Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

RIBA DALAM AGAMA ISLAM

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 20 Maret 2017
Rekapan Grup Nanda 1
Narasumber : Ustadz Asyari
Tema : Ekonomi Islam
Editor : Rini Ismayanti




Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.

AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan lafadz Basmallah

Bismillahirrahmanirrahim... 

RIBA DALAM AGAMA ISLAM
By Asayaari Suparmin

Pengharaman Riba dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama, menolak anggapan bahwa pinjaman riba yang pada zhahirnya seolah-olah menolong orang yang membutuhkan.
 “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum [30]: 39)

Tahap kedua, riba digambarkan sebagai suatu yang buruk. Allah  mengancam dengan balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan riba.
“Maka disebabkan kelaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,   dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang dari padanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 160-161)

Tahap ketiga, Allah mengharamkan riba yang berlipat ganda. Sedangkan riba yang tidak berlipat ganda belum diharamkan. Allah berfirman :
 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”(Ali Imran 130).
Ayat ini turun pada tahun ke 3 hijriyah. Secara umum ayat ini harus dipahami  bahwa kriteria berlipat-ganda bukanlah merupakan  sayaarat  dari terjadinya riba  (jikalau bunga berlipat ganda maka riba tetapi jikalau kecil bukan riba), tetapi ini merupakan sifat umum dari  praktek pembungaan uang pada saat itu.

Tahap terakhir, Allah  dengan jelas dan tegas mengharam-kan apa pun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman baik bunga yang kecil maupun besar. Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan menyangkut riba.
 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”(Al-Baqarah: 278-279)

Riba dalam Hadis
“Dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Saw bersabda: “Riba itu ada 73 tingkatan, yang paling ringan daripadanya adalah seumpama seseorang menzinai ibunya sendiri.” (Al-Hakim)

“Satu Dirham dari riba yang diambil seseorang, lebih besar dosanya di sisi Allah dari 33 kali berzina dalam agama Islam.”  (HR.Thabrany)
"
 Rasulullah Saw melaknat pemakan riba, orang yang membayarnya, juru tulisnya, dan saksi-saksinya. Dia bersabda,”Mereka semua sama.” (HR. Muslim)

“Tinggalkanlah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, “Apakah itu ya Rasul?. Beliau menjawab, sayairik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri ketika peperangan berkecamuk, menuduh wanita suci berzina”. (HR..dari Abu Hurairah).

Dalam hadits lain Nabi barsabda, “Empat golongan yang tidak dimasukkan ke dalam sayaurga dan tidak merasakan nikmatnya, yang menjadi hak prerogatif Allah, Pertama, peminum kahamar, Kedua pemakan riba, Ketiga, pemakan harta anak  yatim dan keempat, durhaka kepada orang tuanya”.(H.R. Hakim).

Hukuman yang diperoleh pelaku riba adalah sebagai berikut:
1.    Dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat nanti seperti orang gila karena kerasukan setan.
Qatadah t berkata: “Yang demi-kian itu merupakan tanda pada hari kiamat bagi orang yang melakukan riba. Mereka dibangkitkan dalam keadaan berpenyakit gila.”
Adapula yang memaknakan: “Manu-sia pada hari kiamat nanti keluar dari kubur mereka dengan segera. Namun pemakan riba menggelembung perutnya, ia ingin segera keluar dari kuburnya, namun ia terjatuh. Jadilah dia seperti keberadaan orang yang jatuh bangun kesurupan karena gila.” (Fathul Bari, 4/396)
2.    Diancam kekal dalam neraka.
3.    Harta yang diperoleh dari riba akan dihilangkan barakahnya. Bila pelakunya menginfakkan sebagian dari harta riba tersebut, niscaya ia tidak akan diberi pahala, bahkan akan menjadi bekal bagi dia untuk menuju neraka. Demikian dinyatakan Al-Allamah Asaya-Sayaaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t.
4.    Allah I berfirman:
“Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” (Al-Baqarah: 276)
Al-Imam Asaya-Sayaaukani t menafsir-kan: “Yakni Allah I tidak mencintai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa. Karena kecintaan itu dikhususkan bagi orang-orang yang bertaubat. Dalam ayat ini ada ancaman yang berat lagi besar bagi orang yang melakukan riba, di mana Allah I menghukuminya dengan kekafiran3 dan menyifatinya dengan selalu berbuat dosa.” (Fathul Qadir, 1/403)
5.    Mendapatkan permusuhan dari dan siap berperang dengan Allah I serta Rasul-Nya.
Dari hadits Rasulullah n yang disebut-kan di awal pembahasan pun kita dapatkan ‘uqubah atau hukuman yang didapatkan oleh pihak-pihak yang bersentuhan dengan muamalah ribawi dan menjadi saksi atas muamalah ribawi tersebut. Sehingga kita dapatkan kejelasan tentang haramnya tolong menolong di atas kebatilan. (Al-Minhaj Sayaarhu Shahih Muslim, 11/28)
Hadits Abdullah bin Mas’ud dan Jabir bin Abdillah c mengabarkan laknat Rasulullah n terhadap orang yang mengam-bil dan memberi riba, mencatat transaksi ribawi dan menjadi saksinya.
 Mendapatkan laknat berarti mendapatkan celaan dan terjauhkan dari rahmat Allah                       

TANYA JAWAB

Q : (Ilustrasi)
Ali : " Assalamu 'alaykum..adi lagi dimana?
Adi : wa 'alaykum salam warahmatullah Lagi dipasar ni
Ali : Oya kebetulan..beliin rambutan 1kg, ntr sampai rumah diganti uangnya.
Adi : Ok.. deh
Ali : ya udah itu aja saja.Assalamu 'alaykum...
Adi : wa 'alaykum salam warahmatullah
~~
Adi : Assalamu 'alaykum ( sudah sampai rumah ali)
Ali : Wa'alaykum salam
Adi : ini pesenannya.
Ali : syukron.. Ayo kita makan sama-sama, tenang saja nanti diganti uangnya..

kemudian adi dan ali makan rambutan bersama-sama .

Kaidah riba: mengambil keuntungan/manfaat dari pinjaman adalah riba.

Si adi yang sedang meminjamkan uang untuk mmbeli rambutan jangan sampai ikut makan rambutan kecuali uang sudah diganti.

maka agar terjaga dari riba: ganti uang dulu baru makan

Apakah yang di atas termasuk riba ya ustadz?

A : Jawab kalau pendapat saya tidak termasuk riba.. saya belum baca teks tulisan beliau tapi hal yang terjadi tadi bukan tambahan transaksi karena ikut makan berarti riba.                       

Q : klo kredit tanpa bunga termasuk riba bukan?                       
A : Jawab harus jelas akadnya. Misal nya di bank sayariah bukan bunga tapi bba tidak riba      
                
Q : Assalamualaikum,,kalo bekerja di perusahaan riba contoh, leasing atau finasial gitu kaya bank konfensional..apakah tetep haram dengan gaji yang di dapat?? Trus kalo bekerja di bank syariah apa tetep haram juga?..jazakillah                       
A : Wassaalamualaikum hukum dasar bekerja itu mubah menjadi haram kalau ada dalil yang melarangnya. Bank konven ada riba yang di larang termasuk leasing. Bank syariah halal                       

Q : Jadi walaupun dari gaji itu kita infakkan atau sedekahin,,itu tetep ga bisa membersihkan uang kita ya ust                       
A : Jawab membersih harta dengan zakat dalam hal ini harta halal. Tidak bisa harta haram di bersihkan dengan zakat                       

Q : Jadi tetap saja haram ya pak??walaupun itu dari hasil kerja bukan mencuri tetep saja haram                       
A : Jawab haram karena proses nya. Ulama ada yang menghukumi Subhad tapi akan lebih baik cari kerja di bank syariah                        

Q : Ada temen dia security di sebuah bank konven..dia dilema apa gaji yang dia dapat selama ini halal apa haram...di satu sisi dia cuma bag.security...tapi di sisi lain dia security tapi di bank konvensional...                        
A : Jawab ada ulama yang membolehkan seperti security dan cleaning service                       

Q : Kenapa Riba sangat berbahaya bahkan Allah mengharamkannya dengan bgitu keras??     
A : Riba di haramkan karena perintah Allah dan rasul haram dan dampak dari riba berbahaya bagi manusia itu sendiri  
              
Q : Mengapa asuransi dikategorikan riba? Asuransi yang dimaksud termasuk asuransi jiwa dan kesehatan?                       
A :  Asuransi konven haram karena ada gharrar ketidak jelasan maisir untung untungan dan juga riba sedang asuransi syariah boleh                       

Q : BPJS gitu ustadz gimana?                       
A : Bpjs ulama beda pendapat. Ada yang membolehkan ada yang melarang. Sebelum ada bpjs syariah masuk  kategori darurat                       
Q : tapi pasien gak gratis 100% ustadz, cuma dapet potongan harga...
padahal bayar iuran tiap bulan..      
A : : Wassaalam bpjs ulama beda pendapat sebelum ada yang bpjs syariah ambil manfaatnya. Bpjs selama sesuai klasnya di cover penuh kecuali masuk pengecualian                       
                 
Q : Gini ustadz,  sayakan bantuin orang jual buku. Nah hasil buku buat usaha bersama, ini bukan termasuk ribakan?                       
A : Bantuin jual buku masuk bisnis hasil halal

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”