Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » Kesehatan Reproduksi Wanita (2)

Kesehatan Reproduksi Wanita (2)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, May 12, 2017


Image result for kesehatan reproduksi wanita

Rekapan Kajian Online HA Ummi G-3
Senin, 1 Mei 2017, Jam : 14.00 WIB
Narsum : dr. Ela Amalia
Tema : Kesehatan Reproduksi Wanita
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Wanita memiliki organ reproduksi yang spesifik dan khas. Organ reproduksi yang sehat dapat mendukung wanita menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat pula, selain dari fungsi seksual.
Secara anatomi, organ reproduksi wanita dibagi dalam 2 (dua) bagian, organ reproduksi luar dan dalam.

Organ reproduksi luar terdiri dari:
  • labia mayora (dibagian luar, ditandai dengan adanya rambut pubis, fungsinya melindungi kelembaban organ reproduksi)
  • labia minora (dibawah labia mayora, lapisan mukosa)
  • vagina (saluran penghubung organ reproduksi luar dan dalam)

Organ reproduksi dalam:
  • Servik (leher rahim, kaya akan kelenjar yang menghasilkan lendir serviks)
  • Rahim/uterus (tebak dengan lapisan otot dan pembuluh darah yang akan menjadi tempat berkembangnya janin)
  • tuba falopii (saluran sempit yang menghubungkan rahim dengan rongga perut menuju ovarium)
  • ovarium/indung telur (organ yang memproduksi sel telur dan hormon reproduksi)

Organ reproduksi biasanya sudah mulai berfungsi matang saat usia remaja atau ditandai dengan haid pertama. Secara normal, akan ditemukan beberapa flora normal yang terdapat di vagina yang menyebabkan pH vagina sedikit asam, hal ini menyebabkan kuman lain tidak dapat tumbuh. Tapi jika terjadi infeksi di saluran kemih, dapat juga berpengaruh pada saluran reproduksi atau bahkan sebaiknya.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya:
  1. membersihkan daerah sekitar kemaluan setiap kali berkemih atau BAB. Cara mengalirkan air dari depan ke arah belakang (satu arah), kemudian dikeringkan dengan tissu atau kain kering
  2. mengganti pakaian dalam secara rutin, terutama jika berkeringat, atau sedang keputihan. Suasana lembab akan memicu pertumbuhan bakteri disekitar kemaluan.
  3. jika haid, ganti pembalut secara rutin, jangan gunakan pembalut seharian. Tidak disarankan untuk menggunakan pembalut seperti tampon dalam waktu lama.
  4. tidak disarankan untuk menggunakan alat, obat atau cairan pembersih kewanitaan yang disemprotkan ke dalam vagina, karena dapat membunuh flora normal yang melindungi vagina.
  5. lakukan hubungan seksual yang sehat, bersama pasangan sah.
  6. menjaga makanan yang sehat dan menghindari merokok juga merupakan gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi
  7. jaga berat badan ideal, kondisi tubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat mempengaruhi hormon reproduksi, beberapa berkaitan dengan kesulitan kehamilan, dan lain-lain.
  8. jika perlu, lakukan konsultasi ke dokter obgin secara rutin.

