Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

PERJUANGAN BELA QUR’AN

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 27 Februari 2017
Rekapan Grup Nanda 2
Narasumber : Ustadz Jumadi
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahanyaa ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dlm lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangakah indahanyaa kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim...                       

PERJUANGAN BELA QUR’AN

Nanda yang dirahmati Allah, sampai saat ini ummat islam terus menggelorakan semangat perjuangan membela alqur'an, ulama dan tentu negeri tercinta ini dari penodaan, pelecehan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh segelintir manusia yang hanya mementingkan ego pribadi, kelompok bahkan orang asing. Demi mencapai tujuan, mereka rela melakukan berbagai bentuk pelanggaran di negeri ini. Alqur'an, para ulama dan hukum telah menjadi taruhan mereka untuk merealisasikan misi segelintir manusia yang hanya 2 persen dan mengorbankan 98 persen penduduk negeri ini.

Berbagai aksi pembelaan pun dilakukan rakyat Timur hingga Barat negeri ini di bawah komando para ulama, habib dan mereka yang peduli nasib bangsa dan negara. Tentu perjuangan tidak semulus jalan aspal, telah banyak pengorbanan dikeluarkan, mualai materi, tenaga, bahkan fisik. Itulah sunnatullah dalam berjuang, nanda.

Kita jadi teringat kisah-kisah heroik generasi kita terdahulu dalam perjuangan membawa misi islam yang rahmatan Lil alamin. Sejak pertama kali cahaya islam terbit di Mekkah di tangan manusia mulia, Muhammad shallallahu alahi wasallam, Kaum laki dan perempuan sudah memainkan peran penting dalam barisan para pejuang islam dibelakang Nabi mereka.  Di sinilah nanda dapat melakukan flash back tentang kisah pengorbanan  keluarga pertama dalam sejarah perjuangan islam, Sumayyah dan suaminya Yasir beserta putra keduanya, Ammar. Ketiganya mengalami sikaan yang tak terperikan di tangan Abul Hakam alias Abu Jahal. Mereka dipaksa untuk meninggalkan islam di bawah terik matahari yang sangat menyengat, cambukan yang bertubi-tubi dan di hadapan orang kafir qurays. Tiap kali Nabi shallallahu alaihi wasallam melewati dan menyaksikan siksaan terhadap keluarga ini beliau bersabda "bersabarlah wahai Keluarga Yasir, tempat kalian adalah surga". Kekuatan iman yang menancap dalam jiwa mereka serta berita gembira dari Rasulullah tersebut menambah kesabaran dan ketegaran mereka dalam mempertahankan iman dan tauhid. Akhirnya Sumayyah dan Yasir suaminya menjadi keluarga syuhada pertama dalam islam, sedangkan putranya, Ammar dibebaskan oleh Abu Bakar As-Shiddieq.

Bagaimana lagi dengan kisah Asma' binti Abu Bakar rodiyallahu anha. Nabi shallallahu alaihi wasallam memberinya gelar "Dzatun Niqotain", pemilik dua ikat pinggang. Mari nanda saya ajak menelusuri latar belakang pemberian gelar dari manusia termulia tersebut. Gelar mulia ini berawal dari peristiwa hijrah. Saat itu Abu Bakar rodiyallahu anhu telah menyiapkan dua ekor onta yang akan digunakan Nabi dan dirinya untuk pergi hijrah. Abdurrahman bin Abu Bakar rodiyallahu anhu bertugas sebagai mata mata Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam. Saat dalam pengejaran para pemuda kafir qurays Mekkah Rasulullah dan Abu Bakar rodiyallahu anhu bersembunyi di gua Tsur. Allah telah membuat skenario yang tidak dapat disadari oleh mereka. Setiap hari selama persembunyian ini Abdurrahman harus memastikan keamanan. Saat itu dirinya belum memeluk islam. Setiap malam dia kembali ke mekkah guna mencari berita terbaru tentang rencana orang orang kafir Quraisy terhadap Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam dan kembali ke gua Tsur sebelum fajar guna menyampaikan perkembangan kepada Rasulullah shalllallahu alaihi wa sallam. Sementara itu Asma' binti Abu Bakar rodiyallahu anhu bertugas menghantarkan makanan untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam dan ayahnya Abu Bakar rodiyallahu anhu. Saat jelang keberangkatan hijrah Asma tidak mendapatkan tali ikatan untuk mengikatkan tempat makanan ke onta Nabi shallallahu alaihi wasallam. Maka Asma' kemudian melepaskan ikat pinggangnya lantas membaginya menjadi dua bagian. Satu bagian sebagai pengikat makanan sedangkan bagian lainnya sebagai ikat pinggangnya. Atas tindakan cemerlang Asma' itulah Nabi shallallahu alaihi memberinya gelar "Dzatun Niqotain".

Nanda yang dirahmati Allah, kisah di atas adalah satu dari ratusan kisah kepahlawanan para wanita dalam kancah perjuangan islam dari sejak lahirnya islam dan generasi berikutnya. Tentu saja tidak sampai pada kisah-kisah mereka, namun menjadi ibroh bagi kaum wanita tampil sebagai para pejuang wanita. Kita bangga memiliki catatan sejarah yang diisi oleh manusia-manusia berjiwa besar dan para pembuka wilayah islam.  Krisis mental perjuangan hari ini telah menimpa sebagian besar wanita muda muslimah. Kenapa sebabnya? Karena mereka tidak lagi meneladani para pahlawan islam dan lebih bangga mengikuti trend model wanita kuffar zaman sekarang. Dalam waktu bersamaan sejarah islam dikubur jauh. Lihatlah, di rumah, mana yang lebih banyak, koleksi buku sejarah islam ataukah buku-buku tak bermutu dan tak bermoral? Wallahu a'lam.

TANYA JAWAB

Q
: Ana mau tanya di luar tema..Jika ada seorang ikhwan yang berhijrah tapi memiliki tato di bagian tubuhnya apakah wajib di hilangkan? Sedangkan menghilangkan tato butuh biaya yang tidak sedikit jika tidak mampu  untuk menghilangkan tatonya bagaimana ustad??
A
: Hukum asal menato adalah haram. Menghilangkan tato pada kulit dirinci, jika tanpa menimbulkan mudorot maka wajib, jika menimbulkan mudhorot lebih besar maka tidak mengapa. Allah berfirman "bertaqwalah kepada Allah semampu kalian"


Q : Ust, bagaimana menyikapi krisis mental yang saat ini telah banyak terjadi di masyarakat bahkan sosmed yang kebanyakan anak-anak remaja yang belum paham tentang pentingnya akidah & akhlak. Apakah harus dimulai dari meniadakan televisi, hp agar anak-anak tsb terhindar??
A
: Semua berawal dari orang tua, cerminan perilaku anak-anak adalah hasil didikan para orang tua. Keteladanan para orang tua adalah hal terpenting disamping didikan materi. Sebab anak-anak akan selalu kembali kepada orang tua mereka dalam berperilaku dan bertutur kata. Jangan heran kalau anak berkata kata kasar karena orang tua tidak menjadi teladan berkata sopan dan santun. Demikian sebaliknya. Intinya kembali kepada para orang tua. Betapa banyak orang tua yang mengeluhkan perilaku buruk anak padahal tanpa sadar mereka lah orang pertama yang bertanggung jawab mengapa anak tumbuh dengan perilaku demikian. Banyak orang tua hanya sebatas menjadi orang orang tua tanpa berpikir menjadi pendidik. Dampaknya orang tua type ini hanya bisa memarahi dan menyalahkan anak tanpa berpikir solusi, karena membatasi diri hanya sebagai orang tua yang wajib dituruti dan didengar meskipun anak tidak mengerti alasan orang tua mereka menyuruh ini dan itu. Anak dipaksa memakai kaca mata kuda, seakan diciptakan hanya sebagai anak yang wajib taat pada orang tua, sementara di satu sisi ilmu dikesampingkan. Jadilah anak yang hanya berbadan besar namun bermental rapuh dan mudah menyerah. Semoga menjadi bahan renungan bagi semua.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”