Home » » Si Pendengar Setia

Si Pendengar Setia

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, April 27, 2017

Embun Pagi
Kamis, 27 April 2017

Si Pendengar Setia

Uswatun Hasanah (Member Grup G1 Kajian Online Hamba Allah)



Ketika berada di bangku SMA saya mempunyai seorang teman yang sangat sabar. Saya melabeli dia sebagai si penyabar, bukan karena dia sabar menghadapi ujian hidup seperti sakit, kehilangan orang tua, tidak naik kelas atau ujian-ujian hidup lainnya. Tetapi karena selalu dia selalu dapat mengendalikan ucapan dan perkataannya dari perkataan-perkataan yang tidak berguna.

Belajar di sekolah yang homogen tentu saja kegaduhan-kegaduhan seringkali hadir. Celoteh  dan obrolan di kelas yang semuanya murid perempuan pastinya selalu ada, entah itu tentang teman, guru, keluarga atau gosip-gosip terhangat. Obrolan yang bisa jadi panjang lebar tiada henti.

Tapi teman saya ini selalu sabar menahan lisannya, untuk tidak menimpali setiap obrolan yang kami perbincangkan. Dia lebih memilih menjadi pendengar setia dan berbicara jika ada yang bertanya. Teman saya ini hanya menanggapi hal-hal yang perlu dia jawab dengan perkataan yang baik  dan benar-benar dia ketahui kebenarannya.

Di zaman digital seperti saat  ini ketika dengan mudahnya kita mengakses berita-berita dari segala penjuru dunia, terkadang sulit bagi kita untuk tidak merespon atau mengomentari sesuatu berita yang muncul. Terlebih lagi jika hal itu menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Di era digital kita bukan hanya hanya harus menjaga lisan kita, tapi juga harus menjaga tangan kita. Karena kini gadget menjadi barang penting dalam keseharian kita, yang bisa menambah pahala maupun dosa bagi kita.

Obrolan dengan orang lain tak hanya lagi dengan berbicara tatap muka, tetapi "obrolan" via online lebih sering kita lakukan. Bisa dikatakan saat ini, "Kecepatan jembol melebihi kecepatan cahaya. Terkadang pembicaraan menjadi ghibah yang tanpa kita sadari menambah pundi-pundi dosa.

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman: _"Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang._ (QS: Al-Hujarat: 12)

Dan Rasulullah juga bersabda: _Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai (mencakari) wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya: "Siapakah mereka ya Jibril?" Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan mereka mencela kehormatan-'kehormatan manusia"._ (HR: Ahmad dan Abu Dawud)

Begitu pentingnya menjaga lisan karena ketika di akhirat, hanya karena ghibah kita amalan kita diberikan untuk orang lain.
Mari kita lebih sabar menjaga lisan.
Lebih sabar menjaga jari jemari kita, dan menahan diri dari segala kemaksiatan.



Div BBnA-HA/A/218/27/IV/2017

===================================

Diperkenankan menshare artikel ini ke semua medsos jika dirasa bermanfaat tetapi dengan tetap mencantumkan narasumber aslinya, www.hambaAllah.net

Follow us

 twitter : @kajianonline_HA
fb : KAJIAN ON LINE-HAMBA ALLAH
Web : www.hambaAllah.net
IG : @hambaallah_official
Join kajian HA via telegram
klik Bit.ly/kajian_HA

Ayo kirim karyamu;

Akhwat
Bunda Mien +6285240199996
Welly +6285263868356

Ikhwan
Rifa'i +6281281883935
Jaka +6285716479466

posted by
EmbunPagi
www.hambaAllah.net

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!