Selain beberapa hal tersebut, untuk wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, sudah melahirkan, disarankan untuk melakukan Pemeriksaan Pap Smear untuk melihat apakah terjadi perubahan sel pada leher rahim yang mengarah ke kanker serviks.
Pemeriksaan pap smear mulai dilakukan saat usia subur untuk yang sudah menikah (mulai 15thn dan seterusnya). Dilakukan secara rutin setiap 2-3 tahun.

~~~~~~~~~~~~~~
TANYA JAWAB

Tanya : Assalamualaikum ustadzah,  ana mau bertanya, saat ini ana hamil 8 bulan,  inginnya setelah melahirkan ana ber-kb, karena ana tidak kuat untuk hamil lagi, tapi suami tidak mau ber-kb, sedangkan ana belum pernah ber-kb karena takut akan efeknya,  kira-kira apa yang harus ana lakukan?  jazakillah khoir atas jawabannya.
Jawab : Wa'alaikumussalam mbak, ada banyak pilihan untuk ber-kb diantaranya KB alamiah, misalnya dengan sistem kalender atau bisa juga dengan senggama terputus. Atau bisa juga dengan menggunakan barrier misalnya kondom. Kedua jenis KB ini lebih sedikit efek sampingnya bahkan hampir tidak ada, tetapi  untuk sistem kalender tidak dapat dilakukan jika siklus haid tidak teratur. Setelah melahirkan bisa dilakukan KB alami dengan menyusui secara eksklusif (metode MAL), cara ini efektif selama ibu belum haid. Selain itu, bisa menggunakan KB hormonal seperti pil, suntik, dan lain-lain,

Tanya : Ustadzah mau bertanya... Saya setiap kali angkat benda perut bawah sakit, kata orang turun berok dan saya keputihan. Setelah diurut (kata tukang urut dinaikan rahimnya) sakitnya sembuh dan keputihan berhenti. Apakah itu benar adanya atau ada penjelasan menurut ilmu kedokteran? Syukron.
Jawab : Istilah turun berok di Kedokteran lebih mirip dengan hernia (keluarnya sebagian usus keluar dari rongga perut melalui lubang di dinding perut) dan ini berbeda dengan rahim yang turun. Untuk mendiagnosa kondisi rahim memerlukan pemeriksaan yang lebih lengkap. Jadi untuk kondisi ibu, saya tidak bisa memastikan diagnosis pastinya. Keputihan yang terjadi bisa karena ada infeksi di rahim, infeksi di vagina, atau kondisi lain

Tanya : Assalamualaikum wr wb .saya mau bertanya ustadzah tentang alat kontrasepsi yang aman dan syari itu seperti apa ya? Saya baru punya anak satu usia 6 bulan dan sampai sekarang saya tidak KB, dan alhamdulillah suami setuju, tapi kadang saya ada rasa khawatir untuk hamil.karena saya belum siap, baiknya bagaimana ya ustadzah? syukron.
Jawab : Wa'alaikumussalam mbak, jawabannya sama seperti pertanyaan pertama. Pilihan KB hormonal bisa dilakukan misalnya dengan minum pil KB suntikan KB atau implan. Efek samping yang sering muncul bisa berupa sakit kepala, flek atau perdarahan, dan lain-lain, biasanya akan dijelaskan oleh petugas kesehatan. Bila efek samping terlalu mengganggu akan disarankan menggunakan metode KB lain

Tanya : Afwan ustadzah mau nanya, 2 tahun yang lalu saya KB spiral  hampir selama 3 tahun dan semenjak itu haid saya tidak teratur kadang tidak haid sampai beberapa bulan terus saya pergi ke dokter, dan dikasih obat, lalu terus haid tapi tidak berhenti-henti haid, itu saya alami  hampir 3 tahun, karena takut kenapa-napa akhirnya saya lepas sampai sekarang sudah jalan hampir 2 tahun saya tidak KB dan tidak haid-haid, tapi tidak ada juga tanda-tanda kehamilan. Apa itu tanda-tanda  menoupose, sedang umur saya 42, atau ada kelainan lain? tapi saya sudah periksa kedokter katanya tidak apa-apa. Bagaimana menurut ustadzah? jazakillah khoir ustadzah
Jawab : Penggunaan KB hormonal kata lain yang ditambah dengan hormon bisa mempengaruhi jumlah darah saat haid, maka bisa saja terjadi haid memanjang. Setelah dilepas juga memang tidak akan segera kembali seperti semula, perlu penyesuaian, tetapi untuk kasus ibu, waktu 2 tahun sudah cukup lama. Usia 42 tahun haid masih bisa teratur. Saran saya, coba diperiksakan ke dokter kandungan konsultan endokrin, sehingga bisa diperiksa kondisi hormon ibu.

Tanya : Assalamualaikum wr wb, melalanjutkan pertanyaan bunda @⁨Apwl⁩, Saya pun berusaha tidak ikut KB tapi khawatir kalau hamil lagi dikarenakan anak saya masih 9 bulan. Jadi setiap sehabis hubungan suami istri saya langsung bangkit kekamar mandi untuk langsung mandi junub, otomatis sperma nya langsung keluar lg, apa yang saya  lakukan berdosa ustadzah?
Jawab : Wa'alaikumussalam mbak, pengaturan jarak kehamilan memang perlu diperhatikan dan dibicarakan dengan suami, selain untuk kesehatan ibu, juga agar anak mendapat asuhan yang optimal. Agar nanti suami tidak salah paham. Metode yang ibu lakukan mirip seperti metode senggama terputus, tapi karena tidak semua sperma bisa dikeluarkan, peluang hamil tetap bisa ada. Tidak berdosa.

Tanya : Assalamualaikum ustadzah. Dama islam boleh kah vasektomi dan tubektomi? Kalau ana operasi vasektomi tanpa seizin suami bolehkah? karena kb kalender, riwayat haid ana tidak teratur, asal sudah 2x gagal, kb hormonal efek sampingny ana tidak kuat,  mohon jawabannya.
Jawab : Wa'alaikumussalam mbak, untuk wanita metode KB permanen yang dilakukan adalah tubektomi. secara islam, metode KB permanen sebaiknya dilakukan jika mengancam nyawa. Misalnya jika ibu risiko tinggi jika hamil (memiliki penyakit jantung, riwayat kehamilan buruk, perdarahan berulang, dll), boleh dilakukan tubektomi. Tapi jika tidak ada risiko yang mengancam nyawa, sebaiknya bisa dipilih metode KB lain. Komunikasikan baik-baik dengan suami, ajak suami juga untuk ke dokter, untuk berkonsultasi tentang pemilihan KB tanpa hormon. Suami bisa menggunakan kondom atau senggama terputus. Atau istri yang menggunakan kondom diafragma.

Tanya : Terimakasih atas jawaban sebelumnya ustadzah. Ustadzah saya mau tanya lagi, istilah senggama itu seperti apa ya? Apakah sama dengan berhubungan tapi sperma laki-laki di keluarin di luar? Dan apakah menurut islam itu boleh jika berhubungan suami istri tapi sperma suami di keluarin di luar agar menghindari terjadinya hamil ? Syukron.
Jawab : Senggama adalah hubungan suami istri, istilah senggama terputus digunakan untuk metode KB dimana suami setelah orgasme, mengeluarkan sperma diluar vagina. Hal ini diperbolehkan, asal dengan kesepakatan suami istri.

Alhamdulillah....

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PENUTUP

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment