka Abu Dzar pergi, sambil menyeret kainnya dan berkata,"meskipun Abu Dzar tidak setuju," "Abu Dzar menceritakan hal itu di kemudian hari, lalu berkata,"Walaupun Abu Dzar tidak setuju". (HR Ahmad).

47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dan bagi (dosa) orangorang mukmin, lakilaki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.

C. الا-الإثباتّ(Kecuali Peneguhan)
Kata pengecualian yang berarti meneguhkan dan menguatkan kata di belakangnya sebagai satusatunya yang tidak ditolak. Peneguhan bahwa Allah sebagai satusatunya ilah yang disembah sangat diperlukan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.
Dalil
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). Qs. Al A'raaf, 7:59

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum `Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" Qs. Al A'raaf, 7:65

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." Qsa. Al A'raaf, 7:73

D. -المثبت الله
Kata yang dikecualikan oleh illa adalah Allah. Lafzul jalaalah (Allah SWT) sebagai yang dikecualikan dan sekaligus yang diteguhkan dari ilah yang lainnya. Beberapa contoh dakwah para nabi yang memerintahkan pengabdian kepada Allah SWT dan menolak ilah-ilah yang lain. Allah SWT saia yang diteguhkan sebagai satusatunya ilah yang disembah dan diabdi.
Dalil
* Hadits. Ikatan yang paling kuat dari pada iman adalah mencintai karena Allah SWT dan membenci karena Al­lah SWT

* HadistBarangsiapa yang mencintai karena Allah SWT, membenci karena Allah SWT, memberi karena Allah SWTdan melarang karena Allah SWT, maka ia telah mencapai kesempurnaan Iman.


2. البراء(Pengingkaran)
Merupakan hasil kalimat Laa ilaaha illa yang artinya membebaskan atau melepaskan diri dari segala bentuk sembahan. Pembebasan ini berarti: mengingkari, memisahkan diri, membenci. memusuhi dan memerangi. Keempat perkara ini ditunjukkan pada segala ilah selain Allah SWT semata yang berupa sistem, konsep maupun pelaksana. Contoh sikap baraa, yang diperlihatkan Nabi Ibrahim AS dan pengikutnya terhadap kaumnya, mengandung unsur mengingkari, memisahkan diri, membenci dan memusuhi kepada sesuatu yang bukan dari Allah. Sikap baraa, berarti melepaskan diri seperti yang dilakukan oleh Rasul terhadap orang orang kafir dan musyrik. Sikap baraa, adalah membenci kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan serta melepaskan diri dari segala bentuk kejahatan, kemaksiatan dan kemusyrikan. Sikap baraa, dapat diartikan juga memerangi dan memusuhi meskipun terhadap familinya yang durhaka kepada Allah. Contohnya Abu Ubaidah membunuh ayahnya, Umar bin Khattab membunuh bapak saudaranya, sedangkan Abu Bakar hampir membunuh putranya yang masih musyrik. Semua ini berlangsung di medan perang. Nabi Ibrahim menyatakan permusuhan terhadap berhala. berhala sembahan kaumnya. Bahkan menebas setiap leher patungpatung yang disembah oleh kaumnya.

Dalil
Hadits. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jarir bin Abdullah AIBajah bahwa Rasululah membaiatnya untuk "Memberi nasihat kepada setiap msulim dan Baraa, (berlepas diri) dari orang kafir."

Sesunggubnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang,orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesunggub,nya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkati (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selamalamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali". Q.s. Al Mumtahanah, 60:4

(Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan daripada Allah dan RasuINya (yang dihadapkan) kepada orangorang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan peranjian (dengan mereka). Qs. At Taubah, 9:1.

Hai orangorang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Qs. Muhammad, 47:7.

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih dengan orangorang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang itu bapak bapak, atau anakanak atau saudarasaudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orangorang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukanNya mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan merekapun merasa puas (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. Qs. Al Mujadalah, 58:22

Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu musuhku, kecuali Tuhan semesta alam. Qs. Asy Syu'ara. 26:77

3. الهدم(Penghancuran)
Sikap bara' dengan segala akibatnya melahirkan upaya ancurkan segala bentuk pengabdian terhadap tandingantandingan maupun sekutu-sekutu selain Allah SWT, apakah terhadap diri, keluarga maupun masyarakat. Ibrahim berupaya menghancurkan berhalaberhala membodohi masyarakatnya pada masa itu. Cara tersebut sesuai pada masa itu tetapi pada masa Rasulullah tidak sesuai, sedangkan Rasul SAW menghancurkan berhala dan fikrah yang menyimpang terlebih dahulu menghancurkan berhala secara fisik. Setelah fathu Makkah, kemudian 360 berhala di sekitar Ka'bah dihancurkan oleh Rasul.

Dalil
Demi Allah, sesungguhnya aku akar, melakukan tipu daya terhadap berhalaberhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhalaberhala itu hancur berpotongpotong, kecuali yangg terbesar (induk) dari patungpatung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Qs. Al Anbiya',21:5758

4. الولاء(Loyalitas)
Kalimat illa Allah SWT berarti pengukuhan terhadap wilayatullah (kepemimpinan Allah SWT). Artinya: selalu mentaati, selalu mendekatkan diri, mencintai sepenuh hati, dan membela, mendukung dan menolong. Semua ini ditujukan kepada Allah SWT dan segala yang diizinkan Allah SWT seperti Rasul dan orang yang beriman. Iman terhadap kalimat suci ini (laa ilaaha illa Allah) berarti bersedia mendengar dan taat untuk menjalankan segala perintahNya. aminan Allah SWT terhadap yang menjadi wali (kekasih) Allah SWT karena selalu dekat kepada Nya. Allah akan senantiasa melindungi hambaNya yang menjadikan Allah sebagai Wali. Walaa, kepada Allah SWT menjadikan Allah SWT sangat dicintai, lihat Q. 9:24. Hanya Allah, Rasul dan orang yan.. beriman berhak dijadikan tempat loyalitas. Apabila kecintaan kita terhadap dunia melebihi dari kecintaan kepada Allah, Rasul clan orang yang beriman maka Allah akan turunkan azab kepadanya. Sebagai bukti orangorang mukmin dari sikap walaa, yang dilakukannya adalah selalu siap mendukung atau menolong dien Allah SWT

Dalil
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui isi hati(mu) Qs. al maidah, 5:7

Rasul telah beriman kepada AI Quran yang tikan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang yang beriman. Sernuanya beriman kepada Ailah malaikatmalaikatNya, kitabkitabNya dan rasulya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul –rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Qs. Al Baqarah,2:285

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari AI Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput pengetahuan Tuahmu biarpun sebesar zarrah (atom) ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalarn kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Ingatlah, sesungguhnya wahwali Allah itu, tidak ada kekhawatiran mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Qs. Yunus, 10:61-62

Dan di antara manusia ada orangorang yang menyembah tandingantandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orangorang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orangorang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal). Qs. Al Baqarah, 2:165

Hai orangorang yang beriman, jadilah kamu penolongpenolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikutpengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolongpenolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikutpengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolongpenolong agarna Allah, Ialu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orangorang yang beriman, Ialu mereka menjadi orangorang yang menang. Qs. ash Shaft, 61:14

Hadits. Dari Ibnu jarir meriwayatkan dari Abu Hurairah R.A bahwa Rasulullah bersabda,"Di antara hambahamba Allah itu ada sejumlah hamba yang membuat para nabi dan syuhada iri kepada mereka." Beliau ditanya,"Ya Rasulullah siapakah mereka itu ? mungkin kami dapat mencintainya. Beliau bersabda," mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai karena Allah bukan karena harta dan keturunan. Wajah mereka bagaikan cahaya. Mereka berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya. Mereka tidak merasa takut saat orangorang takut, dan mereka tidak bersedih tatkala orangorang sedih. Kemudian Beliau membaca ayat, "Ingatlah sesungguhnya wahwali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Diriwayatkan dari AIBazzar bahwa Ibnu Abbas, Berkata, "Seseorang bertanya, ya Rasulullah siapakah para wali Allah itu? Beliau menjawab, "Ialah orangorang yang apabila di lihat maka teringat kepada Allah."

5. البناء(Membangun)
Sikap walaa, beserta segala akibatnya merupakan sikap mukmin membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT, Rasul dan orangorang mukmin. juga berarti membangun sistem dan aktivitas Islam yang menyeluruh pada diri, keluarga, maupun masyarakat. Ciri mukmin i adalah senantiasa menegakkan agama Allah dengan sikap membangun dan membina alam serta manusia di sekitarnya. Posisi kekhilafahan Allah SWT diperuntukkan bagi manusia yang membangun dienullah. Khalifah bersifat membangun alam dan memeliharanya agar damai, aman tenteram. Khalifah juga membangun manusia serta makhl;k lainnya. Jihad di jalan Allah SWT dengan sebenarnya jihad adalah yang tepat membangun dienullah. Membangun Islam adalah aktifitas mulia yang merupakan bagian dari dakwah Islam.

Dalil
(Yaitu) orangorang yang jika Kami teguhkan ukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allahlah kembali segala urusan. Qs. al Hajj, 22:41

Dan Allah telah berjanji kepada orangorang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amalamal yang saleh bahwa Dia sungguh,sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orangorang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benarbenar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu un dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orangorang yang fasik. Qs. Al Nur, 24:55

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekalikali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orangtuamu Ibrahirn, Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orangorang muslim, dari dahulu, dan (begitu pula) dalarn (AI Quran) ini, supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya karnu sernua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaikbaik Pelindung dan sebaikbaik penolong. Qs. Al Hajj, 22:78

Hadits. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ubay bin Ka'ab, dia berkata, Rasulullah SAW bersabdda,"Gembirakanlah umat ini dengan kemuliaan, ketinggian, agama kemenangan, dan kekokohan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka yang beramal akhirat untuk meraih dunia, maka dia tidak akan memperoleh bagian diakhirat."

6. الإخلاص
Keikhlasan yaitu pengabdian yang murni hanya dapat dicapai dengan sikap, baraa, terhadap, selain Allah SWT dan memberikan walaa, sepenuhnya kepada Allah SWT. Mukmin diperintah berlaku ikhlas dalarn melakukan ibadah. Ikhlas beribadah berarti menjalankan perintah Allah dengan sepenuh hati sekaligus mengingkari sernua yang datang selain dari Allah. Sikap ikhlas adalah inti ajaran Islam dan pengertian dari Laa ilaaha illa Allaah. Ikhlas berarti memurnikan niat ibadah kita clan memurnikan amalan yang kita lakukan.

Dalil
Hadits. Dari Amirul Mukrninin, Abi Hafsh Umar Bin Al Khattab R.A berkata," aku telah mendengar Rasulullah bersabda,"Bahwasanya segala arnal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiaptiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrah menuju Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia) atau karena seorang wanita yang akan dikawininya maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya" (BukhariMuslim)

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; demikian itulah agarna yang lurus. Qs. Al Bayyinah, 98:5

Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama. Qs. Az Zumar, 39:11,14)

Dari Abu Sa'id sa'ad bin Malik bin Sinan Al Khudri R.A, Nabi SAW bersabda,"Sebelum kalian, ada seorang lakilaki membunuh. 99 orang. Kemudian ia bertanya kepada penduduk sekitar tentang seorang yang alim, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta Israil). Setelah menandatanginya, ia menceritakan bahwa ia telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya: apakah ia bisa bertobat ? ternyata pendeta itu menjawab: Tidak. Maka pendeta itupun dibunuh sehingga genaplah jumlahnya 100. Kemudian ia bertanya lagi tentang seorang paling alim di atas bumi ini. la ditunjukkan kepada yang lakilaki alim. Setelah menghadap ia bercerita bahwa dirinya telah membunuh 100 jiwa dan bertanya bisah saya bertobat ? orang alim itu menjawab: Ya, Siapakah yang akan menghalangi orang bertobat? Pergilah kamu ke kota ini (menunjukkan ciriciri kota yang dimaksud), sebab disana terdapat orangorang yang menyembah Allah Ta'ala. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan kembali ke kota mu karena kotamu kota yang jelek! lelaki itu pun berangkat, ketika menempuh separuh perjalanan, maut menghampirinya. Kemudian timbullah perselisihan antara malaikat rahmat dengan malaikat adzab, siapakah yang paling berhak membawa rohnya. Malaikat rahmat beralasan bahwa: or­ang ini datang dalam keadaan bertobat, lagipula menghadapkan hatinya kepada Allah. Sedangkan malaikat adzab (bertugas menyiksa hamba Allah yang berdosa) beralasan: orang ini tidak pernah melakukan amal baik, Kemudian Allah SWT mengutus malaikat yang menyerupai manusia mendatangi keduanya untuk menyelesaikan masalah itu dan berkata ukurlah jarak kota tempat ia meninggal antara kota asal dengan kota tujuan. Manakah lebih dekat maka itulah bagiannya. Para malaikat itu Ialu mengukur ternyata mereka mendapati si pembunuh meninggal dekat dengan kota tujuan, maka malaikat rahmatlah yang berhak membawa roh orang tersebut. (HR.Bukhari Muslim)

7. محمد رسول الله
Konsep walaa, dan baraa, ditentukan dalam beberapa bentuk yaitu Allah SWT sebagai sumber (mashdar), rasul sebagai cara (kayfiyah) dan mukmin sebagai pelaksana (tanfiidz).

A. الله-مصدرا (Mashdar)
Allah SWT sebagai sumber walaw, dimana loyalitas mutlak hanya milik Allah SWT dan loyalitas lainnya mesti dengan izin Allah SWT. Allah SWT, Rasul dan orang,orang mukmin adalah wali orang yang beriman yang akan membawa kepada jalan yang benar serta rnenjauhi dari kesesatan dan godaan syaitan. Ketaatan diberikan hanya kepada Allah SWT, Rasul dan dari dari kalangan mukmin. Selain daripada itu, tidak dibenarkan kepada selain Allah karena akan membawa manusia kepada kesesatan.

Dalil
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orangorang mukmin yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, RasuI Nya dan orangorang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah yang pasti menang.Qs. Al Maidah, 5:55-56

Hai orangorang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (AI Quran) dan Rasul nya), jika kamu benar,benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utarna dan lebih baik akibatnya.Qs. Al Nisa, 4:59

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah bahwa beliau bersabda:Barang siapa menaatiku, maka dia menaati Ailah.'Barangsiapa mendurhakaiku, maka dia mendurhakai Allah Barangsiapa menaati amirku, berarti dia menaatiku. Barangsiapa yang mendurhakai amirku, berarti dia mendurhakai aku."

Dan barangsiapa mengambil Allah, RasuINya dan orangorang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. Qs. Al Maidah, 5:56

B. الرسول-كيفيّة(Kaifyah)
Pelaksanaan walaa, terhadap Allah SWT dan baraa, kepada selain Allah SWT mengikuti cara Rasul. Nabi SAW telah memberikan gambaran yang jelas tentang wala kepada Islam dalam sirah Nabi SAW. Orangorang beriman wajib mengajak orang kafir kepada jalan Islam dengan dakwah secara hikmah dan pengajaran yang baik. Apabila mereka menolak, kemudian menghalangi jalan dakwah maka mereka boleh diperangi sampai mereka mengakui ketinggian kalimat Allah SWT. Islam memberikan kebolehan bergaul dengan orang kafir dengan batasbatas tertentu, misalnya dalam bermuamalah.Asbabun Nuzul ayat ini berkaitan dengan Asma binti Abu Bakar yang tidak mengizinkan ibunya masuk rumahnya sebelum mendapat izin dari Rasulullah, lihat pula

Dalil
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada. Ku, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu, maka Ku, beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

C. المؤمن-تنفيذا(Tanfidz)
Pelaksanaan walaa, dan baraa, adalah orang mukmin yang telah diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah. Dalam pelaksanaan bara, Rasulullah memisalikan manusia slim dan kafin HizbuUah dengan Hizbus Syaithan. orang mukmin adalah mereka yang mengimani Laa ilaaha illa Allaah dan Muhammad Rasulullah sedangkan kafir adalah mereka yang mengingkari salah satu dari kalimat syahadat atau keduaduanya. Hubungan kekeluargaan seperti ayah, ibu, anak tetap diakui bukan dalam kemusyrikan atau maksiat terhadap SWT. Demikian pelaksanaan walaa, dan baraa, telah ditentukan caranya. Kita hanya mengikut apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Mudahmudahan Allah menimbulkan kasih antaramu dengan orangorang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Asma binti akar RA, berkata, Ibuku datang berkunjung, an ia masih dalam keadaan musyrik namun berada ikatan perjanjian dengan Quraisy. Lalu aku datang kepada Nabi dan bertanya,'ya Rasulullah, ibuku datang dan ia ingin bertemu denganku. Apakah aku boleh menemuinya? Rasulullah menjawab,"Ya, temuilah ibumu." (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim).

TANYA JAWAB

Q : ustadz, atasan saya nasaroh, sejauh mana saya harus loyal kepada atasan ?
A : walau atasan Nasrani, kita tetap harus loyal kepada atasan tsb selama perintahnya tidak bertentangan dengan agama.

Q : tadi ada yang nanya ke saya gini, di TV menkeu nya arab kenapa salaman sama menkeu nya Indo yang wanita , kenapa kok itu salaman sementara muslim/muslimah di indo gak mau salaman dengan lawan jenis, ilmunya dr mana ? Jujur, saya glagepan ditanya gitu, trus saya jawab, yang gak tahu ilmunya gak usah nyinyir,yang tahu ilmunya aja banyak diem kok gak tahu ilmunya nyinyir ( sambil setengah dongkol).
A : hukum bersalaman dengan lawan jenis diperselihkan oleh para ulama. Walau jumhur ulama mengatakan hal tsb tidak boleh. Yusuf Qordhowi membolehkan apabila salah satu pihak sudah lebih dulu menjulurkan tangan. Apalagi jika ia tokoh dan di depan publik/media. Dengan alasan kalau menolak bersalaman padahal ia sudah menjulurkan tangannya maka akan mempermalukan ia di depan umum, sehingga maslahatnya adalah menyambut tangannya untuk bersalaman. Taktik lain untuk tidak bersalaman dengan lawan jenis adalah kita dulu yang berinisiatif untuk memberikan gerakan tangan mengatup di dada, sehingga lawan jenis mengerti bahwa kita tidak mau bersalaman dengan cara menyentuhnya.

Q : Ustadz kalo ada yang bilang tuhan itu sama, mana ada agama ngajarin jelek. saya harus jawab apa ustadz ?
A : Tuhan setiap agama beda. Islam tuhannya esa. Kristen tuhannya trinitas. Budha tuhannya gak jelas. Hindu tuhannya dewa. Jadi konsep tuhannya beda. Kalau ajaran agamanya ada yang sama  mengajarkan kebaikan (contohnya larangan menipu, berbohong, bersikap adil, dll). Tapi ada juga kebaikan yang beda. Kristen boleh makan babi dan minum alkohol, tapi Islam tidak boleh. Kebaikan pakaian menurut Islam adalah memakai jilbab. Menurut kristen tidak.

Q : Ustadz... bagaimana dengan orang yang tidak menyadari bahwa sudah berbuat syirik..?
A : kalau dia tidak tahu bahwa ia berbuat syirik maka ia tidak berdosa. Hukum agama tidak berlaku bagi orang yang tidak tahu, tidak sadar/gila atau terlupa. Namun disisi lain, orang yang tidak tahu hukum agama akan kena hisab akibat kebodohannya.

Q : tanya ustadz,boleh kah seorang muslim bermuamalah dg orang kafir dengan menunjukan sikap lemah lembut dengan harapan mereka mau masuk islam.
A : boleh bermu'amalah dengan orang kafir. Bahkan kalau dengan niat dakwah spy ia masuk Islam maka pahalanya dobel (pahala mu'malah/bergaul dan pahala dakwah)

Q : Al wala wa baro sendir artinya apa Ustadz?
A : al wala artinya loyalitas (kesetiaan) yang wajib ditujukan hanya kepada Allah, Rasul dan orang-orang seiman.  Jadi tidak boleh memilih pemimpin, memilih sahabat (bukan sekedar berteman) dan meminta perlindungan kepada orang kafir dengan meninggalkan orang-orang beriman (prioritas yang jadi pemimpin/sahabat/pelindung adalah orang Islam). Namun jika kita memilih pemimpin di daerah mayoritas kafir, seperti di Eropa, maka diperbolehkan mencoblos pemimpin kafir dalam rangka ikut andil memilih pemimpin yang paling aman untuk umat Islam yang minoritas di tempat tsb. Tapi di daerah mayoritas muslim tidak boleh mencoblos pemimpin kafir karena masih ada muslim yang bisa jadi pemimpin.

Q : Ustadz, bagaimana menghadapi sesama muslim yang over toleransi pada non muslim? Misalnya tetap mengucapakan natal meski terlarang, hal ini sudah kita ingatkan tapi alasan mereka kan sama saudara sediri harus saling menghargai, terkahir mereka malah ga suka klo diingatkan malahan marah dan menganggap kita tidak menghormati saudara, mohon pencerahannya ustadz...
A : jika sudah dinasehati tetap bandel ya kita doakan saja agar hatinya berubah dan mendapatkan hidayah. Sambil terus berdakwah dengan cara-cara yang variatif dan lembut. Misalnya dengan alternatif lain, yakni memberikan buku atau video tentang hukum mengucapkan natal.

Q : Ustadz bagaimana menyikapi,pimpinan non muslim dg pendukungnya muslim,atu sebaliknya pimpinannya Muslim dg pendukungnya non muslim.
A : jika di daerah yang muslimnya minoritas, maka boleh muslim mendukung pemimpin kafir yang maslahatnya paling menguntungkan umat Islam. Jika pemimpin muslim didukung kafir malah bagus karena menunjukkan keberhasilan dakwah. Wallahu'alam bis showab.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”