Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

IMAN


Image result for iman islam

Kajian Online Hamba Allah G-2  
Senin, 8 Mei 2017
Waktu : 08.00 - Selesai WIB  
Materi :  Aqidah
Asatidz : Ustadz Jumadi Toha
Editor : Sapta
=====================

أصول عقيدة أهل السنة والجماعة
الشيخ ناصر ابن عبد الرحمن السعدي

Ahlus sunnah wal jamaah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya serta beriman kepada hari akhir dan taqdir yang baik dan yang buruk.

Mereka adalah yang bersaksi bahwa Allah adalah Rabb dan Ilah yang diibadahi, Dia Maha Esa dengan semua kesempurnaan-Nya. Mereka beribadah dan mengikhlaskan dien hanya kepada-Nya.
Mereka yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah adalah Sang Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Membentuk, Yang Memberi Rizki, Yang Maha Memberi dan Maha Menahan (rizki).

Dia mengurusi semua urusan.
Dia adalah Ilah yang diibadahi, Yang diesakan dan yang menjadi tujuan.
Dialah Al-Awwalu (yang pertama), tiada lagi sesuatupun sebelum-Nya.
Dialah Al-Akhiru (yang akhir) tiada sesuatupun setelah-Nya.
Dialah Yang Maha Tinggi, tiada lagi yang di atas-Nya dan Dialah Al-Batin (yang tersembunyi) yang tiada sesuatupun yang lebih tersembunyi dari pada Dia.
Dialah Yang Maha Tinggi, dengan semua arti dan makna yang terkandung didalamnya. Maha Tinggi dalam Dzat-Nya, Taqdir-Nya dan dalam kekuasaan-Nya.
Dialah yang bersemayam di atas 'Arsy. Dia bersemayam sesuai dengan keagungan, kemuliaan dan ketinggian-Nya yang mutlak. Ilmu-Nya meliputi segala yang tampak dan yang tersembunyi, yang tinggi dan yang rendah tentang hamba-Nya.
Dia mengetahui semua keadaan hamba. Dia Maha dekat lagi Mujib (Mengabulkan do'a).

Sesungguhnya Dzat-Nya tidak butuh kepada makhluk sedangkan semua makhluk membutuhkan-Nya setiap saat. Dia Maha Lemah-lembut dan Penyayang kepada hamba, yang tiada nikmat dien, dunia dan terhindar dari siksa kecuali dari-Nya. Dialah pemberi nikmat.

Sebagian dari nikmat-Nya, ketika sepertiga malam Dia turun ke langit dunia untuk melihat hajat hamba-Nya. Dia berfirman: Tidaklah hamba-Ku meminta kecuali hanya kepada-Ku. Barangsiapa yang berdo'a kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta pasti Aku beri, barangsiapa meminta ampun pasti Aku ampuni, (yang demikian itu sampai terbit fajar). Dia turun menurut kehendak-Nya dan melakukan apa yang Dia Kehendaki. Tiada sesuatupun yang menyamai-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ahlus sunnah wal jama’ah meyakini bahwa Allah adalah Al-Haakim' yang di dalam syariat-Nya terdapat hikmah yang sempurna. Tiada ciptaan yang sia-sia. Tidaklah Dia membuat syareat (aturan) kecuali untuk kemaslahatan makhluq.

Dialah At-Tawwab Yang Maha Menerima taubat hamba dan mengampuni kesalahan mereka.
Dia Yang Maha Memberi ampunan dari dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat, meminta ampun dan kembali kepada-Nya.
Dialah Asy-Syakur, Dia membalas amalan hamba meskipun amalan itu sedikit dan dia menambah karunia-Nya kepada hamba yang bersyukur.

Ahlus sunnah wal jama'ah mensifati Allah dengan apa yang Dia sifat-kan pada diri-Nya sendiri dan yang disifatkan oleh rasul.

Sifat dzatiyah seperti yang Maha Hidup lagi Sempurna yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Maha Sempurna Qudrah-Nya, Maha Agung lagi Maha Besar, yang Maha Mulia lagi Terpuji-yang segala puji mutlak hanya milik-Nya.

Dan diantara sifat-sifat fi'liyah-Nya, yang berkaitan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya, seperti sifat Rahmah (kasih sayang), Ridha, benci dan sifat kalam (berbicara). Dia berbicara dengan apa yang Dia kehendaki dan dengan cara yang Dia kehendaki. Ucapan-Nya takkan pernah habis.

Sesungguhya Al-Qur' an adalah kalamullah-bukan makhluk-yang dari-Nya berasal dan kepada-Nya kan kembali.

Sesungguhnya Dia senantiasa dan terus bersifat, karena Dia mengerjakan yang Dia inginkan dan berbicara dengan apa yang Dia kehendaki. Dia memutuskan perkara hamba-Nya dengan hukum yang ditentukan-Nya, baik berupa hukum syar'i maupun berupa balasan. Dialah Al-Hakiim yang menghakimi, dan Dialah Al-Maalik yang menguasai. Selain Dia adalah dihakimi dan di kuasai. Hamba tidak akan bisa keluar dari hukum dan kekuasaan-Nya.

Ahlus sunnah wal jama’ah beriman kepada apa yang dikabarkan Al-Qur'an dan Hadits mutawatir yaitu: Bahwasannya mereka akan melihat wajah Rabbnya dengan pandangan yang jelas.

Banjarmasin,
Sya'ban 1438

=============

TANYA JAWAB

Tanya : Mau tanya tentang al Hakiim, ketika seorang hamba di dzolimi oleh orang lain dan tidak berdaya untuk menuntut keadilan, bagaimana kah mestinya memanjatkan doa kepada Allah al Hakiim?
Jawab : Nabi shallallahu alaihi wasallam mendoakan kebiasaan bagi pemimpin yang berlaku dzalim kepada rakyatnya dan beliau pun juga mendoakan kebaikan bagi pemimpin yang menyayangi rakyatnya. Jadi pemimpin menyuruh rakyat melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat maka tidak wajib ditaati, namun yang wajib bagi ulama adalah menyampaikan kepada mereka nasehat, amar makruf nahi mungkar. Allah sendiri menyuruh pemimpin agar berbuat adil kepada seluruh rakyatnya, termasuk perintah berlaku adil ditujukan kepada setiap muslim dalam hidupnya, suami wajib berlaku adil terhadap anak anaknya dan seterusnya. Allah berfirman "Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk berlaku adil dan berbuat baik.." dan firman Nya "berlaku adil lah kalian karena keadilan itu lebih dekat mengantarkan kepada taqwa" . Wallahu a'lam.

Tanya : Ustadz apakah diperbolehkan dzikir asmaul husna? Contoh: Al Ghaniyu dengan tujuan agar diberi kekayaan yang berkah?
Jawab : Boleh dan disunnahkan, bahkan Allah mengatakan "Dan milik Allah nama nama yan baik maka berdoa lah kalian dengan nama-nama itu". Dan firman Allah "Maka dengan nama.(Allah) yg manapun kalian berdoa, maka baginya lah nama nama yg baik".

Tanya : Dialah Asy-Syakur, Dia membalas amalan hamba meskipun amalan itu sedikit dan dia menambah karunia-Nya kepada hamba yang bersyukur. Apakah yang dimaksud karunia adalah hal-hal yang kita peroleh di dunia? Dan apakah contohnya orang bersedekah kemudian Allah ganti minimal 10 kali tetapi tetap mendapat pahala di akhirat? Berarti kita boleh mengharap karunia di dunia, semisal rezeki,  kesehatan dan lain-lain sebagai balasan amal ibadah kita di dunia tanpa harus takut kehilangan pahala kita di akhirat?
Jawab : Memang ada hadits yang menyebutkan "Tidak lah harta berkurang karena disedekahkan dan tidak lah Allah menambah bagi seorang hamba karena ia memberikan maaf melainkan kemuliaan."  hadits shahih. Jadi sedekah itu adalah ketaatan dan disunnahkan melakukan amal soleh dalam bentuk apapun, soal balasan seorang muslim tidak mengapa mengharapkan balasan di dunia sepanjang tidak merusak niatnya untuk mengutamakan akhirat dalam hatinya. Karena Allah mengancam dalam surat al isro ayat 18 "Barangsiapa yg menghendaki kehidupan dunia ini maka Kami segerakan baginya di dalamnya bagi yg Kami Kehendaki, lalu Kami jadikan Jahanam baginya kelak ia akan memasukinya dalam keadaan hina".

Tanya : Saat ini banyak golongan muslim yang mengaku Aswaja, dan menafikkan golongan muslim lain bukan aswaja, padahal penentunya adalah Allah ketika di akhirat nanti, apakah benar begitu ustad?
Jawab : Siapa saja dari kalangan muslim yang beriman kepada alqur'an, sunnah,mengikuti ulama baik kalangan sahabat maupun sesudah mereka hingga hari ini, dengan keimanan yang benar, mengamalkannya, maka ia termasuk golongan ahlussunnah wal jamaah, dan seseorang dalam berpegang teguh kepada sumber sumber ajaran islam bertingkat tingkat, sebagaimana firman Allah "Kemudian Kami wariskan kitab (alqur'an) ini kepada hamba hamba yang telah Kami pilih. Maka di antara mereka ada yang berlaku dzalim terhadap dirinya sebagai, dan di antara mereka ada yg berlaku pertengahan dan di antara mereka ada yang terdepan dalam kebaikan dengan izin Allah...". Maka ukuran disebut sebagai aswaja ataukah tidak itu ada standarnya, tidak sekedar pengakuan belaka. Adapun kita menunjukkan diri sebagai aswaja itu sebuah identitas setiap muslim, sehingga demikianlah seharusnya yang selalu dikedepankan, bukan mengedepankan kelompok atau organisasinya, sebab semua itu hanyalah kendaraan, bukan tujuan. Wallahu a'lam.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :  

🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

[In Syaaa ALlaah]  إِنْ شَاءَ الله  
kebersamaan ini bermanfaat dan barokah.

أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official