Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » KUNCI SEMPURNANYA TAUHID

KUNCI SEMPURNANYA TAUHID

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, March 2, 2017

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 28 Februari 2017
Rekapan Grup Nanda 2
Narasumber : Ustadzah Fina
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahanyaa ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dlm lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangakah indahanyaa kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

KUNCI SEMPURNANYA TAUHID

Tidak setiap perdamaian itu baik, sebagaimana tidak setiap permusuhan itu buruk

Meski saat ini sudah diberlangsungnya "perang salib" zaman baru, tetapi banyak umat muslim yang tidak mempercayainya.

Serbuan demi serbuan dilakukan pasukan musuh Islam pada negara-negara jazirah Arab. Berawal ingin menumbangkan pemerintah yang diktator, yang tidak sesuai dengan kebebasan yang sering mereka usung, berujung dengan pendudukan negeri-negeri muslim dan mulailah melakukan kerusakan sedikit demi sedikit.

Terdiamnya umat islam melihat saudara seimannya tengah di bombardir bukan hanya karena kepandaian musuh mengemas perang ini serapi mungkin tetapi bisa jadi ini adalah salah satu gejala kejahiliahan ketika sesama saudara saling acuh.

Keadaan seperti ini akhirnya membagi manusia menjadi tiga golongan menurut Ibnu Taimiyah,

Golongan Tha’ifah manshurah(kelompok yang ditolong Allah)
Mereka adalah para mujahidin yang berperang melawan bangsa perusak itu.
Golongan Tha’ifah mukhalifah(kelompok yang menyelisihi)
Mereka adalah kaum yang mengaku islam tetapi ikut bergabung dengan pasukan musuh.
Golongan Tha’ifah mukhadzilah(kelompok pelemah semangat dan acuh terhadap mujahid)
Mereka adalah golongan yang duduk dari berjihad walaupun keislaman mereka benar.

Saudaraku

Melihat kondisi saat ini sebagai umat islam, wajib bersikap dengan tepat. Menentukan sikap terhadap musuh umat islam karena penentuan sikap ini merupakan salah satu pilar tegaknya TAUHID.

Tidak sempurna iman seseorang sampai dia hanya  Wala’ dan Bara’ pada Allah.

Apa itu Al Wala' Wal Bara'..?

Sesungguhnya pokok agama Islam adalah kalimat tauhid Laa ilaha illallah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Dengan mengucapkan dan mengamalkan kalimat inilah dibedakan muslim dan kafir, dipaparkan keindahan surga dan panasnya neraka.

Dan tidaklah tauhid seseorang sempurna sampai ia mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. Inilah yang disebut al wala' wal bara'.

Al Wala' secara bahasa berarti dekat, sedangkan secara istilah berarti memberikan pemuliaan penghormatan dan selalu ingin bersama yang dicintainya baik lahir maupun batin. Dan al Bara' secara bahasa berarti terbebas atau lepas, sedangkan secara istilah berarti memberikan permusuhan dan menjauhkan diri.

Wala' berarti dukungan, pembelaan, cinta, pemuliaan, penghormatan, dan bersama orang yang dicintai lahir dan batin. (Lihat. Qs. Al Baqarah, 2:257).

Bara' berarti jauh, bebas, lepas, dan permusuhan setelah adanya argumentasi dan peringatan. 

Syeikhul Islam Ibn Taimiyah mengatakan “Walayah adalah kebalikan dari ‘adawah (permusuhan). Akar dari walayah adalah cinta dan kedekatan, sedangkan akar permusuhan adalah kebencian dan kejauhan.”

Kalimat Laa ilaaha illa Allaah terdiri dari 3 jenis huruf (alif, lam dan ha) serta empat kata (Laa, ilaha, illa, Allah) dan mengandung pengertian yang mencakup seluruh ajaran Islam.

Keberadaan kata ini adalah wala', terhadap Allah SWT dan bara' terhadap selain Allah SWT.
Bagi muslim sikap ini merupakan sikap hidup yang inti dan warisan para nabi.
Penyimpangan dari sikap ini tergolong dosa besar yang tidak diampuni (syirik).

Dengan sikap wala', dan bara', seorang mukmin akan selalu mengarahkan dirinya kepada Allah SWT di setiap perbuatannya.

Saudariku...


Konsep wala', dan bara', ditentukan dalam beberapa bentuk yaitu Allah SWT sebagai sumber (mashdar), rasul sebagai cara (kayfiyah) dan mukmin sebagai pelaksana (tanfiidz).

A. الله-مصدرا (Mashdar)

Allah SWT sebagai sumber wala', dimana loyalitas mutlak hanya milik Allah SWT dan loyalitas lainnya mesti dengan izin Allah SWT.

Allah SWT, Rasul dan orang mukmin adalah wali orang yang beriman yang akan membawa kepada jalan yang benar serta rnenjauhi dari kesesatan dan godaan syaitan.

Ketaatan diberikan hanya kepada Allah SWT, Rasul dan dari kalangan mukmin. Selain daripada itu, tidak dibenarkan kepada selain Allah karena akan membawa manusia kepada kesesatan.

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orangorang mukmin yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, RasuI Nya dan orangorang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah yang pasti menang."
(Qs. Al Maidah, 5:55-56)
Baca juga :
(Qs. Al Nisa, 4:59)

B. الرسول-كيفيّة (Kaifyah)

Pelaksanaan wala', terhadap Allah SWT dan bara, kepada selain Allah SWT mengikuti cara Rasul. Nabi SAW telah memberikan gambaran yang jelas tentang wala kepada Islam dalam sirah Nabi SAW.

Orangorang beriman wajib mengajak orang kafir kepada jalan Islam dengan dakwah secara hikmah dan pengajaran yang baik. Apabila mereka menolak, kemudian menghalangi jalan dakwah maka mereka boleh diperangi sampai mereka mengakui ketinggian kalimat Allah SWT.

Islam memberikan kebolehan bergaul dengan orang kafir dengan batasbatas tertentu, misalnya dalam bermuamalah.

Asbabun Nuzul tentang ini berkaitan dengan Asma binti Abu Bakar yang tidak mengizinkan ibunya masuk rumahnya sebelum mendapat izin dari Rasulullah SAW

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Asma binti Abu bakar RA, berkata,  "Ibuku datang berkunjung, dan ia masih dalam keadaan musyrik namun berada ikatan perjanjian dengan Quraisy. Lalu aku datang kepada Nabi dan bertanya, "ya Rasulullah, ibuku datang dan ia ingin bertemu denganku. Apakah aku boleh menemuinya? Rasulullah menjawab,"Ya, temuilah ibumu." (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim).

C. المؤمن-تنفيذا(Tanfidz)

Pelaksana wala', dan bara' adalah orang mukmin yang telah diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Orang mukmin adalah mereka yang mengimani Laa ilaaha illa Allaah dan Muhammad Rasulullah sedangkan kafir adalah mereka yang mengingkari salah satu dari kalimat syahadat atau keduaduanya.

Hubungan kekeluargaan seperti ayah, ibu, anak tetap diakui bukan dalam kemusyrikan atau maksiat terhadap SWT dan pelaksanaan wala', dan bara', telah ditentukan caranya. Kita hanya mengikut apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Hendaklah engkau wala’ terhadap ketaatan dan orang-orang yang melakukan ketaatan dan bara’ terhadap maksiat dan kesyirikan dan orang-orang yang mempraktekkannya

Siapa yang Berhak Mendapatkan Wala' dan Bara' ?

Orang yang mendapat wala’ secara mutlak, yaitu orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan di atas tauhid.

Orang yang mendapat wala’ dari satu segi dan mendapat bara’ dari satu segi, yaitu muslim yang bermaksiat, menyepelekan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian yang diharamkan.

Orang yang mendapat bara’ secara mutlak, yaitu orang musyrik dan kafir serta muslim yang murtad, melakukan kesyirikan, meninggalkan shalat wajib dan pembatal keislaman lain.

Apa saja tanda Al Wala' Wal Bara' itu..?
Sebagian Tanda Al Wala’
▫Hijrah, yaitu pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan islami, dari lingkungan maksiat ke lingkungan orang-orang yang taat.
▫Wajib mencintai saudara muslim sebagaimana mencintai diri sendiri dan senang kebaikan ada pada mereka sebagaimana senang kebaikan ada pada diri sendiri serta tidak dengki dan angkuh terhadap mereka.
▫Wajib memprioritaskan bergaul dengan kaum muslimin.
Menunaikan hak mereka: menjenguk yang sakit, mengiring jenazah, tidak curang dalam muamalah, tidak mengambil harta dengan cara yang bathil, dsb.
▫Bergabung dengan jama’ah mereka dan senang berkumpul bersama mereka.
Lemah lembut  dan berbuat baik terhadap kaum muslimin, mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah bagi mereka.

Sebagian Tanda Al Bara’
▪Membenci kesyirikan dan kekufuran serta orang yang melakukannya, walau dengan menyembunyikan kebencian tersebut.
▪Tidak mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin dan orang kepercayaan untuk menjaga rahasia dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang penting.
▪Tidak menjadikan orang kafir teman setia ( bersahabat dengan mereka.)
▪Tidak meniru orang kafir dalam hal yang merupakan ciri dan kebiasaan mereka baik yang berkaitan dengan keduniaan (misalnya cara berpakaian, cara makan) maupun agama (misalnya merayakan hari raya mereka).
▪Tidak boleh menolong, memuji dan mendukung oeang kafir dalam menyempitkan umat Islam.
▪Tidak memintakan ampunan kepada Allah bagi mereka dan tidak bersikap lunak terhadap mereka.
▪Tidak berhukum kepada mereka atau ridha dengan hukum mereka sementara mereka meninggalkan hukum Allah dan Rasul-Nya.

Buah Al Wala’ wal Bara’

1. Mendapatkan kecintaan Allah
Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW :
... "Allah berfirman,: “Telah menjadi wajib kecintaanKu bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku.” (HR. Malik, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim)

2. Mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari kiamat
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku? Hari ini Aku lindungi mereka di bawah naunganKu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (Hadits Qudsi riwayat Muslim)

3. Meraih manisnya iman
"Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman, hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah."(HR. Ahmad)

4. Masuk surga
“Tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai.” (HR. Muslim)

5. Menyempurnakan iman
“Barangsiapa yang mencintai dan membenci, memberi dan menahan karena Allah maka telah sempurnalah imannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Hadits Hasan)

Demikianlah Sahabatfillah, sikap Al Wala Wal Bara yang merupakan Kunci Sepurnanya Tauhid seorang hamba kepada  Allah SWT.
Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang sempurna Tauhidnya.

Maraji : Dari berbagai Sumber Shohih.

Wallahu 'alam Bishawab

TANYA JAWAB

Q
: Bunda mau bertanya bagaimna sikap kita terhadap temen yang membela orang kafir untuk jadi pemimpin apakah kita tetap berteman atau menjauh dalam artian cukup kenal saja apalagi mereka tidak pernah solat??
A
: Semaksimal mungkin menyampaikan kepadanya dan kepada siapapun yang semisal..baik dengan tangan(kekuasaan) maupun lisan dan selanjutnya jika keduanya semuanya masih belum berhasil maka senjata terakhir adalah bil qolb..ingkari dan ketuk pintu langit untuk mendoakan saudara muslim kita agar Allah berikan hidayah dan buka pintu hati dan matanya untuk melihat yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil..dan bahwa apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an sudah jelas..bukan untuk diperdebatkan..diperselisihkan melainkan untuk dilaksanakan

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment